Total : 34Bab 1 Perburuan Pertama
“Tuhan, maafkan aku telah mendahului malaikat mautmu!” -Andrea Karin Tirto Wahyudiningsih (Arin)- *** K
readmore Bab 2 Perburuan Kedua
“Namo Budhhāya.” -Arjuna alias Dharma Wilangga (Om Dharma)- *** Laki-laki berusia sekitar enam puluh ta
readmore Bab 3 Perburuan Ketiga
“Duh, panggil aja aku Pras! Oke?” -Prasetyo Wiratama- *** Tangan Pras masih terus saja menjabat Firmus.
readmore Bab 4 Perburuan Keempat
“Aku sebenarnya penasaran, kenapa kamu bisa sampai sini?” -Andrew Narendra Putra (Are)- *** “Kang Are s
readmore Bab 5 Perburuan Kelima
“Bapak nyieun sorangan ya kopinya!” -Dita Eksha Ghasani (Dita)- *** Kepala Are sedikit digelengkan ke k
readmore Bab 6 Perburuan Keenam
Ternyata mudah mengorek keterangan dari seorang Dita. Dia begitu polosnya mau menceritakan tentang F
readmore Bab 7 Perburuan Ketujuh
“Ganteng itu relatif sih, Pras!” -Firmus Wijaya Mangudhibrata (Firmus)- *** Mata Dita sulit diajak komp
readmore Bab 8 Perburuan Kedelapan
Kecurigaan Pras ternyata tak terbukti pada Firmus. Teman satu indekosnya itu bukanlah orang kaya. Su
readmore Bab 9 Perburuan Kesembilan
“Iih, akhirnya kita ketemu disini ya!” Firmus sudah bersiap hendak berlari. Namun ternyata tarikan ta
readmore Bab 10 Perburuan Kesepuluh
“Ayo, nak Firmus! Ada sesuatu hal yang ingin saya tunjukkan. Kemarilah!” Berat rasanya kaki Firmus me
readmore Bab 11 Perburuan Kesebelas
“Awakmu iseh keturunan Mangudhibrata!” -Mbah Warno- *** “Opo meneh seng meh mbok jaluk seko aku, Haryo!
readmore Bab 12 Perburuan Keduabelas
Informasi yang Arin kumpulkan tentang Firmus dirasa sudah cukup. Sialnya, dia masih harus menyelesai
readmore Bab 13 Perburuan Ketigabelas
Wajah Are nampak berbeda kali ini. Senyumnya menunjukkan kalau dia begitu bahagia bisa bertemu denga
readmore Bab 14 Perburuan Keempatbelas
“Kamu juga berbohong padaku, Arin! Siapa yang punya julukan ‘Angin Pembunuh’ selain dirimu?” Keduanya
readmore Bab 15 Perburuan Kelimabelas
Pekerjaan Firmus yang baru memang lebih berat. Sebagai seorang editor buku anak, dia harus mampu men
readmore Bab 16 Perburuan Keenambelas
Sejak dia merasa dibuntuti oleh seseorang, Firmus mulai tak nyaman. Hidupnya kini dihantui oleh keta
readmore Bab 17 Perburuan Ketujuhbelas
“Kamu bisa bertarung kan?” “Menurutmu aku...heaaargh! Tidak bisa?” Firmus justru yang memulainya dulua
readmore Bab 18 Perburuan Kedelapanbelas
Arin sibuk menangani luka Firmus. Sementara Dharma mencoba untuk menjelaskan tentang semuanya. “Aku y
readmore Bab 19 Perburuan Kesembilanbelas
“Aku tidak mau terlibat lebih jauh dengan perburuan ini!” Meski ia tahu kotak kayu jati yang sedang d
readmore Bab 20 Perburuan Keduapuluh
“Kamu mau menangkap keturunan Mangudhibrata itu, Marco?” “Tentu saja tidak! Urusanku adalah isi kotak
readmore Bab 21 Perburuan Keduapuluh Satu
Firmus merasa tak enak, padahal Are kali ini yang mentraktirnya. Sementara Pras santai saja sambil m
readmore Bab 22 Perburuan Keduapuluh Dua
Akhirnya Are jadi memilih satu kos dengan Firmus. Kini dia bisa lebih mudah untuk mengawasi gerak ge
readmore Bab 23 Perburuan Keduapuluh Tiga
Kondisi ibunya Pras masih belum membaik. Pakdhenya memberitahu kalau harus lebih lama dirawat di rum
readmore Bab 24 Perburuan Keduapuluh Empat
Firmus baru menyadari kalau dia sekarang ada di Kota Semarang. Sementara orang-orang suruhan ayahnya
readmore Bab 25 Perburuan Keduapuluh Lima
Pras dan Firmus menuju ke tengah bundaran Simpang Lima. Mereka melihat aneka macam stand yang lebih
readmore Bab 26 Perburuan Keduapuluh Enam
“Mas Mus kita lewat jalan lain aja, aku tahu kok.” “Memang lebih cepet dari jalan biasanya?” “Iya, tap
readmore Bab 27 Perburuan Keduapuluh Tujuh
“Kalian baru pulang?” Are ternyata khawatir dengan keduanya. Dia berdiri tepat di depan pagar. Pras d
readmore Bab 28 Perburuan Keduapuluh Delapan
Are meminta smartphone milik Pras dan Firmus. Ia juga mengambil gadget miliknya. Meletakkan ketiga b
readmore Bab 29 Perburuan Keduapuluh Sembilan
Firmus langsung terburu masuk ke kamar mandi. Ia sudah terbiasa melakukan ritual bersih badan dengan
readmore Bab 30 Perburuan Ketigapuluh
“Pokoknya ini teh salah karuhun. Kalo sampai urang dipecat sama Teh Agnes, mesti karuhun yang tanggu
readmore Bab 31 Perburuan Ketigapuluh Satu
Pras memainkan perannya dengan baik. Haryo dan Marco mengintip dari balik ruangan di rumah mewah yan
readmore Bab 32 Perburuan Ketigapuluh Dua
Dita kali ini menggila dengan mengendarai sepeda motornya secepat apa. Setelah diperbaiki oleh Wied,
readmore Bab 33 Perburuan Ketigapuluh Tiga
“Kakek yakin lewat sini bisa?” Dita bingung sambil menengok ke segala arah. Rumah mewah milik Haryo i
readmore Bab 34 Akhir Dari Sebuah Perburuan
Firmus berjalan diantara nisan kuburan sambil membawa segenggam aneka macam bunga. Langkahnya pasti
readmore
bagus
10/02/2025
0cerita menarik
03/01/2025
0bagus
18/12/2024
0keren 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
26/11/2024
0bab5 ini sangat bagus dan menarik untuk di baca
08/07/2024
0good
06/07/2024
0terima kasih
30/06/2024
0AKU SUKA SEKALI
26/06/2024
0i love it
15/06/2024
0Sangat bagus
13/06/2024
0