Total : 50Chapter 1 Harapan
"Tuan muda Aditya, tolonglah ikut bersama kami" ajak seorang pria bernama Yosef pada pemuda yang dih
readmore Chapter 2 Siap Tidak Siap, Harus Siap.
Aditya tertegun, untuk sesaat dia merasa begitu marah dan terharu dengan kata-kata Sandra, perempuan
readmore Chapter 3 Pemilihan Pemimpin Baru
Keesokan harinya di sebuah ruangan meeting bertempat di perusahaan Rashaad Group yang dimana perusah
readmore Chapter 4 Memperkenalkan
"Oh, untuk masalah itu, kalian tidak usah khawatir, meskipun Suami Saya tidak diketahui keberadaanya
readmore Chapter 5 Dia Adalah Aditya Rashaad
"Bagaimana keadaan Pemimpin saat ini Nyonya?" Tanya Tuan Andi begitu cemas. "Apa yang terjadi sebenar
readmore Chapter 6 Masih Dipertanyakan
"Terima kasih Paman Yosef" ucap Aditya pada Yosef. "Tidak usah sungkan Tuan muda" jawab Yosef kemudi
readmore Chapter 7 Masalah Baru
"Sudahlah Paman, tolong berhentilah, stop paman tolonglah, aku mohon dengan segala hormat, Aku sudah
readmore Chapter 8 Musuh Dalam Selimut
"Meskipun begitu seharusnya kalian tetap mendukungku, Aku masih hidup loh meskipun Kakak Ipar kalian
readmore Chapter 9 Tuan Muda Yang Dingin
"Ibu belum istirahat?" Tanya Adit pada Ibunya. "Hrm ….Bibi!" Seru Nyonya Sandra, mengingatkan Adit a
readmore Chapter 10 Disebuah Cafetaria
"Hey ….Rupanya kamu disini?" Tanya seseorang pada Aditya tiba-tiba. Saat Aditya melihatnya tampak Di
readmore Chapter 11 Dua Orang Pengganggu
"Yang kamu Aku usir, karena Aku merasa terganggu tadi, hari ini hari yang begitu berat untukku" jawa
readmore Chapter 12 Diantara Dua Wanita
"Kenapa diam saja Kau hah? Jangan dikira Aku kemarin baik dan ramah karena mengakuimu sebagai kepona
readmore Chapter 13 Saatnya Saling Memaafkan
Flashback on. Dulu Aletta bekerja sebagai sekretaris pribadi Tuan Fajar di perusahaan, karena sering
readmore Chapter 14 Salah Paham
"jam berapa ini John?" tanya Catrina. "jam 1 lebih" jawab John. "ya ampun aku tidur lama banget nih
readmore Chapter 15 Gengsi Tapi Rindu
Setelah keluar dari kamar mandi dan sudah terlihat mengganti celana juga kemejanya, dengan sigap Ny
readmore Chapter 16 Gadis Pemabuk
Kedua pria itu memesan minuman dan camilan, terdengar mereka asyik mengobrol sambil terus melirik si
readmore Chapter 17 The Penthouse
Aditya melirik Dion, bersyarat harus bagaimana tetapi Dion hanya membalas dengan mengangkat kedua ba
readmore Chapter 18 First Kiss
"sudahlah, jangan berpura-pura, aku tinggalin nih" ancam Aditya. Setelah Aditya berkata demikian terd
readmore Chapter 19 Catrina Yang Agresif
"nyari apa?" teriak Catrina. "telepon" jawab Aditya. "itu dari ruang tamu, sebelah sana" tunjuk Catrin
readmore Chapter 20 Para Penjilat
"Selamat pagi Tuan muda, jika anda tidak sibuk, maukah anda sarapan bersama kami?" tanya Tuan Indra
readmore Chapter 21 Catrina Yang Merepotkan
"Oh tentu tidak apa-apa Tuan muda, jika begitu kami pamit," jawab Tuan Indra kemudian dia berdiri di
readmore Chapter 22 Bimbang
Catrin keluar dari ruangan pasien dengan perasaan bersalah dan terus memaki dirinya sendiri yang sud
readmore Chapter 23 Pertengkaran Kecil
"Bodohnya aku, aku pikir itu John, ya Tuhan," desah Catrina, dia terus menyalahkan dirinya sendiri,
readmore Chapter 24 Mulai Perhatian
Melihat Catrina yang kebingungan, Aditya pun segera meraih tangan perempuan itu agar duduk kembali. "
readmore Chapter 25 Ketika Catrina Cemburu
"Terus Aditya itu siapa?" Tanya Samantha lagi. "Dia … Dia … Hm … Dia …" Catrina bingung cara menjelas
readmore Chapter 26 Fajar Rashaad Akhirnya Terbangun
"Tuan Yosef dokumen properti dari Andi's group hilang, dan itu dokumen asli bawaan dari sana, padaha
readmore Chapter 27 Masih Menjadi Rahasia
"Iy-iya Tuan, aku dan mbak Sandra benar-benar sudah seperti saudara, Tuan tidak perlu khawatir, aku
readmore Chapter 28 Catrina Berulah lagi
"Halo … Sayang, lagi apa?" Tanya seseorang diujung sana. Aditya terkejut karena itu suara perempuan,
readmore Chapter 29 Bukan Siapa-siapa Tapi Sudah Cemburuan
Sore itu sepulang dari kantor, Aditya ke rumah sakit, dia tidak langsung menuju ruangan dimana orang
readmore Chapter 30 Diam Tapi Rindu
"Bener-bener sok cantik!" Gerutu Ririn. "Sangat percaya diri sekali ya," sahut teman satunya lagi. "Da
readmore Chapter 31 Perkelahian Sengit
Catrina tidak mengetahui jika Aditya benar-benar mengkhawatirkannya, ada perasaan cemburu saat pria
readmore Chapter 32 Akhirnya Aditya Tumbang
Lalu setelah itu Catrina melihat ke arah depan lagi, tampak agak jauh disana, berdiri sosok pria mem
readmore Chapter 33 Masa Kritis Telah Berlalu
Paman Yosef terlihat menggelengkan kepalanya dengan sedih. "Maafkan kami Nona, dua pendonor yang kami
readmore Chapter 34 Akhirnya Hati Aditya Luluh
"Besok jangan lupa pakai baju ya, jangan sampai orang-orang melihat lekukan tubuh sexymu dan kulit m
readmore Chapter 35 Aditya Mulai Menginginkan Catrina
Aditya menoleh ke arah Catrina lalu tersenyum nyengir sambil membuka mulutnya kembali, Catrina seger
readmore Chapter 36 Aditya Main Lamar Aja
"Baiklah, aku memang penasaran, sangat penasaran, tapi … Aku akan berusaha mempercayaimu sayang," uc
readmore Chapter 37 Musuh Mulai Beraksi
"Oke kalau begitu, profesor memberi kamu tugasnya itu apa saja John?" Tanya Catrina serius. "Oh belia
readmore Chapter 38 Jonathan Mulai Tunduk
Orang tua Jonathan menggenggam jeruji besi yang mengurung putra kesayangannya itu dengan kedua tanga
readmore Chapter 39 Lawan Menjadi Kawan
"Hm… Baiklah jadi anda ini ayahnya Jonathan? Orang yang paman Yosef maksud? Yang menusukku?" Tanya A
readmore Chapter 40 Tim Aditya
Hari itu juga tercatat Jonathan yang tadinya musuh Aditya berbalik menjadi orang yang akan menjadi s
readmore Chapter 41 Catrina Yang Nakal
"John, sepertinya aku bakalan ketiduran kalo kamu obati, tunggu dulu ya di kamar, aku lihat Catrina
readmore Chapter 42 Keseharian Yang Solid
"Tidak, aku tidak ngambek, ngapain pulang? Bukannya Papa lebih milih tinggal sama tante Teresa?" Jaw
readmore Chapter 43 Teman Main Yang Menggoda
Jonathan mengangguk, lalu pergi meninggalkan ruangan tempat Aditya mengurus dokumen, di luar ruangan
readmore Chapter 44 Kini Tak Menggoda Lagi
Catrina merasa risih dengan sikap Calvin yang mulai duduk di sampingnya, lalu merangkul pundaknya. "
readmore Chapter 45 Rasa Main-Main Itu Hilang
"Maaf Cal, aku tidak bisa" jawab Catrina mantap. "Kenapa? apa kekuranganku Cat? Aku bisa seperti pri
readmore Chapter 46 Ketika Pria Merajuk, Dia Melupakan Cintanya
Catrina merasa sikap Aditya berbeda padanya. Dia menyangka Samantha mungkin sudah menggoda Aditya hi
readmore Chapter 47 Pekerjaan Tetap Diutamakan, Kesalahan Harus Dipertanggungjawabkan
"Baiklah, terima kasih kawan-kawan. Ingat, bekerjalah seperti bayangan—kalian jangan sampai terlihat
readmore Chapter 48 Pintar Berkelahi Dan Cemburuan
Terlihat Samantha akan mengayunkan telapak tangannya untuk membalas perlakuan Catrina, tetapi Catrin
readmore Chapter 49 Ceroboh Dan Tak Tertolong
"Maaf ya dok, apa saya mengganggu?" tanya Aletta dengan sikap ramah seperti biasa. Namun, keramahann
readmore Chapter 50 Hati Boleh Gelisah, Tapi Kepala Harus Tetap Dingin
Jhon lalu pergi meninggalkan Catrina setelah kepoannya tersalurkan sepenuhnya. Sedangkan Sandra dan
readmore
Cerita yang menarik 💙
07/06/2022
0thankyou
05/03
0Seru banget weh, btw ada recomendasi nobel kayak gini lagi gak ya?
20/01
0seruuu
28/12
0Terima kasih buat segenap Tim Developer yang sudah menyelenggarakan kegiatan aplikasi ini
11/11
0seruuu
28/09
0bagus
17/08
0keren sekali
17/07
0kreatif bagus
12/07
0keren
27/06
0