Total : 66彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 01. Kado
Ketegangan terjadi di sebuah padang salju. "Bodoh sekali dia, mau menuruti semua omonganku," gumam
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 02. Buku
Anila tidak menjawab pertanyaan Pak Malik, dirinya hanya terdiam menunduk. Erika dan teman-temannya m
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 03. Gata
Anak-anak berlarian keluar kelas, bel sekolah berdering tiga kali. Menandakan istirahat telah tiba
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 04. Menembus
Telah menjadi kebiasaan Anila mencurahkan semua keluh-kesahnya pada sebuah buku. Bukan karena tidak p
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 05. Penjelasan
Mereka membawa Anila pergi ke sebuah rumah. Rumah itu dibangun atas susunan beberapa buku sebagai ba
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 06. Comeback
Terpaksa malam itu, anila harus makan dua kali. Walaupun, perutnya benar-benar menolak. Tetap saja d
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 07. Benih ditanam
Anila kembali datang ke sekolah pagi ini dengan ceria, kemarin Baku dan Takbaku telah membuatnya ber
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 08. Anala
Seperti biasa, sebelum berangkat ke sekolah Anila, Ayar dan Anala duduk rapi tinggal menyantap sarap
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 09. Akarnya tumbuh
Anila tidak hirau. "Ayo Ayar! Kita pergi aja dari sini, tidak usah bantu, tidak usah panggil, tidak u
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 10. Pohon Kebencian
Pohon kebencian terhadap Ibunya tumbuh subur di dalam jiwa Anila. Ia yang sudah merasa tertekan oleh
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 11. Paras Baru
"DIRIMU AKAN MENJADI DIRIKU, KAU AKAN MENERIMA BALASAN ATAS APA YANG TELAH ENGKAU KATAKAN!" pekik De
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 12. Superspeed
"Bukankah tadi Erika membentak-bentak memanggil, kok malah diam?" "OMG... Bidadari masuk ke kelas kit
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 13. Menghilang
Anila baru pulang sekolah ketika senja tiba. Dia merasa sangat tidak nyaman berada di sekitar banyak
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 14. Aldrich
Pertandingan basket yang dibicarakan pak Malik pada saat menduga Anila, kini telah sampai. Kata esok
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 15. Merasakan
Anila mengisak ingusnya beberapa kali, air matanya deras terurai. Para juri sudah berkaca-kaca. Menun
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 16. Semakin sempurna menjadi 'Angin'
Anila menatap sejenak kotak sampah di depan langkahnya. Tetapi tiba-tiba ia merasa ada yang aneh. Sa
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 17. Aldrich dan Gata?
Deg! Matanya kembali terbuka. Anila tersadar, dan dia mengerti sekarang. Semuanya tampaknya lebih mud
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 18. Ayar
Anila duduk di meja belajarnya, menghadap sebuah buku 'Mereya' dan beberapa buku pelajaran. Niatnya b
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 19. Mencurigakan
"Kakak! Itu Ayar–" Candra menunjuk Ayar yang berada sedikit jauh dari posisi Anila berdiri. "–dan it
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 20. Efek ditembus
"Bagaimana pertandingannya? Apa tangannya masih terasa sakit jika untuk bermain?" Aldrich berhenti be
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 21. Siapa dirimu sebenarnya?
Setelah tiga hari kemarin, Aldrich untuk pertama kalinya merasa penasaran terhadap seorang wanita. S
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 22. Harga Ucapan
"Aku manusia biasa. Apa yang kau tanyakan ini? Ada apa? Apa ada masalah? E-e... Ini sudah malam, mar
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 23. Anala dan sifatnya
"Baiklah, Pak saya akan segera menyelesaikan ceritanya minggu ini." "Iya, Pak, segera saya tamatkan.
readmore 彡ꦽꦼ•ˑ˒Eps 24. Misteri
"Ada apa?" jawab Anila pada telepon yang berdering malam itu. "Segera ke rumah sakit. Kakakmu di sini
readmore 彡 Saatnya Petualangan Dimulai 彡
Aldrich masih terus mempertahankan skor teamnya yang lebih unggul dari team Alegars High School. Kapt
readmore ❝ Tekad Penghapusan ❞ || 26
⊱ ──ஓ Welcome to The World Of Book Magic ࿐ ஓ ── ⊰ Panggilan Aldrich sama sekali tidak terdengar oleh
readmore ❝ Menghapus Ingatan ❞ || 27
Dengan kekuatan superspeed dan menghilangnya, tidak perlu waktu lama bagi Anila untuk sampai di kera
readmore ❝ Istana Ratu Angin ❞ || 28
Aldrich masih terikat tali angin yang dibuat oleh Penjaga. Berkali-kali ia berusaha, berkutat untuk
readmore ❝ Perdebatan di Menara ❞ || 29
"Dia gila. Ingin diselesaikan bagaimana, huh!" Ratu angin fokus berjalan kembali memasuki Istana. "Sa
readmore ❝ Terungkapnya Kebenaran ❞ || 30
"Mulai dari hari itu, Aku dan Anala bekerja sama untuk mengungkap siapa dirimu sebenarnya. Kakakmu y
readmore ❝ Misi Pertama ❞ || 31
Matahari telah terbit. Ia mulai menerangi seluruh Alam buku. Anila dan Aldrich sudah bangun jauh dari
readmore ❝ Makhluk Asap; Lazy ❞ || 32
Layangan itu kembali terbang ke angkasa, setelah merendah; mendaratkan Aldrich dan Anila. Mereka mel
readmore ❝ Kucing Misterius ❞ || 33
Anila tiba-tiba menggenggam tangan Aldrich, tak berselang dari kedipan matanya, mereka telah sampai
readmore ❝ Ini Untuk Pertama Kalinya ❞ || 34
Mereka terus melangkah. Berselang beberapa detik dari tempat itu. Guk! Guk! Miaw... Guk! Guk! Langkah An
readmore ❝ Petunjuk dari Lencana ❞ || 35
Setelah beberapa saat matahari turun takhta. Aldrich menatap Anila yang bersender pada pohon. Ia ber
readmore ❝ Pengorbanan Mengharukan ❞ || 36
Aldrich meluruskan kakinya, ia tidak dapat mengelak. Saat ini terasa sangat bahwa urat-urat kakinya h
readmore ❝ Melawan Badai ❞ || 37
"Hei! Sembarangan saja kamu ya!" Anila berlari pada hamparan rumput itu. Aldrich telah merasa tubuhny
readmore ❝ Bantuan Kemustahilan ❞ || 38
Awan itu sungguh tidak wajar, ia seperti hendak mengincar apa saja yang ada. Kemudian mengambil habi
readmore ❝ Aku Bersamamu, Na.❞ || 39
Kereta mereka mulai menjauhi desa, berjalan masuk ke sebuah jalan khusus. Jika berada di kota-kota b
readmore ❝ Astaga! Raja Markhor!❞ || 40
Anila dan Aldrich masih terdiam, ia masih belum dapat memercayai bahwa kambing itu sedang bicara. "Ap
readmore ❝ Ada apa dengan Lencana itu? ❞ || 41
Anila dan aldrich seketika mematung tidak berdaya. Mereka saling tatap tanpa arah. "Na..." suara Aldr
readmore ❝ Ingatan Makhlor ❞ || 42
Kejadian yang terus membekas dalam ingatannya. Kala itu, saat dirinya masih utuh dalam jiwa seorang p
readmore ❝ Tiba di Kerajaan Lunar ❞ || 43
Anila menurunkan tubuhnya dan Aldrich pada badan jembatan, untuk menuju istana itu. Tempat yang cuku
readmore ❝ Misi Esok Hari ❞ || 44
* * 彡* * Malam hampir berlalu begitu saja. Aldrich kembali cukup larut. Ia tidak menyangka akan lupa w
readmore ❝ Penyamaran; Misi Dimulai ❞ || 46
* * 彡* * Sinar matahari pagi menyemburat. Menerpa wajah, membuat Anila terbangun, rasanya sangat sin
readmore -`, ⊹ Jiwa yang Terhubung┆47࿐
Mata Anila semakin berkilauan ketika sebuah air menetes dari sana. ia bergeming tidak bersuara. Pang
readmore ❝ Putri Musim Seberang ❞ || 48
Anila terbang tanpa tujuan. Ia menghancurkan apa pun yang dihadapannya. Tidak peduli pepohonan atau
readmore ❝ Dia adalah Gata ❞ || 49
"Na, kau tidak papa?" Aldrich segera berdiri begitu melihat Anila tersadar. "Sekarang jam berapa? Apa
readmore ❝ Kisah Hilangnya Lencana ❞ || 50
Bangunan ukiran batu itu tampak kusam, dengan pasak-pasaknya berwarna putih rusak, menjulang. Tumbuha
readmore ❝ Rencana Selanjutnya ❞ || 51
Makhor menyimak cerita Halw dengan saksama. Bagaimanapun, kehadiran lencana itu sangat berpengaruh t
readmore ❝ Ramuan Tidur ❞ || 52
"Manis!" Anila berseru. Aldrich menatap kucing itu dengan tatapan penuh selidik. Kucing kecil yang m
readmore ❝ Berlatih ❞ || 53
Beberapa saat kemudian sudah tidak terdengar suara. Aldrich mendesah, “Semoga saja. Panglima Halw jug
readmore ❝ Pertarungan Sengit ❞ || 54
Dewi malam ingin menenggelamkan wujudnya, perlahan merendah. Menunjukkan waktu hampir pagi. Meski tub
readmore ❝ Menggagalkan Pertunangan ❞ || 55
Semua fokus seketika tertuju pada ketiga sosok yang tiba-tiba muncul pada karpet merah yang seharusn
readmore ❝ Mengingat Masalalu ❞ || 56
Putri pemilik kekuatan salju itu menoleh. Matanya dengan pahit menatap Markhlor penuh ambisi. “Kenapa
readmore ❝ Siapa Kau? ❞ || 57
““Ini tidak bisa dibiarkan! Pangeran adalah milikku!” geram Aurora, tangannya mengepal membuat dingi
readmore ❝ Penangkapan Aldrich ❞ || 58
Para penjaga itu rupanya membawa Anila ke sebuah penjara bagi nol. Yang jalan keluarnya adalah sama
readmore ❝ Team Penyelamatan ❞ || 59
Hari beranjak malam. Payoda temaram layaknya rembulan malam ini tidak akan muncul. Seorang gadis mera
readmore ❝ Misi Penyelamatan ❞ || 60
Sebagai keformalitasan Sang ratu sebagai hakim mengetuk tongkat kepemilikan kekuasaan dua kali. Tand
readmore ❝ Aksi Team❞ || 61
Derap suara langkah kaki padam saat keduanya dinaikkan pada lift otomatis. Denting pintu menyambut t
readmore ❝ Buku Diary Perjodohan❞ || 62
Ribuan cahaya berburu menuju ke saraf otak pangeran. Halw melirik ranjang pangeran. Tersenyum dengan
readmore ❝ Skripshieet ❞ || 63
Ternyata pagi yang datang belum sesuai dengan harapan. Tidak ada yang dapat dilakukan oleh Halw dan
readmore ❝ Kota Buku ❞ || 64
Sementara di Kerajaan Musim semi. “Uhuk uhuk!” “Dia siuman! Dia siuman!” Makhlor berteriak. Membangunk
readmore ❝ Kerajaan - Kerajaan ❞ || 65
“Apakah tidak ada jalan pintas lain selain melewati empat pulau musim itu? Sungguh, itu sangat tidak
readmore ❝ Perbincangan ❞ || 66
Matahari mulai kembali ke peraduannya. Semburat jingga tampak menawan menggoda perjalanan Aldrich da
readmore ❝ Terjebak ❞ || 67
Bintang-bintang malam masih berkerlip indah. Langit cerah. Rembulan setengah sempurna bersinar cukup
readmore
ceritaa ya indah bangett 😭😭😭
12/07
0bagus bangettt♥️♥️
12/06
0BAGUSSS BANGETTT PLCC
03/06
1bguss
28/05
0baguss bangettt
22/05
0ceritanya ga bosenin
26/04/2025
0bagusss
07/04/2025
0sangatt menarik
15/03/2025
1bagus sih cm iklannya terlalu ganggu jd klo mau baca kepotong jd susah
15/01/2025
0sayaa sukaa
03/01/2025
0