Total : 49Bab 1 Sempurna Yang Runtuh
Kilauan lampu sorot memudar, digantikan oleh cahaya temaram lilin-lilin aromatik yang menari di atas
readmore Bab 2 Simpati Beracun
"Hati-hati dengan siapa yang kau anggap suami." Pesan itu terbaca dingin, menusuk hingga ke ulu hati.
readmore Bab 3 Pengakuan di Balik Jeruji
Kini, dengan stempel buram itu di tangan, Naira melangkah menuju Rutan, kakinya terasa berat, seolah
readmore Bab 4 Agenda Tersembunyi
Langkah kakinya memang terasa berat saat meninggalkan ruang kunjungan, napasnya masih memburu, namun
readmore Bab 5 Pilihan di Tengah keruntuhan
Ini lebih besar dari yang ia bayangkan. Jauh lebih besar. Angka dana bantuan sosial yang dicuri, ini
readmore Bab 6 Sanksi Sosial
Pesan singkat dari Asep itu terasa seperti sengatan listrik dingin yang menjalar, bukan hanya ke tel
readmore Bab 7 Jejak Offshore
… yang mengarah ke sebuah rekening yang tidak pernah ia ketahui. Rekening yang kini terasa seperti b
readmore Bab 8 Pertemuan Rahasia Sang Mantan Asisten
Ini seperti ada yang… menghapus datanya dari jarak jauh. Sebuah kengerian dingin menjalari tulang pu
readmore Bab 9 Keberanian di Bawah Tekanan
Dia harus menghilang, sekarang juga. Tubuhnya terasa ringan, namun pikirannya berputar cepat, mencari
readmore Bab 10 Ketakutan Yang Memicu Tekad
…KESEHATAN IBUMU YANG RAPUH akan segera terancam jika kau tidak berhenti. Naira membeku, surat di tan
readmore Bab 11 Intel di Balik Tirai
Naira membeku, suaranya tercekat di tenggorokan. Bukan suara dari luar, bukan suara lalu lintas yang
readmore Bab 12 Manuver Berani
"Cari di rumah keluarganya." Suara Toni, penuh ketegangan, menembus selimut tebal yang membalut Nair
readmore Bab 13 Sekutu Tak Terduga
“Naira?” tanya Bima, suaranya pelan dan penuh keheranan, menatap penampilan Naira yang jauh dari cit
readmore Bab 14 Pencarian Jaringan Ardan
Gambar mata yang mengintip. Naira menjatuhkan nota itu seolah kertas itu terbakar. Jantungnya berdent
readmore Bab 15 Bahaya di Perbatasan Kota
Naira tahu ia harus pergi. Ia melangkah ke luar apartemennya yang kusam, menuruni tangga berkarat, d
readmore Bab 16 Telepon Ancaman
"Nak, Hartono. Dia menghubungi kami." Suara ayahnya, yang biasanya tenang dan penuh wibawa, kini berg
readmore Bab 17 Putus Hubungan Darurat
"Hentikan, Nak. Kami tidak akan bisa tidur nyenyak jika tahu kau dalam bahaya. Uang ini tidak pentin
readmore Bab 18 Pengaktifan Kembali Jaringan Tua
Naira tahu persis apa yang mereka pikirkan tentang dirinya. Seorang sosialita depresi, hancur, kemba
readmore Bab 19 Analisis Jenderal Hartono
Perang baru saja dimulai, dan kali ini, ia tidak sendiri. Kesadaran itu tidak memberinya euforia kem
readmore Bab 20 Langkah Pertama ke Istana Kaca
Naira merasakan perutnya melintir. Bukan karena rasa mual, melainkan amarah yang dingin. Jadi, selam
readmore Bab 21 Tatapan di Parlemen
Sebelum akhirnya ia melangkah mendekati Naira, membelah kerumunan wartawan yang tak henti-hentinya m
readmore Bab 22 Dekode Hydra
jari-jari Naira meremas kertas kecil itu. Isinya hanya enam digit kode dan nama proyek: "Project Hyd
readmore Bab 23 Persiapan Eksodus
Naira melangkah keluar dari bilik, mencuci tangan, dan menatap pantulan dirinya di cermin kusam. Waj
readmore Bab 24 Perjalanan ke Titik Nol
Pagi itu, Jakarta terasa lebih bising dari biasanya. Atau mungkin, hanya di telinga Naira saja. Seti
readmore Bab 25 Strategi Digital
Coretan kasar itu seolah memaku pandangan Naira, mengunci amarahnya pada satu titik, satu fokus. Buk
readmore Bab 26 Komunitas Whistleblower
Pertanyaan itu bergelayut, tak ada jawaban instan, tetapi satu nama tiba-tiba melesat di benaknya, s
readmore Bab 27 Target Kementerian
"...Saya takut..." Pesan itu terhenti di sana, meninggalkan ketakutan yang menguar dingin, bahkan mel
readmore Bab 28 Membandingkan Tanda Tangan
Ini baru permulaan. Naira dan Santi berjalan cepat menjauh dari kantor pos, mata mereka sesekali meli
readmore Bab 29 Penarikan Diri Strategis
... dan apa yang kita punya," Naira berbisik, sambil mencengkeram erat ranselnya. Udara dingin malam
readmore Bab 30 Meloloskan Diri Dari Razia
"...Anda mengenal seorang wanita bernama Naira?" Jantung Naira serasa meloncat keluar dari dadanya. U
readmore Bab 31 Puzzle Perusahaan Cangkang
"...Aku butuh nama-nama itu..." Naira mengulang bisikan itu, suaranya serak di tengah heningnya apart
readmore Bab 32 Narapidana Kunci
"...Dendam pribadi? Ceritakan padaku, Bima. Bagaimana ceritanya..." Bima menghela napas, suaranya sed
readmore Bab 33 Pertemuan di Blok Maut
"...Tapi..." Naira menjeda, menarik napas dalam-dalam, sebelum melanjutkan, "Dia punya satu syarat,
readmore Bab 34 Kotak Pandora Terbuka
Jaka selesai menulis, lalu mendorong kertas itu kembali ke hadapan Naira. Matanya menatap tajam, pen
readmore Bab 35 Merancang Serangan Jantung Publik
"... Jangan kirim apa-apa lagi lewat digital." Suara Bima di telepon terdengar tegang, namun penuh d
readmore Bab 36 Umpan untuk Jenderal
"...Jaringan sedang lengah," sambung Bima, matanya berkilat penuh antisipasi. "Mereka tidak akan men
readmore Bab 37 Pra-Siaran dan Tekanan
"Suryo!" bentaknya, suaranya terdistorsi oleh speaker. "Aku tidak mau tahu caranya! Kerahkan peretas
readmore Bab 38 Bukti Dalam Genggaman
"Dan mereka baru saja menutupnya." Naira merasakan jantungnya berdetak kencang, firasat buruk yang me
readmore Bab 39 Detik-Detik Penyiaran
“Selamat malam, Indonesia,” suara Naira, mulanya bergetar tipis, namun segera menguat, memenuhi ruan
readmore Bab 40 Membongkar Rantai Pencucian
“Ini hanya permulaan,” katanya. Gelombang kejut menyapu kolom komentar. Nama Jenderal Hartono, yang s
readmore Bab 41 Kesaksian Dari Reruntuhan
“Mereka mencoba membungkam kami,” ucap Naira, suaranya kini membara, bukan lagi karena ketakutan, me
readmore Bab 42 Seruan untuk Lembaga Hukum
Dalam hitungan detik, di seluruh platform media sosial, hashtag #KeadilanBansos meledak, melesat ke
readmore Bab 43 Gelombang Aksi Nyata
Jenderal Hartono!” Suara itu, tajam dan tak terduga, menusuk gendang telinga Hartono bagai belati. Se
readmore Bab 44 Dampak Seismik
...Kebenaran sudah terungkap. Keesokan harinya, fajar menyingsing di atas Jakarta yang masih terkejut
readmore Bab 45 Menolak Masa Lalu
… beri aku kesempatan kedua. Naira menahan napas, matanya terpejam sejenak. Suara itu, yang dulu bisa
readmore Bab 46 Rekonstruksi Keadilan
Dan keyakinan itu, seperti bara api yang membakar di dalam dirinya, segera ia salurkan ke dalam aksi
readmore Bab 47 Rekonsiliasi Keluarga
Setelah Hartono dihukum, setelah palu hakim menggetarkan ruang sidang dan menggema ke seluruh negeri
readmore Bab 48 Advokasi Digital
Pagi harinya, ia menghubungi Bima. Bukan lagi dengan nada mendesak seperti saat mereka memburu Harto
readmore Bab 49 Epilog
Bima berhenti mengutak-atik laptopnya, kepalanya terangkat dengan gerakan patah. Ia menatap Naira, a
readmore
aku sangat suka
21d
0cerita nyh seru
07/04
0cerita ini sangat bagus
01/04
0paok
23/03
0menarikk
14/03
0novelah ini sangat bagus untuk saya yang suka membaca saya ke tagihan membaca dan saya hapal dengan judul judul ini
12/02
0cerita ini bagu
10/02
0bagus
09/02
0bagus sekali
24/01
0istri ko jaDi tahanan kaSus
17/01
0