ทั้งหมด : 120บทที่ 1 Aku Akan Menikah Lagi
Zahra menatap nanar semangkuk bubur yang ada di hadapannya. Tanpa sedikit pun dia berniat untuk mema
readmore บทที่ 2 Sebuah Saran
Lama Zahra berada di dalam kamar. Keadaannya sangat berantakan. Wajah Zahra sembab, begitu pula kedu
readmore บทที่ 3 Cinta Untuk Selingkuhan
Di tempat yang berbeda, Guntur sedang duduk termenung duduk di kursi kebesarannya. Hatinya sungguh t
readmore บทที่ 4 Kesucian Yang Hilang
Sekitar pukul delapan malam, Zahra baru tiba di rumah. Terlihat lampu sudah menyala, menandakan Gunt
readmore บทที่ 5 Hati Yang Mulai Goyah
Semenjak kejadian malam tersebut, Zahra cenderung menjadi lebih pendiam. Jarang sekali dia bertegur
readmore บทที่ 6 Tak Mau Kalah
Jam Lima sore Zahra baru pulang kerja. Dia masukkan sepeda motornya ke garasi mobil. Terlihat mobil
readmore บทที่ 7 Tak Peduli
Guntur kembali melangkahkan kakinya menuju ke kamar Zahra yang ada di lantai dua, tanpa memperdulika
readmore บทที่ 8 Hati Yang Terluka
Udara yang dingin membuat Zahra terbangun. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul setengah empat pag
readmore บทที่ 9 Luka Yang Tak Berujung
Zahra bergegas kembali ke dalam kamarnya. Bersiap-siap untuk berangkat kerja, karena waktu pun sudah
readmore บทที่ 10 Pertemuan Yang Tak Disengaja
Perusahaan di mana dia bekerja sudah tampak di depan mata Zahra. Sepeda motor Zahra melewati deretan
readmore บทที่ 11 Seperti Dulu
Jam dua belas siang, Zahra maupun Meta sama-sama sudah bersiap untuk pergi makan siang. Rasanya peru
readmore บทที่ 12 Hati Yang Cemburu
"Guntur kamu kenapa?" tanya Adnan yang menatap heran ke arah Guntur. "Lihatlah di belakangmu! menjiji
readmore บทที่ 13 Mencoba Berdamai Dengan Hati
Zahra rasanya ingin mencokel ke bola mata Guntur yang menatap tajam menghunus ke arahnya. Seolah-ol
readmore บทที่ 14 Genderang Permusuhan
Guntur melihat gelagat Luna yang siap menabuh genderang dengan Zahra. Meskipun Luna bergelayut manja
readmore บทที่ 15 Sebuah Rencana
Setelah kepergian Luna, lama Guntur dan Zahra saling berdiam diri, tak mengeluarkan kata sepatah pun
readmore บทที่ 16 Berkunjung
Zahra bergegas berganti pakaian dan membawa sedikit baju ganti, karena Guntur berencana akan mengina
readmore บทที่ 17 Sulitnya Menaklukkanmu
Zahra bergegas melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Memulai ritual mandinya. Berendam di dalam bath
readmore บทที่ 18 Jangan Menggodaku
Zahra sudah mengenakan pakaian tidur yang sudah disediakan ibu mertuanya didalam lemari. Dan apa mun
readmore บทที่ 19 Perlakuan Manis
Beberapa saat Guntur tertegun melihat sikap rendah sang istri. Meskipun Zahra istri seorang pengusah
readmore บทที่ 20 Berikan Ibu Cucu
Ternyata benar kedua orangtua Guntur sedang duduk di ruang depan sambil menikmati secangkir teh dan
readmore บทที่ 21 Rencana Jahat
Lain halnya Guntur dan Zahra yang tengah menikmati masa kebersamaannya. Sedangkan di tempat yang ber
readmore บทที่ 22 Berusaha Mencelakai
"Iya, hallo ada apa?" tanya Luna memulai percakapannya dengan Ragil di seberang sana. "Sekarang aku s
readmore บทที่ 23 Sang Penolong
"Zahraaaa." Namun tiba-tiba saja ada sebuah tangan kekar menyambar tubuhnya dan membawanya berguling
readmore บทที่ 24 Gagal Mencelakai
Di dalam sebuah mobil merah tampak seorang laki-laki muda sedang memukul-mukul alat kemudinya. Raut
readmore บทที่ 25 Harus Berpura-pura
Zahra memaksakan tetap berusaha untuk tersenyum, meskipun itu sulit. "Angkat saja, Mas! aku tak apa-a
readmore บทที่ 26 Dilema
"Ahhhhh." Guntur mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Kenapa dia melakukan kebodohan ini? Sejurus kemu
readmore บทที่ 27 Egois
Guntur mengusap lembut rambut Zahra seraya menatap wajah sendunya, jelas terlihat jika dia habis men
readmore บทที่ 28 Mengalah
Guntur berlalu dari hadapan Zahra, melangkahkan kembali kakinya. Meninggalkan hati yang terluka kare
readmore บทที่ 29 Kembali Pulang Ke Jakarta
Setelah percakapan itu ada pada titik temunya. Guntur bergegas mempersiapkan dirinya untuk kembali p
readmore บทที่ 30 Tidak Mungkin
Luna terus bergelayut manja di tangan Guntur. Seperti sengaja membuat hati Zahra terbakar. Dan bodoh
readmore บทที่ 31 Watak Asli Luna
Akhirnya meskipun hati Zahra dongkol, terpaksa dia mengikuti kemauan Guntur. Dia duduk sengaja berja
readmore บทที่ 32 Berpura-puralah
Guntur dan Zahra meletakkan dua box makanan tersebut di atas meja makan. Kemudian Zahra melangkah ke
readmore บทที่ 33 Aku Mencintaimu
Selesai mendengarkan keputusan Guntur, Zahra langsung membereskan semua yang ada di meja makan. Memb
readmore บทที่ 34 Kita Akan Hadapi Bersama
Sesaat hening, Zahra maupun Guntur sama-sama diam dalam pikirannya masing-masing. Guntur menarik nafa
readmore บทที่ 35 Pindah Kamar
Malam ini Guntur tidur bersama Zahra. Bahkan sebagian pakaian dan barang-barangnya pun sudah dipinda
readmore บทที่ 36 Cemburu
Zahra mematikan kompor dan langsung membalikkan tubuhnya, berhadapan dengan Luna. Tak berkata namun
readmore บทที่ 37 Terlalu Polos
Kini Zahra sudah berada di ruang kerjanya. Terlihat kursi Meta masih kosong. Tak biasanya dia datang
readmore บทที่ 38 Menertawakan Zahra
Setelah sang pemimpin perusahaan menjelaskan semua tugas yang harus dilaksanakan tugas Zahra dan Afk
readmore บทที่ 39 Ternyata Itu Istriku
Sementara itu Guntur dan Adnan sudah siap menanti kedatangan para utusan dari perusahaan Altarna Gr
readmore บทที่ 40 Selalu Cemburu
Zahra sudah menduduki kursinya. Dia duduk di barisan keenam, di samping Afkan. Membuka lembaran-lemb
readmore บทที่ 41 Benar-benar posesif
Zahra tak langsung menjawab. Dia mengerlingkan keningnya. Kemudian dia melirik ke arah Afkan. Memint
readmore บทที่ 42 Kedatangan Siska dan Bambang
Zahra dan Guntur kini sudah berada di luar gedung Global Group. Terlihat Gendis dan Rama sedang berd
readmore บทที่ 43 Curiga
Siska berjalan menghampiri Guntur dan Zahra yang sedang berdiri termangu memandang ke arahnya. "Ibu k
readmore บทที่ 44 Semakin Curiga
Semua makanan sudah siap dihidangkan di meja makan. Dan semua keluarga besar Guntur sudah berkumpul
readmore บทที่ 45 Siska lawan Luna
Siska menatap tajam wajah Guntur. Terlihat jelas ada keanehan dari raut wajahnya anaknya. Seperti ad
readmore บทที่ 46 Mulai Terungkap
Guntur dan Zahra mendekat ke arah orang-orang yang sedang bersitegang tersebut. Terlihat Siska berus
readmore บทที่ 47 Kemarahan Siska dan Bambang
Sementara itu Guntur dan Zahra menunggu di luar kamar. Sungguh mereka tidak berani ikut masuk ke dal
readmore บทที่ 48 Ceraikan Dia!
Akhirnya dengan sedikit keberanian, Guntur menekadkan diri untuk berterus terang kepada Siska dan Ba
readmore บทที่ 49 Pergilah Dari Sini!
Dengan perasaan terpaksa Luna memberanikan diri beranjak dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar de
readmore บทที่ 50 Bercerai Dengan Luna
Luna menangis sejadi-jadinya, terlihat keadaannya sangat kacau sekali. Wajahnya basah dengan air mat
readmore บทที่ 51 Cemburu
Pagi hari yang berbeda dengan hari-hari lainnya. Raut wajah Zahra dan Guntur terlihat sangat berseri
readmore บทที่ 52 Akan Berbulan Madu
Sudah hampir satu jam lamanya, Zahra dan Guntur berolahraga lari pagi. Keringat pun membasahi pakaia
readmore บทที่ 53 Sebuah Firasat
Kini amarah dan emosi Luna meluap. Benci sejadi-jadinya kepada Zahra. Ya, karena Luna menganggap Zah
readmore บทที่ 54 Jangan Malu!
Semenjak kepergian Luna dari rumah Guntu, kira-kira hampir sebulan keluarga kedua orangtua Guntur be
readmore บทที่ 55 Guntur VS Zein
Akhirnya dengan rasa terpaksa Zahra keluar dari dalam lift. Berjalan di samping Guntur seraya menund
readmore บทที่ 56 Dasar Mengganggu
Setelah kepergian Zein dan asistennya. Tak lama kemudian Guntur dan Zahra pun ikut menyusul pulang.
readmore บทที่ 57 Cepat Ganti Lagi!
"Mas, kembalikan ponselku." Zahra berusaha mengambil ponselnya. "Biar aku saja yang berbicara dengann
readmore บทที่ 58 Suapi Aku!
Zahra langsung memilihkan pakaian yang akan dikenakan Guntur. Dan memakaikannya, walaupun dengan hat
readmore บทที่ 59 Kemunculan Gunawan ( Ayah Luna)
Ya, lelaki itu adalah Zein yang sedang menatap sendu foto wajah mendiang sang istri yang sudah menin
readmore บทที่ 60 Hasutan Gunawan
"Maaf, sepertinya Pak Zein menyukai Nyonya Zahra?" Dengan sedikit lancang Gunawan menanyakan hal itu
readmore บทที่ 61 Guntur Marah, Zahra menangis
Akhirnya Zahra tak mau ambil pusing dengan semua pemikirannya yang terus berputar-putar. Dia memutus
readmore บทที่ 62 Kenapa kamu tak menolaknya?
Melihat kedua bahu Zahra dicengkeram oleh Guntur. Zein tak tinggal diam, dia langsung menghambur men
readmore บทที่ 63 Terus Marah
Kini mata sendu Zahra berubah menyala. Pandangannya tajam mengarah ke punggung Guntur. Tak terima de
readmore บทที่ 64 Sama-sama tak mau mengalah
Esok paginya di saat sarapan pagi, Guntur dan Zahra masih dalam keadaan hati yang tak damai, sama-sa
readmore บทที่ 65 Berdamai Kembali
Dengan wajah yang pias, Zahra melirik Guntur. Memastikannya apa yang telah terjadi. Sedangkan Guntur
readmore บทที่ 66 Honey moon ( salah menafsirkan )
Benar saja keesokan harinya Guntur dan Zahra sudah bersiap-siap untuk pergi berbulan madu ke Paris.
readmore บทที่ 67 Honey moon ( terus menyerang )
Meskipun Zahra kesusahan untuk berjalan, namun dia tetap memaksakannya demi keinginannya untuk berja
readmore บทที่ 68 Honey moon ( mengganggu saja l
Sebelumnya Zahra mencari-cari alasan untuk menghindari Guntur. Rasa nyeri masih terasa, dan sekarang
readmore บทที่ 69 Kedatangan Zein
Padahal sebenarnya Guntur sejak tadi pagi tidak pergi ke mana-mana. Dia sengaja menyewa kamar yang b
readmore บทที่ 70 Aku tak mau melayanimu
Guntur mengepalkan bulat kedua tangannya penuh emosi. Seolah-olah akan menghabisi Zein yang sudah be
readmore บทที่ 71 Bekerjalah di tempat tidur
Sambil melangkah Zahra tersenyum geli melihat tingkah Guntur yang terlihat konyol. Seorang Guntur ya
readmore บทที่ 72 Ternyata dia
Setelah ada kiriman paket misterius sebuah kemeja itu, Guntur kerap sekali menyendiri di ruang kerja
readmore บทที่ 73 Kamu itu bodoh? atau terlalu baik?
Guntur mengatur nafasnya dan sesaat memejamkan kedua matanya. Namun sesaat kemudian dia membuka mata
readmore บทที่ 74 Tindakan Bambang dan Siska
Dengan hati yang kesal, Siska langsung beranjak dan meninggalkan orang-orang yang ada di ruangan ter
readmore บทที่ 75 Kesepakatan Zein dan Luna
Dengan tatapan mata penuh kebencian, kedua bola mata hitam pekat itu menatap tajam sebuah baju kemej
readmore บทที่ 76 Ingin mencerca habis-habisan
Bambang tetap fokus menyetir, sedangkan Siska asyik memainkan ponselnya. Ya, meskipun sudah berumur
readmore บทที่ 77 Ancaman untuk Luna
Kedua mata hitam pekat Luna seketika beradu pandang dengan Bambang dan Siska. Jelas sekali Luna terl
readmore บทที่ 78 Kesengsaraan hidup Luna
Luna berkali-kali mendengus kesal, meratapi hidupnya yang kini kian pahit. Jangankan hidup untuk ber
readmore บทที่ 79 Dasar aneh
Bambang pura-pura kembali meneguk minumannya. Sedangkan Siska tersenyum samar sambil menggaruk kepal
readmore บทที่ 80 Ada apa dengan Zahra?
Pagi-pagi sekali Guntur sudah terlihat rapi. Seperti biasa dia selalu tampil keren dan menawan. Pena
readmore บทที่ 81 Kenapa aku selalu merindukannya
"Mas, aku ke kamar Zahra dulu, ya. Ingin memastikan keadaannya," ucap Siska dengan segera langsung m
readmore บทที่ 82 Mudah sekali marah
Guntur terlihat sedang sibuk dengan pekerjaannya. Kedua matanya menatap tajam layar laptopnya, denga
readmore บทที่ 83 Jangan-jangan?
Zahra duduk di tepi tempat tidur, dengan raut wajah yang terlihat merengut. Dia kira Guntur akan seg
readmore บทที่ 84 Pejuang garis dua
Hati Zahra merasa tergelitik dengan perkataan Si Mbok tersebut. Hamil? Hamil? Perkataan itu seakan-a
readmore บทที่ 85 Kabar gembira
Sesampainya di dalam kamar, Zahra tak langsung memberitahu kabar gembira tersebut kepada Guntur. Dia
readmore บทที่ 86 Membangunkan Guntur
Keesokan harinya sekitar jam sembilan pagi, Siska dan Bambang sudah tiba di rumah Guntur. Rupanya me
readmore บทที่ 87 Bersabarlah!
"Tolong, kupas kulit apel ini!" unjuk Zahra pada buah apel merah yang dia inginkan. "Apa? Mengupas?"
readmore บทที่ 88 Jebakan Luna
Guntur menatap tajam orang yang berdiri di ambang pintu. Baru saat ini dia melihatnya lagi. Setelah
readmore บทที่ 89 Dimana Zahra?
Guntur terus berusaha meraih tangan Zahra, namun lagi dan lagi Zahra terus menepisnya. Tak banyak ya
readmore บทที่ 90 Semua Panik
Guntur sangat terlihat khawatir dengan tidak adanya Zahra di dalam kamarnya. Dan dia pun berusaha me
readmore บทที่ 91 Sayang kamu ada dimana?
Meskipun dengan sedikit keberatan. Akhirnya mau tidak mau Guntur menyetujui usul Adnan untuk menemui
readmore บทที่ 92 Menghubungi Guntur
Di taman yang penuh dengan aneka ragam jenis bunga dan pepohonan yang rindang, terlihat seorang wani
readmore บทที่ 93 Berusaha membuatmu percaya
Dengan tergesa-gesa, Guntur langsung keluar dari dalam kamar. Dia segera mengajak Adnan untuk menema
readmore บทที่ 94 Hati yang penuh dengan kecemasan
Lama Zahra tak menyahuti perkataan Guntur. Dia lebih memilih diam dan sesekali menatap wajah Guntur.
readmore บทที่ 95 Memenuhi Syarat Ayah Mertua
Guntur menelan ludahnya sendiri, membasahi tenggorokannya yang terasa kering. Dan lidahnya tiba-tiba
readmore บทที่ 96 Pindah rumah
Esok harinya Zahra dan Guntur berpamitan pulang pada Pak Hakam dan Bu Anjani. Mereka akan terlebih d
readmore บทที่ 97 Sensitif
"hmmm, baiklah," ucap Guntur lemah. Lalu merapikan lembaran-lembaran kertas yang berceceran di atas
readmore บทที่ 98 Sulit ditebak
Guntur langsung duduk, dengan memasang senyum manis di raut wajahnya. Dan itu semata-mata hanyalah u
readmore บทที่ 99 Antara bahagia dan hati yang berdebar
Zahra sudah siap melakukan USG pemeriksaan jenis kelamin. Dia sekarang tengah berbaring di atas temp
readmore บทที่ 100 Firasat buruk pun terjadi
Guntur melihat Zahra dengan raut wajah yang khawatir. Lantas dia mendekati Zahra dan meraba keningny
readmore บทที่ 101 Penculikan Zahra
Tubuh Zahra yang terkulai lemah itu langsung di baringkan di atas kursi mobil. Ada rasa kasihan di h
readmore บทที่ 102 Kehilangan jejak Zahra
Pak Hakam dan Bu Anjani langsung mengetuk pintu kamar pembantunya. Terlihat mereka tak enak berdiri,
readmore บทที่ 103 Antara sakit dan takut
"Luna," ucap Zahra sambil menatap lekat ke arah orang yang ada di hadapannya. Zahra sangat meyakini j
readmore บทที่ 104 Ditemukan
Guntur terus mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat. Dan kedua matanya tak henti-hentinya memanta
readmore บทที่ 105 Hari yang membahagiakan
Tiba-tiba tubuh Guntur ambruk ke tanah, karena tak kuasa lagi untuk berdiri. Pertarungannya barusan
readmore บทที่ 106 Melacak keberadaan Luna
Ternyata pria tampan yang mendekat ke arah Zahra dan Guntur adalah Zein, orang yang sedikit banyakny
readmore บทที่ 107 Malu setengah mati
Zein menyadarinya, lalu dia tergelak tertawa. Dia tahu yang dimaksud Zahra adalah dirinya. Ah, kenap
readmore บทที่ 108 Ketegasan Guntur
Zahra terbangun karena merasa ada sesuatu yang menyentuh keningnya. Kedua mata Zahra mengerjap dan m
readmore บทที่ 109 Orang jahat tak akan menang
Setelah semuanya sudah mendapatkan kepastian dari Guntur, yang akan mencari keberadaan Luna dan menj
readmore บทที่ 110 Luna Dibawa Polisi
Semenjak selesai melakukan tindakan jahatnya kepada Zahra, Luna merasa dirinya telah menang. Dia men
readmore บทที่ 111 Luna Menderita dan Zahra berbahagia
Setelah Guntur sudah pergi dari rumahnya, tubuh Sinta sontak langsung ambruk ke lantai, lemah tak be
readmore บทที่ 112 Peristiwa diacara syukuran
Akhirnya Meta mengajak Zahra untuk mengobrol berdua saja, tanpa ada Afkan dan Guntur di antara merek
readmore บทที่ 113 Gunawan dan Sinta dibawa ke kantor polisi
Di tangan si wanita terlihat ada benda yang siap akan memukul kepala Zahra. Dan Zahra yang saat itu
readmore บทที่ 114 Ending~~ayo kita bikin Adik lagi!
Setelah Gunawan dan Sinta berhasil dibawa oleh Polisi, keadaan pun sudah normal seperti semula. Zahr
readmore บทที่ 115 Part Luna#Tobatnya seorang Luna
Di balik sel jeruji besi yang dingin sosok wajah yang pucat dan lesu sedang berdiri menatap para tah
readmore บทที่ 116 Kebebasan untuk Luna
Setelah dirasa cukup melepaskan rindu dan menyampaikan sesuatu perihal lamaran Ragil pada Luna, Guna
readmore บทที่ 117 Sebuah pertemuan
Seperti biasa Luna selalu menyediakan sarapan pagi untuk suaminya, Ragil. Makanan yang sederhana dan
readmore บทที่ 118 Pertemuan dengan orang-orang di masa lalu
Luna terus menatapnya hingga tak berkedip. Wajah perpaduan dua orang yang ada di masa lalunya kini s
readmore บทที่ 119 Berusaha meminta maaf
Luna dan Ragil terus menundukkan kepala. Sedangkan Zahra dan Guntur sudah semakin dekat ke arah Shak
readmore บทที่ 120 ~Ending~ Kebahagiaan yang sempurna
Zahra terkesiap dengan apa yang dilihatnya. Dua orang yang dulu pernah menculiknya sekarang sudah be
readmore
kisah cinta yang romantis walaupun ada duri di dalamnya
10/05/2022
0sangat setuju dan harus
29d
0ciiihhh laki2 seperti itu di maafkan
05/12
0good
24/08
0sangat menarik cerita nya
13/06
0baguss
13/06
0bagus
04/06
0good
04/06
0bagus bangett
29/05
0Bagus bangettt
12/05/2025
0