ทั้งหมด : 36บทที่ 1 Tamu Selepas Subuh
Tokk tokk tokk Suara ketukan pintu depan, terdengar nyaring. Aku yang baru saja selesai melaksanakan
readmore บทที่ 2 Adelia
Adelia "Ma...iniloh foto wanita muda yang meninggal tadi, aku sempat memfotonya," ucap Fika sambil me
readmore บทที่ 3 Topeng Suamiku
TAMU SELEPAS SUBUH 3 Sebelum baca, klik berlangganan dulu ya. Biar nanti nggak ketinggalan, saat auth
readmore บทที่ 4 Jangan Terpuruk
Jangan Terpuruk "Ma...ini ada satu lagi, Fika temukan di saku samping. Sebuah tanda pengenal seperti
readmore บทที่ 5 Anakku, Pendukungku
Blurb : Seorang wanita muda, mengetuk pintu rumah Dewi selepas subuh. Dia menyerahkan seorang bayi
readmore บทที่ 6 Firasat Tentang Adelia
TAMU SELEPAS SUBUH 6 Sebelum baca, klik berlangganan dulu ya. Biar nanti nggak ketinggalan, saat auth
readmore บทที่ 7 Aku Juga Bisa Berbohong
Aku Juga Bisa Berbohong Aku pun langsung memberi isyarat pada Fika untuk tetap di ranjang itu bersama
readmore บทที่ 8 Amankan Semuanya Sekarang
TAMU SELEPAS SUBUH 8 Sebelum baca, klik berlangganan dulu ya. Biar nanti nggak ketinggalan, saat auth
readmore บทที่ 9 Kembalilah Ke Asalmu
TAMU SELEPAS SUBUH 9 Sebelum baca, klik berlangganan dulu ya. Biar nanti nggak ketinggalan, saat auth
readmore บทที่ 10 Memang Buaya Darat
TAMU SELEPAS SUBUH 10 Sebelum baca, klik berlangganan dulu ya. Biar nanti nggak ketinggalan, saat aut
readmore บทที่ 11 Satu Langkah Terlewati
Satu Langkah Terlewati "Ma...kok aku jadi makin benci deh sama Papa! Nggak nyangka aku, Papa punya ke
readmore บทที่ 12 Keterlaluan
Keterlaluan "Ma...bukannya itu si Papa?!" Ya benar sekali, di hadapan kami itu, adalah suamiku yang ka
readmore บทที่ 13 Dapat uang Kaget Lagi
Dapat Uang Kaget Lagi Saat kami sedang berada di counter pakaian bayi, Mas Hasan menelepon Fika. "Ma,
readmore บทที่ 14 Rencana
Rencana "Bentar, Fik. Kita berhenti dulu di sini," ucapku. "Mama mau ngapain? Beli pulsa? " ucap Fika
readmore บทที่ 15 Dia Mulai Cemas
********************************** Dia Mulai Cemas "Gimana, Ma? Apa sudah ada tanda-tanda hilal?" tany
readmore บทที่ 16 Kecemasanmu, Kebahagiaanku
Kecemasanmu, Kebahagianku "Kena nih, Ma! Jangan lupa nanti kalau bisa peras Papa yang banyak ya, haha
readmore บทที่ 17 Jangan Main Api Denganku
Jangan Main Api Denganku, Mas Keputusanku berubah, biarlah malam ini suamiku itu menghabiskan waktu d
readmore บทที่ 18 Tukang Bohong
Suami Tukang Bohong "Oh, iya, Ma. Kita pagi ini 'kan mau ke kantor polisi, apa sekarang Lio langsung
readmore บทที่ 19 Ulat Bulu
Ulat Bulu Setelah menghancurkan isi lemari dan mengambil barang berharganya, kini aku dan Fika pun pe
readmore บทที่ 20 Penggerebekan
********************************** Penggerebekan Aku dan Fika pun kini mengikuti warga yang tengah emo
readmore บทที่ 21 Belum Berakhir
Ini Belum Berakhir Aku dan Fika, masihlah tetap duduk berdua di ruang tamu, saat warga mengarak Mas H
readmore บทที่ 22 Memelas
Memelas Kini, kami pun kembali pulang. Untunglah, untuk sementara polisi masih memperbolehkanku menja
readmore บทที่ 23 Sedikit Pelajaran
Sedikit Pelajaran Untuk Sinta "Oke, tapi tunggu dua jam lagi ya, aku masih ada urusan ini, gimanna?"
readmore บทที่ 24 Pelajaran Untuk Sinta
Sedikit Pelajaran Untuk Sinta 2 "Fikaaa!! Tunggu papa, Fik!" Teriak Mas Hasan berkali-kali, di depan r
readmore บทที่ 25 Pelajaran Untuk Sinta 2
Sedikit Pelajaran Untuk Sinta 3 "Kok dimatiin sih teleponnya?!" ucap Sinta kemudian. "Terus...maumu ap
readmore บทที่ 26 Dia Mengusir Kami
Dia Mengusir Kami "Ma, ini sekarang kita mau pulang kemana, Ma?" tanya Fika saat kami telah pergi dar
readmore บทที่ 27 Mulai Kelabakan
Mas Hasan Mulai Kelabakan "Hufft tenang rasanya bisa pergi dari sini! Oh iya, Ma. Aku tadi juga sudah
readmore บทที่ 28 Ingin Mencelakai Kami
Dia Ingin Mencelakai Kami Setelah pulang dari klinik untuk mengetes DNA bayi Lio, kami pun bergegas p
readmore บทที่ 29 Senjata Makan Tuan
Senjata Makan Tuan [Jangan menertawakanku seperti itu! Lupakan kejadian tadi pagi, kini ayo kita memb
readmore บทที่ 30 Penggerebekan
Penggrebekan Aku pun dengan sabar menunggu, hingga 'pesanan' Mas Hasan itu datang. Saat ini, nampak l
readmore บทที่ 31 Tenang lah Di Penjara Mas!
Tenanglah Di Penjara Mas. Pukul tujuh pagi, Bik Nur sudah menyiapkan makanan untuk kami. Lio pun tela
readmore บทที่ 32 Rumah Adelia 1
Rumah Adelia 1 Kami pun segera pergi dari kantor polisi itu, kini gantian aku yang menyetir mobil. "Ma
readmore บทที่ 33 Rumah Adelia 2
Rumah Adelia 2 "Innalilahi wa innalillahi rojiun," ucapku dan Fika secara bersamaan. Hati orangtua man
readmore บทที่ 34 Jenazah Adelia
Kedatangan Jenazah Adelia "Permisi, selamat siang! Apa benar ini rumah Adelia?!" tanya salah satu pet
readmore บทที่ 35 Pov Adelia
Pov Adelia "Lio Sayang, maafin mama ya. Sepertinya hari ini adalah hari terakhir kita bisa bertemu. K
readmore บทที่ 36 Ending
Ending Setelah perjalanan panjang, akhirnya kini kami sampai juga di rumah. Fika segera membersihkan
readmore
sangat bagus
26/01
0bagus
17/09
0menarik juga
24/06
0cerita yang bagus
14/05/2025
0Bagus ceritanya kak
06/05/2025
0Bagus bangeeet
05/05/2025
0keren
21/03/2025
0bagus
19/03/2025
0bguss sekali,cerita nya sangat menarik
19/03/2025
0gilaaa bagus banget!!!
13/03/2025
0