"Aku bukan pembantumu!" seru Dika suatu sore, anak lelaki dari pernikahan pertama ibu tirinya. Nayla hanya diam, memandangi piring-piring kotor yang menumpuk di wastafel. Dika, meski seumuran dengannya, merasa punya kuasa lebih. Ia tahu ibunya takkan membelanya, apapun yang ia lakukan pada Nayla.
Dan memang benar. "Kalau Dika marah, itu pasti karena kamu bikin masalah!" bentak ibu tirinya suatu malam saat melihat Nayla menangis di kamar mandi. Tak ada yang bertanya kenapa ia menangis. Tak ada yang peduli kenapa wajahnya memar.
Ia hanya anak tiri bukan darah daging dan bukan bagian dari "keluarga baru" yang dibanggakan wanita itu di media sosial.
Kadang, Nayla duduk memandangi bingkai foto ibunya yang disembunyikan di dalam laci. Ia akan membisik, "Bu... Nayla capek." Dan air mata pun jatuh, pelan, menetes ke ujung jari-jarinya yang mulai kasar karena terlalu sering mencuci dan menyikat lantai.
Namun Nayla tidak bodoh. Ia tahu dunia tidak adil. Ia tahu tidak semua ibu bersikap seperti ibu kandung. Dan ia belajar untuk diam. Untuk kuat. Untuk menyimpan semuanya dalam hati. Karena ia percaya... entah di mana, suatu hari nanti, Tuhan akan membalas semuanya.
Ia masih menyimpan harapan.
“Hari ini aku dimarahi karena pulang sekolah terlambat, padahal aku hanya menunggu hujan reda. Aku basah kuyup, dan mereka tidak peduli. Tapi aku tetap percaya... bahwa menjadi baik itu tidak salah, meskipun orang jahat yang menang hari ini.”
Lembaran demi lembaran buku itu penuh dengan kisah-kisah pilu. Tapi juga penuh kekuatan. Karena dalam keheningan, dalam kesendirian, Nayla membangun dinding pertahanan dari dalam dirinya. Ia tidak akan menjadi seperti ibu tirinya. Ia tidak akan berubah menjadi kejam hanya karena pernah disakiti.
Akankah Nayla terus bertahan di situasi tersebut ataukah ia memilih pergi?
Kisah Nayla sebagai anak tiri yang diperlakukan tidak adil, harus menahan rasa sakit dan kesepian, tapi tetap punya keteguhan hati, terdengar sangat menyentuh dan penuh emosi. Pasti ceritanya bakal bikin kita ikut merasakan apa yang dia alami. Langsung aku tambahkan ke rak buku dan mulai membaca, penasaran banget sama kelanjutan nasib Nayla!
12/04
0
Randika Dika
Keren
29/03
0
ChairunnisaAzkia
bagus
28/03
0
AsthaPrasraya
apk bagus beneran masuk
20/03
0
Total: 62
Bab 1
Langit Bandung siang itu tampak mendung, tapi tidak dengan suasana hati Nayla yang jauh lebih kelabu
Bab 2
Esok harinya di sekolah, ia datang lebih awal. Duduk di bangku taman belakang sambil membawa bukunya
Bab 3
Malam itu langit pekat. Tak ada bintang seperti malam-malam sebelumnya. Hanya desau angin yang mener
Bab 4
"Kamu kenapa Nayla?" Tanya Laras yang baru saja keluar dari kelas membuat Nayla menoleh lalu ia meng
Bab 5
Saat pulang, ia tahu yang menunggunya di rumah bukan pengertian. Nayla sudah siap dengan konsekuensi
Bab 6
Hari-hari selanjutnya terasa berat dari hari sebelumnya. Kejadian itu menjadi senjata untuk keluarga
Bab 7
Dengan perasaan yang begitu bahagia Nayla keluar dari ruangan sambil berlari menghampiri Laras yang
Bab 8
Hari menunjukkan pukul 09.00 malam, tiba-tiba suara teriakan Rani memanggil Nayla dari bawah membuat
Bab 9
Hari-hari berlalu seperti biasanya dan Nayla melaksanakan tugasnya seperti biasa juga tapi tidak den
Bab 10
Lain halnya dengan Nayla, mengetahui hari ini adalah hari terakhir ia bisa pergi ke sekolah. Nayla t
Bab 11
Keesokan harinya tanpa penjelasan, Nayla dikirim ke pesantren di luar kota. Namun sebelum itu ia mem
Bab 12
Hari demi hari berlalu akhirnya para santri telah tiba untuk pulang ke rumah masing-masing karena li
Bab 13
Seminggu setelah mengirimkan puisi tersebut, tiba-tiba Nayla mendapat kabar kalau puisinya Nayla yan
Bab 14
Seharian Alex tidak bisa fokus dengan pekerjaannya pikirannya terus pada putrinya, ia bahkan mencari
Bab 15
Keesokan harinya seperti biasa Nayla masih mengerjakan beberapa tugas walaupun tidak sebanyak sebelu
Bab 16
Setelah mendapatkan pernyataan penting itu, Nayla semakin berhati-hati dengan Rani karena ia tahu se
Bab 17
Suatu hari, pagi-pagi sekali Rani dan Dika sudah keluar karena ingin shopping. "Kamu jaga rumah ya Na
Bab 18
Malam hari Nayla mulai membuka dokumen tersebut setelah memastikan semua situasi aman. "Huh ... Semog
Bab 19
Setelah puas membaca semua isi surat dokumen dan sertifikat rumah itu Alex kembali melihat Nayla den
Bab 20
"Mas Kamu kenapa marah-marah sih, aku lho bingung gimana cara ngadepin kamu. Aku baru pengen ngasih
Bab 21
Sama halnya dengan Dika yang merasa ada yang aneh dengan lauk tersebut, baru beberapa suap ia meliha
Bab 22
Setelah pertengkaran hebat tersebut, terjadi perang dingin antara Rani dan Alex. Bahkan untuk malam
Bab 23
Hari menunjukkan pukul 03.00 sore jika sudah sampai di rumah dan memberitahu semuanya pada Rani, emo
Bab 24
Rani tetap ke kah tidak mau keluar dari rumah itu namun Alex tidak menghiraukannya, ia masuk ke dala
Bab 25
Mendengar suruhan suaminya itu Rani rasanya ingin mengamuk kembali namun ia harus menurunkan egonya
Bab 26
Seminggu kemudian Nayla mulai merasa kehidupan normal dan membaik, Ia bahkan sudah lupa dengan yang
Bab 27
Baru saja Nayla keluar dari ruangan ayahnya tiba-tiba Pak sopir menghalanginya. "Mau ke mana non? Ema
Bab 28
Setelah Rani datang, terjadi kecanggungan antara mereka bertiga bahkan Nayla menutup obrolan dengan
Bab 29
"Hah?" "Iya, ini udah kami kasih waktu seminggu buat beres-beres barang ternyata belum juga, makanya
Bab 30
Selama perjalanan menuju ke rumahnya Nayla terus meminta pada Pak sopir agar mengantarkannya ke ruma
Bab 31
Mendengar pertanyaan dari temannya itu Pak sopir menangis tersedu-sedu, buat temannya bingung. "Kenap
Bab 32
Tamparan Laras mendarat sempurna di pipi Rani membuat ibunya kaget begitu juga dengan Rani. "Beraniny
Bab 33
Keesokan harinya sebelum berangkat kerja Aditya sarapan terlebih dahulu setelah itu ia pamit. "Nak ba
Bab 34
Sekitar 30 menit menempuh perjalanan akhirnya Nayla turun dari angkot tersebut lalu ia hendak menyeb
Bab 35
Keesokan harinya dengan begitu semangat Nayla siap-siap untuk berangkat kerja, entah kenapa setelah
Bab 36
Disisi lain, Nayla sangat semangat bekerja di hari pertamanya kerja ini karena ia benar-benar merasa
Bab 37
Hari menunjukkan pukul 06.00 sore namun belum ada tanda-tanda Aditya kembali lagi ke cafe untuk memb
Bab 38
Keesokan harinya seperti biasa Nayla kembali berangkat kerja, bangun pagi ini ia berpapasan dengan A
Bab 39
Sore hari Aditya sedang duduk-duduk di depan rumahnya, dari kejauhan ia melihat Nayla baru saja pula
Bab 40
Sebulan telah berlalu, hari ini Kinara sudah mendapatkan gaji untuk pertama kali ia bekerja di cafe
Bab 41
Sore hari Nayla pulang dengan rasa lelah ia sangat ingin buru-buru beristirahat di kosannya. Namun ba
Bab 42
Bukannya tenang setelah sampai ke rantau orang Nayla malah merasa hari-harinya kembali di hadapkan d
Bab 43
Hari berjalan demi hari Rani makin hari malah makin frustasi bahkan sudah banyak aset yang ia jual h
Bab 44
Di lain sisi ternyata Dika pergi tidak jauh dari kota mereka hanya saja posisi Dika sekarang luntang
Bab 45
Karena mereka sudah terlalu jauh menawarkan rumah tersebut, Pak sopir awalnya ingin memberitahu Rani
Bab 46
Beberapa hari kemudian, setelah merasa terganggu dengan keberadaan Ranti yang selalu berada di depan
Bab 47
Karena keputusan Ibu kosan sudah bulat bahwa Nayla tinggal di rumahnya, Ranti malah tidak terima nam
Bab 48
Seperti biasa hari ini Nayla bekerja dengan hati-hati dan fokus, walaupun sesekali ia masih terbayan
Bab 49
Begitu jam istirahat sudah waktunya, Rudi langsung buru-buru keluar dari kantor yang diikuti oleh Ad
Bab 50
Malam hari setelah kejadian tadi di cafe, Aditya pura-pura ke belakang ingin mengambil minum padahal
Bab 51
Deg! Mendengar ucapan Aditya tersebut Nayla langsung mematung sejenak lalu detik kemudian ia tersenyu
Bab 52
Malam hari Aditya mondar-mandir di depan kamar Nayla. "Lama banget sih ini cewek, kayak udah makan ma
Bab 53
Setelah kejadian tadi malam Aditya merasa dirinya sangat ceroboh tiba-tiba banyak bicara pada Nayla
Bab 54
Selama bekerja Nayla terus terngiang-ngiang dengan ucapan Aditya tadi malam, beberapa kali ia mengge
Bab 55
Selama Aditya dan Nayla menyiapkan makan malam beberapa kali Aditya curi-curi pandang ke arah Nayla
Bab 56
Semakin hari hubungan Nayla dan Aditya semakin dekat, tapi anehnya Aditya belum mengizinkan Nayla un
Bab 57
Setelah hampir satu jam mereka keliling-keliling di mall akhirnya Aditya kembali mengantarkan Nayla
Bab 58
Di sisi lain setelah mengetahui keberadaan Nayla di kota, Rani kembali memilih pulang karena ia juga
Bab 59
Setelah rumahnya aman untuk dimasuki Rani kocar-kacir masuk ke dalam untuk mencari apa yang bisa ia
Bab 60
Tiga hari kemudian Rani sudah tidak tahu dia harus tinggal di mana lagi karena rumah yang dia bangga
Bab 61
Malam ini entah apa yang terjadi pada ibu, tiba-tiba saja ia memanggil Nayla dan Aditya untuk datang
Bab 62 TAMAT
Karena tidak ingin memperkeruh suasana dan tetap ingin melanjutkan acaranya Aditya memilih untuk aka
seru
4d
0ceritanya bagus
16d
0bagus
19d
0Kisah Nayla sebagai anak tiri yang diperlakukan tidak adil, harus menahan rasa sakit dan kesepian, tapi tetap punya keteguhan hati, terdengar sangat menyentuh dan penuh emosi. Pasti ceritanya bakal bikin kita ikut merasakan apa yang dia alami. Langsung aku tambahkan ke rak buku dan mulai membaca, penasaran banget sama kelanjutan nasib Nayla!
12/04
0Keren
29/03
0bagus
28/03
0apk bagus beneran masuk
20/03
0