Influencer alam yang cenderung bebas tanpa batas dan seorang penulis romansa yang punya batasan dalam hidupnya apakah cocok jika menjalin hubungan asmara?
Menurut Ardo sangat cocok, tetapi menurut Arisa tidak cocok. Padahal, mereka sempat menjalin hubungan kurang lebih lima tahun lamanya, tetapi akhirnya putus karena ego masing-masing.
“Kalau kamu bukan kamu, aku nggak bisa, Sa.”
~Virardo Nugraha
Bertahun-tahun setelah insiden putus itu, akhirnya mereka bertemu lagi di pesta pernikahan Aldo—Revaldo Aditya si jurnalis tengil itu. Namun, status Arisa Kirani sudah menjadi tunangan pria dari Belanda, sementara Ardo tidak terikat hubungan dengan siapa-siapa.
Semula, Ardo ingin mengikhlaskannya, tetapi berkat dorongan Indra, dia pun memutuskan untuk mengubah alur kisah cintanya—jika bisa. Ardo mengikuti Arisa pergi ke mana pun perempuan jahat itu ingin pergi, juga sekaligus menjaganya walaupun sempat diusir berkali-kali.
“Aku ini ikan salmon yang melawan arus, sementara kamu hidup dari algoritma."
~ Arisa Kirani
***
Buku ini masih ada hubungannya dengan 5 bab yang judulnya 'Ardo: Cinta Monyet' di buku kumpulan cerpen 'Jejak Cinta yang Mengubah Kita'.
novel yang memuaskan dan seru untuk di baca oleh kalangan remaja mau pun anak anakkkkk. sekolah SMP mauuuuu punnnnnnnnnnnnnnn SMK atauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu SMA. ini novel yang sangat bermanfaat untuk semuanya oranggggggggggg karena ini novel sangat bagus banget sya suka banget dengan novelllllllllllllllll ini. bahkan bukan saya aja yang suka mungkin semua orang juga suka suka banget dengan novelllllllllllllllll yang satu ini. pokoknya sayya sukaa banget dengan novel ini saya pengemar novel in.
03/10
0
hidakiwet
sangat keren,apk nya cocok untuk anak anak kaum rebahan
01/10
0
ApriliaBunga
sangat bagus
30/09
1
Total: 61
Bab 01 - Bertemu Mantan
2023 Kali lain? Lain kali? Adakah kesempatan lain atau lain kali setelah pertemuannya dengan sang man
Bab 02 - Kenapa Pilot?
Tempat terbaik untuk kabur sejenak dari berbagai masalah adalah rumah. Bagi Ardo, tiada yang paling
Bab 03 - Tidak Nyaman
“Sebelum aku jawab pertanyaanmu, aku yang harusnya tanya duluan. Kenapa kamu ada di sini?” tanya Ris
Bab 04 - Alasan
Di masa rehatnya kali ini Ardo lebih banyak menghabiskan waktu dengan Mama, entah menemani pergi ke
Bab 05 - Kalung
Belum sempat Ardo mengutarakan maksud untuk mengajak Risa datang ke makan malam keluarga, pria itu s
Bab 06 - Lunch
Dua jam setelah Risa menarik kalungnya sampai terlepas dari leher, Ardo mendapat ajakan makan siang
Bab 07 - Almond
Kesenangan Ardo tak berlangsung lama karena kulitnya mulai menunjukkan tanda-tanda alergi, dia gatal
Bab 08 - Fakta
Acara makan malam tidak berlangsung lama, mereka membicarakan banyak hal. Ardo sesekali melirik mant
Bab 09 - Insting
Tadi malam itu sangat menjengkelkan, dia juga langsung pulang setelah mengantarkan Arisa Kirani yang
Bab 10 - Toko Buku
Sore harinya Ardo mengikuti Risa ke toko buku, mereka sudah berjalan-jalan di antara rak-rak selama
Bab 11 - Rencana
Mereka makan dalam diam, sepuluh menit yang terasa seperti penjara bagi Ardo. Biasanya dia akan sibu
Bab 12 - Influenza
Di perjalanan pulang, keduanya membahas rencana perjalanan lokal Arisa. Namun, setelahnya tidak ada
Bab 13 - Misi Penting
Mobil berhenti di jalanan depan rumah Bibi Stella, tempat tinggal sementara Arisa tiap kali berada d
Bab 14 - Persiapan
“Nggak bisa tidur?” tanya Papa. “Ya gitulah, Pa.” Ardo memposisikan tubuhnya untuk duduk, dia tersenyu
Bab 15 - Kacang
Wajahnya indah sekali diterpa sinar matahari dari arah samping, Arisa Kirani duduk di bangku sebelah
Bab 16 - Taksaka
Berjam-jam kemudian, bahkan Risa tidak juga tidur. Justru, Ardo-lah yang tertidur, dia terbangun saa
Bab 17 - Prasmanan
Setengah jam yang lalu mereka pun sampai di sebuah rumah makan tradisional bergaya prasmanan, Ardo m
Bab 18 - Puja Abang Influencer!
Mungkin karena kemarin mereka ke rumah ini malam hari, maka dari itu Ardo tidak menyadari ada lukisa
Bab 19 - Salah
Malam harinya mereka datang ke pementasan ketoprak di gedung seni sebuah kampus tempat Norra mengaja
Bab 20 - Waktu
Keesokan paginya Ardo terbangun karena mendengar suara langkah kaki yang tergesa ke sana kemari. Sem
Bab 21 - Pecel
Jawaban yang sungguh berengsek bagi seorang Virardo Nugraha yang punya julukan Monyet Gunung. Dia ha
Bab 22 - Jalan
Malam harinya mereka kembali duduk bersebelahan di Burjo. Sialan betul mantan kekasihnya itu, dalam
Bab 25 - Telor Ceplok
Perempuan itu ternyata memang sangat menjengkelkan jika statusnya bukanlah pacar. Namun, Ardo tidak
Bab 24 - Surabaya
Selama satu minggu berikutnya mereka sungguhan menjalani hidup seperti mahasiswa yang menangis di po
Bab 25 - Satu Bulan
Ardo pernah ke Surabaya, Arisa pun sama. Jadi tiga hari berikutnya pria itu hanya ikut saja ke mana
Bab 26 - Tunanganku
Kepalanya pening sekali, semalam dia tidak bisa tidur. Indra menertawakannya, Ardo memaki-makinya, d
Bab 27 - Perduli
Dia menatap ke luar, menghindari mata Ardo. “Dua tahun pertama aku masih denial, mungkin Ardo cuma i
Bab 28 - Kadal Cina
Mereka hanya berkendara sebentar sampai akhirnya berhenti untuk pergi ke sebuah taman. Ardo harus pa
Bab 29 - Tour Guide
Ardo mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil Aldo dengan buku-buku jarinya, menatap datar pada salah satu
Bab 30 - Past and Future
“Tingginya 183 sentimeter, berat badannya stabil di 74 kg. Aku suka rambutnya yang lebat dan lurus,”
Bab 31 - Sei Sapi
“Sepatumu harganya berapa, Do? Kisaran dua juta, ya?” Risa menendang ringan kaki Ardo. Apa lagi ini,
Bab 32 - Nikah Muda
Kembali ke kursi penumpang, Ardo masih belum mendapatkan jawaban. Baginya, semua kata-kata kejam yan
Bab 33 - Malang
Sesampainya di Malang, mereka beristirahat sebentar di stasiun. Sekadar duduk-duduk sambil mencari h
Bab 34 - Memahami
“Wah, gila, ya? Baru ketemu beberapa kali udah akrab aja.” Aldo berkacak pinggang di pinggir lapanga
Bab 35 - Sisi Koin
Risiko kuliah di jurusan ekonomi, membuat Ardo menjalani masa kuliahnya setengah hati. Dia tidak bod
Bab 36 - Kenangan
Dia memasukkan kedua tangan ke saku jaket, membalas senyuman manis kekasihnya. Mereka membicarakan h
Bab 37 - Proyek
48 jam berikutnya Ardo tidak melihat Arisa lagi, mereka tidak menghabiskan waktu berdua seperti sebe
Bab 38 - Eyeliner
“Jerawatku, astaga,” gumam Arisa saat menatap kaca kecil di wadah bedak. Ardo masih duduk di sisinya,
Bab 39 - Yoshia dan Albert
Yoshia dan Albert adalah teman semasa putih abu-abu, keduanya juga kuliah di kampus tempat Ardo dan
Bab 40 - Pesta Pernikahan
Kapan waktu di mana seorang laki-laki berhenti berpikir dan lebih menikmati waktu yang sedang berjal
Bab 41 - Ciuman
Rencana Ardo adalah berhenti di salah satu jalanan sepi, kalaupun itu ada yang sepi. Lalu, dia mulai
Bab 42 - Akui
Hadiah Ardo harus ditunda selama beberapa waktu. Ini karena ada beberapa dosen yang tiba-tiba mengaj
Bab 43 - Dilema
“Nyet, lu sibuk, nggak? Berapa kelas nanti? Bisa temenin gua, nggak?” tanya Tomi ketika panggilan te
Bab 44 - Cocok
Di kamar hotel, Ardo merenungkan kata-kata perempuan itu. Saat mendengarnya marah dan frustrasi kare
Bab 45 - Tokoh Utama
Segala sumber penyakit mula-mula dari pikiran, Ardo yakin akan hal itu. Setidaknya itulah yang mahas
Bab 46 - Apel Hijau
Di mata orang-orang yang belum terlalu mengenal mereka berlima, pasti berpikir bahwa Indra adalah ke
Bab 47 - Salmon
Di ruang tengah rumah, Ardo memajang hasil lukisannya di sana. Lima menit lalu ketika turun dari mob
Bab 48 - Edit
“Apa bedanya aku dan Kala? Dia juga punya topi yang harganya jutaan, yang dibeli hanya karena dia su
Bab 49 - Bunga
Ardo menunggu dengan sesabar mungkin, tetapi perempuan itu tak kunjung menanggapi. Selama beberapa m
Bab 50 - Eleven
Pengikutnya di kanal streaming video online adalah hampir 15 juta. Seharusnya lebih dari itu, bukan?
Bab 51 - Bali!!!
“Apa, sih, ini?” gerutu Ardo di dalam hati. Seandainya mereka adalah sepasang kekas—bukan! Sepasang s
Bab 52 - Spekulasi
“Dia itu nggak keluar kamar apa gimana?” Ardo menatap pintu di seberangnya. Tiga hari berlalu, Ardo b
Bab 53 - Shut Down
Dia membeli latte, roti bakar, dan juga salad buah. Ardo beberapa kali mengetuk kamar Arisa. Dia tid
Bab 54 - Lelaki dan Perempuan
Ardo di luar kamar, lebih tepatnya diusir. Setelah semua kebaikan yang dilakukannya, kini dia merasa
Bab 55 - Pertemuan Pertama
Mereka makan bersama pada akhirnya, tetapi pria itu selesai terlebih dahulu. Ardo nyaris menghabiska
Bab 56 - Perbedaan
“Dia bisa salah paham, Mas,” ucap Risa sambil menutup pintu kamarnya. Kala hanya mendengus, kemudian
Bab 57 - Opposites Attract
Masalah nomor satu dalam hubungan biasanya adalah lelaki yang cenderung kekanak-kanakan, sehingga ti
Bab 58 - Mason Rikker
“Itu Mason Rikker, pitcher favoritku. Lemparannya kuat dan terarah. Kalau dia mau, dia bisa membuat
Bab 59 - Akhir dan Selamanya
Di ulang tahun Risa yang ke-25, Kala menyempatkan diri untuk menemuinya. Dengan mata sembab kurang t
Bab 60 - Agenda
“Ngelamun lagi,” ujar Kala. Arisa mengalihkan pandangan dari bidak-bidak di papan, kemudian tersenyum
Bab 61 - Closure
Lima menit setelah mendapatkan cupang pertama dalam hampir 30 tahun hidupnya, Arisa tertawa melihat
bagus
30/10
0keren
29/10
0sangat bagus
14/10
0Keren filmnya
13/10
0sangat bagus
06/10
0baguss sangat
05/10
0bagus
05/10
1novel yang memuaskan dan seru untuk di baca oleh kalangan remaja mau pun anak anakkkkk. sekolah SMP mauuuuu punnnnnnnnnnnnnnn SMK atauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu SMA. ini novel yang sangat bermanfaat untuk semuanya oranggggggggggg karena ini novel sangat bagus banget sya suka banget dengan novelllllllllllllllll ini. bahkan bukan saya aja yang suka mungkin semua orang juga suka suka banget dengan novelllllllllllllllll yang satu ini. pokoknya sayya sukaa banget dengan novel ini saya pengemar novel in.
03/10
0sangat keren,apk nya cocok untuk anak anak kaum rebahan
01/10
0sangat bagus
30/09
1