Total : 41Bab 1 Janu Banyuaji
Janu bangun pukul lima subuh saat langit masih gelap dan ayam jago berkokok, lalu membersihkan diri
readmore Bab 2 Poli Penyakit Dalam
"Nomor antrean dua puluh tiga. Poli penyakit dalam." Seorang ibu-ibu paruh baya dibantu anaknya masuk
readmore Bab 3 Nervous
Janu membuang pandangan saat Nadine membuka kancing baju. Wajahnya merona menahan malu. Biasanya di
readmore Bab 4 Pertemuan
Sabtu malam di sebuah kamar yang penghuninya sedang asyik sendirian. Entah apa yang sedang dikerjaka
readmore Bab 5 Gombal
Nadine langsung masuk ke kamar setelah tiba di rumah dan mengabaikan panggilan sang mama. Dia masih
readmore Bab 6 Perjodohan
'Ada stalker ternyata.' Begitu isi pesan yang masuk di ponsel Nadine. Gadis itu melihat berkali-kali,
readmore Bab 7 Calon Istri
Janu memeluk wanita berbaju hitam yang dipanggilnya mama. "Ma, sorry lama." "It's ok, Sayang. Kita nu
readmore Bab 8 Pendekatan
Mobil berhenti di sebuah rumah mungil tetapi asri. Janu baru saja mematikan mesin, ketika seorang wa
readmore Bab 9 Buaya Darat
Janu memarkirkan mobilnya di belakang. Hari ini dia datang terlambat, sehingga parkiran depan sudah
readmore Bab 10 Janji
Dua laki-laki itu duduk santai di teras sembari berbincang ringan mengenai apa saja seputar kehidupa
readmore Bab 11 Kenalan
Janu menatap lekat pada sesosok gadis dihadapannya. Wajahnya ayu dan nyaman dipandang, membuat denya
readmore Bab 12 Bandel
Janu bergegas mencari pasien yang dimaksud saat memasuki instalansi gawat darurat. "Mana orangnya?" "
readmore Bab 13 First Kiss
Ketika jarum jam menunjukkan angka dua belas, Janu memilih untuk istirahat dan melanjutkan pekerjaan
readmore Bab 14 Pertengkaran
Janu mengejar Rani saat tak sengaja bertemu di parkiran belakang, saat mereka sama-sama akan pulang.
readmore Bab 15 Lamaran
"Jangan mempermainkan perasaan wanita." Janu terngiang kembali nasihat itu. Setelah dia menceritakan
readmore Bab 16 Dua Keluarga
Malam ini, Sarah sibuk berdandan di depan kaca. Wanita paruh baya itu memakai bedak dan mengoleskan
readmore Bab 17 Kisah Masa Lalu
Janu menatap wajah papanya dalam, kemudian menggeleng berulang kali setelah mendengar cerita secara
readmore Bab 18 Baikan
Niken menepikan mobilnya saat ada mobil lain yang menyalip di depan kemudian berhenti mendadak. Sep
readmore Bab 19 Belajar Masak
Wajah Nadine memerah saat rengkuhan di tubuhnya terlepas. Janu tersenyum senang dan juga menang. Mata
readmore Bab 20 Usaha
Nadine menarik napas panjang sebelum mengetuk pintu rumah itu. Sebenarnya, tak pantas bagi seorang g
readmore Bab 21 Rendang
Rendang. Menu itulah yang harus Nadine bawakan weekend nanti. Tak tanggung, yang diminta Raka adalah
readmore Bab 22 Ketahuan
Nadine memencet bel rumah Janu dengan tangan gemetaran. Gadis itu menarik napas berulang kali sembar
readmore Bab 23 Lamaran Kedua
Nadine mengintip dari balik partisi ruangan, ketika keluarga Janu memenuhi ruang tamu. Gadis itu ber
readmore Bab 24 Persiapan
Beni menatap salah satu karyawannya itu dengan gamang. Hatinya galau saat Nadine mengajukan cuti sat
readmore Bab 25 Akad Nikah
Raka menatap Anton dengan lekat. Kali ini mereka duduk berdua di sebuah cafe sembari menikmati segel
readmore Bab 26 Indah
Prang! Gelas yang yang terletak di nakas terjatuh saat Adinda tak sengaja menyenggolnya. Dia menjadi
readmore Bab 27 Selamat Pagi, Cantik!
Janu menatap wajah cantik yang masih terlelap di sampingnya. Semalam dia begitu bersemangat hingga m
readmore Bab 28 Positif
Nadine menguap berulang kali. Entah kenapa akhir-akhir ini dia sering mengantuk. Badannya terasa lem
readmore Bab 29 Niat Baik
Janu membubuhkan tanda-tangannya di kertas itu. Hari ini, sertifikat rumah mereka selesai setelah me
readmore Bab 30 Tanggung Jawab
Janu mondar-mandir di depan ruang operasi dengan gelisah. Sudah dua jam dan belum ada tanda-tanda ak
readmore Bab 31 Khilaf
Lima hari sudah berlalu. Belum ada tanda-tanda perkembangan dari Rani. Wanita itu masih tak sadarkan
readmore Bab 32 Keajaiban
Bunyi beberapa alat yang terpasang, saling bersahutan di dalam ruangan itu. Berbagai selang yang mel
readmore Bab 33 Iba
"Jack. Rani udah sadar." Janu langsung mematikan sambungan telepon dan bergegas menuju ke rumah sakit
readmore Bab 34 Tulus
Andreas memandang wajah sendu yang sejak tadi diperiksanya. Bibirnya masih pucat, tubuhnya masih lem
readmore Bab 35 Ungkapan Cinta
Rani memandang wajah tampan yang sedari tadi menyuapkannya makan. Matanya menatap mesra dengan penuh
readmore Bab 36 Empati
Andreas mematung saat mendengarkan perbincangan dua orang tadi. Dari arah yang berlawanan dia datang
readmore Bab 37 Dua Sisi
Ada yang berbeda pagi ini. Suara denting sendok dan garpu di meja makan masih seperti biasa, tapi en
readmore Bab 38 Misi
"Dokter makan, ya." Si perawat menyodorkan sesuap nasi ke mulut Rani. Wanita itu menolak karena tak
readmore Bab 39 Malam Indah
Nadine menggeliat merasakan sesuatu yang geli di pipi, juga embusan napas di telinganya. Apakah dia
readmore Bab 40 Pernikahan
Dua bulan kemudian. Dua orang itu bergandengan tangan saat memasuki gedung resepsi. Pernikahan mewah
readmore Bab 41 Hai, Papa! (Ending)
Sedari tadi Janu merasa gelisah. Mondar mandir di depan ruang tunggu. Entah apa yang terjadi di dala
readmore
mantap sekali
22h
0hello...
06/06
0bagus banget...
03/06
0Semangat kak
01/06
0bagus sekali
23/03
0novelnya sangat bermutu
18/03
0baguss
07/03
0lumayan
20/02
0bagus
25/01
0ceritanya bagus
08/01
0