Total : 41Bab 1
Kadang musik lebih banyak berbicara dibandingkan kata-kata, dan kurahap semua kata bisa menjadi musi
readmore Bab 2
Kiana baru saja menerima nampan makan siangnya. Matanya menjelajah ke seluruh kantin untuk mencari t
readmore Bab 3
"Gue pikir, gue udah bisa lupain lo." Kiana bergumam melihat keluar jendela, hujan tiba-tiba saja me
readmore Bab 4
Istirahat saat itu Arkan tidak makan. Ia mendengarkan musik dari earphone dan menulis sesuatu di buk
readmore Bab 5
"Lo tau anak baru itu?" tanya Windy pada Chelsie, mereka berada di kelas bersama Bella sementara sis
readmore Bab 6
Arkan dan Revan berdiri di depan sebuah kafe yang ramai. Para pelayan sibuk mondar-mandir. Riuh suar
readmore Bab 7
"Ada kabar bagus!" Angel menggebrak meja kantin tempat anak-anak klub musik berada, napasnya terenga
readmore Bab 8
"Lo serius?" Di lapangan serba guna, Arkan menatap Angel tidak percaya. Ia, Kiana dan Revan sama-sam
readmore Bab 9
Suara musik yang mengalun dengan sedikit hentakan terdengar hingga ujung koridor. Irama itu berubah
readmore Bab 10
Lusa nanti pentas seni akan dimulai. Dekorasi di lobi dan kerangka panggung di lapangan sudah terpas
readmore Bab 11
Revan sudah bertengger di motor CBR-nya. Helm full face menutup hampir seluruh wajahnya. Namun, alih
readmore Bab 12
Pentas seni yang ditunggu-tunggu pun akhirnya dilaksanakan pada hari ini. Para siswa maupun guru ber
readmore Bab 13
Revan duduk santai di sebuah kafe. Ia melihat keluar jendela, langit malam seperti biasa terlihat be
readmore Bab 14
Arkan sudah beberapa kali berdecak kesal karena pekerjaan OSIS bagiannya begitu menumpuk. Kini waktu
readmore Bab 15
Kiana tak mampu menahan senyumnya. Meskipun ia masih kesal dengan Revan yang susah ditebak, tetap sa
readmore Bab 16
Lama menanti di kelas namun sosok yang ditunggu belum juga muncul. Sayang sekali, padahal Kiana ingi
readmore Bab 17
Vano dan Reza saling melirik bingung. Sementara Refa menerka-nerka. Arkan sudah duduk di hadapan mer
readmore Bab 18
"Hal yang menyakitkan dan membahagiakan, perasaan seperti pasang surut ombak." ☆¤☆ Kiana bergegas menu
readmore Bab 19
Seorang laki-laki yang kira-kira baru berumur sebelas tahun sedang duduk tenang di ayunan kayu sambi
readmore Bab 20
"Kan, lo kenapa diem mulu?" Kiana bersuara, saat Arkan membisu sejak mereka meninggalkan gerbang sek
readmore Bab 21
Arkan melepas helm full face miliknya. Memasang tampang malas, ia menghembuskan napas seraya melengg
readmore Bab 22
"Aku lebih baik mengalah, untuk cinta yang telah lama kalah." ☆¤☆ Sudah sekitar dua minggu Kiana dan A
readmore Bab 23
Reza dan Vano masih terdiam di kantin. Jelas sekali punggung tegap Arkan yang menjauh itu terasa ham
readmore Bab 24
Kadang proses mencari cinta lebih menyenangkan dibandingkan hasilnya." -Ian "Nyatanya, berbagi dan men
readmore Bab 25
"Aku tidak akan banyak bicara, selagi aku bisa melakukannya maka akan aku lakukan." -Arkan ☆¤☆ Arkan me
readmore Bab 26
"Untuk mendapatkan sesuatu, kamu harus rela mengorbankan sesuatu yang lain." -Evan "Aku harus percaya
readmore Bab 27
Angel dan Ian sama-sama merinding. Meskipun wanita di hadapan mereka terlihat ramah, tetap saja masi
readmore Bab 28
[Kiana POV's] Aku berbaring di dalam kamar selama seharian penuh. Entahlah, aku sendiri tidak tahu ke
readmore Bab 29
[Arkan POV's] Istirahat hari ini gue memilih untuk diam di kelas mengabaikan perut yang keroncongan d
readmore Bab 30
Bel pulang sudah berbunyi 2 jam yang lalu. Sekolah sudah sepi, kegiatan ekstrakulikuler pun sudah us
readmore Bab 31
Revan sibuk mencatat tulisan di papan tulis, begitupun siswa lainnya di kelas. Bel istirahat akan be
readmore Bab 32
[Revan POV's] Gue meminum beberapa butir obat di toilet siswa lantai dua. Menatap diri sendiri di cer
readmore Bab 33
[Author POV's] Saat bel pulang sudah berbunyi, Chelsie segera bergegas keluar kelas. Kakinya melangka
readmore Bab 34
"Selagi kamu punya waktu untuk bicara omong kosong, kenapa tidak kamu lakukan hal yang kamu bisa?" -C
readmore Ban 35
"Memikirkanmu, Aku seperti berayun dalam harapan dan penderitaan. Seperti ini 'kan yang namanya berj
readmore Bab 36
"Saat bersamamu, aku selalu merasa senang dan sedih di saat bersamaan. Kamu benar, aku berantakan." -
readmore Bab 37
Arkan tidak fokus. Ia sama sekali tidak mendengarkan apa yang disampaikan ketua osis pada rapat saat
readmore Bab 38
Lea duduk di kursi taman dekat rumahnya. Ia duduk sambil menggoyang-goyangkan kakinya dan bersenandu
readmore Bab 39
"Dibanding langit biru, aku lebih menginginkanmu." ☆¤☆ Kiana masuk ke mobilnya dan mulai mengemudi den
readmore Bab 40 [End]
Revan duduk bersandar di tempat tidur, makan sambil disuapi oleh Chelsie. Chelsie sendiri tampak tel
readmore Extra Part
"Ada yang selalu baik, tapi tak tersentuh. Ada yang selalu dekat, tapi tak terengkuh. Kita adalah du
readmore
bagus bngt
07/05/2025
0seru
18/03/2025
0serusekali
21/01/2025
0sangat seru
11/12/2024
0wow
17/11/2024
0bagus
29/08/2024
0bagus
22/08/2024
0bagus sekali cerita ini
28/07/2024
0kiyowo bahasa jepun segala
01/07/2024
0bot
16/06/2024
0