Total : 73Bab 1 Crying little kid
Secara natural, dari mata ini terbuka, lalu aku menjadi bayi sampai hidup menua di bumi ini, aku b
readmore Bab 2 Si ‘sadar’ yang terlambat bangun.
~DRRTT!! DRTT!!!! Bergetar. ~DRRTT!!! Hanphone itu bergetar digenggaman dan aku tersadar. Hal yang pe
readmore Bab 3 Malam
Pelan-pelan, masih dengan kaki telanjang yang menyusuri aspal dingin malam, goresan luka kecil disan
readmore Bab 4 Dislokasi
Kalau kutinggal sendiri, kamu nggak apa-apa? -Pemuda di alam mimpi- --- Bila hidup yang telah dijala
readmore Bab 5 Pak Made
Jalanan malam begitu ramai. Meski tidak melihatnya dengan jelas, aku tahu kondisinya sedang macet. L
readmore Bab 6 Ikan Dori dari film Nemo
Jika ada rasa yang katanya paling sakit di dunia ini, aku ingin tahu sekarang juga. Berbekal minyak
readmore Bab 7 Belajar bermain
Kurasakan panas menyengat tubuh. Terbakar dari ujung kaki hingga ke kepala lalu menyentak tubuhku se
readmore Bab 8 Belajar bermain pt2
Sekarang pukul dua lebih lima belas menit. Aku tengah berdiri menopang tubuh di depan wastafel yang
readmore Bab 9 Kamu punya mimpi?
Tak terasa senja mulai larut, lembayung melingkari angkasa sebelum perlahan awan tak lagi terlihat.
readmore Bab 10 Everything will be fine, right?
Kata nenekku, hujan yang begini namanya hujan awet. Sesekali lebat saat curahnya sedang tinggi. Teru
readmore Bab 11 Mati, meninggal, atau bunuh diri?
Bu Ros message. 15 jan 18:55. —[Uang kos bulan kemarin belum dibayar. Tolong segera dilunasi. Trms.] 2
readmore Bab 12 Sebuah Rahasia
Kemarin mendung. Hari ini pun mendung. Sudah tiga hari ini mendung. Kabar awan disetiap pagi adalah
readmore Bab 13 Aku ingat, pesawat layang-layang.
“Beberapa hari yang lalu aku bertemu Richie.” “Richie?” “Hm. Dia ada di café master pedas. Jadi kasir,
readmore Bab 14 Akibat bermain lari-larian
“Nom.” “Hm?” Entah sejak kapan Esa sudah berpeluh keringat. Ia memintaku membukakan pengait gendongan
readmore Bab 15 Celaka
“Yatim piatu?” Esa mengangguk. Membukakan aku botol air yang berisi cairan penambah ion. Aku masih me
readmore Bab 16 Yang disebut privasi
Aku yakin mungkin ada sedikitnya kebohongan yang ia katakan tadi sebab aku tak percaya. Jangan mudah
readmore Bab 17 Apa katamu barusan?
“Esa…!” panggilku keras dalam nada berbisik. Ia menoleh gagap. “Apa?” “Kamu mau taruh anak-anak di man
readmore Bab 18 Ayo, apalagi rahasiamu?
Keesokkan harinya, ia mengajakku membahas perihal kontrak kerja yang akan kami sepakati bersama di s
readmore Bab 19 Mari bekerja sama
Isi kontraknya begitu padat dan tidak bertele-tele. Esa bahkan banyak menawarkan keuntungan padaku d
readmore Bab 20 Seperti Malaikat
“Ini kartu namamu,” ucap Esa saat memberikan beberapa padaku. Aku menyimpannya di dalam dompet. “Hati
readmore Bab 21 Serendipity
Manusia setampan dan sesempurna Richie ternyata punya nasib yang cukup menyedihkan. Kukira selama in
readmore Bab 22 Rumah
Entah untuk mengalihkan topik atau sejenisnya, ajakan menikah dari yang kemarin-kemarin itu sudah mu
readmore Bab 23 Orang kaya
Hari ini kegiatan belajar mengajar selesai. Anak-anak sudah tertawa, menangis, dan belajar banyak ha
readmore Bab 24 Halusinasi
“Sudah pesannya?” “Hm.” “Pesan apa?” “Burger. Lagi banyak diskon soalnya, gratis ongkir pula.” “Oh ….” D
readmore Bab 25 Afeksi
“Sa, kita mau ke mana?” Ada anakan tangga kecil yang letaknya cukup tersembunyi dari ruang café. Esa
readmore Bab 26 I Love You
Aku melamun cukup lama di atas tempat tidur dengan kaki bersila. Menggaruk kepala lalu mematikan ala
readmore Bab 27 Our daily activities
Aku tahu, rencana tidak pernah berjalan sesuai dengan ekpetasi manusia. Tapi beberapa mengatakan kit
readmore Bab 28 Gagal Nikah
Sebelumnya, aku tidak pernah merasakan ini. Berada di tengah-tengah orang yang tidak punya ikatan ke
readmore Bab 29 Penyakit miskin
“Jadi kemarin, aku nelfon papaku. Dia sempat kaget.” “Karena kamu bilang mau nikah.” “Itu juga, tapi l
readmore Bab 30 Butuh Healing
Menangis. Aku menangis mengingat Esa sempat menitikkan air matanya tadi. Ini pertama kali dalam hidu
readmore Bab 31 Pelukan hangat Jeeva Beloam
Suasana hatiku berubah beberapa menit yang lalu. Yang tadinya ingin menjauhi manusia dan terbebas da
readmore Bab 32 Maka izinkanlah aku, mencintaimu.
Deburan ombak pantai samar-samar terdengar berdesir dari dalam kamar. Di luar, dapat terlihat cermin
readmore Bab 33 Tentang Cinta
Sudah cukup lama aku mempelajari asmara dan relationship dari berbagai sumber di internet. Dari bent
readmore Bab 34 Cara berdebat dengan benar
“Cinta? Cinta dari mana? Apa kamu nggak berpikir mungkin ini bisa jadi eksploitasi terhadap anak-ana
readmore Bab 35 Richie
“Richie ke mana, ya, selama ini? Kok, aku nggak pernah lihat?” tanyaku penasaran. Tiba-tiba kepikira
readmore Bab 36 Konten sensitif part 1
“Jadi, Richie … gay?” tanyaku dengan tatapan membeku. Tak percaya dengan apa yang telah membuatku me
readmore Bab 37 Konten sensitif pt 2
Selepas roda motornya si bujang mengerem, aku melompat turun. Cepat-cepat menghampiri gerbang besar
readmore Bab 38 Konten sensitif pt3
“Sudah! nggak ada gunanya kita melarang-melarang mereka sekarang,” paparku saat berhasil melompat un
readmore Bab 39 Pertanyaan seram
Rumah sakit. Hal yang pertama kali kulihat saat mata ini terbuka adalah langit-langit kamar rawat in
readmore Bab 40 Kepekaan Ajeng
Aku tersenyum. Memilih untuk tidak menjawab. Teringat mimpiku tadi malam tentang kembali ke masa lal
readmore Bab 41 Bahaya kejadian traumatis waktu kecil
H+3 setelah kejadian. 07:03 am Aku membuka mata dan langit-langit kamar rawat inap rumah sakit masih
readmore Bab 42 Tuhan dan kaktus
Pemirsa, pelaku berinisial E batal dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan karena diduga mengidap P
readmore Bab 43 Kondisi kita
“Hai,” sapaku pada seseorang yang tengah duduk bersandar di ranjangnya tepat setelah menggeser pintu
readmore Bab 44 Maafin aku
“Maafin aku, Esa,” kataku. Merasakan lemahnya tangis yang meletup-letup pada permukaan punggungnya k
readmore Bab 45 Aku
“Soal pernikahan kita …” “Nggak perlu dipikirin. Yang penting kamu cepat sembuh supaya bisa melanjutk
readmore Bab 46 Maurer anak baik
Oke. Sampai sini mungkin kau sudah mulai bosan mendengarkanku membual tentang hidup. Lembaran demi l
readmore Bab 47 Dibayang-bayangi rasa sakit
Keesokan harinya di rumah sakit pukul 11:30, aku mengetuk pintu lalu masuk ke dalam kamar Esa yang m
readmore Bab 48 Ayo pergi
Terengah-engah. Seorang perawat membangunkanku dengan kuat dan menarikku untuk menjauh dari genggama
readmore Bab 49 Make it better
“Aku akan membantu kamu mentrigger ingatanmu.” “Iya. Caranya gimana?” “Pertama-tama kamu harus dipasti
readmore Bab 50 Aku juga sakit
Keesokan harinya, aku sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Pihak rumah sakit kota memberitahukan
readmore Bab 51 Pertanyaan anak-anak
“Tapi aku ngerti, kok, kalau semua pasti ada waktunya. Olin belum cukup pulih, sementara kamu juga s
readmore Bab 52 Noda dosa
“Bu guru nggak tahu Rico. Mungkin bisa jadi karena malas makan,” terangku dengan hati-hati. Melihat
readmore Bab 53 Yang kita pikir dengan yang dunia suguhkan
“Harus banget sekarang, ya? Anak-anak bisa sakit, lho, Noumi.” Aku melihat anak-anak dengan tatapan p
readmore Bab 54 Bentuk dari penyesalan
Petir menyamba-nyambar. Hujan deras berderai bersama air mata yang tak kunjung berhenti mengalir di
readmore Bab 55 Loser
Esa terkekeh saat menyadari sesuatu. “Kau tahu, yang lebih mencengangkannya lagi?” tanyanya tapi buka
readmore Bab 56 Cara berterima kasih
“Pertanyaan itu juga yang sering muncul dikepalaku belakangan ini,” akuku beberapa saat ketika ia ny
readmore Bab 57 Hantu Jerapah
Esa masih belum siap memampangkan muka dihadapan anak-anak. Jadi aku berinisiatif masuk lebih dulu u
readmore Bab 58 Monster yang ditakuti anak-anak
Di rumahmu banyak hantunya, ya? ketikku untuk membalas pesan. Esa pun menjawab dengan singkat dan pad
readmore Bab 59 Negoisasi
Ajeng membuat kontak mata dengan Pak gurunya. Setelah itu meringsuk mendesakku dengan rengekan bayi.
readmore Bab 60 Happiness are
Sebenarnya aku sempat menawarkan diri untuk ikut tapi entah mengapa Ajeng sendiri yang melarangku. A
readmore Bab 61 Arti kematian
Anak itu memiliki tatapan sedingin marmer. Ia mendorong rodanya ke depan. Bergulir pelan sampai meny
readmore Bab 62 Firasat Bulshit!
Aku melihat jauh kepada lingkaran cahaya berwarna orange yang perlahan terbenam diperbatasan laut. M
readmore Bab 63 The Letter
Aku berjalan cepat dipinggir jalan saat mobil Esa dengan pelan mengikuti langkahku. Membujuk untuk n
readmore Bab 64 Tunggu aku
Ini begitu mendadak. Padahal kami berjanji untuk bertemu esok hari, namun sekarang ia malah mengirim
readmore Bab 65 Sisa waktu
Esa mengeluarkan semua uneg-unegnya sebelum berakhir mengurung diri di kamar. Ia tidak bisa mengunci
readmore Bab 66 Do dream
Ia tidak lantas menjawab karena teralihkan pada alisku yang bergerak-gerak aneh. “Kamu baca whatssapp
readmore Bab 67 Project amal
“Di sini ada yang suka baca?” Tidak ada yang menjawab. Mereka semua meski tertib di suruh duduk rapi
readmore Bab 68 Project amal pt 2
“Tapi …. tapi—” “Udahlah sayang. Nggak usah terlalu dipikirin. Nih, kukasih tahu cara kerjanya.” Esa m
readmore Bab 69 Jodoh
“Bapak ada siapa aja nih, di rumah?” tanya Esa sesudah mencium tangannya. Aku secara otomatis juga m
readmore Bab 70 Gili Trawangan
Kami terdiam di mobil. Mengisi energi setelah mengobrol panjang dengan keluarga Pak Imron seharian.
readmore Bab 71 Minta doa
Berjalan-jalan sambil bergandengan tangan sepertinya bagian favorite Esa juga. Sebagian waktu kami d
readmore Bab 72 On the clock
Pagi hari pukul 08.30 wita. Seperti biasa, aku melingkari angka dikalender. Tak terasa 6 bulan berla
readmore Bab 73 Sky diving (TAMAT)
Esa mengepak pakaian seadanya. Ia memasukan baju dan celana panjangnya secara serampangan ke dalam k
readmore
siplah
30/09
0Baguss
03/07
0sangat bagus sekali
13/06
0semangat kak, ceritanya baguss
12/06
0bgus
11/06
0good
11/05/2025
0bagus banget ceritanya
11/05/2025
0novel nya bagus
11/05/2025
0Kerenan
10/05/2025
0sebuah pengalaman
06/04/2025
0