Total : 52Bab 1 Malam Di Bawah Hujan
Disclaimer: Cerita ini fiktif. Seluruh tokoh, nama, tempat, kejadian, dan alur yang muncul
readmore Bab 2 Tanpa Arah Tujuan
Bab 2 Tanpa Arah Tujuan "Kita akan berjalan lurus saja, Sayang. Terus, jangan menoleh ke belakang.” “T
readmore Bab 3 Semangkok Nasi Hangat
Lestari tidak menunggu lebih lama. Ia menyambar ranselnya, menggendong Dian yang mulai merengek pela
readmore Bab 4 Perkebunan Kopi
“Bu Sumi! Tolong, Bu!” jerit Lestari, suaranya pecah dan parau. “Dian! Anak saya, Bu!” Pintu gudang s
readmore Bab 5 Keheningan
“Mengerti, Pak.” Suara Lestari nyaris tidak terdengar, sebuah bisikan yang ditelan oleh kemegahan lo
readmore Bab 6 Jarum Dan Kain
Lututnya terasa ngilu menekan marmer yang dingin, tetapi bukan itu yang membuatnya gemetar. Suara To
readmore Bab 7 Bayangan Di Teras
Getaran itu menjalar dari tubuh kecil Lintang, merambat ke lantai marmer, hingga Lestari bisa merasa
readmore Bab 8 Panggilan masa Lalu
Pertanyaan itu menggantung di udara senja yang dingin, lebih pekat dari aroma kopi di cangkir mereka
readmore Bab 9 Senyum Pertama
“Maaf…salah sambung,” desis Lestari, suaranya tercekat di tenggorokan. Ia mematikan panggilan itu de
readmore Bab 10 Aroma Bahaya
Jari-jarinya hanya berjarak seinci dari kulitnya, hangatnya terasa bahkan sebelum menyentuh, sebuah
readmore Bab 11 Rahasia Pohon Kopi
Darah serasa surut dari wajah Lestari, meninggalkan lapisan es di bawah kulitnya. Nama itu, diucapka
readmore Bab 12 Pertemuan Dingin
…dengan membuatmu menjadi bagian tak terpisahkan dari tempat ini. Secara resmi.” Napas Lestari terce
readmore Bab 13 Jejak Kaki
Lestari…Ia hanya ingin pergi. Lari dari tatapan menghina. Lari dari kemenangan di wajah Nyonya Besar
readmore Perisai
Cengkeraman itu membakar kulitnya, lima jari kotor yang meremukkan pergelangan tangannya, menariknya
readmore Bab 15 Bunga Yang Mekar
Kata-kata Dirga tertinggal di udara pagi yang kini terasa beku, lebih dingin dari embun di ujung dau
readmore Bab 16 Surat Palsu
Ibu jarinya bergerak, mendorong lipatan kertas itu hingga terbuka. Di sana, tertulis dengan goresan
readmore Bab 17 Tekanan Sosial
Pertanyaan itu menggantung di udara, tajam dan dingin, membelah semua keraguan yang disebar surat Di
readmore Bab 18 Tali Yang mengikat
Burung gereja. Sarang elang. Kata-kata itu menusuk lebih tajam dari jarum jahit mana pun, menembus l
readmore Bab 19 Panen Kopi
Pesan itu hanya satu kalimat, tetapi dampaknya seperti ledakan bom sunyi di dalam paviliun yang baru
readmore Bab 20 Perpisahan
Perintah itu menusuk udara malam yang riuh, membelah tawa dan musik jaipong. Tubuh Lestari bergerak
readmore Bab 21 Warung Jahit
Dan ia tidak akan pernah menjawabnya, karena untuk menjawabnya berarti menoleh ke belakang. Dan meno
readmore Bab 22 Rencana
Bau apak dari dinding yang lembap beradu dengan asap rokok kretek murahan dan aroma kopi basi. Di su
readmore Bab 23 Kopi Dingin
…kau harus membuatnya takut. Bukan padamu, tapi pada polisi. Katakan padanya, kalau dia berani buka
readmore Bab 24 Hilang
Pertanyaan itu menggantung di udara pengap kios jahit, lebih berat daripada tumpukan kain katun, leb
readmore Bab 25 Kolaborasi
Rahang Tora mengeras hingga terasa sakit. Suara di seberang telepon itu—penuh cemoohan, licin sepert
readmore Bab 26 Jejak di Gudang Tua
Darah seolah surut dari wajah Tora, meninggalkan kekosongan dingin di tempatnya. Kalimat terakhir di
readmore Bab 27 Negoisasi
Teriakan itu merobek udara malam yang asin, memantul di antara dinding-dinding gudang yang lapuk dan
readmore Bab 28 Kebebasan Yang Mahal
Teriakan gila itu seolah menyedot semua udara dari dalam gudang. Waktu membeku. Ujung pisau yang ber
readmore Bab 29 Pengakuan
Tuduhan itu menggantung di udara gudang yang pengap, lebih berat dari aroma karat dan garam. Kata te
readmore Bab 30 Pelukan Hangat
Pengakuan itu mengambang di antara mereka, lebih dingin dari udara malam di kantor polisi yang ster
readmore Bab 31 Melepaskan Belenggu
Selama bertahun-tahun dalam rumah tangganya dengan Dirga, tubuh Lestari bagai ruang yang tak pernah
readmore Bab 32 Sidang Pertama
Di luar, suara Lintang semakin dekat, diikuti langkah kecil Dian yang baru bangun. Tapi mereka masih
readmore Bab 33 Perdebatan
Hakim Ketua berdeham, memecah keheningan. “Kesaksian yang sangat jelas. Dengan semua bukti yang ada—
readmore Bab 34 Cincin Bunga
“…lepaskan segalanya.” Suara Ibu Tora membelah keheningan ruang tamu. Tajam, presisi, dan tanpa komp
readmore Bab 35 Lintang
Darah serasa surut dari wajah Tora. Cincin bunga liar di jari Lestari seolah layu seketika. Mereka b
readmore Bab 36 Warisan dan Amanah
“Surat wasiat kedua?” Kata-kata itu keluar dari bibir Lestari seperti embusan napas, nyaris tak bers
readmore Bab 37 Pakaian Pengantin
Getaran suara Pak Binsar dari pengeras suara ponsel terasa menusuk keheningan di ruang kerja Tora. L
readmore Bab 38 Restu
Lidah Lestari terasa kelu, matanya terpaku pada permen murahan di atas meja. Benda kecil berwarna-wa
readmore Bab 39 Kesetaraan
Wajah pria di foto itu buram, diambil dari sudut yang canggung oleh kamera pengawas toko seberang j
readmore Bab 40 MalamSebelum Janji
Nama yang terdaftar sebagai pemilik tunggal CV Sinar Harapan… atas nama Riana Wijaya, Pak.” Kehening
readmore Bab 41 Bunga Diretakan Batu
“Dialah yang menghancurkan hidupmu… dari awal.” Dunia Lestari berhenti berputar. Udara di teras itu
readmore Bab 42 Bulan Madu
Raungan mesin diesel itu adalah jeritan kematian yang merobek sakralnya pagi. Waktu seolah membeku,
readmore Bab 43 Bulan Madu Kedua
Siang itu, Lestari menjahit. Ia memperbaiki keliman rok seorang ibu, mengganti ritsleting celana seo
readmore Bab 44 Bisnis dan Ujian Baru
Seminggu menjadi sebulan. Kehidupan baru mereka mulai menemukan ritmenya yang indah. Pagi yang sibu
readmore Bab 45 Anak Remaja
Tora tidak menjawab. Tenggorokannya tercekat, seolah udara di dalam gudang yang beraroma kopi dan ha
readmore Bab 46 Kunjungan
Keheningan yang pecah setelah kalimat itu terlempar terasa lebih tajam daripada pecahan kaca. Udara
readmore Bab 47 Menerima Kenangan
Angin malam itu membawa hawa dingin yang menusuk tulang, sama dinginnya dengan sprei kosong di temp
readmore Bab 48 Keputusan Besar
Dian mengangguk. Tatapan Lestari beralih pada Tora, dan Tora langsung menangkap sinyal bahaya di ma
readmore Bab 49 Ujian Keluarga
“Kita butuh surat persetujuan yang ditandatangani langsung oleh ayah kandungnya.” Kata-kata itu jatu
readmore Bab 50 Surat dari penjara
Tangannya yang memegang amplop itu tidak gemetar karena takut, melainkan karena getaran aneh yang me
readmore Bab 51 Penjahit Hati
…sisa hidupku tidak akan lama lagi. Kanker hati stadium akhir.” Keheningan yang menyusul setelah kal
readmore Bab 52 Mekar Sempurna
bos besar pasti senang sekali kalau tahu berliannya jalan-jalan sendiri keluar dari sangkar emasnya.
readmore
Bagus banget.. Love❤️
25d
0bagus, cerita runtut dan tdk bertele-tele
03/02
0ceritanya bagus,seorang istri yg di usir oleh suaminya.
30/12
0good
05/12
0ka, lanjutan nya dong..
28/11
0Alur ceritanya bagus bikin penasaran,,,semoga penulisnya sllu sehat murah rezeki🤲
27/11
0lanjut..
25/11
0perfect🧣
23/11
0wah critanya sgt bagus
23/11
0semangat lanjut..🥰
22/11
0