Ikhtisar
|Katalog
- Tag(s):
- Kecantikan
- Drama
- Kembali bersama
Pertemuan kembali Raja dan Cahaya setelah tiga tahun perpisahan mereka, perpisahan yang membuat luka di hati keduanya. Bagaimana kisahnya? Cinta lama bertemu kembali.
Pembaharuan Terakhir
Pilihan Editor
Rekomendasi
Komentar Buku (168)
- Total: 119
Bab 1 Tentang Masa Lalu
Tiga tahun lalu, Everland Korea
Raja melangkah meninggalkan Cahaya yang kembali menolaknya, menolakBab 2 Sekarang
Alya berjalan cepat meninggalkan kantin, tangannya yang menggenggam tempat minum, mencengkram erat.Bab 3 Tak dikenali
Lelaki itu berdiam menunggu, lewat tiga puluh menit dari jam kerja seseorang yang ditunggu sudah berBab 4 Menyapanya
"Duluan, Pak! Ya!" Adrian yang sudah menyelesaikan makannya berdiri, mengangkat sebelah kakinya agarBab 5 Diculik
Bel masuk sudah berbunyi. Cahaya kembali berkeliling, memeriksa semua hasil kerja di departement yanBab 6 Katakan Cinta
Bukankah itu juga janji yang dia berikan pada Cahaya dulu? Saat gadis tak menemukan jalan kembali, dBab 7 Bohong
"Masih jauh tempat kosnya?" tanya Raja saat mereka sudah melewati perbatasan.
"Nanti aku kasih tau kBab 8 Salah Paham
Tanpa disadari mata Cahaya memanas, dia merasa Raja sudah membohonginya. Dia tahu sudah pernah menyaBab 9 Prasangka
Tak berselang lama Cahaya datang, dengan Hana dan Dewi yang masih ada di depan kosan mereka.
"Ah, TBab 10 Menjauh
"Apa?!" Raja memekik sambil menoleh pada Cahaya, dia tidak menyangka Cahaya mempunyai pemikiran sepeBab 11 Pertanyaan
Mengabaikan Cahaya yang menatapnya kesal, Raja menggeleng dengan senyuman yang terus terukir di bibiBab 12 Tak Percaya
"Ya, Khadi?" sapa Raja membuat hati Cahaya kembali sakit, melihat bagaimana orang yang tadi sore berBab 13 Curahan Hati
Epon dan Lina langsung pamit begitu Raja sudah duduk nyaman di sofa ruang tamu rumah Cahaya, merekaBab 14 Aku Mau
Cahaya tidak bisa memejamkan mata, dia bingung dengan perasaannya sekarang. Percaya pada semua omongBab 15 Calon Suami
Binar yang melihat Raja kegirangan setelah Cahaya pergi ke kamarnya, membuka sumbatan headphone di KBab 16 Kehebohan
Memasuki rumah Khadijah dengan semangat, kedatangan Raja disambut Syena yang menangis kencang di depBab 17 Kaget
Alya kecewa saat tau Cahaya tidak masuk kerja, apalagi dengan banyaknya komplain barang rusak, yangBab 18 Firasat
Cahaya menjauhkan ponselnya, ketika pekikan Alya terdengar. Hal itu sudah bisa dia tebak, kehebohanBab 19 Mantan
"Assalamu'alaikum."
Tak kuat hanya menjadi pendengar berita kebahagiaan Cahaya, lelaki yang mematungBab 20 Cerita
Senyum Raja terus tersungging di bibir, letupan rasa bahagia begitu semarak dalam dada. Ingin rasanyBab 21 Khawatir
Yusuf segera berlalu dari tempatnya mencuri dengar pembicaraan telepon Cahaya dengan seseorang yangBab 22 Tentangnya
Yong- In, South Korea
Lelaki itu keluar dari salah satu PC miliknya, harinya dibuat lelah dengan adaBab 23 Masih Tentangnya
A Ya berlarian dengan Kim yang terus menjaga gadis kecilnya, agar tidak sampai terjatuh. Suara tawaBab 24 Kejutan
Raja terkejut begitu pulang kerja menemukan kedua orang tuanya ada di rumah Khadijah. Apalagi Mukta-Bab 25 Calon Mertua lon
Cahaya kaget begitu mendengar kabar yang baru saja Raja sampaikan, kalau lelaki itu tengah dalam perBab 26 Perkenalan
"Pak! Bapak?!" tergesa Binar memasuki rumah Epon yang pintunya terbuka lebar, Hadi yang tengah berbiBab 27 Lamaran
Kedua keluarga itu pun berkumpul di ruang tengah tempat Rosita berbaring, selepas melaksanakan sholaBab 28 Nasihat
Rosita hanya bisa melepas kepulangan keluarga Raja dari ruang tengah, melambaikan tangan pada SyenaBab 29 Tak Sabar
Sang perawan tengah berbunga hatinya. Bahagia itu melingkupi hati, memeluk asa, mendekap rindu yangBab 30 Rencana
Raja tersenyum bangga melihat video yang dibagikan Khadijah tadi saat acara tunangan dadakannya, berBab 31 Keputusan
Raja keluar dari ruang rapat dengan tak bersemangat, keputusan hasil rapat tadi sangat tidak menguntBab 32 Pesan
Cahaya harus menelan kekecewaan, saat panggilan kedua pun tidak mendapatkan tanggapan dari Raja. NamBab 33 Dia Milikku
Kepergian Raja menuju kampung halaman Cahaya kali ini sedikit membuat lelaki tampan itu gundah, kabaBab 34 Panggil Sayang
"Ayo, masuk! Kenapa jadi diam depan pintu begini? Pamali! Nanti jodohnya jauh." Hadi menghentikan suBab 35 Ikhlaskan
Hadi yang tengah berbincang dengan Yusuf, menoleh pada bagian depan rumahnya saat tawa Raja dan putrBab 36 Kabar Tak Diharapkan
"Nanti kalau Teteh pulang Ambu tidak ada, tolong jangan sedih ya? Jangan nangis, kan sekarang udah aBab 37 Ciuman Pertama
"Kalau... Perusahaan mengirim kembali kamu ke Korea, apa kamu mau?"
"Apa? Ke Korea? Buat apa?" CahayaBab 38 Cincin
Cahaya terus saja tidak mau melihat ke arah Raja, kekasihnya itu telah membuatnya malu dua kali. KarBab 39 Menginap
Akhirnya Cahaya tidak bisa menolak permintaan Mukta, dan yang lainnya untuk menginap. Selain memangBab 40 Keinginan
Mukta yang kembali keluar kamar untuk mengambil air minum, penasaran saat melihat pintu kamar Raja yBab 41 Hasil Rapat
Cahaya merasakan semua tatapan mata tertuju ke arahnya, saat tadi dia turun dari mobil Raja dan berjBab 42 Tunggu Aku
Kim Young Nam sengaja mendatangi PC milik Kim, untuk menyampaikan keputusan yang sudah dia dan HanaBab 43 Keberangkatan
Langkah Kim terayun pasti, bandara internasional In- cheon dimasukinya dengan harapan yang menggununBab 44 Mimpi
Cahaya yang baru sampai di tempat kosnya bersama Raja, langsung mendapat pertanyaan beruntun dari HaBab 45 Kedatangan
Burung besi itu berhasil mendarat dengan baik di bandara Husein Sastranegara. Dengan kerinduan yangBab 46 Cerita Masa Lalu
Kim menghirup udara negara sang mama, melihat sekeliling yang tidak banyak berubah walau dia sudah eBab 47 Tak Ingin Pergi
Cahaya keluar dari ruang rapat bersama dengan Andri, Adrian, dan dua orang karyawan lainnya, yang akBab 48 Terakhir Kerja
"Kamu kenapa sih, Ya? Aku heran deh lihat kamu seperti tadi, itu bukan kamu sekali. Ada apa sebenarnBab 49 Perpisahan
Meninggalkan tempat kerja Cahaya dengan pikiran berkecamuk, dan juga tatap penasaran karyawan yang tBab 50 Mulai Berani
"Nanti kita ketemu ummi dulu sebelum pulang ke rumah ya?" kata Raja saat mobil bergerak perlahan kelBab 51 Persiapan
Rosita yang semakin membaik keadaannya, mempercayakan semua urusan tentang pertunangan Cahaya dan RaBab 52 Masih Berat
Hadi mengangguk. "Terus, rencana hari minggu kalian?" lanjut Hadi mencoba berpikir positif untuk jawBab 53 Pergilah
Binar keluar dari tempat persembunyiannya, setelah tadi dia mencuri dengar percakapan Raja dan CahayBab 54 Mengadu
Kim menatap bangunan rumah yang dulu sering didatangi saat berkunjung ke Indonesia, rumah yang tidakBab 55 Tanda Merah
Cahaya mulai mengemas baju yang sekiranya bisa digunakan di Korea nanti. Musim gugur yang saat ini tBab 56 Introgasi
Raja menunggu apa yang akan dibicarakan calon adik iparnya, namun dari pembicaraan yang tak sengajaBab 57 Kesal
Cahaya mengerang pelan, saat menatap pantulan dirinya di cermin. Tanya yang sempat terbersit, saat BBab 58 Rencana Yang Berubah
Cahaya merasa kesal karena Raja tidak menerima panggilan video-nya, apa lelaki itu tahu kalau dia akBab 59 Menuju Sah
Cahaya dibuat tak percaya saat Hadi memanggilnya, dan mengatakan kalau baru saja Denni menghubungi,Bab 60 Sah
"Saya terima nikah dan kawinnya Cahaya Kamila putri Bapak dengan mas kawin tersebut tunai!"
"BagaimanBab 61 Waktu Bersamamu
Sepasang kekasih yang baru saja berganti status itu, saling menatap dalam. Berdua dengan Raja dalamBab 62 Tamu Yang Terlambat
Alya terus menggerutu pada Andri, rencana untuk datang ke tempat Cahaya pagi-pagi, harus rela terlakBab 63 Tentang Rasa
"Eh, ada tamu!" Raja muncul dengan wajah yang terlihat begitu bahagia, tanpa menyalami dia langsungBab 64 Menjemput Mimpi
Seperti yang dikatakan Hana kemarin, hari ini Kim bermaksud mencari alamat rumah Cahaya. Di memang tBab 65 Sehari Sebelumnya
Raja memasukkan koper yang akan Cahaya bawa besok malam ke Korea ke bagasi mobil, mengecek ulang semBab 66 Semakin Dekat
Perjalanan kali ini terasa sangat berbeda untuk keduanya. Selain kini mereka adalah sepasang suami iBab 67 Masih Tertunda
Andai ada jalan untuk menghindar sekarang ini, pasti Cahaya sudah menyusup lewat sana untuk menghindBab 68 Pagi Pertama
Suara alarm dari ponsel Cahaya menjerit meminta perhatian, mencoba membangunkan si pemilik yang masiBab 69 Tamu Tak Diharapkan
Akhirnya Cahaya memilih ikut check out bersama Raja, karena untuk apa dia seorang diri di hotel, sedBab 70 Pengalihan Alasan
Diam, saat seseorang yang baru saja ditemuinya itu menjelaskan semua, Rosita hanya bisa menatap penuBab 71 Waktu Yang Tersisa
Binar sampai di rumah Khadijah selepas sholat ashar, kedatangan adik Cahaya itu membuat Syena memekiBab 72 Saat Perpisahan
Tak cukup waktu saat mereka bersama, bahkan Cahaya seolah enggan melepaskan belitan tangannya pada lBab 73 Mengulang Masa Lalu
Seakan tak percaya. Delapan jam mengudara, membiarkan burung besi itu membawa raganya mengarungi angBab 74 Hari Tanpamu
Wajah ceria yang beberapa hari lalu terlihat di wajah Raja, hari ini tak terlihat lagi. Lelaki itu lBab 75 Rasa Bersalah
Rosita terus merenungi ketidak jujurannya pada Kim tentang status Cahaya, dia semakin merasa bersalaBab 76 Hanya Menyapa
Beda bumi yang dipijak, beda waktu yang mengiringi. Perjalanan semalam masih menyisakan lelah pada CBab 77 Kehilangan
Raja berlari menuju ruang UGD, setelah tadi Binar menghubunginya kalau Rosita terjatuh di depan kamaBab 78 Mimpi Atau Firasat
Melewati waktu sendiri, bahkan tidur seakan menjadi kegemarannya hari ini. Setelah bertukar kabar deBab 79 Kesedihan
"Cahaya ada nelpon, Pak." Raja memperlihatkan ponselnya pada Hadi. Mereka kini tengah berkumpul di rBab 80 Pertengkaran
Kim memasukan semua bajunya ke koper, setelah mengetahui kalau gadis tercintanya kini berada di KoreBab 81 Menutup Diri
Cahaya hanya bisa menangis tersedu, beberapa saat lalu Hadi menghubungi, dan menyampaikan berita yanBab 82 Mengharap
Waktu berlalu, apapun keadaan, dan kejadian yang menimpa tak surut masa menghentikan lajunya. BegituBab 83 Kangen
Hadi menghampiri Raja yang datang untuk ikut tahlilan 7 hari meninggalnya Rosita, dia sengaja melaraBab 84 Rasa Yang Salah
Waktu berjalan cepat. Tak terasa sebulan sudah dilewati tanpa ada kendala yang berarti. Selain perasBab 85 Pertemuan
Gadis kecil itu terus berlarian. Sesekali dia bersembunyi di balik etalase toko. Terkikik sendiri, mBab 86 Menghindar
Cahaya mencoba tenang. Walau gemuruh dalam dadanya, seakan meruntuhkan ketenangan yang coba dia bangBab 87 Tentang Kebenaran
Kim pasrah saat Adrian memilih berkata tidak, saat dia meminta nomor ponsel Cahaya. Dia tak bisa memBab 88 Pergulatan Rasa
Meninggalkan Kim dengan semua pemikirannya. Taksi yang ditumpangi Cahaya melaju lambat, jam pulang kBab 89 Hati Yang Merindu
Senyuman coba diulas cahaya saat wajah Raja tertampang di layar ponsel, dia mencoba bersikap kalau dBab 90 Mengingat Kembali
Ketiganya berjalan menuju ke halte untuk menunggu bis jemputan, malam yang perlahan mengantarkan setBab 91 Seseorang Yang Tertolak
Cahaya bersikap waspada begitu kakinya menginjak kota Osan, kota ini menyimpan begitu banyak kenangaBab 92 Khawatir
Raja dibuat panik setelah mendengar pesan suara yang dikirim istrinya, apalagi setelah itu Cahaya tiBab 93 Perhatian Lain
Sepagi itu Raja sudah sibuk menelepon Cahaya, namun lagi dia belum bisa berbicara dengan istrinya, pBab 94 Kembali Melihatnya
Choi sesekali menoleh pada Cahaya, gadis yang beberapa saat lalu ada dalam rengkuhannya terlihat lemBab 95 Mencari Jejak
Kim Bergegas menuju PC-nya. Itu Cahaya. Yang dilihatnya dalam mobil putih itu benar Cahaya, karena sBab 96 Menemukannya
"Kamu baik-baik saja, Sayang?"
Cahaya tersenyum saat Raja menghubunginya saat jam istirahat, badannyBab 97 Tak Bisa Sembunyi
"Hyong!"
Andri mematung melihat seseorang yang pernah dikenalnya dengan baik, seseorang yang membuatBab 98 Penjelasan
Adrian menatap Kim penuh kebencian. Apalagi imbas dari kelakuan lelaki itu, membuat pihak keamanan aBab 99 Lembaran Baru
Ada yang terangkat dari pundak Kim begitu semuanya sudah dia katakan pada Cahaya. Dia merasa lega, aBab 100 Kunjungan
Andri dan Adrian merasa tenang dengan tidak adanya Kim yang berkunjung menemui Cahaya setelah tahu tBab 101 Panggilan Tak Terduga
"A Ya? Kamu panggil Tante apa tadi, Sayang?"
Kim bersikap seolah tidak percaya dengan apa yang dikataBab 102 Keputusan Yang Salah
Kim tersenyum, dengan sumringah dia membuka pintu apartemen Cahaya saat mendengar suara bel, juga meBab 103 Terikat Tanpa Sadar
"Berikan A Ya padaku, Honey. Mereka terlihat marah padamu, sebenarnya apa yang kalian bicarakan tadiBab 104 Menjaga Titipan
Cahaya merasa geraknya terbatas, keberadaan Kim di apartemennya jelas mengganggu dia sekarang. ApalaBab 105 Semakin Sayang
"Cepatlah datang, A Ya terbangun!" kata Cahaya begitu panggilannya untuk Kim mendapatkan jawaban.
TeBab 106 Memberi Alasan
Ternyata sebentar yang mereka rencanakan di awal tidak terbukti. Apalagi keadaan seakan mendukung, dBab 107 Seseorang Yang Beruntung
Cahaya senang masalahnya dengan Adrian berhasil diselesaikan, sahabatnya itu sudah kembali bersikapBab 108 Menyusun Kejutan
Raja baru bisa santai saat mendekati waktu istirahat, dari pagi dia terus disibukkan oleh semua urusBab 109 Akhirnya Tiba
Raja terus tersenyum bahagia begitu kakinya kembali menginjak bumi korea. Perjalanan delapan jam menBab 110 Membuka Rahasia
"Pak Raja?" pekik Adrian tak percaya, saat membuka pintu setelah suara bel terdengar.
Raja tertawa mBab 111 Kejutan Yang Gagal
Hari mulai gelap, padahal jarum jam baru menunjuk di angka lima sore. Cuaca dingin membuat Cahaya meBab 112 Kenyataan Yang Menyakitkan
Mendengar keributan dari luar, Raja dan Andri berdiri. Raja yang dengan jelas mendengar suara CahayaBab 113 Dia Yang Kecewa
Cahaya tak banyak bicara, Raja yang seakan membiarkan masalah yang baru saja terjadi diantara merekaBab 114 Kemarahan Tak Terduga
"Yan, apa pak Raja tidak akan berbuat kasar pada Cahaya?" tanya Andri saat mereka kembali ke apartemBab 115 Yang Tak Termiliki
Dengan tergesa Hana berdiri, melangkah dengan penuh kemarahan mendekat pada Young Nam.
"Semua salah kBab 116 Indah Bersamamu
Drttt … drttt …
Getaran ponsel yang beradu dengan nakas disamping tempat tidur, mengalihkan perhatiaBab 117 Meminta Kesempatan
Semalaman dia di sana. Menghabiskan setiap detik yang membuatnya bagai dicekik, bahkan setiap oksigeBab 118 Akhir Kisah Kita
Kim tak menyembunyikan kehancurannya. Di depan Raja dia menceritakan semua cerita hidupnya. TerpaksaBab 119 Ekstra Part 1
Hoek … hoek …!
Cahaya berlari ke kamar mandi. Ini sudah hari ketiga dia muntah setiap pagi. Indah da


















keren
19/01
0kren
12/09
0save dulu
17/07/2025
0bagusssss
10/05/2025
0cuma punya pilihan
08/05/2025
0bestnya cerita novel ini
06/05/2025
0woww keren
30/04/2025
0bagus ka
04/04/2025
0bagus banget Kakk
21/03/2025
0bagusss
19/03/2025
0