Total : 33Bab 1 Istriku hanya Diam
Bab 1 "Niar, cepat bersihkan bekas ompol anakmu ini. Bau banget kalau nggak buru-buru!" Suara Ibu ter
readmore Bab 2 Kebenarankah yang kulihat?
Bab 2 Benar saja, Niar sedang sibuk menjemur baju. Sedangkan Ibu dan Kak Ayu malah sibuk diskusi menc
readmore Bab 3 Aku Tak Mau Bicara Lagi
Bab 3 Niar Bang Deni terus mendesakku untuk mengatakan yang sebenarnya. Tapi ... tak mungkin aku menga
readmore Bab 4 Wanita itu Sainganku
Bab 4 Ibu Ratih Gadis itu tiba-tiba datang bersama anak kesayanganku dan mereka berencana akan menikah
readmore Bab 5 Bersama Keluargaku
Bab 5 Aku mengajak Istri dan anak-anakku untuk sekedar melepas penat. Kami jalan-jalan ke mall. Icha
readmore Bab 6 Silahkan Ambil Uangku, Bu
Niar Bang Deni mengajakku jalan-jalan, hal yang mahal bagiku setelah menikah dengannya. Beberapa kali
readmore Bab 7 Memasang CCTV
Aku masih memikirkan cara untuk memasang kamera pengawas di rumahku tanpa ketahuan oleh anggota kelu
readmore Bab 8 Alasan Penolakan Ibu
Ibu meminta bicara padaku. Ia nampak gusar, mungkin mengenai usulku membawa Niar ke Psiater. "Den, ki
readmore Bab 9 Mencari Kebenaran
"Dek, kenapa Farhan ada di bawah? Kamu apain dia?" Aku berlari mengambil Farhan yang tengkurap di at
readmore Bab 10 Nasehat Sahabat
"Uuuuhhh ... Nggak enak!" Mata kami sama-sama ke arah Icha. Lalu, aku menoleh ke arah kak Ayu. Aku me
readmore Bab 11 Bu Ratih
Bu Ratih Siang ini, aku, Ayu dan anak-anaknya pergi keluar untuk makan-makan. Seperti biasa, aku nikm
readmore Bab 12 Kecurigaanku Terbukti
Aku melihat dua hari ini, mereka aman-aman saja. Tapi ketika ku pantau malam ini, kamera pengawasku
readmore Bab 13 Mengobati Niar
Pagi ini keadaan Niar sudah lebih baik. Dahinya sudah tidak panas, demamnya sembuh. Pagi ini aku beli
readmore Bab 14 Kemana Semua Uangmu, Dek?
Pemeriksaan psikiater akan dilakukan hari ini. Aku dan Niar sudah berangkat pagi-pagi setelah meniti
readmore Bab 15 Bukti Sudah di Tangan
Sebelum pulang, aku memperhatikan aplikasi CCTV-ku. Kulihat ibu tengah memarahi Icha. Ibu sedang mema
readmore Bab 16 Pindah Diam-diam
Aku menunggu Kak Aldo datang karena kami janjian akan melihat-lihat rumah. Rencana aku akan pindah k
readmore Bab 17 Ibu Tak Bisa Membujukku
Seusai membalas pesan dari Bang Aldo, tiba-tiba ibu telepon. 'Siap-siap disemprot oleh ibu,' gumamku.
readmore Bab 18 Kejadian di Rumah Kami
Selama di jalan perasaanku tak enak, tapi kulapangkan hati ini agar tetap berpikiran positif. Sampai
readmore Bab 19 Dijebak oleh Seseorang
Sore ini jadwalku untuk pulang. Sambil menunggu sore, saat jam istirahat, aku melepon rumah. Entah k
readmore Bab 20 Usaha untuk Meyakinkannya
Bab 20 Kuraih tangan istriku, kemudian aku memeluknya. Saat ini Niar tak berontak di peluk olehku. "Sa
readmore Bab 21 Melindungi Niar dari Ibu dan Kak Ayu
Bab 21 [Niar, cepat kirimkan lagi uangmu 6.5 juta. Cepat! Ibu harus membayar arisan.] Ternyata ini yan
readmore Bab 22 Perjuangan Niar Mengatasi Emosi
Bab 25 "Mohon maaf, saya tidak bisa membayarkan. Karena saya sudah menyetop memberikan uang saya pad
readmore Bab 23 Pengakuan Kak Ayu
Aku cukup malu tadi saat marah-marah pada Cella. Padahal dia nggak berbuat apapun pada Niar. Untung N
readmore Bab 24 Memberi Pengertian pada Ibu
"Bu, Bu ... Buka pintunya!" Aku berusaha membujuk ibu. Saat ini aku di berada di depan pintu kamar I
readmore Bab 25 Masa Lalu Keluargaku
Aku bingung dengan semua ini. Pak Karso kenal dengan ibu ternyata. "Ini anakmu? Ayu mana Ayu?" Tiba-t
readmore Bab 26 Kejutan untuk Istriku
Kak Ayu dan keluarganya datang ke rumah kami. Rencananya ia mengantar Bang Aldo untuk meminta maaf k
readmore Bab 27 Kerasnya Hati Ibuku
"Den, sekarang Kak Ayu ada di rumah sakit. Tolong kamu ke sini, ya! Ibu tak mau makan, sekarang peru
readmore Bab 28 Kejadian Menyedihkan
Ada apa ini?" Tiba-tiba Ayah muncul di belakangku. "Eh, Ayah sudah datang?Ini Yah, Ibu sedang sakit m
readmore Bab 29 Aku Temukan Tulisan Ibu
Jenazah Ibu dibawa ke rumah duka. Sebelumnya sudah dimandikan dulu di rumah sakit. Jadi, ketika data
readmore Bab 30 Kabar Baik untuk Kami
Kak Ayu sudah pindah ke rumah barunya. Kemarin tertunda kurang lebih sepekan karena kematian Ibu. In
readmore Bab 31 Bulan Madu Kesekian Kali
Sebelum pulang, aku mengajak Niar untuk membeli kue untuk perayaan kesembuhan Niar. Aku ingin menumpa
readmore Bab 32 Ternyata Bang Aldo
Bab 35 Kak Ayu mengabarkan kalau Icha dan Farrel jatuh saat naik sepeda. Icha nangis terus sampai-sam
readmore Bab 33 Pelajaran Berharga Bagiku
"Gimana Kak Ayu?" Aku menoleh pada kakakku, bertanya padanya. Namun, tiba-tiba Kak Ayu malah goyah, d
readmore
kerenn bagus😍
23/11
0sangat bagus
21/09
0menarik
04/09
0good
21/08
0terusannya mna
18/07
0ok bagus
17/06
0Bagussss banget
15/06
0bagus
11/06
0bagus bgtttt
04/06
0BAGUUUSS GREGETAN BANGETTT🤯🤯🤯🤯
03/06
1