Total : 45Bab 1 Anak malang
"Sebelum ayah meninggal, beliau pernah berkata... layani keluarga mereka bahkan dengan seluruh tubuh
readmore Bab 2 Bodyguard baru
Naomi yang mengetahui jika Kenneth menjatuhkan dirinya sendiri ke tangga karena perintah Shinji lant
readmore Bab 3 Gadis yang bersinar
Roni tak menanggapi hal ini sebagai masalah serius. Mungkin juga ini bagian dari sikap yang wajib di
readmore Bab 4 Jiwa yang hilang
Tak terasa sudah lama sekali Kenneth tidak merasakan kehangatan keluarga. Ibunya meninggal ketika Ken
readmore Bab 5 Terciduk
Gina mencebik, cemberut. "Udah kek yuk, kita gabung ke grupnya Elsa aja. Bentar lagi loh waktunya ha
readmore Bab 6 Cerita bersamamu
Kania langsung melotot ke arah depan kamar dan buang ponselnya, ia ambil piring itu cepat-cepat dari
readmore Bab 7 Rebutan
Kania tertawa mentah. Tidak habis pikir. "Kamu tahu apa imbalan yang aku inginkan darimu?" tanya Kan
readmore Bab 8 Digendong olehmu
Kania tiba-tiba bersuara dengan bibir berlipat. "Aku sebel, Papa sama Kenny enggak dateng. Mereka ud
readmore Bab 9 Kakak kelas
Kenneth merasa tidak enak, namun ia menjawabnya dengan gelengan kepala. Gina yang melihat itu pun la
readmore Bab 10 Diculik
Kenneth melihat Kania digotong oleh dua pria berpenampilan seperti preman itu, ia melotot dan bereks
readmore Bab 11 Matahari
Kehadirannya, kehangatan tangannya, air matanya, teriakan penuh perasaannya. Saat itu... ia bahkan b
readmore Bab 12 Api yang menghangatkan
Roni terdiam menunduk. "Kania... masih diculik. Polisi kehilangan jejaknya." ucap Roni mendung. Kenn
readmore Bab 13 Pukul saya
"K-kenapa kalian enggak datang.." Kania semakin menggigil, ia sesegukan kecil lalu mengusap berkali
readmore Bab 14 Pemandangan yang mengharukan
"I-iya Non. Saya menjaga Nona." ujar Kenneth. "Kalo gitu kamu ikut tidur sini, Ken. Disebelahku." uc
readmore Bab 15 Harapan di masa depan
"Belom, masih lama itu kasusnya. Bakal lama banget jalannya. Mending cari berita lain." ujar Johnny.
readmore Bab 16 Kenny milikku
"Saya memakan, sama halnya yang Nona Kania makan. Tidak ada yang berbeda." ujar Kenneth. Kania dan Gi
readmore Bab 17 Khawatir
Kenneth hanya terdiam saat itu, ia bahkan tidak merasa jika dirinya sedang berada di medan perang ke
readmore Bab 18 Peluk
Sepulang sekolah. Sepanjang di dalam mobil Pajero Sport itu. Kania terus menyandarkan kepalanya ke s
readmore Bab 19 Terasi
Dua tahun kemudian. Kania dan Kenneth sekarang sudah kelas 3 SMA. Tidak terasa, padahal baru kemarin
readmore Bab 20 Ditolak mateng-mateng
"Apapun itu! Lagian kalian ngapain sih disini? Kursi kan masih ada yang kosong, tuh dibelakang masih
readmore Bab 21 Surat cinta siapa?
Beberapa saat lalu Kenneth sudah memberi saran bagi Kania, sejujurnya ia bingung apakah Kania akan m
readmore Bab 22 Nikah aja
Kania cepat-cepat bergeser ke kiri, ia lempar pandangannya menatap ke arah buku disekitarnya dengan
readmore Bab 23 Tidak mungkin
Dua tahun kemudian. Didalam sebuah kamar berlatar warna merah jambu itu, seorang wanita cantik beram
readmore Bab 24 Kerja
"Kamu, ada yang dipikirkan ya?" tanya Kenneth matanya sesekali melihat ke arah kaca diatasnya, menun
readmore Bab 25 Manusia patung
"Menunggu seseorang." ucap Kenneth datar. "Terus kenapa liatnya ke gue?!" tandas Nara. "Baik, saya lih
readmore Bab 26 Kenapa harus kamu
Kania terkejut dan nyengir. "Eh kamu, Ken. Aku lagi menghafal ini buat besok. Kamu ngapain kesini? Ma
readmore Bab 27 Mampet
"Sudah, Tuan. Semua sudah saya lakukan sesuai perintah." ucap Oliver. Pria paruh baya itu tersenyum
readmore Bab 28 Firasat
Mereka segera kembali melewati jalur dan rute yang mereka lewati tadi. Menaiki bebatuan, tanjakan, m
readmore Bab 29 Selamat
Sejujurnya sudah sejak tadi Kenneth mencoba menyelamatkan Kania, namun karena mengetahui mereka terj
readmore Bab 30 Bertemu teman lama
"Makasih ya, kalian semua sempat-sempatnya datang kesini. Padahal besok juga aku udah masuk lagi." u
readmore Bab 31 Nikah?
Tiba-tiba Kania membuka kedua matanya seperti memicing. Matanya lengket sekali hingga susah untuknya
readmore Bab 32 Peka
Mereka saling malu-malu ketika ditanya seperti itu dan lebih cenderung tertawa untuk menutupi rasa m
readmore Bab 33 Lelaki brengsek
Ia hanya tidak ingin berharap terlalu berlebihan. Karena menaruh harapan terlalu banyak pada sesuatu
readmore Bab 34 Bersamamu
Bahkan sewaktu masih di kafe tadi, Kania tampak diam saja ketika ditanya oleh Vega maupun Gina. Diri
readmore Bab 35 Bianglala
"Apa?" tanya Kenneth ikut mengunyah es kepalnya. "Tipe wanita idaman kamu seperti apa?" tanya Kania.
readmore Bab 36 Ketakutan
Beberapa saat kemudian, Kania dan Kenneth kini sudah masuk ke dalam kabin bianglala. Mereka duduk be
readmore Bab 37 Kekhawatiran
Di depan meja kerjanya. Kania duduk seraya mengerjakan sesuatu didepan komputernya. Ia sedang menuli
readmore Bab 38 Wabah
Tujuan tempat liputan Kania hari ini adalah daerah yang terkena wabah penyakit misterius, tepat di s
readmore Bab 39 Simpatik
"Separuh perjalanan saya tempuh dengan mengendarai sepeda." ucap Kenneth "Sepeda? Punya siapa?" tan
readmore Bab 40 Ini pasti salah
"Lebih bagus sih. Pahalanya double." ucap Mirza nyengir. Mendadak Kania menghentikan jalannya, ia ber
readmore Bab 41 Bertahan hidup
Lalu bagaimana bisa Kania sembuh dari penyakit yang belum ada obatnya itu?! Kenneth sempat kembali la
readmore Bab 42 Jalan jalan
"Dih, orang gila mana yang rela naro tulisan jomblo di atas kepalanya?" tanya Mirza. "Lo." tunjuk Nar
readmore Bab 43 Membuatnya paham
Kania iseng melihat ada pesan obrolan dari Mirza, Reni dan juga Indah. "Gimana keadaan kamu? Semoga l
readmore Bab 44 Tetaplah hidup
A.F langsung tertawa saat mendengar perkataan yang menurutnya konyol itu. Setidaknya itu agak sediki
readmore Bab 45 Dibawah pohon sakura cinta bersemi
"Bego banget huaaa! Gue ngerasa bersalah banget sama Kaniaa!" rengek Nara. "Udahlah ngapain kita kaya
readmore
ok sangat menarik
09/02
0I like
26/08
0i like
06/08
0Waw bagus bangetttttt ceritanyaaa😍😍😍
30/06
0baguss bangett
26/06
0keren keren
24/06
0bagus aaaaha
20/04/2025
0bagus
01/04/2025
0bagus
23/03/2025
0bgus
20/03/2025
0