Total : 35Bab 1 Awal Mula
Tanah Jawa pada masa itu. "Jangan lari atau aku akan menangkapmu!" Terdengar suara seorang anak laki-
readmore Bab 2
Kepulangan
Hiruk pikuk terdengar seantero tempat ini. Hilir mudik orang beraktivitas sejak subuh tadi hingga si
readmore Bab 3 Pertemuan Pertama
Bunyi denting musik mengalum mengiringi sang penari yang gemah gemulai memainkan tangan. Semua mata
readmore Bab 4 Hasrat Sang Raden
Wijaya menatap satu per satu para prajurit yang sedang melakukan latihan kanuragan hari ini. Dia sen
readmore Bab 5 Pemohonan
Sekar berlari menuju pondok dengan langkah terseok-seok. Untung saja kembannya tidak tersangkut. Air
readmore Bab 6 Restu
Rahang Wijaya mengeras saat mendengar penuturan Daksa yang meminta izin untuk menikahkan putrinya. L
readmore Bab 7 Pertunangan
Pendopo ramai dengan orang hilir mudik menyiapkan acara pertunangan Sekar dan Kamandanu. Sekalipun h
readmore Bab 8 Midodareni
Sekar berdiam di kamar sambil mengintip dari balik pintu. Di luar pondok sampai halaman ramai dengan
readmore Bab 9 Pupus
Tangis Sekar menggema di ruangan itu. Pernikahan yang direncanakan akan dilagsungkan pagi ini batal
readmore Bab 10 Pernikahan
Keraton berpesta pora. Dua bulan setelah batalnya pertunangan Sekar dan Kamandanu, hari ini pendopo
readmore Bab 11 Penugasan
Sekar menunduk saat mendengarkan penjelasan mengenai tugas baru yang akan dia emban. Kemarin, salah
readmore Bab 12 Pindahan
Ratih membantu putrinya membawa barang-barang, setelah mereka berdua menghadap ratu. Akhirnya Sekar
readmore Bab 13 Jebakan
Hampir enam bulan lamanya Sekar menjadi pelayan pribadi Prameswari. Segala macam perlakuan dia terim
readmore Bab 14 Final
Sekar menunduk selama sidang berlangsung. Dia berusaha membantah semua yang dituduhkan, tetapi usaha
readmore Bab 15 Malam Pertama
Wijaya menatap istrinya dengan penuh hasrat. Rasanya dia sudah tidak sabar ingin memeluk Sekar dan m
readmore Bab 16 Panglima Masih Hidup
"Aarrgh!" Sebuah terikan terdengar di malam hari, sehingga membuat seisi pondok terbangun. "Ada apa,
readmore Bab 17 Ketahuan
Kamandanu berjalan pelan keluar hutan menuju kota dengan memanggul sebuah karung. Jaraknya cukup jau
readmore Bab 18 Sebuah Rencana
"Siapa laki-laki itu? Apa Kangmas mengenalnya?" tanya Sekar saat melihat suaminya berkali-kali menol
readmore Bab 19 Perjalanan
Roda kereta yang Kamandanu tumpangi bersama Handaru berderak saat melindas bebatuan. Mereka menatap
readmore Bab 20 Kembali
Kamandanu memasuki keraton dengan gugup. Tangannya berkeringat dingin. Selama di perjalanan tadi, d
readmore Bab 21 Misi Rahasia
Kamandanu bergegas memasuki penginapan setelah mengembalikan kuda. Laki-laki itu bukannya tidak tahu
readmore Bab 22 Licik
Dua pengawal istana itu menatap Kamandanu dan Handaru dengan lekat. Itu membuat jantung mereka berde
readmore Bab 23 Curiga
Sekar berjalan dengan cepat menuju istal karena merasa rindu dengan ayahnya. Semenjak menjadi selir,
readmore Bab 24 Kemarahan Raden
Sekar membuka pintu kamar dengan perlahan, dan merasa lega saat mendapati ruangan itu kosong. Wanita
readmore Bab 25 Selongsong Pedang
Hari ini raja membuat perjamuan makan dengan mengundang semua penghuni keraton. Kerajaan sebelah bar
readmore Bab 26 Kesetiaan
Sudah tiga hari Wijaya sakit dan banyak yang datang menjenguknya, kecuali Sekar. Dia masih berdiam d
readmore Bab 27 Pertolongan
"Sepertinya benda itu sangat berarti untukmu, Kisanak." Kamandanu terkejut dan segera menyembunyikan
readmore Bab 28 Pulang
Selama tiga hari Kamandanu dirawat di rumah Daksa, selama itu pula Sekar tak mengetahui apa pun. Wij
readmore Bab 29 Bukti Baru
Kamandu memegang dadanya yang berdebar kencang. Saat Daksa mengatakan bahwa Sekar tiba-tiba datang b
readmore Bab 30 Kecewa
Kamandanu menatap secarik kain yang dia temukan di hutan. Simbol yang tergambar di sana membuatnya l
readmore Bab 31 Penyerangan
Kamandanu menarik tangan Handaru dan membekap mulutnya. Lalu, menyeret anak itu agar menjauh dari ke
readmore Bab 32 Pewaris
Sekar menatap burung-burung yang sedang berkicau di dahan pohon. Pikirannya melayang entah ke mana.
readmore Bab 33 Wira
"Raden, hati-hati! Nanti Raden terjatuh." Kamandanu tergopoh-gopoh mengejar anak laki-laki yang sejak
readmore Bab 34 Pertemuan
Derap kaki kuda yang berlari menembus jalanan menarik perhatian warga sekitar. Apalagi Semua penungg
readmore Bab 35 Hidup Baru (Ending)
Arya menatap Kamandanu dengan tajam sembari berkacak pinggang. Lelaki itu sudah siap jika sewaktu-wa
readmore
sangat bagus
11/04
0bagus banget
19/07
0bagus banget
04/05/2025
1bagussss bgttttt kak suka dehhh
29/04/2025
0menarik
24/04/2025
0ceritanya bagus dan seru bangetttt membacanya selalu penuh dengan kejutan💪💪
25/03/2025
0ddffed
13/03/2025
0selir selir
26/02/2025
0mantap
13/02/2025
0bagus
22/01/2025
0