Total : 641. Alhamdulillah
Chandani itu seperti berlian. Dia kuat, cantik dan berharga. Cantik tak hanya paras. Ketangguhan dal
readmore 2. Insyaallah
Setelah mengantarkan para tamunya keluar, Chandani pun segera kembali ke ruangan. Dia berjalan semba
readmore 3. Lamaran
Bakda Maghrib, Chandani, Miranda, dan Alia pun sibuk memasak di dapur untuk acara makan malam nanti.
readmore 4. Cobaan
Miranda mengetuk pintu kamar Chandani berulang-ulang. Dia ingin memastikan sang anak tidak apa-apa m
readmore 5. Laku
Darma menderita sakit jantung koroner dan satu-satunya cara untuk menyembuhkannya saat ini adalah de
readmore 6. Kepedihan
"Canda, aku pamit pulang." Yusuf. "Oh? Iya, Mas. Aku antar ke depan, yah." "Hmm." Yusuf setuju. Belu
readmore 7. Kepedihan 2
"Ampun, Dad. Maafkan aku," mohon James meminta ampun supaya Daniel berhenti menghajarnya. Sekujur tu
readmore 8. Pilu
Masih teringat jelas percakapan ibu dan ayahnya dulu saat memutuskan untuk pindah ke Bandung. Itu se
readmore 9. Penyakit hati
Chandani masuk ke ruang ICU tempat ayahnya dirawat lengkap menggunakan protective dress. Hatinya ter
readmore 10. Kenakalan Alia
Pagi ini Chandani dan Alia hanya sarapan berdua, karena Miranda tengah menemani Darma di rumah sakit
readmore 11. Kerinduan
Chandani dan Alia berada di jok belakang mobil Aldebaran menuju perjalanan pulang. Hening, begitulah
readmore 12. Ikatan
"Jadi, dikemanakan uang satu juta dollar itu? Saya hanya memintanya sedikit untuk membeli tambahan b
readmore 13. Egoisku
"Bunda!" Alif berlari ke arah Chandani yang baru saja keluar dari mobil. Chandani berjongkok untuk m
readmore 14. Gelapku
Lima tahun yang lalu. Setelah kejadian memalukan malam itu, aku dan keluarga pindah ke Bandung. Kami
readmore 15. Gelapku 2
Pagi ini aku termenung kala mendengarkan curhatan Chandani. Dia mengeluh mual dan muntah setiap kali
readmore 16. Ratapan
Sesampainya di rumah sakit, Chandani langsung mendapatkan penanganan medis. Selesai melakukan admini
readmore 17. Teman Baru
"Assalamualaikum." Darma membuka pintu kamar rawat inap sang anak lalu masuk dengan Miranda mengekor
readmore 18. Love Yourself
Satu minggu kemudian, kondisi Chandani sudah mulai membaik. "Sudah?" tanya Miranda heran. "Sudah, Ma.
readmore 19. Takdir
"Mama tinggal, ya. Teteh istirahat saja." Chandani sudah berada di rumahnya. Tadi pagi dia diizinkan
readmore 20. Takdir 2
"Tujuan hidup manusia itu tak lain dan tak bukan ialah untuk beribadah kepada-Nya. Menjalankan semua
readmore 21. Keberanian
"Ma, Mama!" panggil Chandani seraya menuruni tangga. "Ish, Mama ke mana, sih?" Dia ngedumel. Chandan
readmore 22. Jatuh sayang
Saat mereka sampai di depan masjid, keadaan halaman sudah dalam keadaan kosong, sepi. Yusuf memasuki
readmore 23. Tinggal bersama
Karut marut jiwa nelangsa Diselimuti takdir menyisit luka terbungkus keikhlasan kala Sang Pemilik Rag
readmore 24. Kupu-kupu Surga
Anak adalah kupu-kupu surga *** Chandani dan Alif baru saja sampai di kediaman Darma. Di sana sudah a
readmore 25. Tamu tak diduga
Sebulan sudah Darma mendapatkan perawatan di rumah sakit dan hari ini dia diizinkan pulang. Chandani
readmore 26. Risau
"Gimana keadaan Om, sekarang? Udah enakan?" Aldebaran bersopan santun. "Alhamdulillah, James. Suasan
readmore 27. Haram
Tidak semua yang lahir dari sebuah dosa itu haram *** "Yah, kita mau ke mana?" Alif menengadah menatap
readmore 28. Ayah
Orang-orang beranggapan kalau kasih sayang ayah terhadap anaknya tak sebesar kasih sayang ibu. Hal i
readmore 29. Penculik
Chandani terpaku sejenak mendengarkan penjelasan Aldebaran. Lalu menyahut dengan mimik wajah hambar.
readmore 30. Kekuatan Ibu
Anak itu sumber kekuatan seorang ibu *** Di halaman belakang rumahnya, Chandani tengah fokus membaca s
readmore 31.. Korupsi
Chandani tengah dalam perjalanan menuju kantornya. Hari ini dia memutuskan untuk datang lebih pagi k
readmore 32. Penguntit
Alisia menghampiri Chandani dengan terpogoh-pogoh. "Canda ... wait! Lo istirahat di mana, sih? Gue t
readmore 33. Jalan-jalan
"Persiapannya tinggal dua puluh persen lagi dan diperkirakan akan rampung tepat waktu, Tuan," lapor
readmore 34. Bom waktu
Sepulang dari rumah sakit, Chandani tak lantas beristirahat. Dia tak sabar ingin membaca berkas yang
readmore 35. Gundik
Indahnya mencintai Allah dan segala takdir-Nya *** "Astagfirullahaladzim." Chandani segera beranjak da
readmore 36. CPR
"Tuan mau ke mana?" tanya Andy yang melihat Aldebaran berpakaian rapi. Aldebaran telah melepaskan se
readmore 37. Tidak sendiri
Andy memapah Aldebaran menuju ruangan kerja, lalu membantunya untuk duduk di sofa panjang yang nyama
readmore 38. Prasangka
"Saya harus menyusulnya," ucap Aldebaran lalu bangun dari peraduan. "Jangan, Tuan. Tuan masih lemah.
readmore 39. Timpang
"Apakah Anda tahu, mengapa Anda ditangkap?" Chandani diam membisu. Dia enggan menjawab pertanyaan ap
readmore 40. Gelisah
"Apa? Kenapa kamu nggak kabari saya dari siang?" [Maaf, Pak. Ini salah saya.] Andy pusing. 'Bodoh! ken
readmore 41. Bersadrah
"Bu Chandani dituduh telah menggelapkan uang perusahaan sebesar empat koma lima milyar Rupiah. Belia
readmore 42. Pertolongan
"Makasih sudah mengantar saya pulang." Suara Chandani lembut. Dia berusaha dengan keras untuk terlih
readmore 43. Pendosa
"Teh, pas malam pulang jam berapa?" tanya Alia sambil menyinduk nasi di depannya. "Em malem, Dek. Ken
readmore 44. Kebencian
Aldebaran sedang tidur sambil menggigil. Tampak sakit yang dideritanya kian parah karena Aldebaran t
readmore 45. Kepala Karang
"Di mana tas itu? Kok, nggak ada?" gumamnya. Chandani tengah sibuk mencari tas jinjing berwarna coke
readmore 46. Bingung
Chandani memiliki niat untuk menjenguk Aldebaran. Namun, sangat disayangkan, tumpukan pekerjaan sela
readmore 47. Bersusah hati
"Bunda, aku lapar," keluh Alif sambil memegangi perut mungilnya. "Eh, lapar?" Aisyah sedikit terkejut
readmore 48. Sedekat itu
Hari libur pun berlalu. Chandani kembali disibukkan dengan rutinitasnya. Dia bangun pagi, salat, sar
readmore 49. Persidangan
Hari persidangan pun datang. Chandani memenuhi undangan pengadilan ditemani ibu dan ayahnya. Sebelum
readmore 50. Tikus
"Apakah Anda menerima dakwaan dari Jaksa?" Hakim Ketua bertanya pada Chandani. "Tidak, Yang Mulia," j
readmore 51. Jodohkan kami
"Aku balik ke kantor, ya." Yusuf. "Iya, Mas. Makasih udah hadir dan memberiku dukungan." "Sudah seharu
readmore 52. Gunjingan
Chandani tidur menyamping sambil menepuk-nepuk kaki Alif yang tampak sudah mulai mengantuk. Dia ters
readmore 53. Penipu
Hakim ketua mempersilakan Fahri untuk duduk bersaksi. Sebelum menyampaikan kesaksiannya, Fahri dihar
readmore 54. Kesenangan
[Setelah saya cek, isinya memang benar berkas-berkas keuangan IT dari bulan Juli tahun lalu ke belak
readmore 55. Dugaan
Aldebaran dan Chandani masih mencari Alif yang telah kabur dengan berpencar supaya cepat ditemukan.
readmore 56. Istikhamah
"James, untuk apa kamu membawa kami ke sini? Di mana Alif dan Chandani?" tanya Darma bingung. Semula
readmore 57. Bajingan
"Saya menyesal." Aldebaran terdiam sekejap dengan kepala tertunduk. "Saya nggak bisa berhenti memiki
readmore 58. Petunjuk
"Fahri, kamu masih mempunyai kesempatan untuk menghentikan tindakan bodoh ini. Lepaskan saya dan say
readmore 59. Kedua kalinya
Dikarenakan peralatannya yang kurang lengkap, Detektif Irwan pun menghubungi salah satu rekannya yan
readmore 60. Anak
Di mobil, Aldebaran segera menghubungi Aisyah, ibunya. Dering pertama panggilannya langsung diangkat
readmore 61. Terakhir kalinya
Pukul dua dini hari saat jasad Alif tengah di-otopsi, Andy pun datang bersama Sultan. "Tuan, saya tur
readmore 62. Ikhlas
Setelah mendapatkan kabar Chandani siuman, Aldebaran tidak langsung menjenguknya dikarenakan sakit.
readmore 63. Kalang kabut
Siang ini Aldebaran bersama Sultan dan Andy pergi ke rumah sakit Hasan Sadikin. Dia mendapatkan kaba
readmore 64. Maaf
"Sa … saya … gapapa, Canda." Aldebaran terbata sebab kesulitan bernapas serta nyeri hebat di bagian
readmore
baguss
10/12
0bagus 👍👍👍👍
22/04/2025
0I love this
17/01/2025
0sangat bagus
18/12/2022
0🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
18/12/2022
0🧚♀️😻
18/12/2022
0Sangat bagus
18/12/2022
0cerita ini sangat menginfirasi
18/12/2022
0BGUS HIHII
18/12/2022
0oke bgt
18/12/2022
0