Overview
|Catalog
- Tag(s):
- Fantasi
- Pornografi
- Supranatural
Kenapa mereka menginginkan kekuatanku? Apa yang mereka cari sebenarnya? Ke manakah jalan gelap tak berujung ini menuju? Apakah ada yang akan menyelamatkanku? Dua lelaki yang mengisi hatiku, Raymond dan William. Haruskah aku memilih di antara mereka? Siapakah yang memahami diriku, yang memperlakukanku dengan tulus, dan mencintaiku apa adanya? Ini kisah hidupku, Anna, seorang wanita muda yang memiliki kemampuan sebagai medium. Aku bagaikan spons yang menyerap segala hal yang tak kelihatan: isi hati, roh, kekuatan, makhluk gaib.
Last Update
Editor´s Choice
Recommendation
Book Comment (125)
- Total: 127
Chapter 1 Pura-pura Jadi Pacar
Kedua tanganku mencengkeram tepi meja sampai buku tangannya memutih. Aku berusaha keras menahanChapter 2 Hari Pertama
Aku setengah mati menahan kegelisahan saat siang menjelang. Sebentar lagi jam sebelas dan aku beChapter 3 Minggu yang Cerah
Pagi-pagi sekali aku sudah terbangun. Setelah mengisi perut dengan dua potong roti dan segelas sChapter 4 Semakin Dekat
Aku menatap lorong kecil di sisi lift dengan sengit. Kenapa makhluk ini senang sekali menggangguChapter 5 Dia Cemburu?
Meeting bersama teman Raymond berlangsung hangat. Kami mengobrol di ruangan private restoran supChapter 6 Dia Melihatnya
"Serius, Pak, dia belum datang," kataku pada seseorang di telepon.
"Ah, kalian selalu saja koChapter 7 Janji Raymond
Insiden kecil tadi membuatku sangat sadar akan kehadiran Raymond. Aku selalu mengambil jarak minChapter 8 Tiada Lagi Batasan
Entah apa yang membuat hari ini berbeda dari hari lainnya. Aku memakai eyeliner dan blush on. AkChapter 9 Buah Penantian
Seorang Raymond terlihat begitu sempurna di mataku. Sepasang matanya yang tajam, hidung yang kokChapter 10 Sepasang Kekasih
Diam-diam aku melirik Raymond yang sedang sibuk mengetik sesuatu di laptop. Hari ini dia memintaChapter 11 Dia yang Dominan
Sabtu pagi-pagi sekali Raymond sudah mendatangi apartemenku. Aku tidak dapat memberikan alasan uChapter 12 Dia Mengambilnya
Aku berusaha menghindar, tapi tenagaku tidak sebanding dengan Raymond. Dia menahanku di tempat tChapter 13 Lamaran
Raymond tidak menepati janjinya. Sore ini dia menarikku masuk ke ruang istirahat dan berbuat sekChapter 14 Posesif
Pagi-pagi aku terbangun dan terkejut karena ada lengan melingkar di tubuhku. Ingatanku belum sepChapter 15 Gaun dan Cincin
"Pastikan gaunmu mudah dilepas...," bisik Raymond sebelum aku masuk ke fitting room bersama asisChapter 16 The Garden
Badanku pegal-pegal. Aku menggeliat seperti kucing. Raymond masih terlelap di sampingku bertelanChapter 17 Pesta Sabtu Malam
Sabtu sore ini aku akan menghadiri acara reuni bersama Raymond. Sedari pagi kekasihku yang posesChapter 18 Jangkar Dunia Nyata
Pemandangan dari lantai tiga puluh terlihat menakjubkan, berbeda sekali dengan pemandangan dariChapter 19 Ketua Lee
Pagi diawali dengan aneh. Baru saja melangkah keluar dari lift kakiku tersandung sesuatu. Aku jaChapter 20 Lelaki Asing dalam Mimpi
Sore hari ketika tiba di apartemen Raymond membopongku ke dalam kamar. Aku yang terkejut terlambChapter 21 Kebimbangan
Menghadapi dua lelaki membuatku kelelahan secara fisik dan mental. Setelah tiga hari aku benar-bChapter 22 Hati yang Goyah
Aku terbangun saat matahari telah bersinar terik. Beberapa hari terakhir siang dan malam berlaluChapter 23 Kembali Bekerja
Istirahat beberapa hari membuat tenaga dan semangatku pulih seperti sedia kala. Ditambah lagi RaChapter 24 Wanita Lain
"Sepertinya aku harus menyimpan kamu dalam kantong baju supaya tidak ada yang bisa menyentuhmu." RayChapter 25 Kenyataan Pahit
Pagi-pagi sekali Raymond sudah mandi dan berpakaian rapi. Aku mengamati pergerakannya dari tempat tiChapter 26 Bersembunyi
Ketika malam tiba William meninggalkanku sendiri di kamar. Aku menghargainya yang tidak memaksaChapter 27 Membentengi Diri
Hari ini aku membiarkan handphoneku mati. Aku tidak ingin berhubungan dengan siapa pun. Aku mengChapter 28 Mencuri Hati
Malam ini aku membiarkan William tetap berada di kamarku. Dia melakukannya dengan senang hati dan tiChapter 29 Secercah Harapan
Pagi kembali tiba. Kami tidur begitu nyenyak sampai tidak menyadari room service telah mengantarChapter 30 Mulai Melangkah
"Rencanaku adalah seminggu setelah tiba di sini aku akan membawamu pulang. Sekarang sudah empat hariChapter 31 Gangguan di Hotel
Setelah makan malam di restoran hotel, aku dan William kembali ke kamar masing-masing untuk beriChapter 32 Meninggalkan Semuanya
Pagi hari William terbangun lebih dulu. Entah ada urusan apa hari ini, saat aku bangun aku tidakChapter 33 Tiba di Rumah
Dua jam kemudian pesawat mendarat di bandara tujuan. Jari-jari kami bertautan sepanjang menyusuri baChapter 34 Mengejar Anna
(POV Raymond)
Melihat Anna bersama dengan William di bandara membuatku gila! Kalau bukan karena dChapter 35 Pondok Tepi Laut
"Good morning, Anna...."
Aku tersentak bangun oleh bisikan lembut di telingaku. Begitu membukChapter 36 Celah Hati
Teriknya sinar matahari membuat kulitku sedikit memerah. Setelah sepanjang siang bermain di lautChapter 37 Menghapus Kenangan
"Anna, biarkan aku menghapus kenangan burukmu akan lelaki itu," pinta William.
Kami sudah selChapter 38 Membentengi Pikiran
Pelatihan yang diberikan William membuatku kelelahan secara mental. Aku bahkan tidak tahu sudahChapter 39 Bertemu Ketua Lee
(POV William)
Aku tahu seharusnya tidak mengambil ingatan Anna tentang masa hidupnya bersama RaymChapter 40 Berita Baik
(POV William)
Begitu melihat Anna yang sedang berselonjor santai di tempat tidur, aku segera menghampChapter 41 Pendarahan Ringan
Pagi ini aku terbangun dengan nyaman. Tidurku semalam nyenyak tanpa diganggu mimpi. Saat aku memChapter 42 Kembali...
(POV Raymond)
Setelah percakapan singkat dengan William, aku semakin yakin kalau Anna ada di tangannyChapter 43 Bed Rest
Beristirahat sepanjang hari sangatlah membosankan. Aku bersyukur William menemaniku hampir sepanjangChapter 44 Putra Ketua Lee
Dua minggu setelah kunjunganku ke dokter, pendarahanku sudah berhenti. Namun William bersikeras untuChapter 45 Mencari Anna
(POV Raymond)
Aku sangat merindukannya.
Itulah yang kurasakan saat bertemu dengan kekasihku yang telahChapter 46 Ingatan yang Terbuka
Tubuhku tidak berhenti gemetar meskipun William sudah membuat Raymond tergeletak tidak sadarkan diriChapter 47 Mengejar Lagi
(POV Raymond)
Dia mengingatku! Anna mengingatku! Aku yakin sebab cara dia menatapku sama persis seperChapter 48 Kehidupan Baru
Untunglah William berinisiatif mempercepat kepergian kami, kalau tidak Raymond pasti akan berhasil mChapter 49 Gerakan Kecil
Tidak terasa sudah tiga bulan kami berada di negara ini. Aku sudah terbiasa dengan iklim yang panasChapter 50 Bertemu Kembali
(POV orang ketiga)
Seorang wanita cantik berambut panjang rebah terlentang di atas tempat tidur. SepaChapter 51 Sergapan Raymond
Hati dan pikiranku tidak tenang sejak kedatangan Raymond. Memang, aku dan William sudah mengetahui bChapter 52 Satu Roh
Hal pertama yang kulakukan saat tiba di rumah: mandi. Tubuhku terasa kotor karena sentuhan Raymond.Chapter 53 Pertarungan Dalam Mimpi
William menatapku dalam-dalam. Pikirannya dilintasi oleh pertanyaan dan jawaban sekaligus. Dia menebChapter 54 Karenina
Akhirnya saat itu tiba!
Awalnya aku mengira semua akan lancar karena kami sudah mempersiapkan sejak bChapter 55 Dia Pergi
"Mama."
Suara yang keluar dari bibir merah mungil itu begitu menggemaskan. Aku terkejut dan bahagia mChapter 56 Dia yang Tinggal
Suara itu muncul lagi. Seperti setetes air yang jatuh dan menimbulkan riak di permukaan yang tenChapter 57 Tekad Raymond
Peristiwa semalam tak berbekas di wajahku, namun memiliki tempat dalam hatiku. Aku membentengi dChapter 58 Ancaman
Harapanku adalah setelah pulang ke rumah, kami bertiga—aku, Karenina, Adelia—akan menjalani hariChapter 59 Cincin
Aku berada dalam kondisi terlemah sepeninggal William. Aku benci keadaan ini, terlebih karena RaChapter 60 Katarsis
Kebencianku terhadap Raymond adalah sesuatu yang kuciptakan sebagai perlindungan diri. Awalnya hal iChapter 61 Melamar Lagi
"Kamu tidak berubah... Kamu masih Anna-ku yang dulu...," bisik Raymond setelah pelepasan kesekian kaChapter 62 Kemampuan Karenina
Pagi ini aku dikejutkan oleh suara jeritan Karenina. Aku melompat turun dari tempat tidur dan berlarChapter 63 Roh yang Kembali?
Malamku kini selalu kuhabiskan bersama Raymond. Kamarnya menjadi kamar kami, sementara Karenina memiChapter 64 Kesibukan Adelia
Aku terbangun dengan rasa sakit di kepala. Aku menoleh. Karenina masih terlelap dengan senyum di bibChapter 65 Makan Siang
Siang tiba. Sesuai janjinya Raymond pulang. Hal pertama yang dia lakukan saat melihatku adalah mChapter 66 Pernikahan
Hari yang ditentukan telah tiba. Mansion Lee terlihat sibuk. Pelayan-pelayan telah menghias halaChapter 67 Berkemas
"Sepertinya aku harus menengok perkebunan. Timmy sendiri kewalahan mengurus semuanya." Aku tengah meChapter 68 Pulang ke Perkebunan
Langit sudah gelap ketika mobil yang membawa kami tiba di perkebunan. Adelia dan Karenina memilih puChapter 69 Si Penyamar
Raymond menatap Adam seolah ingin menelannya hidup-hidup. Sedetik kemudian dia mencengkeram kerah paChapter 70 Mencari Jalan
"Bagaimana caranya menemukan orang yang sudah mati? Pasti ada orang kuat di belakangnya." Raymond beChapter 71 Bakat Tak Terasah
Aku menatap Raymond dengan sebal. Lelaki itu bersikap seolah tidak terjadi sesuatu di ruang makan. DChapter 72 Rosaline
Sesosok wanita cantik berdiri di hadapanku. Tatapannya sangat lembut penuh kasih, seolah dia bukan rChapter 73 Penyelamatan
(POV orang ketiga)
Raymond tersentak bangun karena suara jeritan nyaring dari kamar yang lain. DiChapter 74 Ingatan yang Hilang
(POV orang ketiga)
Dua minggu berlalu sejak penyelamatan Karenina. Anna yang belum sadar sudah dipindChapter 75 Mengenal Kembali
Aku terkejut setengah mati saat seorang lelaki tinggi besar berjalan keluar dan memelukku denganChapter 76 Kebencian di Masa Lalu
Lagi-lagi kehilangan kesadaran. Aku benci kenapa diriku selemah ini. Bahkan saat sedang tidak saChapter 77 Manifestasi
Aku memperhatikan Karenina berceloteh riang menceritakan apa yang dia gambar kepada Raymond. LelakiChapter 78 Kembali ke Mansion
Kami mendarat di negara S dalam hitungan jam. Kali ini Adelia tidak ikut karena seperti diriku, diaChapter 79 Merencanakan
"Kita perlu mencari tempat tinggal dekat kota, supaya dekat dengan sekolah, juga dekat dengan pekerjChapter 80 Menikmati Hari
Raymond membawa kami ke sebuah restoran chinese yang mewah. Aku sempat terheran kenapa restoran sebeChapter 81 Mulai Berlatih
"Ketua Lee masih berani datang... Itu berarti orang yang menggerakkannya memiliki kekuatan besar," kChapter 82 Belenggu Jiwa
Makan malam kami lalui tanpa banyak bicara. Aku senang melihat Karenina makan dengan lahap. Aku sendChapter 83 Tempat Tinggal Baru
Pagi-pagi sekali aku sudah sibuk membangunkan dua orang kesayanganku, Raymond dan Karenina. Aku memaChapter 84 Bebas!
"Raymond, lihat aku." Aku menangkup wajah Raymond. Bayangan hitam telah merambat mencapai lengan ataChapter 85 Roh Menginginkan Tubuh
Pemikiran itu membuatku tidak tenang. Ketua Lee menginginkan tubuh Raymond? Jika dipikirkan memang mChapter 86 Melatih Karenina
Keberhasilan Raymond semalam menambah optimisme dalam hatiku. Aku percaya dia akan bertambah kuat daChapter 87 Dia Masih Hidup
Keesokan hari kami bertiga mengunjungi sekolah. Raymond berbicara dengan suster kepala supaya mengijChapter 88 Sandera
"Bagaimana kabarmu?" tanya William. Kami berdua berjalan di taman yang sepi. Lengannya merangkulku dChapter 89 Terungkap
Malam tiba. William menyuruhku mandi dan memberiku pakaian yang lebih pantas. Aku tahu dia melakukanChapter 90 Menyelamatkan Jiwa
Semuanya terjadi begitu cepat. Aku tahu William sedang melakukan sesuatu terhadap Raymond. Kami haruChapter 91 Keluarga Kecil
"Nina, berhentilah bergerak selama lima detik," cetusku. Aku sedang berusaha mengikat rambut panjangChapter 92 Hidup Normal?
Aku menikmati kehidupan normal bersama Raymond dan Karenina. Baiklah, mungkin tidak tepat jika kukatChapter 93 Belum Memaafkan
Tiba di lantai lima puluh satu tanganku masih gemetar. Karenina sudah sibuk bermain. Raymond memChapter 94 Upaya Kehamilan
"Istirahat dulu...," pintaku dengan nafas terengah.
"Sudah menyerah?" Raymond masih bersemangat.
"KamuChapter 95 Bertahan
Operasi kecil Raymond berjalan baik. Kondisi tubuhnya bagus sehingga tidak terjadi efek samping buruChapter 96 Terkurung Dalam Pikiran
Aku tidak menepis tangan William, juga tidak lagi melangkah mundur. Entah apa yang menahan kedua kakChapter 97 Dua Minggu Lagi
Pagi hari aku terbangun dengan tubuh kaku. Raymond dan Karenina masih tidur nyenyak. Perlahan aku beChapter 98 Persekutuan Lawan
Satu minggu berikutnya kami mengunjungi dokter. Kali ini Karenina tidak mau ditinggal, maka RaymondChapter 99 Perpisahan Abadi
Aku menilai situasi dengan cepat. Jumlah pihak lawan jelas-jelas tidak sebanding dengan pihak kami.Chapter 100 Berduka
Aku tidak percaya William mengungkit peristiwa kematian palsunya di tengah dukaku. Kemarahanku memunChapter 101 Tetap Hidup
Upacara pemakaman berlangsung khidmat. Sepanjang proses tersebut aku menatap nanar peti mati yanChapter 102 Persiapan
Mimpi semalam bersama William membuatku membersihkan diri berkali-kali. Itu pun belum cukup karena aChapter 103 Pemimpin Baru
Begitu tiba di negara S, hal pertama yang kulakukan adalah mengumpulkan bawahan Raymond yang masih sChapter 104 Berusaha Bebas
Terbangun secara paksa sangat tidak mengenakkan. Kepalaku berputar. Sejenak aku rebah di tempat tiduChapter 105 Langkah Pertama
Keesokan pagi aku terbangun dengan kepala berat. Saat melihat bayangan diriku di cermin aku terkejutChapter 106 Lelaki Gipsi
Seharusnya aku sudah bisa menebak, kehadiran seorang gipsi dapat membawa berkat atau kutuk, atau bahChapter 107 Berusaha Menghindar
Apa itu barusan? Pernyataan cinta? Omong kosong! Tidak ada lelaki yang menyatakan cinta setelah dianChapter 108 Dia Kembali
Kuakui segala beban di hatiku menjadi lebih ringan setelah bercinta. Aku bersandar kelelahan di dadaChapter 109 Mutualisme
"Apa??" Aku merasa salah dengar.
"Biarkan aku jadi pendampingmu," ulang William.
Aku tertawa terbahak-Chapter 110 Tidak Pada Tempatnya
Aku berusaha fokus mendengarkan laporan Adam. Sedikit lebih sulit karena makhluk bernama WilliamChapter 111 Tipu Daya
Khawatir tidak akan bisa menahan diri jika membiarkan William membuntutiku ke apartemen, aku menChapter 112 Kenangan Dua Lelaki
William memenuhi janjinya untuk membantuku menghadapi Xavier. Kami bertiga duduk berhadapan di rChapter 113 Perasaan yang Tersembunyi
Kenapa lelaki boleh tidur dengan banyak wanita dan merasa bangga, sementara hal tersebut tabu baChapter 114 Perkebunan
Setelah mengetahui perasaan William tidak serta-merta aku membiarkannya masuk ke dalam hidupku. EnakChapter 115 Memberi Kesempatan?
"Kamu gila?" sergahku.
"Anna, kamu sudah tahu perasaanku. Aku tidak pernah membuka bagian yang tersemChapter 116 Penyamar
Tinggal selama beberapa hari di perkebunan membuatku merasa lebih sehat. Pikiranku juga jadi lebih jChapter 117 Menghadapi Musuh
"Pakailah pelindung supaya aku tenang...," gerutuku saat pergumulan penuh semangat telah selesai.
"TiChapter 118 Dragon Lee
"Well, well, putraku punya selera yang bagus."
Aku mengernyit saat lelaki yang memiliki wajah dan posChapter 119 Ayah Timothy
Udara di dalam kamar bertambah dingin. Aku dan Adelia bertatapan seperti dua ekor singa betina yangChapter 120 Penyelamatan
Kehilangan ini menghancurkan semangatku. Seandainya aku mengetahui kehamilanku lebih cepat, mungkinChapter 121 Gadis Kecil
"Perutku tidak sakit. Kurasa aku tidak perlu ke dokter." Aku bergelung nyaman dalam pelukan William.Chapter 122 Menunggu
Selain bermuram durja karena kehilangan Kirana, aku tidak memiliki kesibukan lain. William dan KChapter 123 Timothy Lee
"Kamu tidak sabar untuk membuatku hamil ya...?" Aku terengah setelah sesi bercinta yang penuh seChapter 124 Melenyapkan Pikiran Buruk
Air mata mengalir membasahi pipiku. Aku terduduk di tempat tidur dengan nafas sesak. Mataku melirikChapter 125 Menyandera Diri Sendiri
Angin malam terasa sangat buruk, seburuk suasana hatiku. Sudah sejak pagi aku tegang karena menantikChapter 126 Roh Murni
Langit seolah mengetahui pertikaian yang menanti untuk terjadi. Kilat menyambar, melompat dari aChapter 127 Satu Tubuh, Satu Roh
"Lihat, sentuhan sekecil ini saja sudah membuatmu bergairah. Kamu memang wanita jalang," ejek Dragon


















sangat luar biasa
19/03
0seruuu
01/10
0aku baru masuk baca kak aouthor,, semangat buat nulis nya
25/08
0baguss
10/07
0gooddd bgttt kakkk, like this
27/06
0baguss
15/06
0baguss
11/06
0Ceritanya bagus banget😍😍😍
29/05
0GK bisa tarik ahhhh
25/04/2025
0bagus
18/04/2025
0