Adrian harus pura-pura menjadi Pacar seorang CEO yang dingin.
Tugasnya sederhana, setidaknya di atas kertas. Adrian hanya perlu mendampingi Alana di acara-acara sosial kelas atas dan bersandiwara di depan media untuk menjaga reputasi sang CEO. Namun, begitu masuk ke lingkaran elit, hidup Adrian yang tenang berubah menjadi kekacauan total. Ia harus berhadapan dengan kilatan kamera paparazzi, persaingan bisnis yang licin, hingga tekanan dari keluarga Alana yang menuntut kesempurnaan.
Di tengah hiruk-pikuk kepalsuan itu, tembok es yang dibangun Alana perlahan mulai retak. Garis antara profesionalitas dan perasaan pribadi menjadi kabur saat sang CEO mulai menunjukkan sisi posesif yang tidak ada dalam kontrak.
Saat masa kontrak hampir berakhir dan Adrian bersiap kembali ke hidupnya yang sederhana, Alana justru mengajukan revisi kontrak yang paling berbahaya bagi jantung Adrian. Di bawah gemerlap lampu kota, ia memberikan tawaran terakhir:
“Kalau aku minta kamu tetap di sisiku… kali ini tanpa kontrak, apa kamu masih mau?”
YESSS...novel ne sangat ii menarik, masingii punya kekuatan tersendiri, but saya lebih tertarik ngn watak Adrian yg cool, santai tapi membahayakan n punya watak yg tersendiri. I'm your fans for Malaysia, teruskn up novelii cam ne ok. Thumbs up for you Hazuraa.
18h
0
AjaAjit
asu
9d
0
ทั้งหมด: 22
บทที่ 1 Berdasarkan Kontrak
"Poin pertama: respons cepat itu harga mati. Saya tidak mau mendengar alasan baterai habis atau se
บทที่ 2 Seharusnya dia tidak ikut campur.
"Lepasin! Kalian tahu ini tempat apa? Saya teriak sekarang juga ya!" Suasana sore di lobi The Muse
บทที่ 3 Lebih Dari Seorang Tukang
Vera tampak sangat kontras saat ini; manajer yang biasanya tampil tangguh dan penuh wibawa itu sek
บทที่ 4 Jangan tatap aku seperti itu
"Kok bisa? Rasa sesak dan lemasnya hilang total! Kamu sebenarnya punya keahlian apa sih?" Adrian
บทที่ 5 Selasar Retno
Kawasan di sekitar tempat itu adalah definisi nyata dari kuliner legendaris yang tidak murah. Jauh d
บทที่ 6 Semangkuk Sup
Mbak Retno menyipitkan mata indahnya, bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang meremehkan namun pen
บทที่ 7 Seduhan Kedua
"Menurutmu... untuk apa aku melakukan semua ini?" Adrian tertegun sesaat, napasnya tertahan. Pertan
บทที่ 8 Lepaskan Pakaianmu
"Mau ke mana? Cepat sekali. Memangnya mengobrol sebentar denganku semenakutkan itu?" Mbak Retno menc
บทที่ 9 Wanita Sedingin Es
Mendengar permintaan itu, Adrian langsung terdiam kaku di kursinya. "Alana, begini ya... meskipun k
บทที่ 10 Kekasih Sewaan Sang CEO
Begitu pintu lift tertutup, Alana merasa seperti baru saja terjebak di kapal bajak laut. Ia mulai me
บทที่ 11 Pertunangan yang Dipaksakan
"Lana, dengarkan Papa. Menikahkanmu dengan Erlangga itu demi masa depanmu sendiri, berhentilah bersi
บทที่ 12 Pria yang Diremehkan
Seketika itu juga, pergerakan Alana terkunci. Sendok perak di jemarinya nyaris merosot ke lantai. Ma
บทที่ 13 Paviliun Barat
Alana menoleh ke samping, menatap Adrian yang justru terlihat sangat santai menikmati pemandangan
บทที่ 14 Lalat Kecil di Area Parkir
Kedua pria itu saling pandang sejenak, terkejut karena target mereka tidak hanya mengenali nama bos
บทที่ 15 Drama Ruang Tengah Paviliun Barat
Bagaimana tidak syok? *Smart TV* layar lebar berspesifikasi tertinggi yang biasanya terpasang este
บทที่ 16 Intrik di Meja Makan
Bibi Sarah yang melihat itu justru terkekeh kecil dari balik konter. "Aduh, Non Alana, nasi sudah me
บทที่ 17 Pria Asing di Wilayah Keluarga
. Adrian tidak memedulikan lirikan tajam itu. Dengan cekatan, ia langsung mengumpulkan piring-pirin
บทที่ 18 Calon Menantu yang Berani
Ketika semua orang sudah masuk ke dalam rumah, hanya tersisa Adrian dan Guntur di area luar pelatara
บทที่ 19 Logika Korporat
"Saudara perempuan? Tidak ada, Den. Ibu kandung Non Alana berpulang saat Non Alana masih berusia tuj
บทที่ 20 Dunia yang Berbeda
Adrian mengetuk pintu dua kali sebelum melangkah masuk. Desain interior ruangan itu mencerminkan k
บทที่ 21 The Velvet Room
Adrian menoleh dan mendapati wajah cantik Vera yang tampak terkejut. Kepala departemen itu tidak men
บทที่ 22 Konfrontasi di The Velvet Room
Adrian tidak bergeser satu sentimeter pun dari kursinya. Ia justru menumpukan kedua sikunya di atas
YESSS...novel ne sangat ii menarik, masingii punya kekuatan tersendiri, but saya lebih tertarik ngn watak Adrian yg cool, santai tapi membahayakan n punya watak yg tersendiri. I'm your fans for Malaysia, teruskn up novelii cam ne ok. Thumbs up for you Hazuraa.
18h
0asu
9d
0