ทั้งหมด : 49บทที่ 1 Pernikahan
Brak! Tubuh mungil itu terlempar ke jalan raya dengan kepala mengucurkan darah. Sebelum ajal menjempu
readmore บทที่ 2 Canggung
Prang! Vas bunga yang terletak di nakas terjatuh saat Dara tak sengaja menyenggolnya. Wanita itu menj
readmore บทที่ 3 Adaptasi
Dara terbangun saat merasakan sesuatu melingkar di pinggang. Mata cantik itu mengerjap beberapa kali
readmore บทที่ 4 Tersinggung
"Mau kemana?" tanya Dewa saat melihat istrinya sudah berganti pakaian. "Mau ke pasar. Beli sayur. Di
readmore บทที่ 5 Misi
Sudah satu minggu mereka menikah, dan selama itu juga Dara berada di kamar Ciara. Alasan Dara tetap
readmore บทที่ 6 Tak Disangka
Sepanjang perjalanan menuju dokter gigi semua terdiam. Dara memilih duduk di kursi belakang, sementa
readmore บทที่ 7 Penolakan
Dara mundur ke belakang saat Dewa semakin mendekat. Posisinya terpojok di dinding dan tak bisa berge
readmore บทที่ 8 Wejangan
Gadis kecil itu menunggu dengan gelisah tapi mamanya belum datang. "Cia belum dijemput?" tanya salah
readmore บทที่ 9 Ikhlas
Dewa berjalan mendekati istrinya yang masih termenung di depan lemari. Sengaja dia berdiri di belaka
readmore บทที่ 10 Cemburu
"Kak. Jaga Dewa untukku." Dara terbangun saat merasakan ada tepukan di pipi. Matanya mengerjap berkal
readmore บทที่ 11 Positif
Bunyi muntahan terdengar dari kamar mandi. Dewa yang terlelap langsung membuka mata dan duduk bersan
readmore บทที่ 12 Nasihat Ibu
Sudah dua minggu ini Dara terbaring lemas. Jangankan berjalan, bangun dari tempat tidur pun dia tak
readmore บทที่ 13 Tragedi
"Mau pergi juga?" tanya Dara saat melihat suaminya sedang bersiap-siap. Cuaca di luar sedang hujan d
readmore บทที่ 14 Kritis
Dara duduk di kursi tunggu bersama kedua orang tuanya dan Ciara. Setelah mendapatkan telepon yang me
readmore บทที่ 15 Harapan
Dara menatap buku di tangannya dengan perasaan hampa. Semangat mengajarnya hilang. Ingin rasanya ber
readmore บทที่ 16 Sadar Kembali
Mata itu mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya benar-benar terbuka. Samar-samar terlihat ruangan
readmore บทที่ 17 Kesetiaan
Setelah beberapa hari sadar dan kondisinya semakin membaik, Dewa dipindahkan ke ruang rawat inap. Tu
readmore บทที่ 18 Datang dan Pergi
Dara terbangun dan mendapati pembalut yang dipakainya penuh berisi cairan. Perlahan tapi pasti rasa
readmore บทที่ 19 Janji
Dua pasang mata itu saling bertatapan. Dara menggenggam erat jemari suaminya. Hampir tiga minggu Dew
readmore บทที่ 20 Perhatian
"Assalamualaikum." Arya mengetuk pintu rumah adiknya. Mulai hari ini dia yang akan mengantar jemput C
readmore บทที่ 21 Bertemu Lagi
"Anak-anak demikian pelajaran kita hari ini. Jangan lupa tugas yang ibu berikan dikumpul minggu depa
readmore บทที่ 22 Terapi
Kursi roda didorong pelan melewati lorong rumah sakit. Dua pasang kaki yang berjalan mengiringinya.
readmore บทที่ 23 Perpisahan
Dara menjadi serba salah saat Riri menatapnya dengan penuh tanda tanya. Hati jumat minggu lalu dia i
readmore บทที่ 24 Bertahan
Dara membuka mata saat alarm berbunyi. Hari masih gelap dan dia masih mengantuk. Tangannya memegang
readmore บทที่ 25 Perjuangan
Dara membuka kelopak mata saat mendengar bunyi benda terjatuh. Kepalanya terasa berat. Rasanya baru
readmore บทที่ 26 Flashback
'Hai. Ini Keysa." Begitulah isi pesan Dewa terima barusan. Sejak pertemuan hari itu, dia sama sekali
readmore บทที่ 27 Rencana
Sejak kejadian malam itu, sikap Dara sedikit melunak dengan Arya. Bahkan beberapa kali dia ikut jika
readmore บทที่ 28 Pilihan
Wanita paruh baya itu menatap sang putra dengan perasaan sedih dan kecewa. Matanya berkaca-kaca seja
readmore บทที่ 29 Ketika Kesetiaan Diuji
"Sudah, Buuuuu ..." Teriakan para murid membuyarkan lamunan Dara. Hari ini moodnya begitu buruk sehi
readmore บทที่ 30 Kedatangan
Dara meraih koper dari kabin dan ikut mengantre untuk turun dari pesawat. Sejak malam itu, saat mend
readmore บทที่ 31 Kembali
Dara terpekur di makam itu dengan sebuah Buku Yaasin di tangan. Sejak tadi dia melantunkan ayat-ayat
readmore บทที่ 32 Mesra
Hari-hari dijalani Dara dengan ikhlas, berjuang bersama Ciara untuk tetap bertahan. Setiap hari mere
readmore บทที่ 33 Kebahagiaan
Dara terbaring lemas di tempat tidur. Sudah satu bulan ini kondisinya drop. Sejak dinyatakan positif
readmore บทที่ 34 Season 2: Hari Baru
"Selamat pagi, Cantik." Dewa menggendong putri keduanya dan membawa bayi mungil itu ke depan untuk be
readmore บทที่ 35 Curahan Hati
Dewa memasuki ruangan yang masih sepi. Dia memang datang lebih awal karena harus mengantar Ciara pag
readmore บทที่ 36 Keysa Berulah
Kantor pagi itu terlihat lebih meriah dari biasanya. Seluruh ruangan tertata rapi dengan tambahan be
readmore บทที่ 37 Perjuangan Riri
Riri menepikan motor di parkiran rumah sakit dan membuka jaketnya. Cuaca cukup dingin pagi ini. Dia
readmore บทที่ 38 Feeling
Riri tertegun saat membaca pesan yang masuk ke ponselnya. Gadis itu mengusap dada karena tak percaya
readmore บทที่ 39 Lamaran
Radit menggosok tangan karena gugup. Sementara itu kedua orang tuanya malah tersenyum geli. Hari ini
readmore บทที่ 40 Ketegasan Hati
Sebuah panggilan membuat Dewa menoleh. Tampak sosok Keysa, dengan perut yang terlihat membulat, berj
readmore บทที่ 41 Pilihan
Dara menatap wajah Dewa dengan gamang. Ucapan suaminya tadi cukup membuat hatinya galau setengah mat
readmore บทที่ 42 Hari Bahagia Untuk Keysa
Satu minggu kemudian. Suasana di ballroom hotel itu begitu meriah. Setiap sudut ruangannya berhiaska
readmore บทที่ 43 Riri dan Radit
Dara menuntun Riri memasuki ruangan itu. Sahabatnya itu adalah anak tunggal sehingga hanya dia sendi
readmore บทที่ 44 Harapan Baru
Dara mengernyitkan dahi ketika mobil Dewa berbelok ke arah rumah. Tadinya, dia berpikir kalau mereka
readmore บทที่ 45 Cinta Untuk Arya
Empat orang itu duduk dengan tenang sembari membahas sesuatu. Dewa memeperlihatkan desain ruko yang
readmore บทที่ 46 Insiden vs Akad
Satu jam berlalu dan hujan yang awalnya cukup deras kini mulai mereda. Dewa yang sejak tadi ditunggu
readmore บทที่ 47 Ungkapan Hati
"Aw!" Arya tak sengaja menyenggol sudut nakas, ketika hendak meletakkan jas yang dia pakai saat akad
readmore บทที่ 48 Indah
Kedua orang tua Tiara menatap anak dan menantunya dengan pandangan heran. Arya dan Tiara yang sejak
readmore บทที่ 49 Mandiri (Ending)
"Kalian mau pindah sekarang?" tanya kedua orang tua Tiara ketika mereka berpamitan. "Ya, Bu. Kami ma
readmore
baguusss..baguuusss..baaguusss bgt ceritanya, aku sudah hampir baca semua novelnya 👍👍 semangat terus yaa Thor 💪💪
27/06/2022
3masih pemula, penyesuaian dengan aplikasi
02/03
0bagus
22/11
0sangat bagus cerita nya
02/11
0bagus
30/10
0geregetan
23/10
0good
16/10
0sangat menarik
25/09
0good best
02/08
0Wahh bagus sekali
23/07
0