ทั้งหมด : 29บทที่ 1 Vonis
"Sebaiknya kita berpisah, Mas. Kamu kan, yang gak bisa ngasih keturunan." Aku terdiam saat Riska --is
readmore บทที่ 2 Flashback
Aku mengabaikan pesan dari Sinta, sedang tak berselera meladeninya. Juga beberapa pesan dari yang la
readmore บทที่ 3 Tak Disangka
Setelah kepergian Riska, aku menyalakan mesin mobil, lalu melajukannya menuju rumah Ibu yang terleta
readmore บทที่ 4 Teror
Sepanjang perjalanan pulang kami terdiam. Aku melirik Riska berkali-kali, menatap wajah cantik yang
readmore บทที่ 5 Nekat
Keesokan harinya. Kuparkir mobil bersebelahan dengan milik Riska di halaman butik. Kemarin aku menje
readmore บทที่ 6 Bertemu
Sesuai dengan permintaan Sinta, setelah bengkel tutup aku langsung menuju ke Kopi Tiam. Tempat itu b
readmore บทที่ 7 Resepsi
Riska meletakkan sebuah undangan mewah berwarna abu-abu dengan pita gold berhiaskan mutiara di meja,
readmore บทที่ 8 Pengakuan
Riska memandangku dengan tajam. Tangannya terlipat di dada dengan bibir ditekuk. Napasnya naik turun
readmore บทที่ 9 Pilihan
Semua mata menatap kami dengan heran, lalu bisik-bisik kembali terdengar. Aku merangkul Riska untuk
readmore บทที่ 10 Bangkrut
"Kebakaran! Kebakaran!" Suara teriakan warga sekitar menggema bersamaan dengan sirine mobil Damkar ya
readmore บทที่ 11 Prasangka
Aku menghela napas setelah Sinta pergi dan memintanya datang kembali untuk bertemu dengan Riska esok
readmore บทที่ 12 Ancaman
Hari ini aku bergegas ke rumah sakit hendak menemui Fredy untuk bertanya perihal foto-foto itu. Aku
readmore บทที่ 13 Terbongkar
Aku mengerjap berulang kali, lalu merasakan sakit di kepala yang begitu hebat. Pandanganku tampak sa
readmore บทที่ 14 Permohonan
Kulajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju kediaman mertua. Tadi pagi aku pulang diboncengi suam
readmore บทที่ 15 Perjuangan
Ini hari ketujuh aku berdiam diri di rumah dan merenungi nasib. Tidak ada kabar dari Riska, bahkan n
readmore บทที่ 16 Usaha
"Saya mau ketemu Bapak Panji," ucapku saat bertandang ke sebuah kantor pemerintahan yang terletak di
readmore บทที่ 17 Final
Dua foto itu diletakkan di meja. Aku menelan ludah dengan perasaan tak menentu. Barang bukti inilah
readmore บทที่ 18 Keadilan
'Assalamualaikum, Maira. Apa kabar?' Kuketikkan pesan itu dengan tangan gemetaran karena gugup. Ini s
readmore บทที่ 19 Keputusan
Selepas pulang dari pengadilan negeri aku melajukan motor menuju kosan. Aku meminta izin tidak beker
readmore บทที่ 20 Kesempatan
Aku menatap ayah Maira dengan lekat. Setelah pertemuan malam itu, selama beberapa hari ini, kami los
readmore บทที่ 21 Kenyataan
Hari berganti dengan cepat. Tak terasa sudah hampir satu tahun semua berlalu. Kini aku sudah memilik
readmore บทที่ 22 Perjodohan
Cuaca cukup sejuk hari ini karena mendung. Awan berarak menghiasi langit seperti gumpalan kapas empu
readmore บทที่ 23 Dari Hati Ke Hati
Kami saling mendiamkan sejak tiga puluh menit yang lalu. Sibuk dengan pikiran masing-masing dan keca
readmore บทที่ 24 Indah
Aku membuka pintu kamar dengan gemetaran. Setelah akad nikah, kami mendapatkan hadiah dari Papa untu
readmore บทที่ 25 Kasih Sayang Seorang Papa
Aku memeluk Fajar yang berlari sembari menangis. Hari ini aku yang bertugas menjemputnya di sekolah.
readmore บทที่ 26 Nasihat
Beberapa tahun kemudian. "Fajar, dengarin papa kamu bicara!" bentak Riska. Fajar sudah melakukan suat
readmore บทที่ 27 Prestasi
Aku melajukan motor dengan kecepatan tinggi melewati beberapa jalan agar segera sampai di tempat tuj
readmore บทที่ 28 Hari yang Dinanti
Hari yang dinanti oleh kami telah tiba. Fajar tampak gagah dengan memakai beskap berwarna putih. Aku
readmore บทที่ 29 Ziarah
Hari ini cuaca cerah. Aku menggandeng lengan Riska memasuki sebuah area pemakaman. Tadi kami sudah b
readmore
bagus banget🫰🫰🫰🫰🫰🫰
21/01
0bagus
20/11
0mantap kak
12/10
0aku ingin tobat
19/07
0baik banget komik nya
09/07
0mantap
19/06
0Seruuu
17/06
0mantaps
06/06
0Saya suka cerita ini saya Fatih,Ini sangat seru ceritanya, terimakasih
03/05/2025
0bagusssssss
01/05/2025
0