ทั้งหมด : 71บทที่ 1 Hari Pertama Sekolah
Laisa melangkahkan kaki ke sekolah dengan ekspresi sedih. Dia berjalan sendiri tanpa ditemani siapap
readmore บทที่ 2 Siapa Namanya?
Laisa pulang dengan tertatih-tatih. Lututnya masih nampak di perban. Ia membuka pintu dengan hati-ha
readmore บทที่ 3 Kue Dari Ibu
Laisa sudah bersiap pergi ke sekolah. Ia tampil beda dengan ikat rambut di kepala belakang bagian te
readmore บทที่ 4 What’s Wrong?
Pagi harinya, pasca kejadian kemarin. Laisa tak banyak bicara. Ia lebih sering menyendiri di kelas.
readmore บทที่ 5 Miskin Tidak Tahu Diri!!
“Rasain lo! Udah dibilang Dema ngga mau jawab pertanyaan dari lo. Apakah itu kurang jelas???” Luna in
readmore บทที่ 6 Ruang Keadilan
Seluruh siswa yang ikut mendengar panggilan dari guru tersebut lantas menyoraki. Tiga siswa yang dis
readmore บทที่ 7 Deal!
Luna, Dema dan Laisa akhirnya usai di pertemuan itu. Mau tidak mau mereka harus menerimanya. Luna ma
readmore บทที่ 8 Plat Mobil
“Selamat senja ibu!” Laisa akhirnya sampai rumah. Keadaan alam sedang senja. Ibunya sudah menunggu di
readmore บทที่ 9 Seleksi Sosial
Ajang olimpiade merupakan event yang ditunggu-tunggu oleh para siswa. Di ajang ini mereka akan berko
readmore บทที่ 10 Are You Okay?
Laisa tiba-tiba pingsan di lapangan. Ia tergeletak diantara garis lengkung yang membatasi antar pese
readmore บทที่ 11 Wanita yang Singgah di Rumah Ibu
Sudah setengah hari lamanya Rina ditinggal Laisa yang masih berada di sekolah. Ia masih berada di at
readmore บทที่ 12 Berita Duka
“Ibuu.. Ibu kenapa?” Rina masih meringkuk di pojok bilik. Tangisnya mulai terkontrol pasca kedatangan
readmore บทที่ 13 Breaking News!
Pagi harinya Laisa tetap pergi ke sekolah pasca kejadian kemarin yang membuatnya pingsan. Ia sama se
readmore บทที่ 14 Bipolar
Di dalam GOR yang hanya terdiri dari tiga orang remaja itu, Dema masih berpikir tentang siapa yang b
readmore บทที่ 15 Jangan Dekati Laisa
“Ibuuu! Ibuu!!” Laisa baru saja pulang ke rumah. Jam menunjukkan pukul 16.00 WIB. Terlalu sore pulang
readmore บทที่ 16 Dia Tidak Bisa Jika Hanya Menjadi Teman
Pagi – pagi seisi rumah sudah dipenuhi oleh teriakan Reyna. Ia berangkat agak siang. Sementara Dema
readmore บทที่ 17 Kue (Lagi)
“Hacking!!” “Hacking!!” Dema bersin berkali-kali. Ia sudah menghabiskan hampir sekotak tisu yang berce
readmore บทที่ 18 Laki – laki di Bawah Hujan
Pagi harinya, Dema memutuskan untuk pergi ke sekolah. Kondisi kesehatannya sudah agak membaik, meski
readmore บทที่ 19 Punishment
Jam dinding di kelas menunjukkan pukul 07.30 WIB. Guru baru saja masuk ke kelas. Sontak para siswa b
readmore บทที่ 20 Ketua OSIS
Mereka masih saling bertatapan satu dengan yang lain. Dengan terkejut tentunya. Laisa tidak menyangk
readmore บทที่ 21 Sakit
Bagaimana keadaanmu sekarang,Nak? Rini muncul dari balik pintu kamar Laisa. Sudah sedari siang tadi,
readmore บทที่ 22 Perhatian Si Ketua OSIS
“Siapa yang menyuruhmu terlambat?” “Maafkan saya Kak, pagi tadi saya harus membantu ibu dan ke sekola
readmore บทที่ 23 Karantina
Sudah dari fajar Rini memasak makanan agar dibawa Laisa ke sekolah. Ia tidak ingin anaknya pergi ke
readmore บทที่ 24 Laisa Menangis
Selepas pelajaran usai, Laisa tidak langsung pulang. Ia masih menangis sesenggukan dibangkunya, semb
readmore บทที่ 25 Kunjungan Ke Rumah Anan
“Hey Nan, tumben ibu minta berkunjung ke rumah. Ada acara apa?” Laisa tiba didepan gerbang sekolah se
readmore บทที่ 26 Ambisi
Dema sudah sampai di rumah. Mobilnya yang berwarna hitam merek Bugatti Chiron Super Sport 300 + ini
readmore บทที่ 27 Mulai Beraksi
“Ibu, Laisa mau bicara.” Di meja makan, Laisa menunggu ibunya duduk. Sejak usai maghrib tadi, ibunya
readmore บทที่ 28 Debar - Debar
“Dema! Dema!” “Dion Dion!!” “Riyan Riyan!!” “Demaa!!” Suara itu saling bersahut-sahutan. Digadang gadang
readmore บทที่ 29 Perasaan Apa Ini?
Laisa tidak berhenti menatap cermin kamar mandi. Ukurannya hanya sekitar 1,5 x 1 meter. Di depannya
readmore บทที่ 30 Kebakaran Sekolah
Ruang itu masih penuh dengan tawa Laisa dan Dema. Mereka banyak berbicara tentang berbagai macam top
readmore บทที่ 31 Pelajaran Cinta
Laisa masih membantu Candra untuk mengamankan beberapa properti yang bisa diselamatkan. Ia juga memb
readmore บทที่ 32 Laisa Milikku Saja
Laki-laki itu masih berdiri dengan gaya menyelidik. Alisnya mengkerut keatas, hanya sisi kiri saja.
readmore บทที่ 33 Rina dan Reyna
Taksi itu sudah sampai di depan rumah mewah berlantai tiga. Kecepatannya sesuai dengan keinginan pel
readmore บทที่ 34 Definisi Cinta Versi Candra
Dema masih melinguk-lingkuk, mencari gadis yang mendengar percakapannya dengan Anan di ruang OSIS. B
readmore บทที่ 35 Pisahkan Dema dan Laisa!
“Aku kesini untuk membicarakan hal penting sama kamu Reyna.” “Iya katakan saja Rin, jangan sungkan-su
readmore บทที่ 36 Cemburu
“Selamat pagi ibu kesayangan.” “Selamat pagi anakku sayang. Kok kelihatan senang sekali ini.. Ada apa
readmore บทที่ 37 Duel Musik?
Laisa masih memikirkan apa yang baru saja diucapkan oleh Natasya. Tentang perasaan yang juga ia masi
readmore บทที่ 38 Guru Musikku
“Apa yang saat ini terjadi di sekolah? Foto-foto itu apa maksudnya?” Reyna terlihat mengubungi seseor
readmore บทที่ 39 Geng F3 VS Geng C5
Para siswa terlihat ramai memenuhi club malam itu. Mereka sudah berkumpul sedari jam 18.30 WIB untuk
readmore บทที่ 40 Penyekapan
Seorang laki-laki terlihat datang ke lokasi club itu. Mengamati lingkungan sekitar, menatap beberapa
readmore บทที่ 41 “Like You”
Dema masih berada di panggung. Ia menyanyikan sebuah lagu yang sangat disukai oleh siswa SMA Semesta
readmore บทที่ 42 Dimana Laisa?
Dema usai dari duel musik itu. Ia sangat tidak menyangka bahwa F3 akan memenangkan voting dari para
readmore บทที่ 43 Misi Penyelamatan
“Bener ini kan tempatnya?” Tanya Dema kepada Dion dan Riyan. “Bener. Ini jalan yang Brian maksud. Tap
readmore บทที่ 44 Dalang Sesungguhnya
Pria yang maju paling depan itu adalah Candra. Iya, sang ketua OSIS yang sangat ditakuti oleh para s
readmore บทที่ 45 Malam yang Terluka
Malam itu, tepat pukul 00.00 di bangunan yang berada tepat samping Jalan Semesta No. 5. Pertengkaran
readmore บทที่ 46 Tentang Candra
Kring kring! Suara ponsel Riyan berbunyi. Ia segera mengambil ponsel yang berada di sakunya. Menatap
readmore บทที่ 47 Kemarahan Dema dan Laisa
“Lay Lay??” terdengar suara Arumi di pagi itu. Cahaya matahari sudah sepenggalah. Arumi memakai sera
readmore บทที่ 48 No Privilege?
“Bagaimana keadaan anda, Pak? Apakah lukanya sudah mulai kering?” Tanya Anan. Dia sedari istirahat t
readmore บทที่ 49 Tentang Husada dan Raharjo
“Mama nggak tahu apapun tentang hal itu Dem!” Di ruang kerja yang berukuran sekitar 5x6 meter itu, De
readmore บทที่ 50 Suatu Sore
Matahari tinggal sejengkal lagi sudah menenggelamkan diri. Air danau tampak tenang dengan warna kehi
readmore บทที่ 51 Sinyal Cinta
“Ehmmm!” Dema berusaha mencairkan suasana yang tampak tegang. Laisa lantas melepas tangan dari kenin
readmore บทที่ 52 Gue Harus Mendapatkan Laisa!
“Terimakasih banyak Dema, sudah diantar.” Ucap Laisa. Mereka kini sudah berada di depan rumah kecil
readmore บทที่ 53 Hari Senin
Pagi hari, rumah Reyna sudah dipenuhi oleh kebahagiaan Dema. Ia sudah dari pagi memasakkan Reyna nas
readmore บทที่ 54 Kamu Harus Jadi Duta!
“Kok bisa aku yang ditunjuk?” Laisa memberikan interupsi. Ia mengangkat tangan kanannya. Para siswa
readmore บทที่ 55 Rencana Anan
“Bagaimana dengan penawaran gue? Lo setuju?” Tanya Anan kepada Candra. Ruangan itu lengang dan hanya
readmore บทที่ 56 Gadis dari Prancis
“Selamat siang!” Ucap perempuan itu berdiri ketika Anan datang. Ia berpakaian khas seseorang yang ba
readmore บทที่ 57 Satu Ruang Berdua
Gadis berlesung pipi itu benar-benar sedang bingung. Ia banyak pikiran sejak tadi. Pergi ke taman se
readmore บทที่ 58 Pertandingan Basket
Saat istirahat sekolah, Dema, Riyan dan Dion sedang bertanding dalam rangkaian acara festival lomba
readmore บทที่ 59 Siapa Gadis itu Anan?
Uhukkk! Anan tersedak setelah mendengar pertanyaan dari Clara. Ia segera meminta pelayan untuk menga
readmore บทที่ 60 Sekali Lagi, Laisa Milik Dema!
Laisa dan Pak Arya terkejut dengan kehadiran Dion di ruang itu. Pak Arya lantas menjaga jarak agar t
readmore บทที่ 61 Pertemuan Penting!
Dua orang wanita berusia sekitar 40 tahunan itu kini berada di sebuah kafe. Tempatnya cukup luas den
readmore บทที่ 62 Chip di Tubuh Rina
"Bagaimana, mereka tampak bahagia sekali bukan Rin?" Reyna mendesah kagum. Ia segera menutup kembali
readmore บทที่ 63 Cinta Itu Buta, Bro!
Dema tak henti hentinya menatap Laisa di sisi lapangan. Gadis itu sangat cantik, anggun, berkarismat
readmore บทที่ 64 Bibir Ranum Laisa
Saat itu Candra memang sedang berjalan mengitari sekolah. Ia memantau jalannya festival yang sudah m
readmore บทที่ 65 Beauty Inside
Laisa heran dengan sikap dua orang yang kini berada di sampingnya. Mereka bak kucing dengan tikus. B
readmore บทที่ 66 Rumah Sakit
Laisa berlari ke arah Dema. Meminta untuk dijelaskan detail keadaan Ibunya. Bagaimana bisa tiba tiba
readmore บทที่ 67 Model Cantik
Clara benar meninggalkan Anan tanpa mengucapkan salam perpisahan yang berarti. Dia hanya mengucapkan
readmore บทที่ 68 Laisa dan Reyna Bertemu
Laisa tengah sampai di kamar itu. Ibunya masih belum siuman. Hanya ada seorang wanita dengan tampila
readmore บทที่ 69 Juara Umum
"Dema, kemana saja kamu! Mama menunggu sampai siang begini kamu tidak kunjung datang? Malah yang d
readmore บทที่ 70 Belum Waktunya Tahu
Untung saja Dema menelepon di saat yang tepat. Reyna jadi punya alasan untuk menghindar dari Laisa.
readmore บทที่ 71 Penjambretan (The End)
Clara mendekati gadis yang ada di depannya itu. Ia mulai mengingat sesuatu ketika melihat bekas luka
readmore
mantap
24/08
0bagusss bangettt woii lah
16/06
1nice
08/06
0Bagussss
01/06
0bagus kaa kerenn
25/05
0Bagus Bangettttt
18/05
0novelnya bagus
08/05/2025
0bagus bangetttt
21/04/2025
0sangt bagus di baca,dan TDK membosankan
19/03/2025
0kerennn, suka banget
18/03/2025
0