Total : 95Bab 1 Talak
“Zahra Amelia binti Basri Ahlan, aku ceraikan kamu sebagai istriku. Hari ini dan detik ini kamu, aku
readmore Bab 2 Suci
"Regan, hentikan!" teriak papa. Suasana menjadi hening seketika saat aksi Regan terhenti dengan teri
readmore Bab 3 Penolakan
"Regan," seru Mas Raja ternganga. Regan menahan bobot tubuh yang hampir setengah meter menyentuh lant
readmore Bab 4 Memilih Pergi
"Zahra," ucap Regan. Regan menahan tubuh Zahra yang pingsan akibat pukulan tangan Raja. Seketika Raja
readmore Bab 5 Garis Dua
Suara kokok ayam membuatku terbangun, disusul bunyi alaram dari ponsel yang terletak di samping bant
readmore Bab 6 Hadiah Kecil Untuk Zahra
"Hamil?!" Tanganku dengan gemetar memegang benda pipih yang terpampang garis dua. Kupejamkan mata saa
readmore Bab 7 Alasan Menalak
Pagi ini aku merasakan mual yang sangat hingga membuat kepala terasa pusing dan berdenyut. Nenek men
readmore Bab 8 Periksa
"Regan?" Mulutku ternganga ketika melihat yang memesan kue donat adalah Regan. Aku baru sadar saat m
readmore Bab 9 Berita Baru
Nomor antrian sudah hampir mendekati angka yang aku pegang. Jantung ini semakin berdetak tak beratu
readmore Bab 10 Cibiran Tetangga
"Zahra," ucapku menyebutkan nama sembari menangkupkan tangan. Aku enggan menyambut tangan Natan. Tid
readmore Bab 11 Bertemu Regan
Pov Regan Mendung bergelayut hitam menutupi awan. Hujan perlahan turun membasahi bumi. Ketika aku mel
readmore Bab 12 Melahirkan
"Zahra?!" Teriak Regan terperanga. Tubuh Zahra yang basah kuyup tergeletak di jalanan dalam keadaan
readmore Bab 13 Pemberian Nama
"Zahra," seru Regan. Ia masih menunggu jawabanku. Lelaki berkulit putih serta beralis tebal itu kece
readmore Bab 15 Akhir Penyesalan
POV Raja "Zahra Amelia, aku talak kamu hari ini dan aku bebaskan kamu mulai sekarang dari kewajibanmu
readmore Bab 16 Cemburu Tak Beralasan
"Zahra, Regan?!" Raja terkejut saat melihat Zahra bersama Regan di dalam mobil yang sama. Ia juga me
readmore Bab 17 Fakta Berbicara
Raja melirik kertas berisi data kelahiran Zahra yang melahirkan di rumah sakit. Ia sudah mendapatkan
readmore Bab 18 Penyamaran Raja
"Zahra?!" Mata Raja seketika membulat melihat Zahra sedang menggendong bayi dan membawa bungkusan k
readmore Bab 19 Tes DNA
Raja langsung terbelalak begitu hasil tes DNA keluar dari rumah sakit. Matanya hampir keluar membaca
readmore Bab 20 Patah Hati
"Ma, pa aku izinkan aku menikah," ucap Regan saat berkumpul di ruang keluarga. Regan mengutarakan ma
readmore Bab 21 Tunangan
Zahra tengah mengganti baju Dafa dengan pakaian yang lebih pantas untuk acara pertunangannya dengan
readmore Bab 22 Bangkit Dari Masa Lalu
Aku menghela nafas, memejamkan mata sebentar. Lalu menyunggingkan senyum senyum berat kepada Regan.
readmore Bab 23 Salah Paham
Matahari semakin tenggelam diperaduannya sehingga munculah kegelapan. Senja pun berlalu dan terlihat
readmore Bab 24 Calon Ayah
"Sudah selesai. Anak papa yang ganteng jangan nangis lagi ya? Papa disini selalu menemanimu." Mas Ra
readmore Bab 25 Dimana Orang Tuaku
Sebulan lagi aku akan resmi menjadi nyonya dokter Regan yang sah. Tapi, aku masih tetap mencari info
readmore Bab 26 Undangan
"Ayah, Ibu?" Aku terperangah, ketika ada pesan notifikasi whatsapp, yang mengatakan si pemilik pesa
readmore Bab 27 Pernikahan
"Zahra, aku...." Raja mendekap Zahra dalam pelukannya erat. Hampir saja Zahra sulit bernafas dan seg
readmore Bab 28 Bulan Madu
"Raja," seru papa. Mas Raja yang acuh tidak mengubris teriakkan papa. Ia terus saja berlalu tanpa me
readmore Bab 29 Giska Ingin Kembali
Sungguh di luar dugaan aku akan mendapat pesan watsapp pagi ini. Sebuah pesan dari mantan istriku Gi
readmore Bab 30 Canggung
Papa mengirimkan seorang sopir untuk menjemput kami ke bandara. Tepat pukul satu siang pesawat dari
readmore Bab 31 Bertahan
"Bertahanlah demi aku dan Dafa di rumah ini meski kamu merasa canggung dengan Raja." Regan menarik n
readmore Bab 32 Curiga
"Regan?!" Aku melihat photo Regan bersama seorang wanita cantik. Sedang berada di supermarket. Mereka
readmore Bab 33 Masa Lalu
"Sayang, Sudah jangan ngambek gitu dong! Nanti cantiknya hilang deh." Regan mencubit daguku dengan g
readmore Bab 34 Rencana Jahat
"Sayang, maaf. Aku tadi salah sebut nama karena lagi gak fokus," ucap Regan. Zahra yang keburu ngambe
readmore Bab 35 Rencana Jahat
"A … apa yang kau lakukan, Re?" Tanya Zahra saat membuka mata. Tubuh Zahra sudah berada dalam gendon
readmore Bab 36 Penyesalan Giska
Penyesalan Giska Perlahan buliran bening itu mulai turun meluncur dari pipi Zahra. Dia melihat dengan
readmore Bab 37 Perang Saudara
"Kenapa harus Mesy, Re? Dari sekian banyak pasienmu kenapa harus mantan pacarmu yang harus kau rawat
readmore Bab 37 Rumah Baru
"Dafa!" Mamah mertua memanggil Dafa dengan suara parau. Tangisnya pecah saat melepas kepergian kami.
readmore Bab 38 Dendam
"Kebakaran?!" Mataku seketika membulat sempurna. Melihat photo yang dikirim salah satu pegawai toko
readmore Bab 39 Penyelidikan
Aku melihat wajah terakhir Nenek Rodiah. Sebelum ditimbun tanah kuburan. Gundukkan tanah itu, perlah
readmore Bab 40 Hukum Pidana
"Apa? Mesy?!" "Iya, Mesy. Aku yakin kalau wanita dalam cctv itu adalah Mesy. Tato yang bergambar itu
readmore Bab 41Kabur
"Selamat malam, Pak. Bisa tunjukkan identitas Anda?" Seorang petugas polisi menanyakan identitas Raja
readmore Bab 42 Galau
"Apa dipecat?" Renita seketika ambruk ke lantai sembari memegangi jantungnya. Wanita yang masih terl
readmore Bab 43 Bos Baru
"Natali," ucap gadis bertubuh mungil dan berkulit putih. "Raja." dengan senang hati Raja mengulurkan
readmore Bab 44 Bunuh Diri
"Maaf, Mbak. Aku gak sengaja menabrakmu," ucap Cintiya sembari memungut buku Zahra yang berjatuhan.
readmore Bab 45 Nikah Tanpa Cinta
"Cintiya?!" Serentak Bram, Heni dan Natali terkejut. Melihat Cintiya terkapar di lantai bersimbah
readmore Bab 46 Ingin Suamimu
"Kamu mau kemana, Raja?" Tanya Cintiya mengejar suaminya. Di malam pertama Cintiya ditinggalkan oleh
readmore Bab 47 Cinta Terlarang
"Ada apa ha?" Raja mendengus kesal. Merasa gagal ngerjain Cintiya. Regan berdiri di depan pintu kam
readmore Bab 48 Cinta Tak Pernah Salah
"Raja?" Mata Regan menangkap sosok Raja, yang berlalu dari hadapannya dengan seorang wanita. "Ada ap
readmore Bab 49 Hamil
"Zahra!" Seru Regan. Tubuhku tiba-tiba saja ambruk ke lantai kalau saja Regan tak menangkapnya. Suda
readmore Bab 50 Perhatian Regan
"Dia kenapa kakak ipar?" Tanya Regan heran. "Dia mabuk, lalu menamparku." Buru-buru Regan menuju kama
readmore Bab 51 Vonis Mandul
"Apa mandul?" Cintya meremas hasil tes yang mengatakan dirinya mandul. Tungkai kakinya terasa lemas
readmore Bab 52 Kutukan
"Mama!" Seru Raja dan Cintiya. Mereka terkesiap melihat mamah sudah berdiri di ambang pintu menggendo
readmore Bab 53 Permintaan Raja
"Apa? Dafa jatuh?" Aku langsung menghentikan aktivitasku mengetik. Saat mendengar Dafa terjatuh. Rega
readmore Bab 54 Dosa Masa Lalu
"Zahra, Tunggu! Zahra!" Raja berusaha mengejarku yang lebih dulu keluar dari kafe. Angin sepoi-sepoi
readmore Bab 55 Rahasia Terungkap
"Nadin?!" Mas Raja terkejut. Nadin---gadis cupu yang dia kenal dulu, kini benar-benar sudah berubah.
readmore Bab 56 Rahasia Nadin
"Raja?!" Nadin berseru begitu melihat kehadiran Raja yang menghadang jalannya. Rem mobil diinjak men
readmore Bab 57 Demi Masa Depan
"Lalu, bagaimana nasib bayimu sekarang, Nadin? Apakah papamu tidak pernah memberitahukan dimana bayi
readmore Bab 58 Terima kasih Zahra
"Naya!" Nadin memeluk gadis kecil yang ada di hadapannya. Dia sangat cantik, hidungnya mancung dan b
readmore Bab 59 Kabar Mengejutkan
"Apa?!" Suara Agus dan Maya terdengar kaget. Naya koma karena kehilangan banyak darah. Maya berdiri
readmore Bab 60 Tidak Tahu Apa Pun
"Tunggu, Mas!" Cintiya menghentikan langkah suaminya dengan mencekal pergelangan tangan. Raja berhent
readmore Bab 61 Pura-Pura Bahagia
"Pa!" Naya sadar dan mengerjapkan mata dengan selang oksigen, yang menempel di hidungnya. "Naya? Kamu
readmore Bab 62 Pilihan
"Giska?!" Mata Raja membulat ketika melihat Giska berada di toko perlengkapan bayi, yang sama dengan
readmore Bab 63 Sabotase
"Halo! Apa? Gudang kita terbakar?" Papah segera memutuskan sambungan telepon dan menuju keluar ruang
readmore Bab 64 Tawaran
"Aku tidaka akan pernah mengizinkan Nadin untuk menikah denganmu, Raja," ucap Herdin mengingatkan Ra
readmore Bab 65 Putus
"Apa maksudmu ucapanmu, Nadin?" Tanya Alan heran. Nadin tiba-tiba saja memutuskan hubungan tanpa seb
readmore Bab 66 Duka Alan
"Inalilahi wainalilahi rojiun," ucap papahnya--Alan. Ketika membuka jenazah istrinya yang sudah terb
readmore Bab 67 Undangan
"Nadin?!" Alan terkesiap saat mendengar nama Nadin di sebut. "Iya, ada Nadin datang mau bertemu denga
readmore Bab 68 Menolak Dimadu
Menolak Dimadu "Cintiya?!" Renita teriak begitu melihat Cintiya sudah berada di lantai. Lagi-lagi, Cin
readmore Bab 69 Pernikahan Palsu
Tiba hari, dimana Raja menikah dengan Nadin dengan acara meriah yang diadakan pada sebuah gedung mew
readmore Bab 70 Bulan Madu
Nadin tak mampu menyembunyikan detak jantungnya yang begitu kencang. Rasanya bergetar dag-dig-dug. M
readmore Bab 71 Firasat
"Sayang, Nara nangis nih minta susu." Aku yang lagi duduk melipat pakaian menoleh ke arah Mas Regan,
readmore Bab 72 Regan Menghilang
"Zahra?!" Tubuhku seketika ambruk tak sadarkan diri. Ya Tuhan, aku pingsan begitu mobil Regan diang
readmore Bab 73 Pencarian
"Regan?!" Aku berseru. "Tidak mungkin itu suamiku." Buru-buru aku turun dari mobil dan menuju ke rum
readmore Bab 74 Amnesia
"Pa!" Panggil Berby di sebelahnya. Lamunan Habsi buyar seketika saat tangan Berby menyentuh pundaknya
readmore Bab 75 Pertemuan Yang Pertama
"Maaf, Bos. Katanya barang kita ilegal karena gak masuk bea cukai," ucap anak buah Habsi saat menelp
readmore Bab 76 Bukti Akurat
"Zahra?!" Seru Habsi. "Hentikan mobilnya!" Habsi langsung turun dari mobil begitu melihat Zahra kelu
readmore Bab 77 Kejujuran
"Tidak. Tidak mungkin, Om orang tuaku," ucapku. Dia menatapku dengan pandangan sayu. Sudut matanya be
readmore Bab 78 Anak Menjadi Korban
"Dimana kamu, Zahra?" Regan menarik napas mengusap wajahnya. Bayangan sosok wanita cantik selalu mena
readmore Bab 79 Maaf
"Maafkan Papa, Nak," ucap Habsi memeluk Zahra. Air mata Zahra tumpah dalam pelukkan Habsi yang selam
readmore Bab 80 Cinta Terlarang
"Maaf. Aku tidak sengaja menabrakmu," ucap Regan. Hanya itu yang diucapkan saat menabrak Berby, yang
readmore Bab 81 Akad Nikah
Ponsel Zahra berdering yang terletak di atas meja. Dafa yang mendengar bunyi ponsel bundanya langsu
readmore Bab 82 Melupakan
"Zahra!" ucap Regan mendesah. Melihat photo-photo kebersamaannya. Dia sedikit mengingat memori lama
readmore Bab 83 Tidak Bisa Pindah Ke Lain Hati
"Hentikan!" teriak Zahra. Tiba-tiba saja Zahra sudah berada dalam kamar Berby. Kamar Berby sudah sepe
readmore Bab 84 Ingatan Tentang Kamu
"Mesy?!" Raja membulatkan matanya saat melihat Mesy ada di dalam mobil. Berhenti tepat pada perempat
readmore Bab 85 Tidak Mungkin
Dokter baru saja tiba di ruangan Raja. Tiba-tiba saja Raja mengamuk membuang benda apa saja yang ada
readmore Bab 86 Jangan Ganggu
Raja pulang dari kantor langsung menemui Cintiya. Dia sangat kesal dengan sikap Cintiya yang kekanak
readmore Bab 87 Jangan Salahkan Aku Selingkuh
"Hentikan!" seru petugas patroli. Raja langsung melepaskan kerah baju sang pemuda tadi. "Salahkan saj
readmore Bab 88 Aku Ingin Cerai
"Raja!" seru Erlangga. Raja langsung menoleh ke arah papahnya yang berdiri tepat di belakangnya. "Iya
readmore Bab 89 Zahra Cemburu
"Apa? Talak?" ucap Renita terkejut. Raja sudah menalak Cintiya tadi malam. Cintiya ingin bebas dan me
readmore Bab 90 Dua Keluarga
"Dafa!" Teriakku. Aku melihat Dafa terjatuh saat bermain dengan anaknya--Dewi. Aku dan Mas Regan sege
readmore Bab 91 Izinkan Aku Selingkuh
"Sayang, aku mau punya anak lagi dua," ucap Mas Regan datar. Kami berdua sedang menikmati secangkir
readmore Bab 92 Kejahatan Terungkap
"Apa ini, Mas? Ternyata kamu selama ini bekerja sama dengan ayah---Cintiya untuk mengambil alih peru
readmore Bab 93 Karma Buat Raja
Dengan bukti-bukti yang sudah terkumpul, Raja dilaporkan ke polisi tentang kasus pembakaran. Hari in
readmore Bab 94 Selamat Berbahagia
Janur kuning melambai-lambai di depan rumah Habsi. Menyambut pesta pernikahan Berby bersama Alan. Nu
readmore Bab 95 Bahagia (Tamat)
"Selamat, Nyonya. Cucu Anda lahir perempuan," ucap dokter muda bernama Tina. Sang dokter menyerahkan
readmore
bagus banget ceritanya
04/09
0bagus
26/06/2024
0bagus
14/06/2024
0bagus dan
29/03/2024
0sangat bagus
18/01/2024
0Cerita menarik
27/11/2023
0moga regan....mau menikahi sahra
15/10/2023
0cukup seru👍
29/09/2023
0best la
17/08/2023
0seru ceritanya
06/08/2023
0