Ikhtisar
|Katalog
- Tag(s):
- Komedi
- Tokoh Wanita
- Cinta pertama
- Cinta pada pandangan pertama
- Pornografi
- Cinta yang manis
Cahaya Mustika memutuskan mondok di sebuah pesantren begitu lulus kuliah demi menjalankan amanat sang ibu. Berbekal nama sebuah pondok pesantren di Purwokerto, Caca mendatangi pesantren milik sahabat sang ibu. Di gerbang pesantren Al-Hikam, Caca berjumpa dengan putra sulung pengasuh pondok pesantren. Gus Azzam, gus yang terkenal garang. Rupanya, pertemuan awal yang menggetarkan menjadi awal hubungan pelik keduanya. Mereka sering berdebat jika bertemu, tapi merindu jika jarak menjauh.
Pembaharuan Terakhir
Pilihan Editor
Rekomendasi
Komentar Buku (82)
- Total: 132
1. Yatim Piatu
Cahaya mustika namaku. Usiaku kini 22 tahun. Gadis yatim piatu sejak berumur 12 tahun. Kedua orangtu2. Duka Kematian
"Ca...."
"Hem," sahutku sambil menyetrika baju sedangkan Hasan tengah melipat baju yang tidak disetri3. Sayap Yang Terentang
Kami disambut tangis haru oleh keluarga dan tetangga. Bahkan beberapa sanak keluarga ada yang menang4. Gerbang Hati
Perjalanan dari Jogja menuju Purwokerto kutempuh dengan kereta. Selama perjalanan aku hanya sibuk me5. Efek Salah Ndusel
Aku terbangun saat mendengar suara orang mengaji. Setelah membereskan tempat tidur, aku segera kelua6. EGP, Gus
"Hai kamu!" Aku yang tengah sibuk mengiris wortel mendongak menatap si cowok angkuh.
Seminggu semenja7. Ceritaku
*Azzam Dafa Al Kaivan*
Gadis itu benar-benar berisik sekali, suka cari muka dan menggangu. Aku tahu d8. Bidadari Pohon Mangga
*Cahaya Mustika*
Tak terasa sudah dua bulan aku mondok plus jadi khadamah disini. Awalnya, aku kesusa9. Wisuda
Kali ini aku menemani Abah, Umi, dan Gus Azmi ke Bandung dengan disopiri oleh Kang Bimo. Gus Azzam s10. Tantangan Dari Gus Azzam
"Mbak Caca dipanggil Umi ke ndalem," seru Fauziah salah satu khadamah yang masih kelas 12 SMA.
"Oh ..11. Penyusup
Satu bulan lamanya aku menjadi pengajar di SMA Al-Hikam. Awalnya grogi, gugup dan takut menjadi satu12. Dengerin Ghibah
"Ustazah, ini kita bikin patoknya ukuran 1m x 1m?"
"Iya, nanti kamu amati didalamnya individunya apa13. Laksana Tembok Berlin
*Azzam Daffa Al Kaivan*
Aku memarkirkan mobilku di garasi. Aku baru menyelesaikan segala urusanku men14. Nasi Goreng Pemikat Hati
*Cahaya Mustika*
"Ini Gus Kecil. Nasi goreng pedas manis dengan tambahan telor ceplok ala chef Caca.15. Cokelat Itu Manis
Hiruk pikuk keramaian tercetak dengan jelas pada netraku. Aku tengah duduk manis di samping Umi.
"Be16. Sindiran Mantan Menantu
*Tiga Tahun Kemudian*
"Mbak Cacaaaaaaaaa," teriak Gus Kecil. Meski usianya sudah 15 tahun kami tetap17. Kembalinya Sang Pangeran
*Cahaya Mustika*
Haish aku malu sekali rasanya. Demi apa aku harus menyaksikan keuwuan Abah dan Umi.18. Menunjukkan Taring
*Azzam Dafa Al Kaivan*
"Jadi Aisyah, saya minta Zulaikha tinggal disini. Bukannya ada kamar khadamah.19. Chak Dhoom Dhoom Chak
*Cahaya Mustika*
Us, kita jadi kemah di daerah Bumi Perkemahan (Buper) Kendalisada gak?" tanya Risa s20. Gara-Gara Hujan
*Azzam Daffa Al Kaivan*
Sejak kembali ke Indonesia, aku sudah memulai aktivitasku baik sebagai dosen21. Dadhkan
*Cahaya Mustika*
Malu. Satu kata yang saat ini kurasakan. Semenjak kejadian terpergok oleh Gus Azzam22. Gara-Gara Kacamata
"Mbak Caca kok cuma sebentar di Kebumen?" tanya Gus Azmi.
"Iya Gus, hubungan Mbak Caca sama keluarga23. Drama Rumah Tangga
Kumenangis ....
Haduh demi apa ini, kok malah nonton ginian mending streaming drakornya oppa gebetan.24. Mantu Idaman
*Azzam*
Aku baru saja memarkirkan mobilku. Capek, hari ini jadwal mengajarku di kampus full. Ditambah25. Cemburu Menguras Sambel Terasi
"Umi ..."
"Iya Zam." Umi sedang melipat baju. Walau ada khadamah, Umi tak pernah menyuruh mereka menc26. Pasien dan Susternya
*Cahaya Mustika*
Aku dan para khadamah yang berniat sholat tahajud di masjid mendengar suara kegaduha27. Saingan Terberatku Diri Sendiri
"Caca."
"Nada."
Aku berpelukan dengan salah satu sahabatku selama kuliah, Nada. Aku baru tahu kalau di28. Dicoret
Azzam sangat kesal. Baru saja turun dari mobil sudah disuguhi pemandangan menyebalkan. Adik Gus Furq29. Belajar Menguras Saldo ATM
*Cahaya Mustika*
"Umi sama Abah mau ziarah Wali Songo dengan para jamaah kami. Umi nitip pondok sama30. Salam Oryza sativa
Hiruk pikuk suasana pelepasan santri pondok tengah berlangsung. Acara yang begitu menguras tenaga da31. I Love You
*Azzam Dafa Al Kaivan*
"JAMAL," teriak kedua gadisku.
Aku menatap heran kearah Jamal, Nada dan Caca.
"J32. Olahraga Malam
*Cahaya Mustika*
Boleh aku mengisi ruang hatimu?"
Deg.
Mataku ikut melebar karena ucapannya.
"M-maksud G33. Sebuah Pesan
Keesokan harinya secara tak sengaja kedua sejoli yang sudah mulai merasakan permainan hati alias jat34. Jangan Poligami Saya
* Cahaya Mustika *
Hari minggu ini aku hanya rebahan saja. Aku banyak pikiran. Maju mundur cantik, ga35. Cemburuku Salah Sasaran
*Azzam Daffa Al Kaivan*
"Gus."
Aku menghentikan langkahku karena panggilan dari Caca
"Iya," sahutku.
"Sa36. Mental Baja
*Cahaya Mustika*
Assalamu’alaikum." Aku memasuki ruang guru dan agak tercengang karena semua ustazah37. Kriteria Calon Istri
*Azzam Daffa Al Kaivan*
Aku menatap tajam kearah empat wanita yang baru saja menghina gadisku, calon38. Tum Hi Ho
Seminggu setelah kejadian labrakan yang dilakukan Ning Asyifa, keluarga Furqon datang ke rumah kami.39. Serba Serbi Seserahan
*Cahaya Mustika*
Aku tengah membantu Umi melipat baju keluarga ndalem. Begitu statusku menjadi calon40. Penggoda
*Azzam Daffa Al Kaivan*
Sejak tadi Arsyad menghubungiku lewat chat WA, mengabarkan kalau dia akan men41. Fitnah
*Cahaya Mustika*
"Ning, ngapain disini?" Aku kaget karena Ning Zulaikha berada di kawasan ruang ustaz42. Uluran Tangan
"Menurut kamu Jamal gimana?"
"Dia baik. Kamu juga sudah tahu kan? Jangan sok jadi amnesia kamu? Kita43. Maafkan Aku Caca
*Azzam Daffa Al Kaivan*
Harus aku gitu? Ya Allah ... seminggu lagi aku mau nikah Guntur," kesalku.
"Ma44. Tears
*Cahaya Mustika*
Ini hari terakhir Gus Azzam berada di Jogja, semalaman dia meneleponku. Dih, dasar G45. Kerinduan
*Azzam Daffa Al Kaivan*
Aku membuka mataku, pemandangan pertama yang kulihat adalah langit berwarna p46. Selamat Malam Cinta
*Cahaya Mustika*
Huwaaaa .... Aku segera berlari keluar ruangan. Ya Allah, kamu kok bisa seagresif it47. Pingitan
*Cahaya Mustika*
Semalaman aku tidur nyenyak sekali. Rasanya semua beban beratku terlepas seketika. A48. Mahar Cinta
*Cahaya Mustika*
Aku menatap diriku melalui cermin besar di kamar Gus Azzam. Aku terpana, apa ini aku49. First Night
POV Author
Malam terang bertabur bintang, gak ada bulan. Maklum tanggal 29 dalam kalender Qomariah. S50. Korea Bukan Kutub Utara
*Cahaya Mustika*
Annyeonghaseyo
Cihuy ... Gini nih enaknya kalau punya suami oke punya, oke juga isi s51. Honeymoon Ala Raja Singa
*Azzam Daffa Al Kaivan*
Seminggu setelah honeymoon ckckck ... kayaknya lebih enak aku bilang tamasya52. Jepara Membawa Cerita
*Cahaya Mustika*
Aku dan Mas Azzam tengah menuju Jepara untuk menghadiri pernikahan Gus Arsyad. Besok53. Mission Impossible Berhasil
"Masya Allah lucu sekali Mbak Na?" ucap Caca ketika melihat bayi kembar Reihan-Royyan yang kini beru54. Kamulah Pelabuhan Terakhirku
*Azzam Daffa Al Kaivan*
Aku tengah mengelus-elus punggung istriku. Aku tahu dia sangat ketakutan. Aku55. Epilog
*Azzam Daffa Al Kaivan*
"Kamu udah selesai, Dek."
"Udah Mas, baru aja."
"Gimana ada kendala gak?"
"Gak a56. Ekstra Part 1 : Muara Cinta Ning Farida
*Farida Almeera*
Aku membuka amplop yang berisikan akta ceraiku. Seminggu semenjak kejadian Zulaikha57. Ekstra Part 2 : Muara Cinta Ning Farida 2
Fara Salwa Humaira. Adalah nama cantik yang dipilih oleh Kang Rasyid. Hampir sebulan Kang Rasyid ber58. Ekstra Part 3 : Ketulusan Hati Fadil
*Fadil Abdul Ramadhan*
"Pergi ...."
"Hahahaha ... mana kamu Azzam? Hahaha .... Aku cinta kamu ... Aku59. Ekstra Part 5 : Cinta Tak Berbalas
* Lailatul Mukaromah*
Cinta tak berbalas mungkin itulah kisahku. Dia adalah cinta pertamaku. Aku bert60. Spin Off: Kejar Daku Kau Kuijab (NADA-JAMAL)
POV Jamal
"Abah gak setuju kamu itu kuliah ngambil perikanan, pokoknya ngambil jurusan agama sajalah,61. Nada-Jamal : Aku Si Gadis Pemalu
POV Nada
Aku memandangi gerbang kampus UNS dengan antusias. Yes. Akhirnya aku kuliah disini.
Namaku Na62. Nada-Jamal : Pembuktian
POV Jamal
Sudah satu tahun aku kuliah di UNS. Alhamdulillah aku sudah bisa menikmati kehidupanku disi63. Nada-Jamal : Kagum Dalam Diam
POV Nada
Bukannya aku tak paham bahasa cintanya. Hanya saja aku sudah berjanji pada abah dan umiku ji64. Nada-Jamal : Obat Kangen
POV Jamal
"Huft. Dua bulan lima belas hari. Masih lima belas hari lagi ya, Ca."
"Hem ... iya."
"Kangen,65. Nada-Jamal : Perpisahan
POV Nada
"Akhirnya kita bisa lulus bareng. Makasih ya Ca. Kamu mau ikut wisuda bareng sama kita," uca66. Nada-Jamal : Cedera Hati
POV Jamal.
Dua tahun. Sungguh waktu yang sangat lama. Tapi gak papa, demi Nada pokoknya seribu tahun67. Nada-Jamal : Kosong
POV Nada
"Udah. Jangan nangis lagi."
"Tapi aku sedih, Ca."
"Kamu, kan, sudah memutuskan maunya seperti68. Nada-Jamal : Hancurnya Dinding Kesedihan
POV Jamal
Aku tengah menekuri deretan angka-angka pada laptopku. Aku sedang mengecek jumlah pemasukan69. Nada-Jamal : Bertemu Kembali
POV Nada
"Mbak tolong ini ditaruh di sana ya?" pintaku.
"Nggih Ning."
Aku tengah membantu Caca menyiapk70. Nada-Jamal : Mendekat Padamu
POV Jamal
Seminggu setelah kejadian pembatalan hubungan pertunanganku, Abah sakit. Darah tinggi dan j71. Nada-Jamal : Memori Daun Pisang
POV Nada
Aku tak bisa menyembunyikan senyumku. Seminggu ini entah kenapa aku bahagia sekali. Apa kare72. Nada-Jamal : Si Mantan Minta Balikan
POV Jamal
Aku berusaha menahan tawaku. Ya Allah, beneran lagi nonton drama ini. Dimana pelakonnya Zul73. Nada-Jamal : Saranghaeyo
POV Nada
Aku tengah menyusut air mataku dengan kain kerudung. Pun Azmi. Kami sedang menitikkan air ma74. Nada-Jamal : Lamaran Tak Ada Jawaban
POV Jamal
"Nad."
"Iya."
"Saranghaeyo."
Nada menoleh ke arahku
"Aku tresno karo sliramu Nad, sangat-sangat75. Nada-Jamal : Aku Cemburu
POV Nada
Pulang dari Korea aku jadi galau. Ya Allah, perasaanku benar-benar membuncah rasanya. Ada ba76. Nada-Jamal : Pisah Lagi
POV Jamal
Masya Allah, ademnya hatiku bisa melihat calon bidadariku tengah berfoto ria bersama Caca d77. Nada-Jamal : Kuntilanak Datang
POV Nada.
"Nada."
Aku menoleh ke sumber suara. Astaga itu kan ... Hana.
"Hai apa kabar?"
Aku melotot mel78. Nada-Jamal : Aku Rindu
POV Jamal
"Ustaz, itu ponselnya dari tadi bunyi loh."
"Iya, Uztaz Hilman. Biarkan saja, orang iseng it79. Nada-Jamal : Rahasia Hati
POV Nada
Aku masih melengkungkan sebuah senyum. Jamal ... Jamal, Pangeran Kudus ini benar-benar selal80. Nada-Jamal : Ancaman
Aku menatap gusar pada lelaki paruh baya dan juga istrinya yang ada di depanku. Sungguh ini menyesak81. Nada-Jamal : Drama Dua Wanita
POV Jamal
Aku tersenyum semringah ketika melihat calon bidadari dunia akhiratku sedang duduk santai b82. Nada-Jamal : Ujian Iman dan Cinta
"Kamu yakin gak perlu ngajak salah satu kang ndalem buat menemani kamu?"
"Gak usah Umi. Kan Jamal uda83. Nada-Jamal : Firasat yang Buruk
"Siapa?" tanyaku pada Caca.
"Gus Fadil."
"Kok nelepon kamu?"
"Bukan, ini ponselnya Mas Azzam ketinggala84. Nada-Jamal : Kronologis Kejadian
Mbak Nida menggenggam erat tanganku. Sementara aku masih fokus pada penjelasan dari salah satu polis85. Nada-Jamal : Malu
Merenung sendirian. Ini yang sedang kulakukan. Aku baru saja selesai sholat duha. Sementara Mbak Nid86. Nada-Jamal : Sadar
POV Jamal
Brak!
Hantaman keras yang kurasakan membuatku oleng, namun entah karena refleks atau bagaima87. Nada-Jamal : Akhirnya Pulang
Akhirnya, setelah dua minggu dirawat intensif di rumah sakit. Aku bisa kembali ke rumah. Bahagianya88. Nada-Jamal : Kusut
POV Nada
Aku sedang merenung di salah satu kamar yang ada di pondok putri. Banyak hal yang sedang aku89. Nada-Jamal : Fakta
Aku hanya bisa tertunduk. Semua orang sedang menatapku dengan pandangan beraneka macam. Ada yang ter90. Nada-Jamal : Jangan Pergi
Begitu menginjakkan kaki di halaman rumah Jamal, aku tertegun. Tampak sosok Jamal yang berada di ter91. Nada-Jamal : Sah Sah Sah
POV Jamal
Senyum tak pernah lepas dari bibirku. Pokoknya kalau ada sutradara yang lagi nyari orang bu92. Nada-Jamal : Memaknai Perjuangan
POV Nada
Aku masih bergelung malas di atas kasur. Setelah sholat subuh harusnya gak tidur lagi, tapi93. Nada-Jamal : Menua Bersama
POV Jamal
Aku masih duduk di dekat sebuah pusara. Sesekali kubelai nisan yang terbuat dari kayu. Atau94. Spin Off 2 : Mahligai Bersamamu (Azmi-Jenar)
Seorang gadis tengah merenungi nasibnya. Hari ini seseorang yang begitu di kaguminya sejak usia 15 t94. Azmi-Jenar : Batas Penantian
Seorang lelaki berusia 27 tahun tengah memandang lalu lintas kota Jogja dari balik kaca ruang kerjan95. Azmi-Jenar : Pertemuan Separuh Hati
Jenar tengah memandang gerbang pesantren Al-Hikam, kakaknya sedang bertanya kepada satpam yang sedan96. Azmi-Jenar : Om Azmi Butuh Istri
Azmi tengah bermain bola dengan ketiga Aslan. Mumpung minggu ceritanya sedangkan Azzam dan Caca seda97. Azmi-Jenar : Ndeso Bin Katrok
“Ooom!” teriak Azada.
“Iya.”
“Ayok ke Timezone.”
“Boleh.”
“Aidan sama Abrisam mau ikut gak?”
“Ikut,” jawa98. Azmi-Jenar : Surat Menyurat
“Gus.”
“Eh. Ning Hafsah.”
“Iya saya.”
“Ada apa, Ning?”
“Mau ambil foto, Gus.”
“Oh. Saya duluan ya.”
“Eh. G99. Azmi-Jenar : Jadi Ustazah
“Abah sudah kelihatan lebih sehat,” ucap Azmi sambil memijit Abahnya.
“Alhamdulillah. Semoga masih se100. Azmi-Jenar: Jangan Memancing Keributan
“Wow ... its wonderful!” teriak Azada.
“Do you like it, Gus?”
“I like it, Mbak Je. Mas, Idan ayok kita101. Azmi-Jenar: Hati Gak Bisa Dipaksa
Azmi tengah fokus mengerjakan beberapa desain background untuk keperluan studionya. Fokusnya teralih102. Azmi-Jenar: Turunan Al Kaivan
“Kenapa kamu?”
“Aku gagal ta’aruf Mi.”
“Oh.”
“Hanya oh saja, ya ampun Azmi. Kamu tuh gak ngerti rasanya103. Azmi-Jenar : Bersamamu Dalam Halal
Jenar duduk dengan gelisah. Dari tadi dia terus menunduk dan meremas ujung jilbabnya. Sesekali dia m104. Azmi-Jenar : Karma
“Wow ... tempatnya indah ya, Mas?”
“Iya. Kamu suka?”
“Suka sekali. Mas Azmi kok kepikiran ke sini sih?105. Azmi-Jenar: Oppa Jawa
“Tolong cabai setan sekilo, merah setengah, hijau panjang setengah, bawang putih sama merahnya masin106. Azmi-Jenar: Barisan Para Mantan
Suasana meriah menghiasi pondok Al-Hikam. Para santri lalu lalang menyiapkan segala sesuatu untuk re107. Azmi-Jenar: Yasmin Menagih Janji
Genap dua bulan usia pernikahan Azmi dan Jenar. Keduanya begitu bahagia, walau namanya rumah tangga108. Azmi-Jenar: Tawaran Surga Yang Tak Dirindukan
Jenar baru saja keluar dari ruang dosen. Alhamdulillah proposal skripsinya di ACC. Semua ini tak aka109. Azmi-Jenar: Menjadi Rumah Ternyaman
Azmi sedang mengamati sang istri, sejak tadi pagi sikap istrinya aneh. Jenar lebih banyak diam dan m110. Azmi-Jenar : Strategi Azmi
Hari ini, Azmi berencana ke Jogja untuk melakukan monitoring studionya di Jogja. Dia sengaja membawa111. Azmi-Jenar: Kebohongan Yasmin Terungkap
Kyai Yunus dan Gus Yahya baru saja sampai di Pondok At-Taubah di kota Jember. Mereka sengaja mengunj112. Azmi-Jenar: Cobaan
Yasmin menunduk mendengarkan wejangan abahnya. Setelah hampir seminggu tidak mengindahkan panggilan113. Azmi-Jenar: Kehilangan yang menyakitkan
Azmi gelisah, dari tadi dia mondar-mandir sambil sesekali mengecek ponselnya. Saat dia pulang, dia t114. Azmi-Jenar: Keputusan Alifah
Seorang wanita sedang duduk di sebuah batu. Kedua kakinya sengaja ia celupkan pada aliran sungai ben115. Azmi-Jenar: Kepergian Alifah
Tiga hari tiga malam Arif lebih banyak diam, dia bahkan hanya berada di kamarnya. Tanpa makan atau m116. Azmi-Jenar: Rumput Tetangga
Jenar menatap nanar beberapa foto yang masuk ke ponselnya. Lagi. Jenar dibuat resah dan marah oleh t117. Azmi-Jenar: Kejahilan Azmi
Jenar sedang berbaris bersama rekan-rekannya. Jantungnya berdebar tapi senyum tak pernah lepas dari118. Azmi-Jenar: Karma Is Real
Azmi dan Jenar masih menatap Yasmin dan Gus Jalal. Yasmin tersenyum licik. Dia bisa melihat wajah se119. Azmi-Jenar: Maaf
Azmi dan Jenar berjalan di lorong rumah sakit. Mereka hendak menjenguk Yasmin.
“Kok bisa keguguran ya120. Azmi-Jenar: Perjuangan Arif
Arif menatap Pak Hamid. Dia sudah mengutarakan keinginannya untuk menikahi Alifah kembali. Hamid sed121. Azmi-Jenar: Penantian yang Berbalas
Jenar menatap keadaan kamarnya yang seperti kapal pecah. Selalu, seperti ini. Jenar baru saja kembal122. Azmi-Jenar: Ngidam Ala Oppa Jawa
“Yang mana?”
“Itu yang di atas.”
“Ini?”
“Benar.”
“Oke. Aku ambil dulu.”
Jenar menatap ngeri pada sesorang123. Azmi-Jenar: Para Bidadarinya Azmi
Jenar duduk santai sambil sesekali mengusap perutnya. Di sampingnya Quila sedang menikmati es krim c124. Azmi-Jenar: Dighosting Emang Enak?
Azmi menatap bahagia ke arah keempat keponakannya. Akhirnya, dia bisa menjalani malam pertama di rum125. Azmu-Jenar: Allah Perencana Terbaik
Menjadi seorang ayah itu, susah susah gampang. Banyak susahnya tapi banyak banget senengnya. Apalagi126. Azmi-Jenar: Panggilan Dari Khalid
Murni menatap sang suami dengan gelisah. Hamid terlihat marah. Murni ingin menegur tapi terlalu taku127. Azmi-Jenar: Kecelakaan
Waktu terus berjalan, tak terasa sudah tiga bulan, Alifah dan Arif berada di Al-Huda. Hamid masih ta128. Azmi-Jenar: Pemakaman
Amira dan Murni duduk gelisah sambil sesekali melihat ke arah jam. Jam di dinding sudah menunjukkan129. Azmi-Jenar: Keputusan Azmi
Azmi mengernyit menatap beberapa orang yang mendatangi rumah mertuanya.
“Gus.”
Beberapa orang yang dat130. Azmi-Jenar: Kyamud dan Bunyamud
Seakan memang sudah digariskan oleh sang pencipta, semua urusan tentang pembelian tanah dan bangunan131. Azmi-Jenar: Kyamud dan Bunyamud
Azmi membuka pintu kamarnya dengan pelan. Kepalanya melongok lebih dahulu kemudian masuk pelan-pelan


















bagus banget ceritanya
04/07
0bagus ceritanya
16/04/2025
0salut deh sama author yg ini semua cerita novel nya bagus 👍👍👍👍🥰
06/01/2025
0makasih
20/11/2024
0critany trhru dn bgus
13/11/2024
0kasihan kali lah ya
13/11/2024
0makasih
05/09/2024
0ceritnya bagus
23/08/2024
0bagus banget aku baca cerita nya
06/06/2024
0lanjut
02/06/2024
0