Total : 26Bab 1 Awal Dari Rasa Itu Tumbuh
Alya masih duduk di bangku kelas satu sekolah dasar ketika pengajian di kampungnya dipindahkan semen
readmore Bab 2 Masa TPA
Hari-hari di TPA berjalan seperti biasa. Alya berusaha fokus belajar, bermain dengan Tiara, dan berc
readmore Bab 3 Masa TPA 2
Hari itu suasana kelas TPA berubah. Gavin yang biasanya selalu duduk di depan bersama Reza, kini jus
readmore Bab 4 Kenangan di Ujung TPA
Di suatu pagi yang cerah dan indah, Alya sedang menikmati hari liburnya. Hari Minggu biasanya dimanf
readmore Bab 5 Tahun Pertama Alya di Pesantren
Awalnya semua terasa biasa saja. Para santri baru sama-sama belajar beradaptasi dengan lingkungan pe
readmore Bab 6 TPADP 2
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Para santri berhamburan keluar kelas. Mereka langsung menuju asra
readmore Bab 7 TPADP 3
Hari demi hari berlalu. Sejak kejadian itu, suasana di pesantren berubah menjadi arena perang kecil
readmore Bab 8 Kabur Dari Pondok
Teman sekamar Alya sudah sibuk berkemas untuk berangkat sekolah. Alya hanya duduk di tepi ranjang, r
readmore Bab 9 Aku Punya Allah
Alya terperanjat. Wajahnya langsung pucat. Rasa panik, malu, dan bersalah bercampur jadi satu. Lidah
readmore Bab 10 Cinta dan Pelangi
Diary Alya Satu tahun di pesantren bukanlah hal yang mudah bagiku. Tapi lewat satu tahun itu,
readmore Bab 11 Ikatan yang Abadi
Waktu pun berlalu. Gejolak cinta yang sempat dirasakan Alya akhirnya pudar. Masa berbunga-bunga itu h
readmore Bab 12 Kembali Pulang
Waktu pun berlalu… Kini Alya memasuki tahun ketiganya di pesantren. Setelah lelah mengejar cinta manus
readmore Bab 13 Pilihan Alya
Alya akhirnya lulus dari pesantrennya setelah tiga tahun lamanya. Hari kelulusan itu terasa haru. Tan
readmore Bab 14 Bertemu Kembali
Ziya, santri yang duduk di sebelah Alya, tiba-tiba menatapnya dengan mata berbinar. “Wah… Alya! Bener
readmore Bab 15 Ketika Rasa Itu Jadi Ujian
Begitu sampai di rumah, Alya langsung menutup pintu, menaruh kitab di meja, dan meneguk air dengan n
readmore Bab 16 Sampai Dzikir Menyatukan Kita
Pengajian pun selesai. Seperti biasa, ustadz selalu memastikan para santri pulang dengan aman. Ia be
readmore Bab 17 Yang Menjauh Untuk Saling Menjaga
Malam berikutnya, Alya berangkat ke tempat ngajinya yang baru—Madrasah Al-Huda—yang letaknya hanya d
readmore Bab 18 Alya dan Musuh Kecil ditangannya
Semenjak itu, Alya dan Gavin jarang sekali bertemu, meski rumah mereka berdekatan. Keduanya tenggela
readmore Bab 19 Ketika Langit Kehilangan Iramanya
Hari demi hari berlalu, dan Alya tak lagi sama. Ia seolah memiliki dunia baru yang terkunci di dalam
readmore Bab 20 Yang Bergerak Lebih Dulu
Pagi itu, Alya masih di kamar. Tirai jendelanya setengah tertutup, membiarkan cahaya masuk secukupnya
readmore Bab 21 Sejuta Imajinasi Liar
Menjelang siang, riuh di rumah itu semakin menjadi-jadi. Di ruang tengah, bingkisan-bingkisan sudah
readmore Bab 22 Antara Ikhlas dan Hampa
Malam itu, syukuran di rumah baru Pak Arvin akhirnya usai. Riuh rendah suara tamu dan aroma masakan
readmore Bab 23 Jiwa yang Berkelana di Malam Berkah
Hari-hari melelahkan itu terus berlanjut hingga tanpa terasa, tibalah malam yang begitu syahdu, mala
readmore Bab 24 Medan Perang di Sisa Ramadhan
Jumat pagi di bulan Ramadhan biasanya menjadi waktu yang paling tenang bagi orang lain, tapi tidak b
readmore Bab 25 Kemenangan di Pagi Idul Fitri
Pagi itu, langit Idul Fitri tampak begitu bersih, seolah semesta baru saja selesai mandi setelah seb
readmore Bab 26 Mawaddah: Cinta di Atas Cinta
Waktu terus bergulir, tidak menunggu siapa pun yang masih ingin terpaku pada masa lalu. Begitu pula
readmore
ok bangetlah
06/03
0sayasuka gems ini
15/02
0bagus
11/02
0bagus
08/02
0maa syaa Allah mumtaz
07/02
0good
05/02
0sangat bagus
30/01
0menurut saya cerita ini sangat mirip dengan kisah saya dulu
27/01
0cerita nya sangat menarik
26/01
0Asyk ceritanya mengalir aku senang sekali membacanya pengen sampai ending nya kemana , penasaran
16/01
0