Total : 481. Segampang Itukah?
"Dina ... ini, sudah enggak muat sama aku. Bisa buat kamu pakai pas lebaran nanti kok, masih baru!
readmore 2. Akan Kubuktikan
"Gelaaay Maaak! Gelaaaay!" jerit Dina dalam hati mendengar permintaan gila Mirna dan ibunya. Ingin m
readmore 3. Semoga Kabar Baik
"Aku ... pulang duluan! nanti aku bicara pada kedua orang tuaku dulu soal semuanya," pamit Deni pad
readmore 4. Terkuak
Beberapa hari menjelang waktu akad, Bu Meri yang saat ini tinggal berdua saja dengan Dina tiba-tiba
readmore 5. Dimana Dia?
"Mamaaa!" Dina langsung sigap berdiri dan menghampiri Bu Meri yang tak sadarkan diri. "Ma ... Ma ...
readmore 6. Malam Pertama
Malam pertama setelah sah sebagai suami-istri, semua pasangan pasti merasakan deg-degan. Malu-malu t
readmore 7. Tekad Mirna
"Aku mau cari-cari info tentang tempat kuliah sama teman hari ini," ucap Dina sambil menyisir rambut
readmore 8. Tak Becus
Malam harinya, ponsel Deni berdering. Melihat nama Mirna yang memanggil, Deni mengangkat dan lekas m
readmore 9. Kebingungan
Mirna berjalan dengan perasaan bercampur aduk. Sekali lagi ia menatap tempatnya bekerja. Baru sekali
readmore 10. Pekerjaan Kedua
Gagal meminta uang kontrak rumahnya kembali, berarti Mirna tidak bisa kemana-mana. Pusing berpikir m
readmore 11. Siapa Dia
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Mirna menuju ke tempat penyalur tenaga kerja kemaren. Berbekal se
readmore 12. Ning Datang, Meri!
Tok ... tok ... tok .... "Mirna! Mirna! Bangun! Buka pintunya!" Mirna seperti bermimpi seseorang mema
readmore 13. Salah Tingkah
"Kemana sih Mirna kok enggak bisa-bisa di hubungin. Enggak tahu apa, aku lagi mau curhat." Bu Meri mo
readmore 14. Mengatur Rencana
Pulau Sebuku. Keesokan harinya Mirna dan Bu Ning bersiap-siap menuju ke pelabuhan pagi-pagi sekali. P
readmore 15. Penolakan
"Ada apa ini?" Deni muncul dari dalam di susul Dina yang menggendong Chika karena mendengar ribut-ri
readmore 16. Penyesalan Mirna
"Ya ampun Dina! Kamu benar-benar kaya anak kecil ya? Pikiranmu Din." "Dina! Dengarkan aku! Kamu itu
readmore 17. Sindir Menyindir
Tok ... tok ... tok .... "Din! Kamu panggil dulu ibumu sarapan! sudah beres kok!" Suara Mirna memangg
readmore 18. Siasat Mirna
Dina meletakkan piring nasi Chika di meja, kemudian berdiri dan menyambut piring yang diylurkan oleh
readmore 19. Perdebatan Ibu dan Anak
"Tapi .... " Dina masih ingin protes. "Dina! Udah ya! Kamu tinggal dulu. Enggak sopan, masa ibu kand
readmore 20. Bimbang
"Maafkan Ibu, Dina! Maafkan ibu. Katakan apa yang harus ibu lakukan untuk menebus kesalahan ibu!" Bu
readmore 21. Curiga
Setelah Bu Ning keluar, Dina berpikir seorang diri. Bukannya mendapat petunjuk keputusan apa yang ha
readmore 22. Pergi
Akhirnya Dina memutuskan untuk order ojek online dengan tujuan rumahnya kembali. Entah sakit karena a
readmore 23. Bingung
"Lagi senang amat hari ini kelihatannya, Bu Meri?" tegur Bu Siti--Pelanggan Bu Meri saat berbelanja.
readmore 24. Ini Rumahku Juga
Malam harinya, Deni memutuskan untuk pulang dan tidur ke rumah orang tuanya saja, karena rumah laman
readmore 25. Mendadak Cekatan
"Tapi, Mas ... aku juga khawatir melihat keadaan Chika. Aku hanya ingin menemaninya, Mas! Enggak mun
readmore 26. Tekad Mirna
Mirna yang biasanya tidak terampil bekerja di dapur, kali ini nampak berbeda. Sangat cekatan mengola
readmore 27. POV Deni (1)
Lahir sebagai anak laki-laki sendiri dari seorang juragan empang membuat kehidupanku nyaris tak pern
readmore 28. POV Deni (2)
"Apa kamu bilang? Kamu mau kerja? Mirna! Kamu sudah berumah tangga. Urus saja anak dan suamimu sekar
readmore 29. Usaha Mirna
Mirna benar-benar menepati ucapannya. Bangun lebih awal dan memasak untuk seluruh anggota di rumah.
readmore 30. Terpaksa Licik
Mirna diam, sambil terus mengaduk-aduk minumannya kembali. "Bukan begitu maksudku Mas ... aku enggak
readmore 31. Mendapat Alamat
"Mama .... mama!" Mirna ngos-ngosan berlari ke toko ibunya. "Ada apa toh, Mir? Jalan-jalannya kok sud
readmore 32. Pertemuan
"Tapi, Ma! Bagaimana kalau dia datang terus mau tinggal di sini lagi. Inikan rumahnya, Ma?" tiba-tib
readmore 33. Sambutan Dina
"Din ... aku ...." "Kamu bawa surat cerainya kan? Mana? Biar ku tanda tangani, terus kamu pulang aja.
readmore 34. Ambyar
"Bi-sa A-pa?" suara Dina tergagap. "Itu ...." ucap Deni sambil menyenggol Dina dengan bahunya. Detak
readmore 35. Mulai Berani
Di dalam kamarnya, Dina menangis seorang diri. Kecewa dan kesal yang ia rasakan. Ibarat bunga baru s
readmore 36. Akhirnya ....
"Deni. Ja-ngan. Bukannya ka-mu enggak bisa ...." "Sttt! Aku sudah sembuh. Dan aku butuh kamu," bisik
readmore 37. Rumit
Hampir tiga jam setelah kepergian Deni, rombongan yang membawa jenazah datang, dan saat itu di rumah
readmore 38. Harus Lebih Sabar
Tiga hari berlalu setelah kematian ayah tirinya Dina. Kondisi Bu Ning juga sudah semakin membaik. Di
readmore 39. Permintaan Bu Meri
Setelah mendapat telpon dari Bu Ning, yang mengatakan bahwa Dina akan bertahan sampai melewati empat
readmore 40. Panas Hati
"Surat hibah? Ya dibawa Dina lah, Ma! Kan dia pemiliknya?" Deni mencoba berbohong. "Jangan bohong! Ak
readmore 41. Tak Terima
"Mamaaaa! Mama! Dia datang lagi, Ma! Dia ... mereka ... datang lagi, Ma!" Mirna ngos-ngosan, berjong
readmore 42. Rencana Ibu dan Anak
Dikamarnya, Deni kembali sibuk mengurus istrinya. Chika yang lama tak bertemu Dina juga merengek-r
readmore 43. Mencoba Menghasut
Pagi-pagi Deni sudah ke dapur, membuat segelas susu untuk Dina yang tidak ia perbolehkan melakukan a
readmore 44. Nekatnya Mirna
"Iya! Yakin! Anak siapa lagi! Kamu lupa? Kalau aku kesana sebulan yang lalu?" ucap Deni membuat Mirn
readmore 45. Lempar Batu, Sembunyi Tangan
Mirna memarkirkan sepeda motornya dengan tergesa-gesa, kemudian berlari ke rumah Dina dengan perasaa
readmore 46. Menyelamatkan Diri
"A-ku enggak tahu, Kak! Aku enggak tahu apa yang terjadi. Tadi Chika rewel, dan ibu membawanya pulan
readmore 47. Keputusan Yang Salah
Beberapa saat sebelum kejadian nahas .... "Papa ... puyaang! Apa puyaang!" rengek Chika yang sudah me
readmore 48. Bingkai Takdir Yang Indah (Ending)
Tiga hari kemudian, pihak kepolisian memberikan kabar yang lagi-lagi membuat Dina histeris, bahwa te
readmore
aaa
27/09/2024
0baguss bangett ceritanya aku suka
23/01/2024
0iya
27/10/2023
0Goodddd
08/08/2023
0😉😉😉😉😉
07/08/2023
0good
05/08/2023
0bagus cerita terharu
05/08/2023
0baguss
04/08/2023
0ceritax sangat bagus
03/08/2023
0tis best
03/08/2023
0