Total : 501. Diusir Abah
Sebuah tamparan keras dari tangan seorang ayah mendarat di sisi wajahku. Membuat pipi ini panas, ram
readmore 2. Tuan Gila
Aku berjalan dari rumah hendak menuju hotel tempatku bekerja. Kebetulan hari itu matahari sangat ter
readmore 3. Surat Kontrak
Deg! A-apa jangan-jangan, wanita yang keluar dari rumahnya tadi itu, istrinya? Bukan adiknya? Atau ka
readmore 4. Pernikahan Kontrak
"Mbak siapa?" Aku bertanya sambil memegang kening yang masih terasa nyut-nyutan. "Saya Starla, sekret
readmore 5. Satu Atap dengan Macan
"Perhatian, tolong dengarkan semuanya." Suara Mas Gio tampak berat dan jantan mendominasi di ruang k
readmore 6. Kecipratan
"Bangun! Jangan jadi wanita malas kalau di sini!" Seketika aku terbangun karena megap-megap setelah m
readmore 7. Rencana Busuk Mbak Sari
"Aaaaaaaaaakkkkkkkhhh ...." Mbak Sari berteriak kaget. Ia melonjak kaget dan membulatkan matanya penu
readmore 8. Terjatuh di Tangga
"Mau ke mana? Jangan lancang, ya, naik-naik ke lantai atas!” "Tidak, Mbak. Saya cuma ...." "Jangan-jan
readmore 9. Playing Victim
["Kami dari Ibra Corporation ingin menanggapi surat lamaran Anda. Kami akan melakukan sesi wawancara
readmore 10. Pertemuan Rahasia Mbak Sari
Pagi-pagi, seperti biasanya sarapan bersama dalam satu ruangan. Jika ada yang belum terlihat batang
readmore 11. Oh, Pak Adit
Sampai beberapa hari kemudian, aku masih penasaran. Siapa pria yang ditemui Mbak Sari? Apa Mas Gio m
readmore 12. Sekamar dengan Sergio
Alangkah kagetnya ketika aku ke luar kamar. Kebetulan, aku melihat Mbak Sari masuk dan maskernya ter
readmore 13. Aktris Terbaik
"Jangan sok mengerti keadaan saya! Kamu tidak tahu apa-apa! Dasar Pelakor!" Kenapa dia bawa-bawa sebu
readmore 14. Tempat Rahasia
"Ya, kami dekat sejak SMA dan kuliah di luar negeri sama-sama. Kenapa? Kamu naksir Sergio?" Dia bert
readmore 15. Bunglon
"Kamu mengikuti saya?" ketusnya. Benar saja, kan, dia curiga. "Tidak. Saya hanya mengikuti langkah ka
readmore 16. Harga Diriku
"Kelakuanmu itu tidak ada bagus-bagusnya, Rimar! Makanya saya malu mengakuimu sebagai istri! Belum l
readmore 17. Beradu Mulut
Aku dan Mas Gio tiba di rumah beberapa menit sebelum Magrib. Aku mengambil langkah masuk lebih dulu.
readmore 18. Malam Kelam
"Halo, Beb? Gimana besok? Kok, diam saja?" Kumatikan sambungan, kemudian semua notifikasi dibisukan
readmore 19. Menemukan Bukti
"Hei. Heeiiiiii ...." Aku langsung berdiri kaku di tempat saat mendengar suara pekikkan itu. Apa Mas
readmore 20. Investigasi Pertama
Dokter itu memegang sesuatu seperti pisau,—mungkin. Lalu, ia menggerakkannya sekitar beberapa sentim
readmore 21. Widuri atau L?
Setelah si driver pergi, aku berjalan mengendap di depan pagar dan bersembunyi di bawah pohon palem.
readmore 22. Kemurkaan Abah
“Baah, Rimar mau pulang ....” “Kenapa pulang? Gak betah di sana?” “Rimar mau pulang aja, Abaaah ....”
readmore 23. Tetangga Rese
Mata Abah begitu membesar dan bulat sempurna karena terhenyak dengan ucapan menantu yang tak diharap
readmore 24. Mengamati Mbak Sari
"Coba lihat dulu yang ini ...." Mbak Indah menunjukkan bagian video yang membuatku langsung tercenga
readmore 25. Widuri
Mbak Sari dan lelaki itu tadi sudah duduk di dalam mobil. Mereka terlihat sedang berdiskusi serius d
readmore 26. Tenggelam
“Lisa?! Apa yang kamu lakukan?” Lisa terperangah mendengar namanya dipanggil dari arah belakangku. “Eh
readmore 27. Kedua Kalinya
“Mas, jangan tidur.” Aku memanggilnya ketika melihat ia merebahkan tubuh di ranjang. “Memang kenapa?
readmore 28. Jadwal Operasi
“Apa yang Mbak Sari lakukan pagi-pagi di rumah sakit? Sepertinya, dia sering sekali ke sana? Apa dia
readmore 29. Mas Gio yang Aneh
Dengan senang hati aku bergegas pergi menuju kantor. Langkahku menjadi lebih ringan karena berbekal
readmore 30. Antara Mas Gio dan Pak Adit
“Emm ... Rimar. Bisa saya minta bantuan kamu?” Ia melepas kacamatanya dan bertanya dengan serius. “Bo
readmore 31. Kejutan Tak Terduga Untukku
“Kamu lupa kalau saya ini Sultan Bandung?! Jangankan bensin, saya bisa membeli seluruh SPBU di sini
readmore 32. Dihadang Inisial L
Apa pria itu masih bisa disebut manusia? Tidak, dia lebih rendah dari binatang mana pun! Bahkan, bin
readmore 33. Kejujuran Pak Adit
“Keluarga saya?” Aku menekan ucapanku. “Mas! Apa maksudnya keluarga saya? Kamu bicara seolah-olah sa
readmore 34. Mas Gio Menghilang
Suara pintu mobil ditutup terdengar cukup keras yang berasal dari belakangku dan Mbak Sari. “Adit, Ap
readmore 35. Terjebak di Kantor
“Rimar, kamu enggak ketemu Gio?” Mama mertuaku menghampiri dan bertanya. Aku menggeleng dengan perasa
readmore 36. Sergio Terluka
“Tolooooo—“ Tidak! Kini dia ada di belakangku, merengkuh, dan tangannya menutup mulutku rapat-rapat.
readmore 37. Ucapan Terima Kasih Pertama
“Kalau saya yang mengganggu demi kepentingan saya sendiri boleh?” “Ah ... em ...?” Sekilas, aku mengi
readmore 38. Apa Sergio Gegar Otak?
“Rimar!” Suara panggilan yang mengagetkanku. Seketika itu juga aku terbangun dari lelapnya tidur sam
readmore 39. Orang Tak Dikenal
“Tapi ... aku harus kerja, Mas.” “Di kantor maupun di sini, kamu sama-sama bekerja untuk saya. Dengar
readmore 40. Penusukkan Mama Mertua
Kami yang ada di atas hanya memperhatikannya. Namun, tiba-tiba mertuaku tersungkur dan tak berdaya d
readmore 41. Operasi Bu Hasna
Mas Gio mendekati, menarik tangan, lalu membawaku ke tempat yang agak sepi. Dia melepas tangan denga
readmore 42. Loser
“Halo, iya, Pak?” “Jadi, pelakunya sudah terlacak?” “Baik, baik, Pak. Saya ke sana sekarang.” Begitulah
readmore 43. Suara Pistol
“Loser.” “Apa?” Mas Gio tampak bingung. Ia tak mengerti sama sekali dengan maksud ucapan si pelaku. “L
readmore 44. Terjebak di Rumah
“Ha— Aku mendengar suara ceklekan menempel tepat di belakang kepala, membuat napasku terhenti sejenak
readmore 45. Korban Perasaan
Baru saja akan berbelok ke arah pintu masuk, ada dua orang berpakaian serba hitam seperti lelaki seb
readmore 46. Diskotik
Dalam perjalanan ke rumah sakit itu, Mas Gio menghubungi Mbak Sari. Ia hanya menceritakan bahwa papa
readmore 47. Memergoki Mbak Sari
Tiba-tiba, aku merasakan getaran dari ponsel yang kutaruh di saku celana. Siapa yang meneleponku di
readmore 48. Gugatan Cerai
“Mas?” “Pak Sergio?” Dokter Arin menatap Mas Gio, kemudian menatap bergantian lelaki yang datang bersa
readmore 49. Gugatan Cerai Kedua
“Sari, mulai saat ini kamu bukan istriku lagi. Aku akan melayangkan gugatan cerai ke pengadilan sece
readmore 50. Akhir yang Diharapkan
“Saya menceraikanmu, Rimar.” “Sergio!” pekik Mama. Mas Gio menghela napas dalam-dalam, lalu diembuskan
readmore
Best banget jln ceritanya.. Gue minat dngn watak si adit & si Rimar.. Smoga sukses selalu penulisnya.. Aaamiin
18/05/2022
0terima kasih atas karyanya... ending nya sesuai dengan khayalan q.. tapi kasian juga si Sergio...
14/05/2022
0keren ceritanya
2d
0seru banget
04/07
0bagus
06/06
0hhshs
14/01
0baik
06/01
0bagus
01/12
0bagus menarik
08/09
0terimakasih atas cerita nya
30/08
0