Bagi mahasiswa dan mahasiswi tingkat akhir, semester 7 ini merupakan semester yang paling ditunggu sekaligus suatu momok yang menegangkan, menakutkan, dan melelahkan. Karena di semester inilah mereka berjuang menyelesaikan tugas akhir yaitu skripsi. Seperti halnya Airin dan Riska. Mereka bolak-balik ke ruang dosen dan rumah dosen pembimbingnya untuk melakukan bimbingan skripsi. Setiap hari mengerjakan dan memperbaiki skripsi masing-masing. Siang dan malam mereka manfaatkan dengan baik. Tidak jarang Riska menginap di kosan Airin dan juga sebaliknya, Airin menginap di Rumah Riska. Bagi Airin perjuangan untuk menyelesaikan studinya harus berakhir baik dan memuaskan. Agar ia bisa cepat mencari kerja, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di sela-sela kesibukan tugas akhir, Airin masih sempat untuk bekerja di cafe. Terkadang papanya mengirimkan uang, namun tidak setiap bulan. Airin tetap menerima dan mensyukuri, mumpung papanya masih berbaik hati. Tabungan, uang yang dikirim papanya, dan gaji dari kerja paruh waktunya harus benar-benar dihemat. Airin tidak ingin berboros dan harus menjadi perempuan mandiri. *** "Gimana Ris?" tanya Airin setelah Riska keluar dari ruang dosen. Riska tidak menjawab, wajahnya ditekuk. Sepertinya skripsi Riska belum di-ACC. "Kok diem aja. Jawab dong!" pinta Airin. Lagi-lagi Riska enggan membuka mulutnya untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. "Oke. Kalau gak mau jawab. Sabar ya Ris. Kita ke cafe aja yuk. Aku yang traktir." ucap Airin memberikan semangat pada sahabatnya. Airin menyeret tangan Riska agar segera pergi dari depan ruang dosen. Akan tetapi, orang diseretnya tidak bergerak, dan itu membuat Airin membalikan badannya. Airin melihat Riska cengengesan. Ia malah jadi takut dengan perubahan suasana hati Riska. Apa karena belum di-ACC skripsinya, Riska menjadi stres. Bulu kuduk Airin mendadak berdiri. "Skripsi aku di-ACC kok." ucap Riska sambil menampilkan wajah senangnya. Riska hanya mengerjai Airin. Akhirnya mereka bisa sidang dan wisuda bareng. Airin benar-benar tidak percaya Riska bisa mengerjainya. Perasaannya tidak nyangka kalau mereka akan lulus bersama-sama. "Yuk." ajak Riska. "Kemana?" tanya Airin heran. "Katanya mau traktir aku di kafe depan. Mumpung kamu lagi berbaik hati, kita lets go." ucap Riska bersemangat lalu berjalan mendahului Airin. "Giliran traktiran semangat gitu. Tadi saja kayak orang kemasukan". ucap Airin. "Ai. ayo cepet. Aku mau pesen Americcano nih! Haus banget" ujar Riska agak keras, karena langkahnya sudah jauh. "Iya, iya. Aku datang." balas Airin sambil berjalan cepat. *** Beberapa hari kemudian, Airin dan Riska resmi menyandang gelar sarjana management. Mereka sangat bahagia dan saling berpelukan. Karena usaha mereka selama ini tidak sia-sia. Airin dan Riska bergabung bersama teman-teman yang lainnya yang juga sudah selesai sidang skripsi. Saling bertukar bingkisan, bunga dan dilanjut foto bersama.
Cảm ơn
Ủng hộ tác giả để mang đến cho bạn những câu truyện hay
bagus juga, 👍
7d
0empat aja dulu yo
13d
0good
26/05
0Xem tất cả