logo text
Thêm vào thư viện
logo
logo-text

Tải xuống cuốn sách này trong ứng dụng

Bab 2 : Keluarga Airin

Brak
Suara bantingan handphone menggema di ruang keluarga.
“Apa-apa ini?” tanya seorang wanita berambut pendek.
Dua anak yang sedang bercecok dari tadi mendongak ke arah ibunya. Baru saja gadis berambut panjang akan berbicara, seorang anak laki-laki langsung menyahut.
“Ini kak Airin tiba-tiba hapus aplikasi di handpnone aku ma. Terus dia juga lempar handphone aku.” jelas anak laki-laki bertubuh gemuk.
Wanita yang tadi dipanggil dengan panggilan mama mendadak murka dan melotot ke Airin yang sudah ketakutan.
“Kamu ini bagaimana sih? kamu itu seorang kakak. Kenapa selalu cari gara-gara sama adik kamu? Harusnya kamu itu memberi contoh yang baik sama adik kamu. Awas kamu. aku akan aduin kamu ke papa.” ucap Sinta.
“Ma, jangan. Bukan aku yang lempar handphone dia. Dan aku juga gak sengaja menghapus aplikasi game-nya. Tadinya memang ada niatan untuk itu, tapi dia terus-terus mencekram tangan aku sehingga dengan tidak sengaja aplikasinya kehapus dan handpnone-nya terlempar.” jelas Airin yang sekarang mengenakan seragam SMA.
Baru saja Airin pulang sekolah dan sudah melihat adiknya yang bernama Pasha sedang asyik bermain game. Ia mencoba untuk menasihati adiknya agar tidak main game terus, karena apa tidak cukup hari ini dia bolos sekolah dan main game bersama temannya. Tidak sengaja Airin melihat Pasha bersama temannya enak-enakan main game di pinggir jalan. Airin melangkah untuk menghampiri Pasha tiba-tiba ada motor yang menabraknya. Ia sebelumnya tidak lihat kiri kanan karena takut adik pergi sebelum di tegur. Ini salahnya.
“Dek, bangun dek. Kamu gak papa?” tanya pengendara motor yang tadi menabrak Airin.
Airin tersadar dan menjawab, “Gak papa, Pak. Maaf.”
“Syukurlah. Lain kali hati-hati dek kalau menyeberang. Lihat kiri dan kanan.” tegur pengendara motor.
“Iya, Pak. Sekali lagi saya minta maaf.” ucap Airin sedikit tidak memperdulikan pengendara motor karena matanya menangkap Pasha pergi.
“Apa perlu saya bawa ke rumah sakit dek?” tawar pengendara motor.
“Tidak usah, Pak. Saya baik-baik saja. Saya sudah terlambat ke sekolah. Saya pamit dulu.” balas Airin.
“Ya sudah dek.” ucap pengendara motor dan pergi melanjutkan perjalanan.
“Aduh. Sudah pergi lagi si Pasha.” batin Airin.
***
Airin sepulang sekolah tidak langsung pulang ke rumah. Ia mampir ke warung internet untuk memastikan benar tidak adiknya mampir di situ.
“Om permisi. Tadi pagi sampai siang Pasha sama teman-teman di sini ya?’’ tanya Airin.
“Gak.” jawab om Agus ketus.
“Jangan bohong om. Jujur saja. Om ini harusnya, kalau jam sekolah gak usah meerima anak main game di sini. Kalau om gak jawab jujur aku laporin ke satpol PP.” ancam Airin.
Karena takut akan dilaporkan ke petugas satpol PP akhirnya Om Agus mengaku, “Iya tadi dia dan teman-temannya numpang wifi di sini. Main game.”
“Berarti gak sekolah dong Pasha sama teman-temannya. Dasar bocah. Baru SD suka main bolos-bolosan.” batin Airin.
“Ya sudah om. Lain kali itu diusir saja anak-anak yang main game dan numpang wifi di sini. Suruh sekolah. Bagaimana sih Om ini? Awas om, nanti Airin laporin.” tegas Airin.
“Iya Iya. Sudah sana pergi.” usir om Agus.

Bình Luận Sách (531)

  • avatar
    ChairaAmiza

    bagus juga, 👍

    23d

      0
  • avatar
    WiyarjoHarto

    empat aja dulu yo

    28d

      0
  • avatar
    LatipHikam

    good

    26/05

      0
  • Xem tất cả

Các chương liên quan

Chương mới nhất