logo text
Thêm vào thư viện
logo
logo-text

Tải xuống cuốn sách này trong ứng dụng

AIRIN

AIRIN

LILISA


Bab 1 : Pindah Kost

Deruh roda koper yang diseret seorang gadis berambut panjang memenuhi jalanan. Sang empuh koper berhenti dan mengangkat tangannya untuk menyekat keringat yang memenuhi dahinya. Lalu ia merogoh saku celananya dan mengambil sebuah kunci. Iya, dia Airin yang sudah sampai di tempat kost barunya. Ia memilih pindah kost yang lebih dekat dengan kampus dan tidak terlalu ramai. Entah sudah berapa kali ia pindah-pindah kost. Airin pernah nge-kost di sebuah tempat kost yang agak jauh dari kampus karena menyesuaikan kondisi keuangannya. Namun, Airin malah tidak betah karena terlalu kejauhan sehingga ia sering terlambat datang ke kampus. Setelah mendapat pekerjaan paruh waktu, ia pindah ke kost-an yang lumayan dekat dengan kampus. Akan tetapi, lagi-lagi Airin tidak betah karena satu ruang kost diisi lebih dari dua orang, sehingga ia merasa sedikit risih. Dan akhirnya kini, ia menemukan tempat kost yang nyaman, semoga.
Setelah berbenah di kost barunya Airin langsung mandi dan berganti pakaian casual. Awalnya ia berniat untuk langsung pergi ke kampus karena sore ini jam 3 ada bimbingan skripsi yang harus Airin hadiri. Tetapi, jam masih menunjukkan pukul 13.30. Airin pun merebahkan badannya untuk istirahat sejenak melepas penat setelah hampir seharian berbenah di kost-an barunya
Kruk kruk kruk.
Bunyi perut Airin membuatnya memegang perut.
"Lapar." rintih Airin.
“Berangkat sekarang sajalah. Sekalian makan siang di kantin.” sambung Airin.
Airin pun beranjak dari tempat tidurnya dan mengemas barang-barang yang akan dibawa ke kampus. Setelah selesai, ia langsung keluar dan tak lupa mengunci pintu kostannya.
Airin merupakan mahasiswi di universitas swasta yang berbeda kota dengan tempat tinggalnya. Ia menerima beasiswa penuh dan sekarang sedang menjalani tugas akhirnya. Airin lahir di keluarga yang lumayan berkecukupan. Seharusnya ia tidak akan kekurangan apapun dan tentunya orang tuanya masih sanggup menyekolahkannya sampai kuliah. Akan tetapi, Airin yang tahu diri tidak akan minta-minta pada orang tuanya yang selalu memberikan luka kepadanya. Airin sungguh bersyukur atas beasiswa ini, syukur-syukur ia terlepas dari keluarganya di kampung. Hal inilah yang diingkan Airin, jauh dari keluarganya.
***
Tidak disangka, sekarang Airin sudah sampai di area kampusnya dan segera menuju ke kanti. Suasana kantin lupayan sepi, mungkin mahasiswa-mahasiswi yang lain sudah selesai makan siang. Ia pun menuju salah satu kedai untuk memesan makanan.
“Ibu, saya pesan soto ayam dan es jeruk ya.” ujar Airin setelah melihat menu yang terpampang jelas dihadapannya.
“Iya neng. Sebentar, ibu siapkan dulu.” sahut ibu kantin.
Airin berbalik dan menuju meja yang kosong. Matanya menyusuri kantin dan memeng sudah sepi lalu ia pun merogoh tasnya mengambil handphone.

Bình Luận Sách (531)

  • avatar
    ChairaAmiza

    bagus juga, 👍

    23d

      0
  • avatar
    WiyarjoHarto

    empat aja dulu yo

    28d

      0
  • avatar
    LatipHikam

    good

    26/05

      0
  • Xem tất cả

Các chương liên quan

Chương mới nhất