Bunga pulang dari kediaman Asri dengan rona wajah bahagia. Sebentar lagi hidupnya akan berubah. Sesampainya di rumah, Rita sudah menunggunya. “Bunga, bagaimana?” tanya wanita itu. Bunga tersenyum seraya mengacungkan ibu jarinya. “Berhasil, Bu! Ide-ide Bu Rita benar-benar brilian!” puji Bunga. Wanita paruh baya itu pun turut bangga. Melihat Bunga memiliki semangat hidup lagi, Rita merasa lega. Setidaknya ia telah menyelamatkan kehidupan seorang gadis malang seperti Bunga. Mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya, Rita tidak peduli. Baginya, tugasnya sudah cukup sampai di sini. Tak lama Rita meninggalkan kediaman Bunga, dan gadis itu pun juga terpaksa keluar rumah untuk membeli sesuatu di Minimarket. Sebelum pulang tadi, Asri memberikan banyak uang untuk Bunga, dan berjanji akan segera mencarikan tempat tinggal baru bagi putrinya. *** Bunga begitu kalap berbelanja, ia membeli banyak barang dan bahan makanan. Ia tak perlu berhemat lagi, toh sekarang sudah ada yang menanggung hidupnya. Ketika ia mengantri di depan kasir, ada yang memanggilnya dari belakang. “Bunga!” Gadis itu menoleh, dan ternyata yang memanggilnya adalah Sherly serta Sherina. Kedua gadis ini adalah teman sekelasnya, dan orang-orang yang selalu membantu Dona untuk mengganggu Bunga. 'Sialan! Kenapa ada mereka di tempat ini?' batin Bunga. Tanpa ragu Sherly mendekat, dan sambil tersenyum menjambak rambut Bunga dari belakang. “Aww!” teriak Bunga. Secara refleks orang-orang menoleh kearahnya. Sherly segera mengusap-usap rambut Bunga sambil tersenyum. “Maaf, tadi rambut kamu ada kutunya, jadi aku ambil. Gak sengaja malah kejambak,” ucapnya beralibi. Tanpa ragu Sherina membantu temannya untuk menjatuhkan mental Bunga, tentunya agar-agar orang-orang sekitar tidak akan menyangka, jika Sherly tadi benar-benar telah menambak rambut Bunga. “Iya, kamu itu makanya keramas dong, Bunga! Biar gak kutuan!” teriak Sherina. “Sherina, jangankan keramas, mandi aja jarang!” imbuh Sherly sambil tertawa. Tak sadar si Kasir Minimarket pun ikut tersenyum, namun ia berusaha menahannya dengan menutup mulutnya menggunakan satu tangan. Melihat niat untuk menjatuhkan Bunga berhasil, Sherly dan Sherina kian menjadi. “Ih, itu baju yang kemarin, kan? Kamu gak ganti?” Sherina menutup hidung. “Bau ya!” imbuhnya. “Di sekolah kan emang dia terkenal bau!” imbuh Sherly. Orang-orang mulai melihat ke arah Bunga, ada seorang wanita paruh baya yang merasa terganggu dengan tingkah Sherry dan Sherina. “Heh, Dek. Tolong jangan berisik, kasihan teman kamu itu,” ujar si wanita. Sherly dan Sherina terdiam sesaat seraya mendumal, dan mencibir sikap wanita itu. “Sok baik banget tuh Ibu-ibu,” bisik Sherina. “Tahu tuh, mau jadi pahlawan kesiangan kali,” sahut Sherly. Akhirnya, kini giliran Bunga yang akan dihitung barang belanjaannya. Bunga sudah tidak sabar ingin segera meninggalkan tempat ini. Keberadaan dua gadis di belakang, benar-benar mengusik ketenangannya. Ketika Kasir Minimarket tengah menghitung belanjaannya, Bunga tampak fokus mengeluarkan seluruh isi dari dalam keranjangnya. Sherly dan Sherina tak tinggal diam. Mereka mengeluarkan botol sirup strawberry dari keranjang belanjaan mereka. Dan dengan sengaja membuka tutupnya, lalu menaruh cairan sirup pada celana yang dikenakan oleh Bunga. Berhasil melakukan kejahatan itu, Sherly dan Sherina bertos tangan. ***** Belanjaan Bunga sudah selesai dihitung, dan ia langsung membayarnya, lalu meninggalkan mini market itu. Baru beberapa langkah saja Bunga berjalan, Sherly meneriakinya. “Ih, Bunga! Kamu lagi datang bulan ya!” “Hih, tembus dong!” imbuh Sherina. “Gila emang dasar, jorok!” “Iya, masa lagi datang bulan gak pakai pembalut, ewww!” Bunga menoleh ke belakang, ia memeriksa celananya. Dan ternyata benar, ada noda merah yang menempel. Padahal dia sedang tidak datang bulan. Bunga tahu jika semua ini adalah ulah dari kedua temannya yang jahat itu. Ia begitu panik, semua orang terlanjur melihat ke arahnya. Kini Bunga menjadi pusat perhatian. Dan orang-orang mulai berbisik membicarakan Bunga. Tak sedikit yang menertawakan gadis malang itu. Hanya si wanita yang sempat menegur Sherina dan Sherly tadi, yang memilih untuk diam. Ibu-ibu itu menggelengkan kepalanya seraya berdecak heran. Tanpa ragu ia membuka jaket rajut yang ia kenakan, dan memberikannya kepada Bunga. “Pakai ini, Dek!” ujarnya sambil mengikatnya di pinggang Bunga. Memang noda pada celana sudah tidak terlihat lagi, namun Bunga sudah terlanjur malu. Bunga pun segera meninggalkan Minimarket dengan berlari. Saking malunya, ia sampai tak sempat memunguti sebagian barang-barangnya yang terjatuh. Sementara Sherina dan Sherly menertawakan Bunga dengan puas. Lalu si wanita paruh baya mendekat, dan mulai mengocehi kedua gadis itu. “Kalian ini benar-benar keterlaluan, coba bayangkan kalau sampai semua ini terjadi kepada kalian!” ujarnya mengingatkan Sherina dan Sherly. “Eh, Bu! ngapain sih ngoceh-ngoceh gak jelas!?” bentak Sherina. “Karena kalian sudah keterlaluan, mengerjai dan menertawakan dia! Saya tahu kalau noda itu berasal dari botol sirup itu, kan?!” sahut si wanita sambil menunjuk ke arah keranjang yang dibawa Sherly. “Heleh, Bacot!” bentak Sherly. “Saya harap kamu akan menyesali perbuatan kamu ini, suatu haru nanti,” tukas si wanita seraya berlalu pergi. Untuk kesekian kalinya, Bunga dipermalukan di depan umum. Padahal Bunga sudah rela meninggalkan sekolahnya, berharap ia bisa hidup dengan tenang. Dan tidak ada yang mengganggunya lagi. Tetapi semua harapannya tak terwujudkan, mereka masih saja, memiliki banyak cara untuk mengganggu Bunga. Gadis itu bersumpah, bahwa ia tidak akan memaafkan Sherly dan Sherina selamanya. Bunga juga berjanji kepada dirinya sendiri, bahwa suatu saat nanti ... ia akan membalas perbuatan dua gadis itu. Bahkan lebih menyakitkan dari apa yang ia rasakan saat ini. Bersambung.
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
Gastos 19 diamante
Balanse: 0 brilyante ∣ 0 Mga puntos
Komento sa Aklat (119)
NuryatiNuryati
cerita nya sangat menyentuh dan bikin saya menyukainya terimakasih
cerita nya sangat menyentuh dan bikin saya menyukainya terimakasih
06/02
0ceritanya menegangkan
26/09
0bagus bangat
18/06/2025
0Tingnan Lahat