Saat ini ketika semuanya sudah berada di dalam ruang yang mengerikan, tidak ada seorangpun yang bisa mengatasi hal semacam ini. Aku merasakan denyut nadi yang terus menerus menggangguku. Ada begitu banyak hal yang memang sudah kusesali. Hanya saja semakin lama semakin terasa pusing. Dibalik semua itu banyak hal yang sudah berubah. Dari raut wajah mereka semua memperlihatkan seolah ada sesuatu yang sudah terjadi. Disaat yang sama pula beberapa orang lainnya terlihat panik. Pikiranku hanya tertuju pada pekerjaan yang memang harus ku selesaikan malam hari ini. Tidak peduli dengan huru hara yang terjadi di belakang sana. Disaat mereka kebingungan dengan banyak hal yang ada, aku merasa sedikit gelisah. Tidak seperti biasanya, sekarang semuanya nyaris menjadi kacau. Ada begitu banyak alasan kenapa aku tidak bisa melakukan semua hal dengan cepat. Salah satu alasan yang bisa menyelamatkan diriku dari situasi yang mungkin akan mengancam kesehatanku. Kali ini sudah waktunya untuk pergi. Begitu juga dengan pekerjaanku yang sudah selesai. Memang begitu melelahkan mengerjakan proyek ini meski sudah banyak melibatkan composer lain. Ternyata selalu saja ada hal yang kurang. Dari situ juga aku seringkali merasa sedikit cemas akan hal itu. Memang sudah berbeda dari sebelumnya sekarang semuanya sangatlah lambat. Ketika aku membuka pintu, tiba-tiba saja manager menghampiriku. “Kau sudah menyelesaikan tugasmu?” tanya manager padauk. “Ya. Itu benar. Kenapa tiba-tiba menemuiku begini?” “Rupanya kau masih belum paham dengan situasinya ya.” “Tunggu, memangnya apa yang terjadi?” “Semua orang sekarang sedang sibuk menangani beberapa tuduhan pada salah satu selebriti di agensi ini. Kau yakin tidak pernah mendengar keributan apapun?” “Sejujurnya ku dengar banyak yang sedang panik. Tapi tidak pernah kutanya apa yang terjadi. Jadi itu yang membuat kalian sampai kesulitan begini.” “Ngomong-ngomong, kedatanganku kemari hanya menyampaikan beberapa hal penting saja. Bagaimana kalau bicara di tempat lain?” “Baiklah kalau begitu.” Tidak lama setelah itu, mereka berdua pun berpindah ke suatu restoran BBQ di tengah kota. Meski ada banyak sekali hal yang ingin sekali ditanyakan saat ini, itu malah terjebak di dalam kepala saja. Tidak disangka manager akan menemuiku dan mengatakan soal keributan di agensi. Memang sulit sekali dipercaya apalagi tidak seperti biasanya. Terkadang itulah yang membuat seseorang merasa sedikit waspada. Tidak terkecuali dengan diriku. Kali ini aku hanya perlu mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut orang ini saja. Tidak tahu apakah itu benar atau malah sebaliknya. Banyak juga alasan kenapa harus kudengarkan langsung dari orang ini secepatnya. Manager kemudian membuka obrolannya dengan melanjutkan pembahasan yang tadi kami bicarakan ketika berada di dalam Gedung agensi. “Ini terkait tuduhan yang dilayangkan pada salah satu artis kita,” ucapnya dengan pandangan yang cukup serius. “Tuduhan apa?” “Soal skandal pencucian uang dan juga pemerasan. Kedengarannya memang agak merepotkan tapi itulah yang disampaikan pihak berwajib pada pihak kita.” “Apa? Bagaimana bisa? Mustahil artis itu terlibat hal mengerikan begitu.” “Sudah kuduga kau juga tidak akan percaya. Astaga ini memang sangat menyebalkan. Tidak tahu lagi bagaimana menutupi kasus sebesar ini. Tapi kalau terus dibiarkan media pasti akan menyebarkannya.” “Benar. Mereka pasti akan segera bergerak begitu mencium bau informasi yang menguntungkan. Hanya saja, ada sedikit kekhawatiran menurutku.” “Apa itu?” “Ini akan panjang.” “Maksudmu kasusnya tidak akan semudah itu untuk ditutupi?” “Ya. Itu benar. Kalau memang mereka ingin melindunginya seharusnya sudah tahu apa yang harus dilakukan bukan? Jadi kenapa harus merasa pusing dengan kasus ini? Jangan bilang manager juga tidak tahu solusinya?” “Kau benar. Memang tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk menutupi itu.” “Tinggal tutup mulut saja dan pura-pura tidak tahu.” “Apa kau bilang?” “Itu satu-satunya cara untuk menutupi kasus ini. Bukankah agensi tidak mau dirugikan? Jadi kenapa masih diam saja?” “Astaga, sulit dipercaya kau akan mengatakan hal ini.” “Itu langkah yang sudah benar untuk diambil. Ya, jika mau.” “Sialan.” “Lagi pula, sudah tidak ada lagi waktu.” “Kalau masalah waktu itu pasti tidak ada. Mereka sudah mulai tahu. Bisa gawat.” “Biarkan saja. Sudah kubilang bukan itu tidak ada hubungannya denganmu jadi jangan terlalu diambil pusing. Masalah konsekuensi hanya artis itu yang akan menanggungnya. Tidak perlu cemas.” “Apa kau psikopat? Benar-benar tidak berempati dengan masalah ini.” “Wah, jadi anda mulai menyalahkanku? Astaga itu tidak benar. Bukan tidak ada empati. Hanya saja bukan urusanku.” “Hey, apa kau sudah selesai dengan semua yang sudah kau lakukan sejauh ini?” “Yang mana?” “Maksudku soal karya yang kau buat untuk agensi lain yang bekerjasama denganmu.” “Masih dalam proses. Sudahlah aku harus segera ke asrama. Sampai nanti manager.” “Bocah itu,” gerutu manager. ‘Mereka hanya memusingkan yang tidak menguntungkan saja,’ gumam diriku. Dunia memang terkadang sangat aneh. Ada begitu banyak orang yang merasa bersalah atas apa yang dilakukan oleh orang lain. Padahal semua itu tidak ada hubungannya sama sekali. Dilihat dari sudut mana pun rasanya sangat tidak masuk di akal. Anehnya, seseorang itu malah semakin terhanyut dan ingin sekali ikut menyelesaikannya. Tidak peduli dengan apapun yang akan datang menghampirinya. Entah itu keberuntungan atau malah bencana sekalipun. Konyol sekali manusia semacam itu. Sesuatu yang perlu disadarkan untuk selamanya. “Wow. Ternyata kalian sedang berkumpul,” ucapku begitu sampai di asrama. “Kau dari mana saja?” “Jangan bilang kau baru menyelesaikan proyek itu?” “Hey, ayolah satu-satu bertanya nya. Kalian benar. Ngomong-ngomong, apa tidak ada kegiatan yang akan kalian lakukan?” “Tidak ada.” “Hanya bersantai.” “Kedengarannya cukup meyakinkan ya.” “Apa kau tadi bertemu dengan para staf?” “Apa? Tentu tidak. Kenapa kau menanyakan mereka?” “Hanya bertanya saja.” “Ada apa ini? Tidak seperti biasanya.” “Jangan pura-pura tidak tahu. Kau sendiri seharusnya sudah mendengar kabar berita itu bukan? Semua orang di agensi sedang membicarakan hal itu.” “Maksudmu soal artis yang kena skanda?” “Itu kau tahu.” “Tadi manager memberitahuku.” Tidak disangka bahkan mereka berdua ini jauh lebih update daripada diriku. Tapi itu tidak masalah. Bagaimanapun juga seiring berjalannya waktu semuanya akan tersebar. Tidak akan ada yang bisa menghentikan hal semacam itu. Aku pun berani bersumpah kalau semua itu memang selalu saja terjadi. Tapi ada hal lain yang sedikit mengganjal. Kenapa tiba-tiba saja pikiranku sedikit kacau seolah ada firasat negatif yang menghantuiku. Tidak bisa terus begini. Dengan cepat diriku langsung mengambil obat sakit kepala dan meminumnya untuk sekedar meredakan rasa sakitnya. “Astaga, benar-benar deh,” gerutu diriku. “Apalagi itu?” “Ah, ini obatnya tidak berfungsi sama sekali.” “Mustahil. Jangan bercanda kau.” Saat melihat banyak mata yang terus saja memantau, mereka seakan memberikan penghakiman yang begitu tajam. Dikala semua hal mulai terjadi, tanpa disadari semua itu malah mendekat dengan cepat. Tidak selamanya sesuatu yang baik itu mulai terjangkit, di waktu yang sama juga mereka memberikan penjelasan yang cukup mengerikan. Tangan-tangan nakal yang mengetik kata-kata tidak bermoral, sering kali membunuh seseorang dalam keadaan yang sangat hampa. Kali ini pun rasanya memang mengerikan. Diriku baru sadar kalau memang semua yang ada tepat didepan mataku saat ini bukanlah sebuah mimpi. Ada juga yang mungkin menyangkal sesuai dengan isi hati mereka yang begitu dalamnya. Sungguh menyedihkan sekali. Keesokan harinya, seperti biasa kegiatan terus dijalankan dengan semestinya. Ketika berhadapan akan hal lain, aku merasa ada sesuatu yang tampak salah. Seringkali aku merasa mungkin saja itu hanya kekeliruan yang mana terus menerus menyangkalnya. Namun, ternyata itu salah. Aku baru saja menyadari kalau memang ada yang aneh. Tidak hanya itu saja, aku juga merasa kalau dunia ini memang sangat gila. Ketika seseorang mengalami hal yang tidak menyenangkan, disaat yang sama juga kebanyakan sisi buruk terus berdatangan. Sebenarnya ini bukan masalah skandal atau semacamnya, hanya saja cara kerja dunia memang seperti yang terlihat saat ini. Tidak ada yang berbeda dari itu. Saat aku membuka mataku sampai tiba waktunya untuk beristirahat, semuanya terasa berat. Ada beban yang sangat besar dalam kepalaku. Berdenyut terasa hebat. Sudah ditahap aku hanya membiarkannya saja karena memang sekarang ada hal yang harus segera kuselesaikan. Beberapa proyek yang sekarang sedang kujalani memang begitu banyak. Disisi lain ada masalah internal juga mengenai agensi. Kurasa ini akan sangat buruk kedepannya dan memang itu yang mungkin terjadi tanpa dihindarkan. Aku merasa dunia ini sangat tidak masuk di akal dan memang benar saja. Kurasa kali ini pun aku harus bergelut dengan sakit kepala lagi dalam waktu yang cukup lama. “Astaga kepalaku sakit sekali,” “Hey, kau sudah selesai dengan bagianmu?” “Masih butuh waktu lagi untuk menyelesaikannya. Kenapa?” “Tidak. Bukan apa-apa. Tapi tidak seperti dirimu yang biasanya, kenapa kau malah terus menerus begini?” “Entahlah. Mungkin sudah mulai sakit kepalaku. Atau sudah bosan.” “Jangan mengecewakan semua orang. Sudah seharusnya kau mengambil resiko begini. Jangan mengeluh hanya karena hal sepele.” “Memangnya siapa yang mengeluh? Hanya mengatakan kalau kepalaku terasa sakit saja.” “Ya. Tadi kau baru saja mengatakannya jadi jangan mengatakan hal yang sama lagi. Oh ya, apa kau sudah memberitahu yang lain soal ini?” “Soal apa?” “Projek untuk bulan depan.” “Ah, tentu saja sudah.” “Bagaimana responnya?” “Biasa saja.” Sejujurnya ini adalah hal biasa bagi mereka. Tidak ada yang bisa membedakan apapun dalam kurun waktu yang lama. Kurasa semuanya akan berjalan dengan normal tidak ada hambatan lagi. Mungkin harapan seperti itu terdengar menggelikan. Hanya orang bodoh yang terus berharap tanpa adanya berbagai tindakan. Namun, kulihat semuanya terlihat tidak ada yang berbeda. Hampir semuanya memang sungguh konyol. Sampai dimana diriku membawa kenyataan yang terus ada di pundakku ini. Itulah pertanyaan yang sering kali kutanyakan pada diriku sendiri. Memang ada yang tidak beres. Itulah kendali diriku sepenuhnya. Tidak ada hal bodoh yang memang kusesali karena itu tidak akan pernah terjadi.
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
aplikasi yang menghibur
25/12
0bagus seru nyaa
22/12
0very good, i really like it😍
22/12
0Tingnan Lahat