logo text
เพิ่มลงในห้องสมุด
logo
logo-text

ดาวน์โหลดหนังสือเล่มนี้ภายในแอพ

Hanya Kekasih Palsu

Hanya Kekasih Palsu

Vhydheavy


บทที่ 1 Munculnya Skandal

Semua kru film bersorak, termasuk para artis yang menjadi lakonnya. Mengucapkan syukur serta saling melempar ucapan terima kasih satu sama lain. Acara syukur digelar dalam rangka menyambut kesuksesan film layar lebar bertema romansa. Avan Bara Mahardika sebagai pemeran utama. Film tersebut merupakan debut pertamanya di layar lebar, setelah sebelumnya ia kerap membintangi sejumlah sinetron.
Pria tampan berusia dua puluh lima tahun itu tidak hanya lega, tetapi juga bahagia. Bagaimana tidak, film pertamanya tersebut terbilang sangat sukses. Jumlah penjualan tiket sangat tinggi, bahkan menjadi film paling laris di kawasan Asia Tenggara, terutama Indonesia. Menjadi langkah awal yang baik, menorehkan rasa bahagia yang meluap di hati Avan.
Seseorang menepuk pelan punggung Avan, ia berbalik demi memastikan. Seorang manager cantik menatapnya dengan senyuman.
"Selamat ya, Van. Aku ikut senang lihat kamu sukses seperti sekarang ini," ucap manager bernama Lea tersebut.
Avan tersenyum, lalu sedikit memberikan anggukan kepala. "Terima kasih, Mbak Lea. Berkat Mbak juga, aku bisa seperti sekarang ini," jawabnya.
"Iya dong. Aku, kan, manager kamu. Tugas aku urus semua keperluan kamu dan syukur sih bisa dapat film ini. Ternyata, muka kamu cukup laku juga di pasaran." Senyum Lea melebar, sampai akhirnya menjadi sebuah tawa.
"Mbak, Mbak, bisa saja. Lagi pula, ini baru debut film pertama bagiku. Untuk berbangga diri, tampaknya masih terlalu dini. Ya, aku tetap mensyukurinya sih."
"Wajib itu. Ya sudah, aku mau urus beberapa hal dulu sama Direktur Sujati. Kita akan pulang jam sembilan malam."
"Baik, Mbak."
Lea berlalu meninggalkan sang artis tampan sendirian di pojok ruang pertemuan itu. Wanita berusia 31 tahun itu, kini berjalan menuju suatu ruang khusus milik direktur. Langkahnya sangat tegas, dengan postur tubuh yang tegap. Tampilannya pun menawan serta elegan, membuktikan bahwa ia bukanlah orang sembarangan.
Ya, Lea-seorang manager artis tampan bernama Avan Bara Mahardika. Bukan hanya cantik, melainkan juga pintar. Ia cukup berpengaruh bagi kesuksesan yang diraih oleh Avan Bara. Sebenarnya, saat ini ia merasa sedikit bingung. Perihal pembicaraan penting yang akan disampaikan oleh direktur dari manajemen yang menaungi sang artis. Ada apa? Mengapa hanya dirinya?
Ia mengetuk pintu ruangan itu. Hingga akhirnya mendapat jawaban dari dalam, memintanya untuk masuk tanpa pikir panjang.
"Duduklah," titah Sujati.
"Baik, Pak," jawab Lea. Lalu, ia menarik kursi di hadapan meja itu ke belakang.
Sujati mengepalkan kedua tangannya. Wajahnya sangat masam, membuat Lea merasa sedikit khawatir. Ini merupakan hari besar, perayaan sedang digelar di salah satu ruangan luas dari gedung itu. Lantas, apa yang membuat sang direktur berwajah tidak enak dipandang?
Lea berdeham, kemudian berkata, "acara sedang berlangsung, Pak. Apakah Bapak tidak ingin bergabung?"
Tatapan mata Sujati sangat tajam, bak menghunus jantung wanita cantik itu. "Apa kamu enggak bisa mengurus artismu itu?!" Suaranya cukup tegas, dengan urat hijau yang mendadak muncul di wajahnya.
Lea yang terkesiap, hampir tidak bernapas dalam beberapa detik. "Me-memangnya a-ada ma-masalah apa ya, Pak?" Berbeda dengan Sujati, Lea begitu gugup saat mengajukan pertanyaan tersebut.
"Artismu terlibat skandal, Lea!" Sujati berdiri, ia menggebrak meja dengan cukup keras. "Ini baru debut film pertamanya. Jangan ada skandal macam-macam dulu! Kalian ingin mencoreng nama manajemen kita?"
Wajah Lea langsung tampak sangat bingung sekaligus ketakutan. Tubuhnya bergetar, dengan jantungnya yang sudah berdegup tidak beraturan. Skandal macam apa? Mengapa sampai membuat Direktur Sujati marah besar? Ingin sekali ia bertanya, tetapi sungguh suaranya tidak mau keluar sama sekali. Kabar itu bak petir yang membuatnya nyaris mati rasa.
"Saya sudah memberi wejangan berkali-kali, jangan ada gosip macam-macam. Jangan ada skandal dan rumor!" Sudah naik pitam, hati serasa dikhianati, itulah perasaan Sujati saat ini. Ia sudah benar-benar marah.
"T-tapi, Pak. S-sebenarnya ada skandal apa yang melibatkan artis saya?" Lea berdiri dari duduknya, ia berusaha menggali lebih dalam perihal skandal itu. Meski tubuhnya masih dalam keadaan gemetar hebat, karena rasa syok yang juga sudah menyerang tanpa kata permisi sama sekali.
"Jadi, kamu belum mengetahuinya?" Sujati memajukan posisinya, menatap dengan wajah yang sangat dekat dengan wajah Lea. "Kamu itu bodoh atau bagaimana? Apa kamu enggak becus mengurus anak itu?"
"Bukan begitu maksud saya, Pak. Saya hanya benar-benar tidak tahu perihal kabar tersebut, bahkan isinya saja saya belum tahu sama sekali."
Mendengar pengakuan Lea, Sujati hanya bisa mengusap wajahnya sembari mengembuskan napas dengan kasar. Ia mundur lalu berbalik. Dengan perasaan marah yang masih ada, ia duduk lagi di kursi kerjanya. Lalu, ia merogoh ponsel dari kantong blazernya.
"Lihat," ucap Sujati sembari menyerahkan ponsel miliknya pada wanita di hadapannya.
Dengan gerak ragu, Lea berusaha mengambil ponsel itu. Sebelum melihat layar, ia menghela napas cukup dalam. "A-apa ini?" Ia terkesiap, dengan spontan menutup mulutnya yang tengah menganga lebar. Artikel yang termuat di suatu media menunjukkan kabar tentang Avan Bara. "B-bagaimana ini b-bisa terjadi?"
"Jadi, kamu memang enggak mengetahuinya sama sekali?" Sujati melemah, ketika mendapati keterkejutan dari wajah Lea. Tampaknya, wanita itu memang tidak mengetahui kabar dari artikel tersebut.
Lea menggeleng. "T-tidak, Pak. Sama sekali tidak."
"Saya sudah minta hapus artikel tersebut, sayangnya laju internet begitu cepat. Kabar sudah mencuat dan menimbulkan keramaian warganet. Fans Avan banyak yang merasa kecewa dan nama Avan terancam tercoreng."
"T-tapi, saya yakin kabar ini tidak benar sama sekali, Pak."
Sujati tersenyum sinis. "Benar enggaknya, memangnya siapa yang mau mempercayai dirimu saat ini? Mereka hanya akan percaya apa yang mereka lihat, tanpa mencari bukti kebenaran tentang kabar itu. Menyebalkan, bukan? Itulah netizen zaman sekarang, Lea!"
Lea menelan saliva dengan susah payah. Avan-aktor yang ia urus, sedang ada di puncak karier, sayangnya pencapaian itu hanya akan bertahan dalam waktu sejenak saja. Setelah ini, karier Avan terancam hancur. Bagaimana tidak, jika masyarakat justru mempercayai kabar itu daripada sebuah kebenaran. Skandal Avan yang sedang memeluk istri dari aktor senior bernama Benno Alfian sudah menyebarkan luas, dan pemberitaan perihal perselingkuhan Avan dengan wanita itu kian melebar ke mana-mana.
Avan akan disebut sebagai perebut istri orang. Terlebih, hubungan Benno dengan sang istri memang sedang renggang. Beberapa media menyebut mereka akan bercerai dalam waktu dekat. Dan artikel yang menyebut nama Avan, berisi tentang perselingkuhan Avan dengan istri dari Benno Alfian yang bernama Risa Asmara, menyatakan bahwa 'mungkin' Avanlah yang menjadi penyebab perceraian mereka.
"Panggil anak itu sekarang!" titah Sujati dengan nada suara yang tegas kembali.
"Baik," jawab Lea. Lalu, ia berjalan meninggalkan Sujati dengan langkah yang tidak lagi tegas, melainkan gontai. Pikirannya mendadak kalut. Syukuran yang digelar saat ini menjadi sesuatu yang tidak berharga lagi. Ia benar-benar tidak tahu harus mempercayai siapa, antara Avan atau artikel tersebut.
Lantas, apakah berita tentang perselingkuhan itu benar-benar dilakukan oleh Avan?
****

หนังสือแสดงความคิดเห็น (71)

  • avatar
    SumarsonoSyahid

    bagus deh pokoknya aku terhibur looo.mantap

    11/12/2023

      0
  • avatar
    NazaMohd

    nice

    30/11/2023

      0
  • avatar
    Kiflydzakwantika Hafid

    bagus

    20/09/2023

      0
  • ดูทั้งหมด

บทที่เกี่ยวข้อง

บทล่าสุด