ทั้งหมด : 35บทที่ 1 Satu
"Hoi melamun saja sih. Mbak mengajak kamu makan siang bareng bukan ingin melihat kamu melamun dan ti
readmore บทที่ 2 Dua
"Anu....", sahut Aura dengan nada dan wajah ketakutan melihat kemarahan di wajah suaminya "Lancang ka
readmore บทที่ 3 Tiga
Plak. Lagi-lagi Laras menampar Dimas putranya. "Keterlaluan kamu Dimas. Mama dan papa tidak mendidik
readmore บทที่ 4 Empat
Endang hanya bisa diam mendengar kata-kata Aura putrinya ini karena memang benar apa yang dikatakan
readmore บทที่ 5 Lima
Aura mencatat apa saja pesanan kue dari Ibu Tyas dengan teliti karena takut ada yang salah. Selesai
readmore บทที่ 6 Enam
Pagi ini Aura sudah disibukkan membuat kue pesanan Ibu Tyas. Setelah mandi dan sholat Subuh Aura lan
readmore บทที่ 7 Tujuh
Seperti biasa kalau hari Sabtu, Aura pasti disibukkan menjadi MUA di acara pernikahan. "Wah, aku jadi
readmore บทที่ 8 Delapan
"Papa mau cerita sesuatu sama mama tetapi jangan marah", sahut Heru. Sebenarnya Heru tahu alasan adi
readmore บทที่ 9 Sembilan
"Aura", sahut Aura sambil tersenyum dan itu membuat Gerry tambah terpesona "Kita makan dulu saja. Ken
readmore บทที่ 10 Sepuluh
"Mas Heru tahu kamu tidak memiliki pengalaman sebagai sekretaris tetapi tidak ada salahnya mencoba A
readmore บทที่ 11 Sebelas
Setelah memikirkan masak-masak akhirnya Aura mengambil keputusan kalau mau bekerja menjadi sekretari
readmore บทที่ 12 Dua Belas
"Tidak pak Lucky karena Aura adalah calon istri saya. Saya jadikan Aura menjadi sekretaris biar kami
readmore บทที่ 13 Tiga Belas
"Kamu nggak beli makan, Aura?", tanya Gerry mendekati Aura saat jam makan siang "Aku sudah bawa bekal
readmore บทที่ 14 Empat Belas
Sampai juga Farel, Gerry dan Aura di rumah kontrakan Aura yang sangat sederhana. "Silahkan duduk Fare
readmore บทที่ 15 Lima Belas
"Aura", sahut Dimas mantan suaminya saat Aura dan Gerry masuk ke dalam restoran langganannya Gerry.
readmore บทที่ 16 Enam Belas
"Mana Gerry?!", sahut cewek dengan nada dan wajah judes dengan pakaian kekurangan bahan menghampiri
readmore บทที่ 17 Tujuh Belas
"Assalammualaikum", sahut Farel yang masuk ke dalam rumah setelah pulang kerja "Walaikumsalam, sayang
readmore บทที่ 18 Delapan Belas
"Astaga Aura, ngapain kamu pagi-pagi sudah di dapur", sahut Ana yang kaget melihat Aura sudah berada
readmore บทที่ 19 Sembilan Belas
Tidak terasa sudah sebulan Aura bekerja sebagai sekretaris di perusahaannya Gerry dan selama sebulan
readmore บทที่ 20 Dua Puluh
"Aura, kenapa kamu tidak membiarkan aku meladeni mantan suami kamu kali ini", sahut Gerry sambil mer
readmore บทที่ 21 Dua Puluh Satu
"Akhirnya kamu pulang juga Aura", sahut Ana yang menjemput Aura di bandara bersama Heru. Aura sengaj
readmore บทที่ 22 Dua Puluh Dua
"Astaga mbak, biasa saja reaksinya, tidak usah sampai teriak seperti itu. Nanti yang ada mas Gerry d
readmore บทที่ 23 Dua Puluh Tiga
"Apakah masalah mas Heru sudah beres, mas Gerry?", tanya Aura saat berduaan dengan Gerry di ruang ta
readmore บทที่ 24 Dua Puluh Empat
"Selamat pagi adikku", sahut Ana yang melihat Aura baru keluar dari kamar tamu "Pagi mbak Ana dan mba
readmore บทที่ 25 Dua Puluh Lima
"Assalammualaikum", sahut Ana dan Aura bersamaan saat masuk ke dalam "Walaikumsalam akhirnya kalian b
readmore บทที่ 26 Dua Puluh Enam
Sudah hampir enam bulan Aura bekerja sebagai sekretaris di perusahaannya Gerry dan juga hubungannya
readmore บทที่ 27 Dua Puluh Tujuh
"Mas Herman! Mbak Tika!", sahut Aura kaget melihat kakak laki-laki dan kakak iparnya ada di restoran
readmore บทที่ 28 Dua Puluh Delapan
Akhirnya Herman memilih pindah ke hotel yang tidak jauh dari hotel sebelumnya. Di dalam kamar Herman
readmore บทที่ 29 Dua Puluh Sembilan
"Astagfirullah mas Gerry", sahut Aura dengan nada dan wajah kaget melihat Gerry berdiri di depan pin
readmore บทที่ 30 Tiga Puluh
"Kamu Aura khan", sahut Amanda yang menghampiri Aura yang sedang sarapan di restoran hotel sendirian
readmore บทที่ 31 Tiga Puluh Satu
"Papa mau kemana?", tanya Tika melihat suaminya sedang memasukkan barang-barangnya ke dalam koper da
readmore บทที่ 32 Tiga Puluh Dua
"Kamu!! Kok kamu ada di sini!!", sahut Amanda dengan nada dan wajah kaget melihat Aura yang berada d
readmore บทที่ 33 Tiga Puluh Tiga
"Assalammualaikum", sahut Farel, Gerry dan Aura secara bersamaan "Walaikumsalam", sahut Dara "Sayang,
readmore บทที่ 34 Tiga Puluh Empat
"Kamu?! Mau apa kamu kemari!!", sahut Gerry dengan nada dan wajah tegas melihat kedatangan Robby ke
readmore บทที่ 35 Tiga Puluh Lima
Tidak terasa sudah setahun jalinan asmara Aura dan Gerry. Hari ini pernikahan Aura dan Gerry di sele
readmore
bagus
26d
0