Ada bahagia yang bercampur dengan sesak di dadanya. Perasaan ini tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata romantis. Karena, dia bukanlah seorang yang puitis. Namun, ia merasa beruntung dengan posisinya saat ini. Saat Ayra masih di sini, di dekat ranjang rawatnya, menunggunya hingga gadis itu terlelap, artinya Ayra peduli padanya, ‘kan?
“Lo peduli sama gue kan, Ay, Sayang?”
Genta tersenyum untuk ke sekian kalinya saat kepala Ayra bergerak lagi, kali ini kembali mengarah ke arahnya. Dan, ekspresi tidur gadis itu begitu menggemaskan. Bibirnya yang tipis terbuka sedikit dan terdengar dengkuran halus yang keluar dari hidungnya.
Genta tersenyum. “Takdir di antara kita tidak pernah salah, Ay.”
keren bangettt
22/05
0keren bnget kak
11/05/2025
0seru
01/05/2025
0baguss banget kakak ceritanya
20/04/2025
0aku suka banget sama ceritanyaaa
14/04/2025
0bagus bgttt
19/03/2025
0bagus
25/01/2025
0bagus
27/12/2024
0bagus skli
01/09/2024
0good
14/06/2024
0