ทั้งหมด : 29บทที่ 1 Undangan
Perempuan itu berlari, menerobos padatnya kota metropolitan pagi ini. Seragam putih dan kerudung pan
readmore บทที่ 2 Bimbang
Ruangan berukuran 2x2 meter itu tampak kacau. Pakaian-pakaian berserakan dan menumpuk di setiap sudu
readmore บทที่ 3 Izin
Sang bunda menatap Alisya dengan tajam. Kedua tangannya menancap pasti di samping tubuh, bertolak pi
readmore บทที่ 4 Tempat Baru
Amerika Serikat. Seorang gadis dengan jilbab pasmina berwarna peach yang dipadukan dengan gamis hita
readmore บทที่ 5 Titik Awal
"Alisya, kamu mau membuat bunda khawatir, ya? Kenapa baru menghubungi bunda? Kamu tahu tidak, kemari
readmore บทที่ 6 Pengeboman
Alisya terduduk syok di sebuah kursi-yang letaknya tak jauh dari Harvard Market. Keresek belanjaan d
readmore บทที่ 7 Skenario Buruk
"A girl with a headscarf covering her head, was seen in the vicinity of the bombing site, she seemed
readmore บทที่ 8 Menyerahkan Diri
Dua minggu, waktu yang cukup lama bagi Alisya. Namun, akankah cukup untuk membuatnya merasa tenang d
readmore บทที่ 9 Bebas
"Please answer as honestly as possible!" Seorang pria dengan seragam kepolisiannya yang nampak gagah
readmore บทที่ 10 Dia
Seorang gadis dengan pakaian rapih, mengenakan kemeja putih bergaris hitam yang dipadukan dengan rok
readmore บทที่ 11 Down
"Hei, look!" "Oh, god. Did I not see wrong?" "Instead she is ...." "I don't believe it." Bisikkan-bis
readmore บทที่ 12 Bunda
"Bunda, ini Alisya!" Suara nyaring itu memenuhi seisi kamar. Alisya begitu riang, saat handphone bar
readmore บทที่ 13 Curiga
Alisya melangkahkan kakinya menuju gedung fakultas A. Meski kemarin sudah diperingatkan untuk tidak
readmore บทที่ 14 Di depan Mata
Hari ini hari minggu. Hari yang seharusnya Alisya habiskan untuk sekadar beristirahat dan bersantai
readmore บทที่ 15 Seseorang
"Hei! What are you doing here?" Sebuah teriakan tegas mengintrupsi Alisya. Tarikan pada tangannya te
readmore บทที่ 16 Seseorang (2)
Seorang perawat medis dengan gesit mengobati luka-luka yang berada di bagian kaki dan tangan Alisya.
readmore บทที่ 17 Dekat?
"Where were you yesterday? When I came back from the supermarket, I didn't find you there." Alisya be
readmore บทที่ 18 Angkasa
Suasana sore ini begitu cerah. Matahari masih menyinar sambil mengintip, hendak meninggalkan singgsa
readmore บทที่ 19 Teka-Teki
Alisya termenung di atas atap Fakultas A. Menikmati semilir angin sore yang berembus kencang. Pun, m
readmore บทที่ 20 Pelaku Sebenarnya
Derap langkah terdengar nyaring, merobek malam yang pekat. Tangis sesak seolah menjadi backsound di
readmore บทที่ 21 Dekat?
"Hahaha. Aku bahkan tidak ada hak untuk menolak kehendak yang Engkau beri." Alisya terkekeh, tangis
readmore บทที่ 22 Bodoh
Dua Minggu Kemudian .... Sidang keputusan terkait kasus pengeboman gereja, dengan Erzhan sebagai pela
readmore บทที่ 23 Berhenti
Kopi kolombia dengan asap yang masih mengepul itu terlihat menggoda, aroma rempah dan biji kakao mel
readmore บทที่ 24 Penjelasan
Seorang gadis dengan gamis berwarna army yang dipadu padankan kerudung berwarna lembut, berdiri geli
readmore บทที่ 25 Hilang
Aroma tembakau sekaligus biji kakao yang menyengat, melesak masuk ke dalam indra penciuman seorang g
readmore บทที่ 26 Sakit
Derap langkah Alisya terdengar nyaring di lorong-lorong asrama bagian pria, Universitas Boston. Sete
readmore บทที่ 27 Cerita
"Pulanglah, Alisya." Sebuah bisikkan lemah membangunkan Alisya yang tak sengaja tertidur di dalam kam
readmore บทที่ 28 Amnesia?
Alisya melempar tas selempangnya begitu saja ke atas sofa. Membaringkan tubuh yang lunglai di sana.
readmore บทที่ 29 Satu Hal
“Bun, kenapa bunda gak pernah bilang sih?” Alisya mendudukkan bokong di sofa televisi. Mulutnya berk
readmore
sangat asyik
13/11
0bagus
10/06
0sangat suka
25/04/2025
0sangat mantap
11/03/2025
0itu sangat bagus untuk aku ceritakan
20/01/2025
0enak di dengar
25/12/2024
0bagus
16/12/2024
0mudah di mengerti
11/11/2024
0bagus banget 🤭
07/10/2024
0sayaa sangat suka cerita nya seru sekali
09/09/2024
0