ภาพรวม
|แคตตาล็อก
- ฉลาก:
- Tidak setia
- Keluarga
- Tokoh Wanita
- Pornografi
- Pergaulan remaja
Viona tidak menyangka keputusannya bersedia tinggal di rumah mertua berujung masalah pelik yang harus ia hadapi. Ia terjebak dengan sikap konyol Dion--Sang Ipar yang sering membuatnya merinding dan ketakutan. Namun, siapa sangka, lelaki tampan yang sedang berstatus duda itu memiliki rahasia besar yang harus diketahui Viona.
อัปเดตล่าสุด
คำแนะนำของบรรณาธิการ
คำแนะนำ
หนังสือแสดงความคิดเห็น (97)
- ทั้งหมด: 101
Bab 1 Kepergian Mas Divo
Suasana rumah berlantai dua ini sepi. Hanya ada aku dan Bayu—bayi Sembilan bulanku yang telah tertidBab 2. Tragedi Dini Hari
Jarum jam di dinding kamarku menunjukkan pukul sepuluh malam. Hari ini jadwal kepulangan Mas Divo,Bab. 3 Bisikan Gila
Pagi ini, aku bangun lebih cepat dari biasanya. Sebelum sholat subuh, aku telah bangkit dari ranjaBab. 4 Tertipu
Pagi ini, Senin, waktu yang amat berat bagiku, karena harus melepas Mas Divo kembali meninggalkan aBab 5 Sentakan
“Nah, kan, melamun lagi. Udah! Jangan mikir macem-macem dulu. Nanti kalau banyak mikir, wajah canBab 6 Ancaman Mas Dion
“Mas, jangan gila! Apa yang mau Mas lakukan? Aku bungkam, karena aku tak ingin merusak keluarga kaBab. 7 Petaka
Semua Berubah
Suasana rumah ini berubah sejak kejadian itu. Tak ada lagi senyum manis Mama padaku,Bab 8 Di Tempat Baru
Mas Divo menghentikan mobilnya tepat di sebuah rumah minimalis dengan cat berwarna ungu muda. PagBab 9 Mas Maafkan Aku
Mas Divo turun dari mobil, dan membuka pintu pagar yang sedikit ternganga. Kemudian kembali melajuBab 10. Suara di Mobil Mas Divo
Malam kian larut, aku dan Bayu belum tertidur. Hari ini anakku sangat rewel, ia terus-terusan menangBab 11 Pertemuan Tak Terduga
“Rekanku! Lagian, sejak kapan kamu main curiga-curigaan sama aku? Ingat, Vi! Aku belum sepenuhnyaBab 12. Trik Perang
“Sendirian?” sapanya dengan tatapan teduh penuh senyuman. Manik cokelatnya terlihat berbinar menatBab 13 Aku Mendapatkannya
Setelah pelayan itu pergi, Mas Dion kembali menatap padaku dengan gaya khas-nya.
“Jangan kurang ajaBab 14 Ancaman Dion
“Haha …! Hidup terkadang memang sangat lucu, Vi. Pandangan mata kadang tak selalu tembus pada realBab 15 Telepon Tengah Malam
Mobil yang kutumpangi berhenti tepat di depan pagar rumah yang terlihat sepi. Aku menuruninya seteBab 16 Menemui Mas Dion
Mas Divo tidak ada di kamar? Suaranya pun tak terdengar. Ke mana dia? Pandangan mengarah ke ruang tBab 17 Rahasia Terungkap
Pagi ini seperti biasa, kusiapkan segala kebutuhan Mas Divo sebaik-baiknya. Meski hati masih terbaBab 18 Rese
Aku menarik kursi kayu itu dan menghenyakkan bobotku perlahan di sana. Meletakkan tas yang sedari tBab 19 Ternyata
Kafe dengan desain alam, di mana di sisi halamannya disulap menjadi taman bunga indah bak pagelaranBab 20 Dia Berbeda
“Mas! Mas Divo!” Aku meratap memanggilnya. Namun, lelaki itu seperti tak mendengar juga tak melihatBab 21 Menenangkan Diri
Kami menjemput Bayu di rumah teman Mas Dion. Alhamdulillah, Bayu terlihat senang di sana. Benar ucaBab 22 Rahasia Besar Mas Dion
“Ceritakan padaku apa pun yang Mas ketahui,” ujarku tiba-tiba.
Mas Dion menatapku lagi. sejenak iaBab 23 Berpura pura
Semua telah kembali seperti semula. Tak sulit memang membuat seorang Divo mempercayai skenario yangBab 24 Rencana
Setelah pembicaraan kami usai, Mas Dion dan aku kembali berpisah di jalanan. Entah mengapa aku meraBab 25. Rahasia Wanita Itu
Acara launching berjalan dengan lancar. Seorang lelaki muda yang kurasa adalah owner-nya melakukanBab 26 Kharisma Dion
Usai semua drama, aku kembali pulang ke rumah bersama Bayu yang tadi sempat kujemput ke penitipan. SBab 27 Pertemuan Dengan Orang Misterius
Malam ini aku ikut Mas Divo, makan malam dengan seseorang yang ingin bertemu denganku. Walau merasaBab 28 Permintaan Tante Tiara
Perlahan Tante Tiara menelungkupkan sendok dan garpunya di piring, kemudian mendorong piring ke ituBab 29 Melepaskan
Aku kembali mengangkat kepala. “Baik, Tan. Aku terima!” Aku menarik napas panjang, berupaya menetralBab 30 Terpukau
Gawaiku berdering. Nama Mas Dion muncul di layar. Segera kuambil dan usap panggilan itu.
“AssalammualBab 31 Kejutan
“Ada satu hal yang sebenarnya ingin aku katakan sedari kemaren, tapi aku takut ini membuat kita salBab 32 Penelpon Misterius
***
Delapan belas bulan kemudian.
Pagi ini, aku datang lebih awal dari biasanya. Usai mengantarkan BaBab 33 Pertemuan Tak Terduga
Seketika gerakanku terhenti, jantung berhenti berdetak. Netraku menyipit. Setahuku tak ada orang asBab 34 Lelaki di Taman
“Assalammualaikum, Viona.”
Suara berat seorang lelaki mengejutkanku. Suara yang berasal dari belakaBab 35 Sikap Aneh Mas Ferri
“Mi. Ami nggak liat, ya? Om selem yang ada di taman itu tadi di sini. Pake mobil yang tablakan itu.”Bab 36 Baby Sitter
Hari ini Mas Ferri membawa tiga orang calon Baby sitter untuk Bayu. Sudah dua orang yang kuwawancaraBab 37 Rahasia Mas Ferri
Part 37
Jarum Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 18.05. Suasana ruangan sudah terang benderang dBab 38 Lelaki Aneh
Sosok lelaki berjas hitam itu mendekat dan menampakkan seringainya. Wajah seramnya membuat nyalikuBab 39. Tragedi di Ruanganku
“Jaga bicaramu, Divo! Viona tidak seperti yang kamu pikirkan.”
Mas Feri kembali membentak Mas Divo dBab 40 Melupakan
Aku terdiam untuk beberapa saat setelah kepergian Mas Feri. Kemudian melangkah ke kursi kerjaku danBab 41 Kenangan Lama
“Aku dan mas Feri memasuki pelataran pameran dengan santai. Suasana sangat ramai, semua stan nyarBab 42 Lamarlah Aku
“Kau kecewa, Viona?” tanya Mas Feri sambil menatap debur ombak di balik kegelapan malam. Suara bisiBab 43 Fakta Mas Divo
Pagi ini, aku terdiam di ruanganku. Aku teingat ucapanku semalam pada Mas Feri, itu benar-benar teBab 44 Siapa Lelaki Itu
Situasi aman terkendali. Tidak ada hal-hal yang terjadi selama penutupan acara Vieera Cooperation.Bab 45 Bayu diculik
Pagi ini aku sengaja telat ke D-Vion. Aku ingin mengantarkan Bayu dan Winarti ke sekolah Bayu. SekaBerita Mengejutkan
Mas Feri masih terdiam menanti jawaban dariku. Sesungguhnya, tentu saja aku penasaran dengan Mas DiDi Culik
Kami tiba di sekolah Bayu pukul 11. 30. Sekolah itu sudah terlihat sangat sepi. Ketika mobil mengambDokter Cantik
Orang-orang yang tadinya fokus dengan tubuh Bayu seketika kaget mendengar tangisku. Mereka secara seTamu di Ruang Bayu
Setelah melewati masa observasi, Bayu dipindahkan ke ruang rawat inap. VIP, tempat yang aku inginkanMau Jadi Papa Bayu?
Jantungku seketika serasa berhenti berdetak untuk beberapa saat lamanya. Seraya napas yang tertahanWanita Cantik Itu Ternyata
Tubuhku kembali memaku dengan wajah memucat mendengar kalimat Bayu. Sementara, Mas Dion tersenyum saBapak Juragan
Akan tetapi, aku kembali berusaha bersikap biasa. Aku tersenyum padanya dan Mas Dion. Harus kuakui.Mantan Mertua
Kami pun kembali melanjutkan langkah di koridor rumah sakit yang lengang itu. Ketika melewati perempUndangan Mbak Venya
Usai drama kecil pembahasan tentang diriku dan Mas Divo, Mama dan Papa bercengkrama dengan Bayu. MerSyok
“Assalammualaikum, Mbak,” sapaku pada gadis cantik itu.
“Waalaikum salam, Viona,,” jawab wanita itu.Mereka Mabuk
Sampai di teras, aku kembali mentralkan diri. Aku takut wajah pucat dan kikukku ini disadari Mas FerTindakan Gila
Namun, belum berhasil aku mendorong pintu, lenganku terasa direngggut seseorang. Tubuhku oleng danBatal Menikah
Mas Dion membeku di dekat pagar dengan wajah menunduk setelah menyugar rambutnya dengan keras, kemudAjakan Mas yang Mengejutkan
***
Pagi ini, aku kembali melakukan aktivitas di D-Vion setelah Bayu kembali pulang ke rumah. WinartyUndangan Mama
Akhirnya aku menerima ajakan itu. Aku duduk di kursi penumpang di samping Mas Dion yang sedang mengePermintaan Mama
Tak berapa lama, seorang asisten rumah tangga datang membawakan secangkir teh hangat. Mama mempersiPOV Dion
POV Dion
Ruang besar yang dipenuhi desain interior yang megah ini sangat sepi. Hanya ada aku, berdiamPOV Dion
“Lho, Mas! Bukan itu maksudku. Maksudku, aku belum bisa merasakan kenyamanan seperti yang Mas rasakaPoV Dion
“Gue udah menyampaikan pesan, lu ke Viona. Gue rasa ia sudah menerimanya,” jawab Feri dengan nada baPOV Dion
“Ba-bagaimana M-mas bisa tahu a-aku di sini? Bu-bukankah Mas di Jakarta?” tanyanya heran penuh tanyaGadis Cantik Itu
Ketika aku baru saja keluar dari ruang rawat Divo, aku terkejut menatap kehadiran seorang wanita canPoV Dion Kacau
Usai kepergian Venya, aku kembali masuk ke dalam dan memposisikan diri kembali di samping Divo, sambPoV Dion
Kuberanikan diri untuk meneleponnya siang itu. Aku mengatakan ingin membicarakan sesuatu padanya. SeBack to Viona's POV. Mbak Venya
Seperti kesepakatanku dengan Mama. Aku akan memberikan ketenangan buat semua orang. Aku akan menghilKenyataan
“Kupikir kalian harus bersatu,” ucapnya lagi yang membuat aku makin terkejut.
“Tapi, Mbak!” cekalku.
“Pamit
Lelaki itu mendekat dengan tatapan tenangnya. Kemudian, terdiam di hadapanku yang menatap padanya. IPulang
“Mi, kita kemana cih? Kok naik mobil becal begini?” tanya Bayu ketika mobil besar yang kami tumpangiVidio Kebahagian Mbak Venya
Pagi itu aku dikejutkan dengan sebuah chat yang masuk ke gawaiku. Tertulis nama Dokter Venya yang beLelaki Tampan di Tokoku
“Vanny?!” teriakku histeris dan haru sambil berdiri dari kursi tempatku tadi berdiam. Wanita itu menLelaki Tampan di Tokoku
“Vanny?!” teriakku histeris dan haru sambil berdiri dari kursi tempatku tadi berdiam. Wanita itu menKisah Mas Danny
Sejak saat itu, kami jadi sering bertemu. Terlebih Vanny yang ternyata lokasi tinggalnya tidak seberKegilaan Fanny
Gila! Vanny benar-benar gadis gila seperti yang kukenal dulu. Ia dengan sengaja menyusun sebuah rencKeanehan Sikap Tante Meisya
***
Waktu terus berlalu. Kedekatan aku, Vanny, Mas Danny dan keluarganya semakin meningkat dari hariPermintaan Tante Meisya
Pagi ini aku kembali dengan aktivitas toko yang hampir dua minggu sering kutinggalkan. Jadwal pernikPermintaan Tante Meisya
Pagi ini aku kembali dengan aktivitas toko yang hampir dua minggu sering kutinggalkan. Jadwal pernikVC Mbak Venya
Setiba di Vyu Mart, aku kembali menyibukkan diri dengan pekerjaan yang tadi terbengkalai. Aku larutHarus ke Ibu Kota
***
Seperti biasa, toko itu kututup tepat pukul sembilan malam. Aku kembali ke rumah yang jaraknya haPertemuan Tante Meisya dan Mama
***
Kami memasuki rumah sakit yang dulu pernah menjadi tempat Bayu di rawat. Aku memang sengaja membaMenemui Mbak Venya
***
Hari telah pagi. pukul setengah enam. Mungkin karena kasur empuk dan juga pendingin yang cukup sePengakuan Mbak Venya
Seakan paham dengan keherananku, Mbak Venya kembali berucap, “Aku bilang kalau,” ucapnya sambil menaPermintaan. Mbak Venya
“Mbak ngomong apa?” teriakku. “Aku benci kalimat, Mbak!” sambungku lagi sambil menengadah mengangkatMelahirkan
Aku membeli es krim kesukaan bayu dan kembali menghampiri Mas Dion yang tadi kutinggalkan di bangkuPertemuan dengan Mama Mbak Venya
“Ma, aku mohon, jangan persulit keadaan. Kita lebih mementingkan keadaan Venya saat ini,” ucapnya mePermintaan Mbak Venya
“Mbak ngomong apa?” teriakku. “Aku benci kalimat, Mbak!” sambungku lagi sambil menengadah mengangkatSenyum Mbak Venya
Mas Dion memposisikan diri duduk di sampingku, ketika perawat jaga di ruang adminstrasi disibukkan dKejutan Mas Danny
Usai menjaga Mbak Venya beberapa hari dan sempat juga menjaga bayinya di ruang rawat bayi, aku kembaKeanehan Sikap Mas Danny
Usai kepulangan Mas Danny dari rumahku, aku masih duduk di sofa sambil merebahkan punggung di sandarAjakan ke Kota Oleh Mas Danny
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan di pintu mengejutkan aku dan Mama. Cepat-cepat kuhapus jejak air mata yaDia Lelaki Idaman
Kamarku yang bersebelahan dengan Mas Danny membuat aku dan Mas Danny berpisah di pintu masuk. Mas DaKejutan di Hari Pernikahanku
Semalam aku mendengar khabar gembira dari Mas Dion tentang keadaan Mbak Venya. Ia sudah bisa berjalaPanggil Dia 'Mama'
“Mama! Mulai hari ini kamu harus membiasakan diri memanggil mamaku dengan sebutan Mama,” cekalnya tiPanggilan Darurat Mbak Venya
Habis berkata begitu lelaki itu berpamitan dan menaiki sebuah motor yang sudah menantinya di gerbangBerita Memilukan
“Sekarang kamu istirahat dulu, ya? Biar tenaga kamu cepat pulih,” ucapnya lagi. Aku mengangguk pelanKedatangan Tiga Sahabatku
“Ohya, kalian mau minum kan? Aku bikin dulu, ya?”
Kukumpulkan kekuatan untuk dapat berdiri dari kursUlang Tahun Kanaya
“Bayi yang cantik dan lucu. Ia pasti sangat merindukan kehadiran seorang ibu,” ucap Fanny lagi. FannExstra Part
Aku dan Mas Dion akhirnya hidup bersama dalam ikatan pernikahan. Setelah melewati banyak hal yang h


















Ceritanya bagus
14/05/2022
0Bagus
26/02
0good story
27/09
0good
09/08
0novelnya cukup bagus dan menarik
03/07
0Kerenn. suksesselalu ya
01/07
0bagus bnget aku suka🥰
08/06
0bagus bangett
07/05/2025
0future world
05/05/2025
0baguss banget kak
24/04/2025
0