Faisal Arkananta Ruzika melangkahkan kaki dengan gagah menuju keramaian. Menggunakan Hoodie hitam kebanggaan, celana jeans panjang, kacamata yang masih bertengger dengan nyaman tempatnya, dan tas yang ia gendong di bahunya dan setangkai Milkita di mulutnya. Di belakang Arkan di ikuti oleh para anggotanya yang tak kalah keren juga. "Selamat pagi semua," ucap Arkan pada anggota osis. "Pagi," jawab mereka kompak, kecuali Chika. "Selamat pagi ayang beb," ucap bima pada Rina, cewek yang selalu menolak Bima yang menyebabkan Bima menjadi pakboi kelas kakap. Rina yang disapa pun hanya menatap datar Bima. Satu SMA Unjulan Bangsa mungkin sudah tau kalau Rina adalah gadis yang selalu Bima kejar sejak pertama MOS di lakukan, tapi sayang Rina tidak merespon dengan baik. "Sabar ya Bim sabar, cewek masih banyak," ucap Reklin menguatkan sahabatnya. "Makanya Bim lo tu harus lebih ganteng lagi, mungkin Rina belum goyang dengan kegantengan lo yang sekarang," ucap Arga. "Gue ke Fika dulu ya," pamit Nabil pada teman-temannya. "Pacaran troooss, hati-hati anak orang bunting Bil," kata Bima dengan asal yang langsung mendapat pukulan dari Reklin. "Kalo pacarnya bunting emang lo mau berpartisipasi dalam acara nikahan nya?" tanya Reklin pada Bima. "Udah 2021 men, gak usah takut bunting, nanas muda di pasar banyak cuk," kata Arga. "Goblok," balas Bima kemudian mereka bertiga tertawa. "Dari tadi gue diam ya," Akhirnya Arkan buka suara juga. "Emang kalo lo diam kita kita kudu apa? Kudu berubah jadi Ehsan atau jadi Mail dua ringgit?" tanya Arga. "Gak kudu ngapa-ngapain sih, Gue cabut dulu mau ketemu 03," kata Arkan kemudian pergi meninggalkan teman-temannya. Bima, Reklin, Dan Arga saling menatap bingung. "03 siapa lagi tuh?" tanya Bima. "01 kan Nyonya Rosee terhormat tapi mereka LDR, 02 kan Milkita yang selalu menemani dia saat suka maupun duka, trus 03 nya siapa?" ucap Arga ikut penasaran. "Apa mungkin teman kita udah berani main cewek, akhirnya doa gue di sepertiga malam di kabulin tuhan," ucap reklin dramatis. Mereka bertiga pun mengikuti dimana Arkan akan berhenti, dan siapa 03 yang ia maksud? Apakah itu berupa benda? Ataukah permen baru yang akan menjadi favoritnya selain Milkita? Ataukah juga memang cewek. Dann.... "Anjirrrr akhirnya teman gue gak homo, gue kira homo," ucap Bima tidak percya dengan apa yang ia lihat. "Akhirnya Arkan sadar juga kalo hidup juga perlu mantap-mantap," Kata Reklin ambigu. "Pokoknya kita harus minta PJ kalo mereka udah jadian," ucap Arga yang jiwa endorsenya meronta-ronta. Ternyata 03 yang di maksud Arkan adalah Chika. "Pagi Chika," sapa Arkan saat tiba di hadapan Chika. "Pagi," jawab Chika Ala kadarnya. "Baca apa tuh?" "Wattpad." "Baca Wattpad juga?" tanya Arkan sok asik. "Iya." "Sariawan ya Chik?" Chika menatap Arkan, "Enggak." "Trus kenapa pelit ngomong?" "Bukan gue yang pelit ngomong, lo aja yang banyak tanya." "Ooh gitu, Ntar pulang bareng ya," ajak Arkan pada Chika. "Eh nggak, gue di jemput papa." "Oke makasih udah mau nerima ajakan gue, ntar gue tungguin di parkiran," jawab Arkan kemudian pergi meninggalkan Chika. "Gila ya tu cowok, emang gue ada bilang iya gue mau balik bareng lo, bego ish, katanya ketua osis dan juara kelas,kok bego gak bisa mencerna perkataan orang, gue yakin nilai bahasa Indonesianya mines nih," ucap Chika kesel. "Kadang pura-pura goblok buat dapat perhatian dari seseorang juga perlu nona Chika," sahut Arkan tanpa menghentikan langkahnya. Chika kaget, kenapa Arkan masih bisa mendengar perkataannya padahal ia yakin tidak bicara dengan suara yang keras, ah bodo amat terserah Arkan saja lah. Semua para anggota osis dan murid yang mengikuti lomba berlatih dengan serius dan sangat teliti, tekad ingin membawa pulang kemenangan tertanam di hati mereka masing-masing untuk tetap menjunjung tinggi sekolah mereka dan tetap menjadikan sekolah mereka menjadi sekolah yang paling unggul dalam segi manapun. Geng LIVE COALS berlatih dengan sangat sungguh-sungguh, mereka tidak ingin mengecewakan pembina osis dan para guru yang lain. 12.00 siang Akhirnya latihan di istirahatkan dan akan di lanjutkan di senin sore. Para anggota osis dan murid lainnya bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Chika berdiri di depan gerbang menunggu sang papa yang posesif mengangkat telepon, namun hasilnya nihil, nomor yang anda tuju sedang sibuk. "Kemana si papa," ucap Chika sebal. "Ternyata disini, yuk pulang, tadi gue bilang mau nunggu lo di parkiran bukan di depan gerbang," kata Arkan yang entah dari kapan berdiri di belakang Chika. "Eh nggak makasih tawarannya, tapi gue nunggu papa aja," tolak Chika secara halus. "Oke kalo gitu bentar gue ambil motor dulu." Chika hanya diam menatap kepergian Arkan. Tak perlu waktu lama datang lah Arkan dengan si milky, motor kesayangan nya. "Naik Chika, si milky senang akhirnya bisa bonceng cewek juga," ucap Arkan kemudian memakai kacamata. "Hah? Milky?" "Iyaa, motor gue nama nya Milky, biar serasi ama permen favorit gue, buru naik." "Gak ah, kita kan belum kenal dekat, gue takut." "Nanti kita kenalan yang lebih dekat lagi, untuk sekarang biarlah perkenalan kita sampai di surat yang gue kasih." "Gue gak mau, ntar gue di culik," ucap Chika masih dengan pendiriannya. "Enak aja muka tampan gue di samain dengan penculik."
beeeest
23/03/2025
0msnrap
23/03/2025
0bagus
09/08/2024
0View All