Total : 35Chapter 1 Pertama
Seminggu sudah Chika menjabat sebagai wakil ketua OSIS di SMA Unjulan Bangsa, padahal baru seminggu
readmore Chapter 2 ke dua
Nabil berjalan santai menuju kansul yang tampaknya masih sunyi hanya ada beberapa remaja di sana. Ka
readmore Chapter 3 ke tiga
Arkan berdiri di dekat lapangan voli menunggu seseorang. 5 menit menunggu akhirnya orang itu tiba. "G
readmore Chapter 4 ke empat
Kelas masih sunyi, ini adalah pertama kali Arkan datang jauh sebelum bell berbunyi, demi meramal Chi
readmore Chapter 5 ke lima
Faisal Arkananta Ruzika melangkahkan kaki dengan gagah menuju keramaian. Menggunakan Hoodie hitam ke
readmore Chapter 6 ke enam
Chika diam. "Buru naik, kalo lo gak naik gue bakal teriak kalo lo itu mantan gue yang gagal muveon ma
readmore Chapter 7 ke tujuh
"Iya pak, Bahkan Arkan saja rela memakan permen setiap hari agar tidak merokok," ujar Arga ikut memb
readmore Chapter 8 ke delapan
XI IPA 1 sedang ramai karena ada perayaan ulang tahun. "Lain kali kalo mau ngeprank itu bilang, biar
readmore Chapter 9 ke sembilan
Bima yang sudah tau sifat Arga yang emosian itu pun memilih diam, cari aman. "Sebelum barisan saya bu
readmore Chapter 10 ke sepuluh
Seperti pada biasanya, SMA Unjulan Bangsa selalu pulang membawa kemenangan. Karena ingin merayakan k
readmore Chapter 11 ke sebeleas
Setelah merasa dirinya sudah rapih Chika pun keluar kamar untuk segera menemui Arkan. "Arkan," ucap C
readmore Chapter 12 ke dua belas
Malam ini Arkan sedang marah. Entah marah pada siapa Arkan pun tidak tahu. Intinya dia hanya ingin m
readmore Chapter 13 ke tiga belas
05.55 pagi Arkan sudah siap dengan seragam sekolah. Semalam ia tidak bisa tidur dengan nyenyak karen
readmore Chapter 14 ke empat belas
Para siswa kelas 11 IPA 1 sedang fokus pada praktek permainan bola basket. Bagi murid lain permainan
readmore Chapter 15 ke lima belas
Arkan duduk di meja makan seorang diri. Papanya belum pulang kantor, mamanya masih di Australia, sed
readmore Chapter 16 ke enam belas
Tak terasa sekarang Arkan sudah mau pe naik ke kelas 12. Padahal rasanya baru saja kemarin duduk di b
readmore Chapter 17 ke tujuh belas
Setelah mengantarkan Chika kembali ke kelas, Arkan pun menuju kelasnya pasti sekarang para sahabatny
readmore Chapter 18 ke delapan belas
Arkan melangkahkan kaki menuju ruang aula. Setibanya di ruang aula ternyata baru ada beberapa anggot
readmore Chapter 19 ke sembilan belas
Malam ini Chika sedang rebahan sambil baca Wattpad. Chika itu suka sekali baca Wattpad dan novel, ba
readmore Chapter 20 ke dua puluh
Bus yang membawa rombongan siswa-siswi SMA Unjulan Bangsa pun telah tiba di tempat tujuan. "Huek-huek
readmore Chapter 21 ke dua puluh satu
Clara langsung mendorong tubuh Arkan. "Panasssss," ucap Bima yang juga kaget dengan apa yang ia lihat
readmore Chapter 22 ke dua puluh dua
"Ngapa cuma diam sih?" "Wei pak ketos kapan mulainya nih?" "Niat senam gak sih Ar? Kalo gak jadi gue m
readmore Chapter 23 ke dua puluh tiga
Arkan sedang rebahan di apertemen miliknya, setelah pulang dari bukit Lenyek Arkan tidak langsung ba
readmore Chapter 24 ke dua puluh empat
Setelah melakukan hubungan yang seharusnya tidak di lakukan oleh dua insan yang belum sah, Arkan pun
readmore Chapter 25 ke dua puluh lima
Putih abu-abu adalah masa dimana para remaja mencari jati diri. Masa dimana para remaja mulai bertem
readmore Chapter 26 ke dua puluh enam
Keadaan semakin tegang karena Clara terus berteriak dan menangis. "Saat lo ngambil perawan gue, lo ja
readmore Chapter 27 ke dua puluh tujuh
Live Coals is the best(3) Bima : Dimana lo pada. Bima : Woy lah nyaut ngapa. Bima : Ada yang mau gue li
readmore Chapter 28 ke dua puluh delapan
Upacara pada pagi ini berjalan dengan lancar. Arkan begitu gagah saat memimpin barisan. "Lo pucat Chi
readmore Chapter 29 ke dua puluh sembilan
Flashback on "Gimana dok? Apa saya masih bisa menggugurkan kandungan ini?" tanya Clara serius. Saat in
readmore Chapter 30 ke tiga puluh
Malam ini Apertemen Arkan sudah ramai, disana ada Live Coals, Ada Fika pacar Nabil dan juga ada Sals
readmore Chapter 31 ke tiga puluh satu
Pagi ini mereka mulai melakukan aktivitas seperti biasanya, yaitu sekolah. Semua murid terutama muri
readmore Chapter 32 ke tiga puluh dua
Arkan merindukan Clara. Lagi-lagi Clara pergi meninggalkan dirinya tanpa alasan yang jelas, namun ka
readmore Chapter 33 ke tiga puluh tiga
Semakin hari kondisi Clara dan kandungan nya semakin memburuk sekarang dirinya sedang di rawat di ru
readmore Chapter 34 ke tiga puluh empat
Bima panik sendiri di depan ruang bersalin. Malam ini Clara akan berjuang mempertaruhkan hidup dan m
readmore Chapter 35 ke tiga puluh lima
Indonesia, 10.00 pagi. Semua orang menunduk ikut berdoa. Banyak yang mengantar Clara pada tempat peri
readmore
beeeest
23/03/2025
0msnrap
23/03/2025
0bagus
09/08/2024
0sangat bagus
06/05/2024
0baguss
16/04/2024
0bagusss banget
12/04/2024
0cerita yang sangat bagus dan seru apalagi dengan peran laki² yang lawak bngt alur cerita jga bagus wajib baca ini sih
20/02/2024
0Done
19/02/2024
0Tive que traduzir mais maravilhoso dmais
17/02/2024
0jahanam yg ngejek bah 😭😭
16/02/2024
0