logo text
Tambahkan
logo
logo-text

Unduh buku ini di dalam aplikasi

Bab 7. Memperoleh Pekerjaan

Sudah hampir enam bulan Gayatri menunggu panggilan kerja. Namun, belum ada satu pun yang dipanggil walaupun hanya sekadar interview.
Saat ini, tidak duduk diam saja sudah membuat Gayatri sangat bahagia. Sambil menunggu mendapatkan pekerjaan, dia pun terkadang menerima beberapa orderan dari ibu-ibu tetangganya di kampung.
Gayatri membuat gambar desain baju, lalu membeli bahan dan menjahitnya sendiri. Dari gambar dan hasil jahitan yang rapi membuatnya semakin dikenal. Dari mulut ke mulut, akhirnya beberapa orang mempercayakan order menjahit kepadanya.
Masih terus berjuang untuk menabung, Gayatri terus berusaha bekerja keras dengan kejar setoran demi bisa membeli satu buah mesin jahit dan mesin obras. Pagi hari, dia berangkat berjualan keliling menjajakan aksesori. Siang hari, dia menjahit baju langganan. Terkadang, Gayatri mengerjakannya hingga larut malam.
Keinginannya membeli mesin jahit dan mesin obras begitu besar, hingga Gayatri tidak malu mendatangi toko yang menjual mesin jahit dan bertanya tentang harganya. Harga mesin jahit untuk merk yang sangat ternama dengan model masa kini dibanderol dengan harga Rp 2.750.000 dan untuk mesin obras benang tiga komplit set dengan harga Rp 1.425.000. Dua mesin dengan total nilai nominal Rp 4.175.000 harus bisa dibelinya walaupun nanti membuatnya harus merogoh kocek lebih dalam dan bisa menguras isi tabungan. Saat ini, uang yang terkumpul belum seberapa, membuatnya harus bekerja ekstra dan lebih berhemat lagi.
Uang dari hasil berjualan aksesori dan ongkos menerima order jahitan disisihkannya sedikit demi sedikit. Hasil yang masih belum seberapa membuat Gayatri tetap harus mencari pekerjaan.
Gayatri terus berusaha mencari info lowongan kerja sambil berkeliling menjajakan dagangannya. Bertanya dengan para tetangga, temannya yang lain yang sudah bekerja. Namun, hasilnya masih saja nihil.
Hingga suatu hari, ada salah satu teman ibunya, Bu Dina yang bekerja di konveksi mengajaknya bekerja. Kebetulan di tempatnya bekerja ada lowongan.
***
Hari ini, Gayatri mulai bekerja di konfeksi Mawar. Jarak tempatnya bekerja dengan rumah lumayan jauh, membuatnya harus menggunakan kendaraan yang lebih cepat sampai tujuan, yakni motor. Namun, tidak memiliki kendaraan sendiri membuatnya menumpang ke Bu Dina. Mereka pun berboncengan saat berangkat dan pulang kerja.
Berangkat kerja jam setengah tujuh karena masuk kerja jam tujuh pagi. Dan waktu pulang kerja adalah jam lima sore, membuatnya masih bisa mengerjakan beberapa pesanan bros serta order jahit baju. Gayatri kerap menghabiskan malam di depan mesin jahit, mengerjakan beberapa pesanan dan order jahitan.
Untuk berjualan menjajakan aksesori, sudah tidak dilakukan Gayatri lagi. Kebetulan ada beberapa pelanggan yang sudah mengetahui rumahnya. Mereka bisa langsung datang ke rumah jika ingin amembeli.
"Yatri, dipanggil Bu Mawar. Ruangannya sebelah sana, ya!" suruh Bu Dina sambil menunjuk ke arah kantor.
"Baiklah. Matur nuwun (terima kasih) infonya, Bu." Gayatri melangkah menuju kantor. Sesampainya di tempat itu, dia mengetuk pintu beberapa kali hingga terdengar suara sahutan dari dalam.
"Masuk!" perintah seorang wanita.
Gayatri pun membuka pintu, kemudian melangkah masuk.
"Silahkan, duduk!" perintah wanita itu lagi.
Gayatri sedikit membungkuk dan menarik kepala kursi itu untuk membuat jarak, lalu menghempaskan pantatnya pelan di kursi, dia agak gugup karena baru pertama kali mengahadapi pemilik perusahaan.
"Ma-maaf, ada apa, Bu?" tanya Gayatri gugup.
"Sesuai data lamaran apakah kamu bernama Gayatri?" tanya wanita itu.
"Iya, Bu." jawab Gayatri.
"Saya Bu Mawar, pemilik sekaligus kepala di sini. Langsung saja dengan peraturannya, mungkin sebagian sudah diceritakan oleh Bu Dina. Jam kerja dimulai pukul 07.00 pagi dan pulang pukul 17.00 sore hari. Jam istirahat kerja hari biasa pukul 12.00 sampai pukul 13.00, kecuali hari jum'at pukul 11.30 sampai pukul 13.00. Hari minggu tetap masuk dan dihitung masuk seperti hari biasa, tetapi ada bonus kehadiran. Untuk jam kerja ada yang perlu ditanyakan?" tanya Bu Mawar kepada Gayatri
"Maaf sebelumnya untuk hari libur kerja apakah tidak ada dan mohon bisa dijelaskan untuk aturan lembur kerja?" tanya Gayatri kepada Bu Mawar memohon penjelasan lebih lanjut.
"Untuk lembur kerja pukul 18.00 sore sampai pukul 23.00 malam, itu pun sangat jarang sampai pukul 23.00 kecuali ada urgent dan harus memenuhi target. Untuk hari libur bisa janjian dengan teman satu bagian. Kalian bisa giliran." Bu Mawar memberikan penjelasan dengan detail.
"Untuk sistem gajinya, Bu?" tanya Bu Mawar sekali lagi.
"Kami ada uang absensi kehadiran dan akan diberikan setiap bulan. Untuk pekerjaan urgent ada penambahan upah, ini juga masuk ke dalam lembur. Memenuhi target produksi bulanan ada bonus. Untuk target produksi meliputi tiga yaitu target potong, jahit dan Packing. Setiap target ada tiga level yang harus dipenuhi yaitu target perunggu, perak, dan emas. Sampai sini ada yang ditanyakan?"
"Masih bingung dengan sistem targetnya, Bu?" tanya Gayatri.
"Baiklah, saya jelaskan. Target potong untuk tiga level mulai dari perunggu 12.000 pcs ada Bonus. Perak 20.000 pcs ada bonus, dan emas 35.000 pcs ada bonus. Begitu pun dengan jahit dan packing. Itu sebagian contoh nanti akan saya berikan perinciannya. Ada uang kesehatan jika menyertakan surat keterangan sakit dari dokter. Mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Ada yang ditanyakan atau masih kurang jelas?" Kembali Bu Mawar memberikan waktu.
"Sudah, Bu. Nanti saya pelajari lagi saat mendapatkan perinciannya." Gayatri masih bingung, tetapi dia merasa sungkan jika harus bertanya terus. Dia memutuskan mempelajarinya sendiri dari perincian yang akan diberikan Bu Mawar.
"Ok, Gayatri. Selamat bergabung di Konfeksi Mawar. Semoga betah bekerja di sini dan jangan sungkan untuk berbicara dengan saya jika ada masalah dengan pekerjaan. Terima kasih!"
"Terima kasih kembali Bu Mawar, saya sudah diijinkan bergabung di Konfeksi Mawar."
Bu Mawar pun menjabat tangan Gayatri.
Selalu bersyukur dengan pencapaian yang diraihnya walaupun perjuangan masih panjang. Namun, semangat untuk terus berjuang selalu berkobar. Gayatri tidak pernah berputus asa dengan keadaannya. Dia terus berusaha dengan bekerja keras.
Mendapatkan pekerjaan di Konfeksi Mawar saja sudah membuatnya bersyukur tiada terkira. Baginya saat ini adalah bisa membeli mesin jahit dan mesin obras yang dilihatnya di toko waktu itu.
Rasa lelah dan rasa capek jangan ditanyakan lagi, tetapi namanya bukan Gayatri jika harus menyerah dengan keadaan dan lari dari semua kenyataan. Menelan kenyataan pahitnya hidup dalam kemiskinan dengan bermandikan serba keterbatasan dan kekurangan selalu menyirami hari-hari terberatnya.
Baginya, setiap hari yang dilalui adalah hari-hari yang sangat berat dan yang meringankan hanya dengan memotivasi dirinya sendiri. Gayatri yakin mengejar mimpi harus terus dilakukan karena sebagai manusia biasa dia tidak akan pernah tahu kapan bisa meraih mimpinya.
Saat ini yang Gayatri tahu harus terus berjuang, berjuang, dan berjuang dengan menyerahkan sepenuhnya hasil yang didapatkan hanya kepada Allah SWT. Berpegang teguh terhadap keyakinannya bahwa perjuangan tidak akan pernah menghianati hasil. Dia selalu yakin dan percaya bahwa waktu yang akan membuktikan dan jika belum berhasil maka dia harus berjuang lebih lagi dari sebelumnya.
Bersambung ...

Komentar Buku (93)

  • avatar
    Shazarina

    Keren sekali ceritanya! Bisa diambil pengajarannya... Semoga sukses terus yah berkarya! ☆o☆ง

    28/01/2022

      0
  • avatar
    KurniawanFurqon

    enk untuk di baca terimakasih:))

    26/02/2025

      0
  • avatar
    Wulan SariRatna

    saya sangat antusias membaca novel terbaik

    27/01/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru