logo text
Tambahkan
logo
logo-text

Unduh buku ini di dalam aplikasi

Bab 2 diculik bos mafia

Setelah semua masuk ke apartemen nya, Larissa berbalik dengan raut wajah melongo melihat kamarnya apartemen kecil yang sempit dipenuhi banyak orang.
"Ya Tuhan apartemen ku sekarang dipenuhi banyak pria yang tidak tahu dari mana mereka semua berasal".
Pria yang tadi membuka kacamatanya mendekat ke sofa dan menemui bos nya.
"Tuan aros, maaf kami datang terlambat". Ucap pria itu dengan nada suara takut bos nya itu mengamuk.
"Tunggu sebentar, bagaimana kalian semua bisa tahu orang ini berada disini sedangkan saat aku membawanya dia jatuh pingsan.kapan dia menghubungi kalian."ucapnya bingung.
Semua orang berbalik menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.
"Aku cuma bertanya".ucapnya dengan nada menciut melihat tatapan mereka semua seperti ingin memakannya.
Untuk menemukan bos mereka,sangatlah mudah hanya dengan mengecek ponsel aros yang aktip mereka bisa melacak keberadaannya.
"Oke aku tidak akan bertanya apapun".
"Karena kalian sudah menemukannya,kalian bisa membawa pria mesum itu keluar dari apartemenku!" Ucapnya sambil menunjuk nunjuk.
Tiba-tiba anak buah Aros mengeluarkan senjata mereka secara bersamaan dan mengarahkannya kearah Larissa.
Larissa sontak mengangkat tangannya sambil menutup mata ketakutan.
"Ya tuhan apa aku salah ngomong?.
Selamatkan aku jangan biarkan mereka membunuhku. Aku baru saja kehilangan pacarku, kali ini jangan biarkan aku kehilangan nyawaku juga tuhan".batin nya gemetar ketakutan meminta Tuhan menyelamatkan dirinya dari amukkan para pria itu siap melepaskan pelatuknya saat bos mereka dihina.
"Turunkan senjata kalian!" Ucap Aros dengan tatapan dingin dengan menunjukkan wajah garangnya membuat semua anak buahnya ketakutan dan menurunkan senjata mereka.
Larissa mengintip melihat semua pria itu menurunkan senjata mereka,dia langsung menarik nafas lega sambil berjalan melewati para pria yang berjejer disampingnya.
"Kalian pergi saja, jangan lupa tutup pintunya aku mau istirahat". Ucapnya sambil membuka pintu kamar.
"Kau akan ikut bersamaku!"
Perkataan aros membuat semua orang terkejut, apalagi dengan Larissa, dia lebih terkejut mendengar pria asing yang entah dari mana asal usulnya ingin membawanya pergi seperti barang yang dipungut dijalan dan dengan sesuka hati membawa nya pulang.
"Hey pria mesum apa kau kehilangan otakmu dijalan".ucapnya berbalik dengan raut wajah marah.
"Tiba-tiba kau ingin membawaku, kau pikir aku ini perempuan pinggir jalan yang bisa kau angkut begitu saja. Sebaiknya kalian semua pergi dari sini".teriaknya marah mengusir semua pria itu keluar dari apartemen nya.
Aros bangkit dari sofanya dengan raut wajah datar tapi menunjukkan aura ganas dari sorot matanya.
"Lakukan apa yang harus kau lakukan". Ucapnya menepuk pundak pria yang ada didepannya.
Lalu pergi meninggalkan apartemen Larissa lebih dulu dengan beberapa anak buahnya.
Pria yang berkacamata itu bernama Lendra, dia adalah tangan kanan dari aros.
"Baik tuan".
Lendra mengerti apa yang harus dia lakukan tanpa aros harus berbicara panjang lebar.dia perlahan berjalan mendekati Larissa yang berdiri didepan pintu.
"Apa yang mau kau lakukan".ucapnya ketakutan.
"Mundur atau ku hajar kau sampai mati".teriaknya sambil siap siaga dengan kuda kuda dan satu tangan kanan bersiap memukul Lendra.
Lendra semakin mendekat kerahnya. Larissa yang ketakutan langsung menggerakkan tangan kanan nya memukul wajah Lendra "Aaaaaaaah".teriaknya sambil melayangkan tangannya, tapi sayang Lendra menangkap tangannya.
"Tamatlah riwayat ku".batinnya dengan raut wajah panik berusaha melepaskan tangannya.
Lendra menarik tangan Larissa dan membantingnya ke lantai.
"Brugkk.....
"Sebentar lagi aku pasti akan geger otak".ucapnya melihat ke langit langit apartemennya yang mulai tidak terlihat jelas dengan kedua matanya perlahan lahan menutup.
Larissa kehilangan kesadarannya saat Lendra membanting tubuhnya ke lantai.Lendra jongkok didepan Larissa yang tidak sadarkan diri.
"Aku harus melekukan sedikit kekerasaan untuk menangani wanita keras kepala sepertimu".ucapnya dengan raut wajah yang serius mengangkat Larissa keluar dari apartemen itu dengan anak buah nya yang mengikuti dari belakang.
Lendra yang memiliki watak yang hampir mirip dengan aros,dia tidak memandang bulu saat melakukan kekerasan.pria dan wanita dimatanya setara, jadi tidak segan segan menghajarnya selagi itu konteks pekerjaan.
Tapi kalo konteks diluar kerjaan Lendra punya sikap yang lebih lembut dari aros, sedangkan aros tidak pernah menunjukkan sikap lembutnya kepada siapapun.
Aros dikenal dengan nama yang dijuluki mafia yang berdarah dingin.dia memiliki sifat kejam yang tidak dimiliki bos mafia manapun.
Aros dikenal sangat dingin dan tidak pernah menampilkan senyum diwajahnya, dia bahkan bos mafia yang sulit dibunuh karena kemampuan bela diri aros diluar kemampuan mereka.
Terlebih lagi aros sulit dipancing dengan wanita yang dikirim musuhnya menggoda dan menggali informasi darinya.
Setiap wanita yang datang kepadanya pasti akan mati tragis ditangannya.wanita-wanita yang mati ditangan nya sudah pasti wanita penghibur melayani pria hidung belang.
Tidak terhitung berapa banyak wanita yang sudah dibunuhnya karena dia tidak menyukai mereka.
Dan sekarang aros pria yang kejam dan dingin bagaikan es kutub utara membawa wanita yang tidak dikenal pulang bersamanya.
Apa yang membuat pria berdarah dingin ini ingin membawa pulang Larissa, apakah dia sudah jatuh cinta pandangan pertama? Atau ada hal lain.
Ouh sudah pasti aros jatuh hati padanya!
Malam panjang untuk Larissa telah berlalu, kini matahari telah terbit dengan kehidupan baru yang akan dijalanin nya.aros menahannya dikamar yang luas dua kali lipat dari apartemen nya.
Tampak Larissa yang berbaring ditempat tidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya, mata perlahan lahan terbuka melihat langit langit yang berbeda.
Larissa sontak bangun dengan kaget mengingat kejadian semalam itu dimana pria tidak dikenal ingin membawanya pergi
"Astaga aku benar benar dibawa pergi oleh mereka".
Larissa yang sadar dia bukan berada ditempatnya berlari ke depan pintu,berharap dia bisa keluar dari sana disaat itu juga.
Tapi nyatanya saat dia mencoba membuka pintu itu ternyata pintunya terkunci, Larissa kembali berlari ke jendela berniat keluar dari sana tapi hasilnya sama saja jendela juga terkunci.
"Sial apa yang harus aku lakukan sekarang!"teriaknya marah memukul jendela kamar.
"Salah apa aku tuhan, kenapa masalah bertubi-tubi menimpaku".ucapnya perlahan duduk dijendela memeluk kedua lututnya.
Larissa tampak sedih bingung, dia tidak tahu harus melakukan apa agar dia bisa keluar dari kamar itu.
"Masalah satu belum selesai sekarang muncul masalah baru".teriaknya kesal.
"Ahhhhh..." Teriaknya kencang dengan penuh tenaga sampai suara teriakkan Larissa terdengar ke lantai satu dimana arps dan Lendra sedang berbicara diruang tengah mengenai kejadian tadi malam.
Aros yang mendengar ada suara teriakkan dari atas, langsung berlari najk ke atas dengan cepat.Lendra juga ikut berlari menyusul aros.
Bersambung.......

Komentar Buku (405)

  • avatar
    DeanataMerytia wimar

    baguss tapi kapan lanjutnyaaa??

    19/06

      0
  • avatar
    MostBlinking

    best

    01/10

      0
  • avatar
    aldi remitza

    terima kasih

    26/08

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru