Di negara A tepat nya dinegara Boston, turun hujan lebat disertai angin kencang melanda kota itu. Ditengah hujan lebat ada seorang wanit berparas cantik mengenakkan dress pendek berwarna hijau toska tua dengan motif polos sedang berjalan ditengah tengah jalan raya tanpa mengenakan alas kaki. Sepatu high heels yang harus berada dikakinya malah iya pegang ditangan kirinya. Wanita itu menangis sambil berjalan meratapi nasib buruknya Wanita itu bernama Larissa, dia baru saja pulang dari apartemen kekasihnya. Dia begitu bersemangat menemui kekasihnya itu setelah mereka berpisah 5bulan lamanya. Semua itu tuntutan perusahaan yang mengharuskan dia pindah ke kota lain untuk menyelesaikan tugas nya di perusahaan. Larissa bekerja sebagai pegawai diperusahaan desainer terkenal dikota nya hari ini dia ingin memberi kejutan kepulangannya kepada kekasihnya itu. Dengan tidak memberitahu kepulangannya.tapi nyatanya dialah yang mendapat kejutan tak terduga diapartemen kekasihnya. Hatinya hancur berkeping keping saat melihat kekasihnya tengah asyik bercinta dengan wanita lain diatas ranjang. Seketika dunianya diselimuti dengan kegelepaan,rasanya dia ingin mengakhiri hidupnya saat itu juga. Setelah kekasihnyamengusirnya begitu saja tanpa menjelaskan apapun.kekasihnya malah memilih wanita itu daripada dirinya. Dia tidak menyangka pria yang begitu iya cinta tega mengkhianati cinta mereka berdua yang sudah berjalan hampir 5tahun adanya. Padahal mereka sudah mempersiapkan pernikahannya tahun depan, tapi dia tidak sangka akan berakhir dengan pengkhianat yang dia terima. "Kenapa kau mengkhianati ku rangga!" Dia berteriak dengan kencang dan diselimuti kemarahan dalam hatinya yang sedang terluka parah. "Dasar pria brengsek!" "Aku membencimu"! Pekiknya kesal melempar sepatu ke tepi jalan Larissa yang larut dalam kesedihan duduk dipinggir jalan menangis meratapi takdir yang menyedihkan. Tubuhnya sudah gemeter kedinginan tidak kuat dengan suasana dingin dan Air hujan yang berjatuhan menipanya, tapi dia tidak memperdulikan tubuhnya. Larissa terus menangis dibawah hujan deras mengangkat wajahnya melihat ke atas langit. "Kenapa harus aku?" Hati Larissa terlalu rapuh dia tidak bisa menerima kenyataan kalau kekasihnya telah berselingkuh. Larissa seharusnya merasa senang karena sikap buruk Rangga terungkap sebelum hubungan mereka berlanjut kejenjang yang lebih serius. Tapi,hatinya juga sakit dia tidak ingin semua ini terjadinya padanya. Cinta yang setia dihancurkan dengan pengkhianatan. Larissa mengangkat tubuhnya berusaha kuat, dia berjalan kembali menuju apartemen nya melewati lorong kecil yang mengantarkannya langsung ke apartemen Lorong itu tampak sangat gelap hanya ada sedikit cahaya dari ujung lorong,Larissa patah hati sudah tidak merasa takut sama sekali.dia masuk kedalam lorong dengan air mata yang berlinang dipipinya bercampur dengan tetesan air hujan. Tapi tiba tiba ada seseorang yang menarik tubuhnya dari samping.larissa sontak saja berhenti menangis dengan wajah yang terkejut. Seorang pria tampan dengan luka diujung kepalanya dan beberapa luka tusuk ditubuhnya berdiri tepat dihadapannya. Pria itu punya postur tubuh yang lebih tinggi darinya, tubuh pria itu lebih besar dan kekar bagaikan atles. Wajah Larissa ketakutan setelah melihat wajah pria itu terkesan menakutkan dan sorot mata yang tajam bagaikan anak panah. "Siapa kau?" Ucapnya bingung. Tiba tiba pria itu langsung menyosor mencium bibir Larissa sambil menekan tubuhnya ke tembok. Mata Larissa terbuka dengan kedua pupil matanya yang besar karena terkejut, seorang pria asing yang tidak tau asalnya tiba tiba mencium bibirnya tanpa seizinnya. Saat Larissa berusaha memberontak, didepan lorong lewat beberapa pria yang memegang senjata apa seperti mencari seseorang. Mereka menengok ke arahnya, tapi rombongan pria itu langsung pergi. Kerena mereka pikir orang yang dicarinya bukanlah sepasang kekasih yang sedang memadu kasih dijalanan Yang mereka cari adalah seorang bos mafia yang melarikan diri setelah berhasil melukai di beberapa bagian perut dengan pisaunya Para pria itu tidak melihat wajah pria dan wanita itu.mereka buru buru pergi karena harus mencari orang itu sebelum mereka semakin kehilangan jejaknya. Setelah semua rombongan pria itu pergi dan pria yang mencium Larissa jatuh dipelukkan nya tidak sadarkan diri. Larissa mengangkat tubuh pria itu. "Ada apa dengannya?" Kesal. "Bangun kau pria mesum!" Teriaknya kesal. "Hey tuan jangan pura pura. Dasar pria mesum!" Pekiknya marah mendorong pria itu sampai pria itu jatuh ke papan aspal. Brungk..... Larissa spontan menutup mulutnya. "Apa dia benar-benar pingsan ?" Larissa terkejut melihat pria itu tidak bergerak sama sekali setelah dia mendorongnya. Dia pikir dengan mendorong pria itu dia akan berhenti berpura pura.tapi nyatanya tidak, pria itu benar-benar pingsan. Larissa langsung berlari meninggalkan pria itu terkapar dijalan dengan darah dan air hujan yang bercampur menjadi satu. Tapi langkahnya tiba-tiba terhenti, dia berbalik ke tempat pria itu. Melihat orang terluka hatinya nurani Larissa tidak mengabaikan nya, walapun pria itu sudah berbuat hal yang tidak senonoh dengannya. Dia berdiri menarik nafas yang panjang sebelum Mambawa pria itu pulang bersamanya. "Aku tidak mau sampai dicari sebagai pembunuh dan masuk penjara.ucapnya sambil menopang tubuh pria itu. Di apartemen nya Larissa terlihat berdiri didepan pintu menopang pria itu sambil membuka pintunya. Larissa membawa masuk pria itu dan membaringkannya diatas sofa. "Ya Tuhan, Punggungku rasanya mau patah". Ucapnya sambil mengelus ngelus punggungnya. Larissa yang sadar kalau pria itu terluka kebingungan harus melakukan apa. "Aku bodoh sekali harusnya aku membawanya kerumah sakit tadi.kenapa aku membawanya pulang aku bukan seorang dokter. Dasar bodoh...ucapnya sambil mengetok kepalanya berulang ulang. Tiba tiba pria itu membuka matanya dan menarik tangan Larissa. "Akhirnya kau sadar juga. Aku pikir kau akan mati disini." Ucapnya lega setelah melihat pria itu sudah sadar. "Aku tidak perlu kerumah sakit". Ucapnya dengan raut wajah yang serius. "Kau terluka parah banyak darah yang keluar dari tubuhmu.kau yakin tidak mau kerumah sakit?" Tidak perlu sebentar lagi orangku akan datang".ucap pria itu sambil memegang perutnya yang berlumuran darah. "Orangmu? Maksudnya." Larissa tidak mengerti dengan perkataan pria itu.tapi tiba tiba terdengar suara ketukkan pintu dari luar. Tokkk.... Tokkk.... Tokkk.... Larissa bergegas membuka pintu apartemen nya melihat siapa yang datang ditengah malam seperti ini. "Iya siapa?" Ucapnya sambil membuka pintu." Raut wajah Larissa datar berubah jadi terkejut melihat puluhan pria berdiri didepan pintunya. Salah satu pria tampan yang berdiri didepan Larissa melepaskan kacamatanya sambil menggerakkan jarinya menyuruh puluhan pria itu masuk kedalam apartemen Larissa. Mereka semua masuk menabrak Larissa yang mematung didepan pintu tidak percaya melihat kamar apartemen nya sekarang dipenuhi pria tidak dikenal. "Apa yang terjadi, siapa pria yang aku bawa pulang?" Bersambung....
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
baguss tapi kapan lanjutnyaaa??
19/06
0best
01/10
0terima kasih
26/08
0Lihat Semua