Total : 78BAB1
"Kamu kesini sendirian kan Rey?" tanya Ibu saat Reyhan datang berkunjung. "Nggak, Bu. Aku kesini sama
readmore BAB 2
Setelah memilih-milih pakaian, Reyhan menyuruh Liana untuk mencoba beberapa pakaian di kamar pas, di
readmore BAB 3
"Mas sabar, aku nggak apa-apa," ucap Liana sembari mengelus punggung Reyhan agar tenang. "Aduh....apa
readmore BAB 4
"Liana, kamu dimana?" Reyhan mencari keberadaan Liana tapi tidak ketemu. Dan Reyhan akhirnya teringat
readmore BAB 5
[Reyhan, kamu juga tidak menghargai Tante Dewi dan Mita. Acara belum selesai, kamu sudah tidak ada] S
readmore BAB 6
Pagi ini seperti biasa Liana membersihkan halaman depan, kegiatan yg rutin dia lakukan. Liana tetap
readmore BAB 7
"Dek, kamu jujur sama Mas. Apa yg sudah Ibu lakukan sama kamu, Ibu memukulmu, kan?" tanya Reyhan lag
readmore BAB 8
Setelah mengakhiri panggilan dan mematikan sambungan teleponnya, Liana segera menghubungi Reyhan. "Ha
readmore BAB 9
Reyhan pun kembali pulang kerumah, meskipun dia tidak bisa mendapatkan hak Liana kembali. "Ibu sudah
readmore BAB 10
Liana memakan pisang yg di berikan Meydita sampai habis. Meydita dengan setia menunggu sambil mulutn
readmore BAB 11
"Dek, jika Ibuku nanti kembali lagi kesini, kamu harus bisa bersikap tegas. Jika tidak, aku tidak ak
readmore BAB 12
"Jeng, dirumah saya ada pesta untuk merayakan keberhasilan Mita menjadi manager di salah satu perusa
readmore BAB 13
Mata Mita seketika membulat sempurna, mendengar ucapan Liana dadanya bergemuruh dan terasa panas. Be
readmore BAB 14
"Pelakor?" "Tidak di sangka, wanita berkelas seperti Mita mendekati pria yg sudah beristri." "Percuma
readmore BAB15
Mita menangis didalam kamarnya, di tenggelamkan wajahnya pada bantal dia menangis sesenggukan. "Mita
readmore BAB 16
"Tidak perlu memohon. Sekeras apapun perjuanganmu mempertahankan rumah tanggamu dengan Liana. Sekera
readmore BAB 17
"Kamu!" bentak Meydita sembari mengangkat jari telunjuknya. "Bu, sabar, tenangkan diri Ibu," bisik Re
readmore BAB 18
"Bu ayo kita pulang. Kita bicarakan masalah ini besok saja. Siska juga sudah bilang dia tidak mau ik
readmore BAB 19
Sinta baru saja bangun dari tidurnya, dia kemudian melangkah menuju kamar mandi dan menggosok gigi.
readmore BAB 20
"Apa Ibu mau tinggal disini?" tanya Reyhan terkejut. "Iya, memangnya kenapa? Ibu ini adalah Ibu kandu
readmore BAB 21
Meydita terperangah mendengar perkataan dan perlawanan Liana. Perempuan kampung yg lemah dan selalu
readmore BAB 22
"Benar-benar keterlaluan mertuamu itu, berkata seperti itu!" ucap Meydita membulatkan matanya. "Jempu
readmore BAB 23
Rosa menelepon Reyhan kembali, dia khawatir dengan keadaan Siska dan Kinara Selama ini sebenarnya dia
readmore BAB 24
Siska membuang sup yg ada di panci dan memasaknya kembali. Sedikit-sedikit dia sudah bisa memasak su
readmore BAB 25
"Ibu kenapa?" tanya Siska saat dia membawa keluar Kinara dari kamarnya. "Ibu sakit perut dan mencret,
readmore BAB 26
"Tenang Mita tenang, Reyhan tidak akan bisa menyuruhmu pergi dari rumah ini. Karena Tante yg akan me
readmore BAB 27
Mita turun ke bawah sambil mencebik kesal, mendengar kemesraam Liana dan Reyhan dari kamarnya. Begit
readmore BAB 28
RATE 18+ "Liana, k-kenapa kamu disini?" tanya Reyhan tergagap. "Seharusnya aku yg bertanya padamu Mas.
readmore BAB 29
Liana dan Reyhan check out dari hotel, saat Reyhan ingin membayar biaya menginap ternyata semua suda
readmore BAB 30
"Dek, isi formulir ini." Reyhan memberi selembar kertas pada Liana. Liana menerimanya, matanya memic
readmore BAB 31
"Liana minta maaf, Bu. Liana tidak bisa pergi meninggalkan Mas Reyhan dan Liana tidak bisa mengantar
readmore BAB 32
Liana bangkit dengan tertatih-tatih, badannya sempoyongan menuju kalender yg menempel di dinding kam
readmore BAB 33
Meydita menoleh kearah sumber suara, dadanya berdegup kencang dan bergemuruh. Dua anak yg di besark
readmore BAB 34
"Disamping itu, aku juga meminta Reyhan untuk membelikan rumah. Agar kita lebih leluasa mengatur ren
readmore BAB 35
"Dek, apa orang tuamu punya saudara?" tanya Reyhan sembari memainkan buah apel di tangannya sebelum
readmore BAB 36
"Reyhan kamu tega menyakiti hati Ibu hanya demi perempuan ini? Kamu tahu Ibu ini yg...." "Ibu yg mela
readmore BAB 37
Predator itu tak mempedulikan tangisan atau jeritan dari kerongkongannya. Setelah selesai pria itu m
readmore BAB 38
"Dek, siap-siap gih!" pinta Reyhan sembari merangkul pinggang Liana. "Mau kemana?" "Sudah ikut aja. Po
readmore BAB 39
"Aku sarankan Mas saja yg keluar dari rumah ini, Mas pindah rumah lalu jual saja rumah ini. Biarkan
readmore BAB 40
Bu Rahayu dan Pak Aan tersentak kaget, apalagi sekarang keadaan Pak Aan sedang berdiri layaknya oran
readmore BAB 41
"Huh! Kenapa ya Mas, mereka selalu saja ada kemanapun kita pergi," kata Liana menghela napasnya dan
readmore BAB 42
"Mas, ini aku nggak salah lihat, kan?" tanya Liana sembari memegangi dadanya dunianya terasa runtuh.
readmore BAB 43
"Meydita!" panggil Dewi dan langkah Meydita pun terhenti. "Ada apa lagi?" tanya Meydita tanpa membali
readmore BAB 44
"Dan satu hal lagi, jangan berusaha mendekatiku, aku tidak akan sudi bersikap baik padamu. Jika buka
readmore BAB 45
"Oh....jadi laki-laki yg hanya bisa bersembunyi dibawah ketiak istrinya ini, bisa juga membela istri
readmore BAB 46
"Kartu keluarga apa maksud Nak Reyhan? Kami hanya mempunyai satu kartu keluarga," kata Bu Rahayu ber
readmore BAB 47
Liana menuruni anak tangga, terlihat para penghuni rumah sedang sarapan di meja makan, termasuk Sisk
readmore BAB 48
Mita dan Dewi terpaksa meninggalkan rumah Reyhan, mereka berniat akan kembali ke rumah yg sudah Dewi
readmore BAB 49
"Ini semua pasti ulah Reyhan, dia itu hanya pura-pura tidak menyukaimu, tapi diam-diam dia juga terp
readmore BAB 50
Berita kematian Mita langsung memenuhi sosial media, identitasnya belum terungkap sebab Mita tidak m
readmore BAB 51
Dewi terus berkoar-koar dengan menjual kesedihannya. Menyambut hangat para awak media dengan fitnaha
readmore BAB 52
Bukannya malu ataupun menuntut orang yg telah menyebarkan kejadian tragis bunuh diri Mita tanpa di s
readmore BAB 53
Semua orang terperanjat saat mendengar teriakkan Pak Aan, karena baru kali ini mereka mendengarnya.
readmore BAB 54
" Sudah lama menikah, tapi belum hamil juga, apa istrimu ini mandul?" Saat makan malam Meydita menyin
readmore BAB 55
Pada waktu yg bersamaan saat Pak Aan ingin mengakui semua kebohongan mereka, ponsel Reyhan berdering
readmore BAB 56
"Sekarang Ibu mau apa?" tanya Reyhan. "Kami mau kehidupan yg layak, usaha dan masa tua kami terjamin.
readmore BAB 57
Bu Rahayu mengetuk pintu kamar Reyhan, ada sesuatu yg ingin dia berikan kepada Reyhan. "Ibu, ada apa?
readmore BAB 58
Meydita turun dengan perasaan kecewa, sementara Reyhan menyuruh Liana kembali masuk ke dalam kamar.
readmore BAB 59
"Masa sih, Ibu sakit? Kok aku nggak percaya ya?" tanya Siska, membuat langkah Sinta terhenti di temp
readmore BAB 60
"Jaga kandunganmu dengan baik." Meydita menarik kembali tangannya yg berada di perut Liana, kemudian
readmore BAB 61
"Sinta, bangun. Anak ini bicara apa tadi, Mas? Dia bilang di lecehkan, di lecehkan seperti apa? Aku
readmore BAB 62
"Perusahaan Wijaya itu bukan perusahaan yg kecil, tidak mudah menaklukannya begitu saja tanpa bukti.
readmore BAB 63
"Senang deh, Ibu sudah bisa menerima Mbak Liana," ucap Siska mengeratkan pelukkannya. "Aku juga senan
readmore BAB 64
"Heh! Hahaha! Hutang? Hutang yg mana Meydita? Bukankah kita punya surat perjanjian, kalau tidak ada
readmore BAB 65
Liana mengerutkan keningnya, ada-ada saja kelakuan suaminya untuk menggodanya. Dia masuk ke kamar ma
readmore BAB 66
"Dek hari ini kamu ikut Mas ya," pinta Reyhan pada Liana, sembari membenarkan kancing kemejanya. "Kem
readmore BAB 67
"Liana, kamu sangat mirip dengan almarhumah Ibumu. Rasa rindu paman seakan terobati padanya saat ber
readmore BAB 68
"Siapa mereka?" tanya Rani kepada Prasetyo. "Gadis itu adalah anaknya Harnanto Wijaya. Aku sudah mene
readmore BAB 69
"Sayang, hari ini akan ada lima bodyguard yg berjaga di depan di rumah dan ada lima body guard lain
readmore BAB 70
Siska mengetuk pintu rumah mewah Rani wijaya, dia menunggu beberapa menit sembari memegangi tas jinj
readmore BAB 71
Meydita mulai menyamar mengikuti jejak Siska. Hari ini dia mendapat panggilan untuk memijat Rani Wij
readmore BAB 72
"Ibu, kok tiba-tiba berubah? Apa Ibu lupa kalau Liana itu...." "Ssstt!" desis Meydita menyela ucapan
readmore BAB 73
Mata Reyhan membeliak, ketika mendengar suara Rani dari dalam sana. Untunglah alat penyadap suara yg
readmore BAB 74
"Kamu saya pecat!" teriak Rani pada sang asisten. "Bodyguard kurung dia di gudang. Karena dia aku kec
readmore BAB 75
Prasetyo sampai di kota lain, hal pertama yg ingin dia lakukan adalah mencairkan uang. Dengan begitu
readmore BAB 76
Naas, maut tidak bisa di hindari. Kini, mayat Prasetyo Utomo sedang di evakuasi. Banyak potongan-pot
readmore BAB 77
Pemakaman Bu Rahayu segera di laksanakan, tangis haru Liana mengiringi setiap lafaz yg di ucapkan ol
readmore BAB 78
Perut Liana semakin sakit, dia sudah tidak kuat lagi. Ingin berteriak suaranya seakan habis tercekat
readmore
ini filem apa
28d
0cerita yang sangat bagus ka serasa mengalami nya👍
29/10
0seru bgt critanya. D dunia nya tak juga ada yg kay gt😢😢
07/07
0Dramatis kisahnya
29/04/2025
0epep seru
28/03/2025
0bagus bgtt
28/03/2025
0sangat bagus ceritanya
28/03/2025
0cerita nya sangat bgus
07/02/2025
0ntaps
28/12/2024
0cerita yg seru
24/11/2024
0