Total : 85Bab 1
"Alula Maheswari. Dengan sangat berat hati, kamu saya pecat." "Apa, Pak? Kenapa tiba-tiba saya dipe
readmore Bab 2
Satu. Dua. Tiga. Dalam hati aku menghitung, namun tak kunjung ada tanda-tanda si pemilik mobil tadi men
readmore Bab 3
. Dasar nih orang. Akhirnya dengan sangat terpaksa, aku ngikutin aja sama si empunya motor. Kalau aja
readmore Bab 4
. Tiba-tiba .... Bruk .... Berkas-berkasku jatuh semua gara-gara nggak sengaja menabrak orang. "Kamu
readmore Bab 5
. Masalah dengan bu Indira selesai, sekarang aku dan Alena harus menghadapi si CEO, yang mungkin saja
readmore Bab 6
. Aku melangkah menuju ruang divisi lain yang tepatnya berada di depan ruang divisiku, siapa tahu di
readmore Bab 7
"Jadi bagaimana, kamu mau ikut pulang dengan saya?" Aku berdecak sebal. Kenapa sih, nih orang malam-
readmore Bab 8
"Aduuuh ... udah siang nih, La. Mau ke kantor pake apa coba? Mana tinggal tigapuluh menit lagi kanto
readmore Bab 9
. Aku berjalan lesu memasuki kost-anku, tempat di mana selama tiga tahun ini aku tempati. Sengaja sor
readmore Bab 10
Mengenang tentang masa lalu adalah hal yang tak kusukai, baik itu masa lalu yang indah, atau bahkan
readmore Bab 11
A-anu, Pak ...." "Anu apa? Kamu kangen sama saya, makanya mau nyamperin saya?" tanyanya dengan tingk
readmore Bab 12
"Nah, itu dia orang yang saya tunggu." Aku, dan Alula serentak menoleh ke arah yang ditunjukkan Gaza.
readmore Bab 13
Permisi, Mbak Alula." Mendengar namaku dipanggil, aku pun mendongak. "Iya, Mbak Siti, ada apa?" "Ini
readmore Bab 14
Pak, please ... jangan seperti psikopat. Saya takut, Pak." "Saya tidak akan menghilangkan nyawa kamu
readmore Bab 15
Akhir pekan adalah hari yang paling dinanti-nanti oleh kebanyakan orang di dunia ini. Terutama bagi
readmore Bab 16
Mendengar suara adzan subuh, aku pun tersadar dari alam mimpi. Menguap sebentar sambil merentangkan
readmore Bab 17
"Saya panggil orangnya, ya." Pak Angga keluar dari ruangan divisi ini, dan tak lama kemudian kembali
readmore Bab 18
Di sinilah aku, dan Alena sekarang. Di depan ruangan orang paling penting di perusahaan ini. Sudah se
readmore Bab 19
Tak terasa sudah satu bulan aku bekerja di perusahaan Alexander Corp. Aku sudah mulai menguasai apa
readmore Bab 20
Suasana seketika menjadi tegang. Bagaimana tidak, soalnya sang pemilik perusahaan ini tengah hadir d
readmore Bab 21
"Jadi, ada kepentingan apa yang membuat Bapak sampai menyuruh saya ke sini?" tanyaku ketus ketika ti
readmore Bab 22
"Oke. Saya akan beri tahu kamu. Tapi tentunya itu tidak gratis. Ada harga yang harus kamu bayar." Ya
readmore Bab 23
"Eh, kita mau ke mana lagi sih?" tanyaku ketus, "tempat kost gue udah deket dari sini. Lo nggak perl
readmore Bab 24
"Jadi, kemarin om kamu yang adiknya almarhum ayah kamu datang ke sini. Dia bilang, ingin menjodohkan
readmore Bab 25
Sejak memberi tahu Gaza kalau aku dijodohin, dia tak lagi menggangguku. Nggak lagi nyuruh-nyuruh yan
readmore Bab 26
"Kamu mau, Alula?" Sekarang giliran Gaza yang bertanya, dan mulai melihat ke arahku. Padahal dari ta
readmore Bab 27
"Kamu mau jadi partner saya malam ini, Baby?" bisiknya di telingaku. Seketika tubuhku menegang dipan
readmore Bab 28
Merasakan kepala yang sedikit pusing, aku mencoba untuk membuka mata. Tunggu, kenapa bagian perutku
readmore Bab 29
"Bi, kalau boleh tau, hubungan Gaza sama Lashira sudah sejauh apa, Bi?" "Non Lashira sama tuan Gaza .
readmore Bab 30
"La, lo dari mana aja?" tanya Alena begitu aku sampai di depan pintu kost-ku. Ternyata semalam dia p
readmore Bab 31
"Lashira dan Agung ini kakak beradik," ucap Gaza, tapi tak membuatku percaya. Entah mengapa Gaza sep
readmore Bab 32
Tarik napas yang dalam, lalu keluarkan. Baiklah, tuan mantan, aku turuti kemauanmu. Kucium tangan kek
readmore Bab 33
Dengan napas terengah-engah, aku menuju ruangan Gaza. Harus banget minta penjelasan ke dia, kenapa f
readmore Bab 34
"Baiklah. Saya mau mengantar ini," ucap Gaza seraya menyodorkan sebuah paper bag. Apa ya, isinya? "Apa
readmore Bab 35
"Apa?! Jadi semalam pak Gaza nginep di kost lo?!" tanya Alena dengan ekspresi terkejutnya. Sebenarny
readmore Bab 36
"Alula," panggil bu Indira, yang ternyata sudah berdiri di dekat meja kerjaku. Terlalu fokus manteng
readmore Bab 37
"Ya, udah, La, lo yang sabar aja." Alena mengusap pundakku, setelah aku ceritakan tentang perintah d
readmore Bab 38
Hari ini aku mau mencoba mencari pekerjaan, untuk mengisi waktu selama aku di-skors. Pekerjaan yang
readmore Bab 39
Baiklah, hilangkan gengsi, saatnya menuju ke pasar. Dan, aku harus menyeberang jalan raya dulu untuk
readmore Bab 40
"Nah, Alula, ini rumah saya," ucap tante Nesya ramah, ketika kami sampai di depan rumahnya. Kalau di
readmore Bab 41
"Alula?" "Kak Bara?" Mengapa ada dia di sini? Apa dia suaminya tante Nesya? Tapi, rasanya nggak mungki
readmore Bab 42
"Alula, kamu mau jadi pacar aku?" Hah? Demi apa, dosen paling ganteng di kampus, nyatain cinta sama a
readmore Bab 43
"Nah, Salsa, sekarang udahan dulu mainnya, ya. Waktunya bobo siang," bujukku pada anak majikan, alia
readmore Bab 44
"Len, lo tau nggak, kalau pak Arsen udah meninggal?" tanyaku pada Alena yang kini berbaring di sampi
readmore Bab 45
Masa kerja dengan tante Nesya sudah selesai. Itu berarti, masa skors-ku di perusahaan pun selesai. L
readmore Bab 46
Dengan rasa semangat yang membara, hari ini aku kembali bekerja di perusahaan Alexander Corp. Berbonc
readmore Bab 47
Tanpa mau mendengar jawabanku, Gaza segera pergi. Mau nggak mau, aku harus menuruti perkataannya. Ta
readmore Bab 48
"Lo nggak sakit hati, La?" Jangan tanyakan soal itu, karena jelas aku sakit hati. Apalagi, sekarang a
readmore Bab 49
"Memang, acaranya kapan?" Dih, aku kok jadi kepo begini, ya? Giliran dijawab, pasti nanti jadi nyese
readmore Bab 50
Tidak terasa satu minggu sudah aku membantu persiapan pernikahan Gaza, dan Lashira. Lebih tepatnya s
readmore Bab 51
"Len, gue di mana?" tanyaku saat pertama kali membuka mata, dan yang kudapati hanya Alena yang tenga
readmore Bab 52
"Jadi, saya boleh cuti kapan, Pak?" tanyaku pada pak Angga, selaku ketua HRD. Kemarin, pak Abraham me
readmore Bab 53
"Keadaan aku nggak penting, Gaza. Sekarang yang harus kamu prioritaskan itu Lashira." "Alula. Masih b
readmore Bab 54
Selesai cuti selama seminggu, kini aku kembali berangkat ke kantor lagi. Baru kemarin rasanya tiba d
readmore Bab 55
Dan orang itu adalah Lashira, dan juga .... Dari perawakan laki-laki yang bersama Lashira, sepertinya
readmore Bab 56
"Mama ... liat nggak di mana dress aku yang kemarin dipake wak--, Alula!" Lashira tiba-tiba datang,
readmore Bab 57
Gaza melotot ke arahku. "Alula!" "Apa?" tanyaku dengan rasa tak bersalah, padahal sekarang di hadapan
readmore Bab 58
Aku kembali pada aktivitas seperti biasanya. Bekerja di Alexander Corp sebagai karyawan di divisi ma
readmore Bab 59
Kepalaku rasanya mau meledak memikirkan semua sikapnya Gaza kepadaku selama ini, terutama tadi siang
readmore Bab 60
"Sebenarnya ... waktu itu saya yang membuat kamu dipecat dari perusahaan Wijaya Company, tempat kerj
readmore Bab 61
Suara adzan tiba-tiba terdengar. Perlahan kelopak mataku terbuka. Tapi, tunggu dulu, kenapa badanku
readmore Bab 62
"Ma, tadi saya, dan Alula lepas kontrol." Si*l! Kenapa Gaza malah ngomong kek gitu, sih? Bisa-bisa bu
readmore Bab 63
Bentar, bentar aku ingat-ingat, tadi aku masukin apa aja di saladnya. Kalau iya aku kasih racun, ti
readmore Bab 64
"Hai, Alula. Aku Naufal. Mungkin kamu sudah dengar namaku dari ibu kamu," jawab orang dari seberang
readmore Bab 65
"Naufal, aku kedatangan tamu, nih. Pertemuan kita hari ini cukup sampai di sini dulu, ya," ucapku pa
readmore Bab 66
Hari ini aku nggak masuk kerja lagi. Tepatnya izin cuti, karena pulang kampung. Kemarin ibu menyuruh
readmore Bab 67
"La, kalau bener keluarga Gaza yang punya kantor tempat kamu kerja, ibu kok, jadi nggak yakin merest
readmore Bab 68
"Lho, kenapa? Memangnya apa kurangnya Naufal?" "Ini bukan cuma tentang Naufal, Om. Tapi, aku udah ada
readmore Bab 69
"Maaf, semuanya, khususnya untuk ibu, dan omnya Alula. Karena Alula sudah menerima saya, apa saya bo
readmore Bab 70
Di sinilah aku sekarang. Di kamarku bersama dengan bu Maura, dan adik kembar Gaza, Lashira, dan Lior
readmore Bab 71
"Gaza lepasin, deh, nggak enak kalau ada yang lihat," ucapku yang merasa tak nyaman. Bukan tak nyama
readmore Bab 72
"Tadi janjinya cuma sebentar aja, kan ketemunya? Terus, kenapa sekarang malah minta nego perjanjian?
readmore Bab 73
Dari KUA, kita diberi surat keterangan bahwa pernikahan belum dicatat oleh negara. Surat itu yang na
readmore Bab 74
"Itu apa, Sayang?" Gaza yang tadinya duduk di depan laptop, kini sudah berdiri, dan mendekat ke arahk
readmore Bab 75
Hari ini adalah resepsi pernikahan Liora. Sejak pagi, aku sudah didandani oleh MUA yang disewa untuk
readmore Bab 76
"Kamu bukannya masih di kampung, La, kok tiba-tiba sudah ada di sini?" tanya Alena. "Iya, La, sama pa
readmore Bab 77
"Kenapa harus pindah ke apartemen, sih? Mama lebih seneng, lho, kalau kalian tinggal di sini," ucap
readmore Bab 78
"Mas, berhenti. Turunin aku di sini aja," pintaku pada Gaza. Spontan Gaza pun menepikan mobil yang t
readmore Bab 79
"Guys ... lihat deh, pak Gaza lagi lihat ke arah sini," bisik Gaza, dan spontan membuatku melihat ke
readmore Bab 80
Tak terasa sudah satu bulan aku kembali bekerja di kantor, dan selama itu pula rahasia tentang perni
readmore Bab 81
"Sayang, teman-teman divisi kamu sedang mengadakan makan siang bersama?" tanya Gaza yang membuat ken
readmore Bab 82
"Ya, makanya bilang cinta dong. Kamu cinta kan sama aku, Mas?" "Tidak." Apa?! Ini aku nggak salah denga
readmore Bab 83
Ketika membuka pintu, aku dibuat terkejut, saat mengetahui siapa orang yang mencariku. Mau ngapain di
readmore Bab 84
Hari ini ibu datang dari kampung bersama kedua adikku, dan om Ardi serta istrinya. Tadinya aku mau m
readmore Bab 85
Netra ini perlahan membuka. Pemandangan yang pertama kulihat adalah plafon berwarna putih. Menoleh k
readmore
sukaaa banget sama ceritanya gaza-alula bikin gregetan gemes bacanya selalu ditunggu next chapter nya kak semangat nulisnya 🔥🔥
22/08/2022
0ceritanya bagus banget,suka pokoknya
26/07/2022
0ceritanya bagus dan seru benget
3d
0i like it
22/08
0bagus bngt cerita nya
06/06
0terbaik....semoga terus maju...from malaysia
26/02/2025
0bagus
16/01/2025
0Happy ending👍
26/11/2024
0bagus
01/11/2024
0good job
24/09/2024
0