Ikhtisar
|Katalog
- Tag(s):
- CEO
- Kriminal
- Cinta yang menyakitkan
- Kekerasan
Diva, seorang jurnalis muda, yang berusia 24 tahun, kini sedang mengungkap skandal besar PT Angin Ribut. Namun, perjalanan itu tidaklah semudah apa yang ia pikirkan. Kehancuran hidupnya, membuat dirinya harus menuntut sebuah keadilan yang telah dilakukan oleh Diwanga seorang pimpinan perusahaan besar. Bagaimana cara Diva untuk bisa membalaskan dendamnya?
Pembaharuan Terakhir
Pilihan Editor
Rekomendasi
Komentar Buku (151)
- Total: 101
Bab 1 SEBUAH TUGAS
Terlihat seorang laki-laki mengejar perempuan di luar kantor. Ia sangat tergesa-gesa menghampiri perBab 2 PERTEMUAN
Persiapan telah matang. Kini mereka sudah berada di sebuah hotel. Meski tidak satu hotel dengan targBab 3 HAMPIR LUPA
Ia hanya bisa berdiri dengan sebuah kehampaan. Menatap Diva yang semakin menjauh dan menjauh dari paBab 4 KEDATANGAN YANG TAK TERDUGA
Tapi, itu tidak berlaku bagi Diwanga. Ya, sosok pria muda yang kaya raya, masih belum bisa untuk melBab 5 KECEWA
Gelagat Diva semakin aneh. Pagi ini terasa sekali berbeda Rudi rasakan. Ia merasa kalau Diva sedangBab 6 PUJIAN
"Wey Rudi. Jika kau mau berjemur bukan dimobil, tapi di pantai," teriak salah satu temannya, berjalaBab 7 KEJUTAN
Diwanga hanya tersenyum kecil, dengan tatapan tajam memandang Diva. Diva terlihat kaku dengan lelucoBab 8 TOLONG JANGAN LIBATKAN
"Hay! Mari masuk," tawarkan Diva.
Rudi yang tengah duduk di sofa, cukup terkejut dengan kedatangan DiBab 9 HAL TAK TERDUGA
Pertikaian kecil itu berakhir. Rudi dan Diva, tidak saling berbicara dalam mobil. Tidak seperti biasBab 10 RAHASIA KECIL
"Jadi kau gagal menikah, gara-gara hakmu tidak dibayarkan begitu?" tanya Rudi sedikit merasa heran.
"Bab 11 PERTIKAIAN
Sepanjang malam setelah kejadian itu. Rudi semakin sadar, kalau dirinya tidaklah lebih berarti bagiBab 12 DASAR KERAS KEPALA
Wajah Rudi sudah semakin memerah. Ia berdiri dengan sangat emosi. Diva hanya duduk tersenyum denganBab 13 PROYEK BESAR
Andi duduk dengan tenang. Senyum itu cukup bisa membuka obrolan yang hangat.
"Sepertinya kau sangatBab 14 KERAGUAN
Bagaimana menurut Ayah?"
"Bagus! Cukup bagus."
"Jadi Ayah setuju?"
"Apa kau sudah hitung resiko yang akBab 15 SEKUNTUM MAWAR
Detik berganti detik, menit ke menit, laju jam berganti. Gelap malam, mulai berganti. Sang surya telBab 16 APA KAU MENUNGGUKU?
Diva di bawa ke suatu tempat. Sebuah pinggiran kota, yang jauh dari hidup sejahtera. Para pendudukBab 17 TERASA INDAH
Mereka terus berjalan tanpa memikirkan tentang dua nelayan itu. Namun Diva masih bertanya-tanya dengBab 18 KEPERGIAN
Keesokan paginya, tepat pukul 8:15. Dengan tergesa-gesa Diva datang mengunjungi kantornya. Tampak iaBab 19 PESAN
Hari-hari cukup dilewati dengan berbeda. Akan tetapi, perlahan semua bisa berjalan dengan semestinyaBab 20 SEBUAH PANGGILAN
Satu jam pertemuan telah cukup untuk mengakhiri. Diwanga harus segera pergi kembali ke kantornya. SeBab 21 SIAPA?
Roy Matapea, seorang pimpinan perusahaan PT Badai Ribut. 28 tahun, tinggi 175cm, kulit sawo matang,Bab 22 MEMUJI
Di ruang VIP club. Roy masih penuh dengan rasa dendam terhadap Diwanga. Dua wanita cantik, duduk diBab 23 DARI
"Roy ...! Apa yang ia cari dipesta itu? Siapa yang mengundang ia untuk datang?" gumam Diwanga, yangBab 24 BAKAT
Situasi mulai menegang. Diwanga mulai memberi tatapan yang muram, dan gusar terhadap Roy. SementaraBab 25 NIAT BURUK
"Sepertinya kalian lelah?" ujar Andi memberi dua gelas minuman.
"Terima kasih," sahut Diva, sambil meBab 26 KECELAKAAN
Tepat pukul 8:15. Kabar mengenai kecelakaan lalulintas tersebar luas. Berita itu cukup mengejutkan bBab 27 GERAMNYA SANG AYAH
Akan tetapi, rasa kevewa sang ayah, masih melekat pekat di wajah yang sedang menahan geramnya, keadaBab 28 KEPEDULIAN RUDI
Nada itu, kembali mengingatkan, betapa Rudi sangat memperhatikan dirinya. Diva cukup merasa ada sesuBab 29 JEBAKAN
Rudi mulai menerka nerka, setelah berlalunya percakapan itu. Dua tangan menahan dagu, dengan bibir sBab 30 JADI INCARAN WARTAWAN
Kesukaran yang dihadapi, cukup memberatkan Diva, tidak terkecuali Diwanga. Dalam ruang yang berbeda,Bab 31 KEPINDAHAN
Di hari yang cukup tegang, ruangan kamar rumah sakit, cukup sumpek untuk bisa mengekspreikan rasa keBab 32 APA INI CUKUP ADIL
Kerang dan undang, menjadi menu makan. Kuliner itu, cukup lahap dinikmati Diva. Tanpa ia sadari, RizBab 33 SESUAI KEINGINAN
Mendadak Rudi merasa sangat berempati, mendengar jawaban dari Diva. Mulutnya terasa berat untuk mengBab 34 DUNIA BARU
10 menit wanita itu berdiri, berharap dengan sangat cepat, akan datangnya seseorang yang ia nantikanBab 35 RAPUH
Keadaan itu berbalik berbeda, dengan Diwanga yang sedang diburu oleh beberapa media. Isu isu kedekatBab 36 KEWASPADAAN
Satu minggu kemudian. Di rumah mewah dan besar, terlihat seorang pria duduk dengan santai di ruang kBab 37 PERSETERUAN
Bagaimana Andi? Apa semua sudah bisa disiapkan?" tanya salah satu, pejabat penting yang tak lain adaBab 38 BERCINTA
Meting itu cukup menjadi sebuah peringatan bagi Roy, yang selalu menganggu upaya Andi yang sedang meBab 39 LUKA YANG TERLUKA
Di sela sela keromantisan Andi bersama sang istri, terdapat rasa yang tidak sama dimiliki oleh Rudi.Bab 40 BERAT UNTUK MELEPAS
Satu pagi, setelah malam berlalu. 8:15, waktu yang cukup untuk Riana mengantar sang suami untuk beraBab 41 TERTEKAN
"Andi! Tampaknya sekarang kau terlihat tertekan?"
"Diwanga! Kita harus cepat cepat bereskan Roy," sahBab 42 PERDEBATAN
Diwanga masih terlihat diam dengan gaya coolnya. Wanita itu, tidak henti hentinya menatap wajah yangBab 43 ADA HAL
Siang yang cukup terik memberi suasana hati yang cukup memanas. Di sebuah restoran, Roy bertemu dengBab 44 PERTEMUAN GELAP
"Mari silahkan minun," tawarkan Tania sambil memberikan satu gelas yang sudah terisi wiski.
Dengan seBab 45 SIASAT
Pergumulan itu terus berlanjut hingga setengah jam lamanya. Setelah melepas semua hasrat birahinya,Bab 46 AJAKAN YANG MENYEBALKAN
Ajakkan itu cukup menyebalkan bagi Tania, yang sudah muak diperlakukan semau maunya oleh pria yang kBab 47 KESEDIHAN SEORANG PRIA
Diva terlihat sedikit ragu untuk mengatakan sesuatu yang tidak pernah Rudi dengar. Keadaan itu, membBab 48 RENCANA JAHAT
Kedalaman rasa yang tidak bisa singgah dalam hati yang sangat dirindukan. Menoleh rasa akan semakinBab 49 KEJAHATAN
Kecelakan mobil sudah tidak terelakan lagi. Mobil merc silver itu, sudah bonyok menabrak trotoar jalBab 50 KACAU
Diva terdiam dengan membawa ingatan yang masih tersimpan rapi. Yaitu ingatan, dimana saat kecelakaanBab 51 CINTA
Aku begitu mencintaimu. Sampai aku tidak memperdulikan lagi, tugasku sebagai seorang jurnalis. KamuBab 52 PERCAYALAH
Ada sedikit keresahan dalam benak pikiran Rizal, ketika ia mendengar apa yang barusan Rudi katakan.Bab 53 PERAYAAN
Beberapa saat, pria senja itu terdengar muntah muntah di dalam kamar mandi. "Oooahhhkkk ....!" SuaraBab 54 LOYALITAS
Malam semakin larut, pagi pun kini telah datang menyambut kehidupan baru. Tepat pukul 8:12. Rizal maBab 55 TAWARAN
Dua pria dengan kepentingan yang cukup untuk membangkitan permusuhan, terlihat semakin tegang di ruaBab 56 LAUTAN
Pasir putih itu terlihat indah untuk ditapaki oleh kaki yang jenjang bertelanjang. Deburan ombak, meBab 57 SANGAT BERHARAP
Seorang pria tengah berdiri menanti ke datangan seseorang. Ia terlihat sedikit resah dan ragu untukBab 58 TIDAK ADA JALAN
Dua sosok manusia itu dihinggapi dengan rasa yang kecewa. Terlebih jelas, Diva! Ia tidak menginginkaBab 59 OMONG KOSONG
Satu tenggakan itu cukup membuat rilek dan santai bagi dua pria yang kini tengah menikmati satu botoBab 60 SYATU KEHARUDAN
Obrolan itu telah menghabiskan beberapa botol wine yang membuat mereka mabuk. Entah berapa kali deriBab 61 APA MASIH BELUM SADAR
Terlihat seorang pria berlari lari dari kerumunan. Ia terus menerus berlari. Begitu banyak wajah wajBab 62 PERMINTAAN
Dalam diam diam, ada seseorang yang terus mengawasi Diwanga. Seorang pria yang kini sudah melihat seBab 63 APA YANG MEMBUATMU BERAT?
Sang ibu mencoba memberi pengertian, agar Riana setuju dengan ide yang telah dikatakan oleh sang ibuBab 64 INI TENTANG KALIAN
Tatanan meja terlihat rapi. Beberapa menu makanan sudah tersusun dengan sangat baik. Terlihat wajahBab 65 MALAM INI
Di dalam kamar sudah terlihat sedikit ke murung Andi, yang kini sudah duduk dibahu tempat tidur. DenBab 66 TERIMA KASIH
Seorang pria itu tenggelam dalam lamunan, hingga matanya tidak sanggup untuk sekedar terjaga. Pagi yBab 67 TENTANG PENCITRAAN
Kebahagia itu sedang dinikmati oleh keluarga Andi. Tapi di ruang yang berbeda dengan waktu yang samaBab 68 ADU BERITA
Berita itu terus terusan cukup membuat gaduh. Beberapa dari wartawan media lain, ikut tercengang denBab 69 KAU PIKIR AKU DUKUN
Kau benar benar konyol Diwanga," tegas sang ayah dengan geram.
"Apa maksud Ayah? Bukannya ini akan ceBab 70 PROTES
Dengan segera, Rudi mencoba menghubungi Rizal di Jakarta. Namun hasilnya nihil. Beberapa kali ia menBab 71 PENUTUPAN KANTOR
Tutup ... tutup ... tutup ...." Teriak mereka serempak.
Masa semakin berkerumunan. Teriakan, hujatan,Bab 72 BERPURA PURA
20:15. Dua wajah itu tertunduk lusuh. Dipekat malam tanpa bintang, terlihat dua manusia duduk heningBab 73 BERNAFAS DENGAN LEGA
Bos ... Bos ...Bos ...," teriak Rudi dalam ponsel.
Sayangnya, ponsel itu telah cepat dimatikan oleh sBab 74 APA KAU MASIH RAGU
Satu pertemuan yang sudah berakhir, antara sang anak dan ayah. Diwanga cukup merasakan, ada hari yanBab 75 BAGAIMANA
Pukul 9:25. Dua manusia itu sudah berada, tepat di mana mega proyek itu akan dibangun. Tempat yang cBab 76 YNJUK RASA
Sepertinya kalian melewatkan saya," ujar Diwanga dengan senyum penuh percaya diri.
Empat pria para inBab 77 TUTUP MULUTMU
Suasan sudah tidak bisa dikondisikan. Para investor itu, seketika mulai panik, cemas dan mulai berubBab 78 RAHASIA YANG BOCOR
Di satu sisi, Diwanga merasa puas dengan rencananya yang sudah berhasil, ia lakukan. Kini pria itu bBab 79 RAHASIA YANG BOCOR
Di satu sisi, Diwanga merasa puas dengan rencananya yang sudah berhasil, ia lakukan. Kini pria itu bBab 80 JANJI PEJABAT
19:15. Pilihan yang tidak bisa dihindari. Seorang pria yang kini sedang mencoba untuk memberi klarifBab 81 BERITA PANAS
Ada hasrat yang kian meragukan, dari balik perbuatan, seorang pria duduk lemas dikursi teras rumah.Bab 82 CARI JALAN KELUAR
Berita yang cukup kembali mulai memanas. Tidak tanggung tanggung kali ini. Narasi yang dibuat, begitBab 83 PERDEBATAN
Uang dan uang. Itulah yang kini sedang Rizal nikmati dari pemberitaan yang ia muat. Kegaduhan, demo,Bab 84 SETIDAKNYA KAU PUNYA RASA BERTERIMA KASIH
Rudi terdiam dengan wajah menahan geram. Matanya masih teihat sedikit sinis. Sementara Diva, masih mBab 85 PELANGI
Teriakan demo masih saja berlanjut di jalanan. Mereka masih dengan semangat berorasi penuh dengan keBab 86 APA HARUS PASANG AC
Setelah mereka puas menghabiskan waktu di tempat itu. Kini mereka pun kembali melanjutkan perjalananBab 87 KUNANG KUNANG
Beberapa menit kemudian, wanita setengah baya itu datang, dengan membawakan dua gelas teh manis hangBab 88 KEJUTAN
Nuansa tegang itu masih berlaku di kota. Seperti halnya seorang pria, yang kini sudah mengerahkan beBab 89 KEINDAHAN ALAM
Seraut wajah, dengan bibir sedikit megerut, alis terangkat , satu tangan menyentuh bibir, sedikit meBab 90 APA KAMI MASIH BISA BICARA
Pukul 9:15. Kedamaian di desa, sangat kontras dengan keadaan di kota. Pagi yang menjelang siang, parBab 91 APA INI CUKUP?
Gemuruh suara kembali menggema di jalanan. Spanduk dan tulisan itu terlihat mereka acung acungkan diBab 92 SIAL
Siapa yang menyangka, dibalik keramah tamahan dan senyum yang mengoda, ada benci yang tak pudar. ItuBab 93 APA KAU PUNYA RENCANA
Krek ...." Pintu itu terbuka. Dengan sedikit kaku dan cemas, seorang pria datang menghampiri Afif, dBab 94 SEBUAH RAHASIA
Satu sisi lain, ada hal yang cukup membuat seorang wanita terkejut bukan main. Diwaktu yang sama, deBab 95 SENYUMMU
Sepi! Itu kata yang sedikit tergambarkan, untuk seorang pria, seperti Rudi. Tidak ada canda, tawa, yBab 96 MALAM SUNYI
Diva hanya tersenyum mendengar, kata yang telah diucapkan oleh Rudi. Namun ia masih sangat berharap,Bab 97 GADUH
dua hari kemudian. Aksi demo itu, akhirnya mendapat cukup perhatian lebih dari pemerintah. Kabar ituBab 98 PENGKHIANATAN
Kini kepanikan itu, cukup sangat amat dirasakan oleh seorang pria, yang baru saja mendapatkan kejutaBab 99 PENANGKAPAN
Tanpa berlama lama, perintah itu segera dilaksanakan oleh Tania. Beberapa saat kemudian, mereka punBab 100 TERIAK KEBEBASAN
Empat orang manusia itu, kini telah merasa cukup puas atas apa yang menimpa Rizal. Seorang pimpinanBab 101 SEBUAH AKHIR
Satu jam kemudian, kabar itu telah terdengar oleh Tania. Ia cukup merasa cemas dan resah, atas kabar


















cerita ini sangat bagus
2d
0mksih semua yh
31/03
0oke
28/11
0good
27/11
0oke siap
20/07
0Keren sih
11/07
0good
07/06
0sangat bagus sekaliiii
04/05/2025
0mantap nih ceritanya
25/04/2025
0keren kakk
19/03/2025
0