Total : 90Chapter 1 Awal kebahagiaan
Dua tahun lebih cahaya dan bunga menjalani sebuah ikatan suami istri, pernikahan yang begitu saling
readmore Chapter 2 pertama bella tinggal di rumah bunga
Bunga memberikan secangkir kopi kepada suaminya. "Makasih ya sayang." Kata cahaya. Bunga hanya mengga
readmore Chapter 3 Kehadiran sang buah hati
Bella begitu kaku dengan hari pertamanya sesekali ia menanya irvan yang ruangannya bersebelahan deng
readmore Chapter 4 Kembali kerumah
Mobil berhenti tepat di sebuah rumah milik cahaya dan bunga. Bella dan cahaya turun di sambut oleh m
readmore Chapter 5 wangi parfum asing
Sesampainya di kamar bella menjatuhkan badannya di atas tempat tidur. Ingin sekali ia teriak sekeras
readmore Chapter 6 Semakin berubah
Pagi menjelang meninggalkan pekat malam, usai shalat subuh, bunga mempersiapkan baju kantor suaminya
readmore Chapter 7 Bertahan demi nity
Air mata yang tidak bisa di bendung lagi seketika itu tumpah membanjiri kedua pipinya. Bunga merintih
readmore Chapter 8 Orang ketiga
Nity berangkat di anterin sama cahaya dan bunga hari pertama nity pergi ke sekolah di anterin oleh p
readmore Chapter 9 Setegar batu karang
Sesampainya bunga di rumah, bunga langsung bergegas ke kamar sang buah hatinya. Tok … tok … tok … Bung
readmore Chapter 10 Sadar
Cahaya panik seketika itu juga mendengar kabar kalau anaknya masuk rumah sakit ia meminta mang diman
readmore Chapter 11 Kembali bahagia
Bella menghela nafas berulang kali, menyerah rasanya tidak mungkin baginya, bella akan melanjutkan p
readmore Chapter 12 Bagai petir menyambar
Usai bersiap diri bunga pamit sama bi ijah. "Bi saya berangkat dulu ya, saya titip Nity Bi, jangan lu
readmore Chapter 13 Kekuatan hati bunga
Sampai di rumah bunga di sambut sama putri tersayangnya. "Mama." Panggilnya manja seraya mendekap era
readmore Chapter 14 Tragedi memilukan
Bella yang melihat bunga seperti percaya dengan semua pengakuannya ia semakin yakin kalau cahaya aka
readmore Chapter 15 Perjuangan sangat berarti
Nity masih terisak di pelukkan bi ijah, waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, nity semakin gelisah ia
readmore Chapter 16 Rencana yang gagal
Laila akhirnya segera di bawa oleh dokter ke ruangan ICU. Bella yang sangat geram dengan hadirnya ora
readmore Chapter 17 Menunggu
Ayah mertua menyambut kedatangan bunga dan laila, ia menatap putri kecil yang berjalan bersama bunga
readmore Chapter 18 Melewati masa koma
Bunga enggan untuk bercerita tentang semua yang di alaminya kepada siapa pun karena terlalu pahit un
readmore Chapter 19 menghadapi likunya ujian
Malam berlalu meninggalkan pekat, sang surya mulai terbit menyinari seluruh alam, semilir angin pagi
readmore Chapter 20 Bella di sebuah club malam
Bella ikut bersama orang-orang yang sedang mengikuti alunan music disco. Ani sangat khawatir menunggu
readmore Chapter 21 Iklas
Cahaya yang terlanjur bermain api dan kini ia harus terima akibatnya. Bella berpura-pura menangis di
readmore Chapter 22 Membuktikan
Usai pemeriksaan bella, bunga enggan untuk balik ke kantor lagi ia memilih untuk pulang ke rumah dan
readmore Chapter 23 Kebohongan
Bunga perlahan mencoba memaksa hatinya untuk tetap kuat menghadapi kenyataan dan ia harus mencoba ik
readmore Chapter 24 Mudik ke desa
Bunga sudah bersiap-siap ia akan pulang dulu ke kampungnya nity yang sudah tidak sabar ingin segera
readmore Chapter 25 Di sebuah desa
Satu minggu berlalu cahaya tanpa bunga dan nity, ia merasa rumah ini sepi bagaikan rumah tanpa pengh
readmore Chapter 26 Nikah siri
Sampai di depan rumahnya cahaya bella langsung mengetuk pintu rumah cahaya. Tok … tok … tok … Suara ke
readmore Chapter 27 Nity tau rahasia kedua orang tuanya
Bunga sungguh tak sanggup melihat putrinya menangis seperti itu, hatinya sangat rapuh melihat si kec
readmore Chapter 28 Bunga di jemput suaminya pulang ke jakarta
Cahaya menatap wajah istrinya lekat. "Bunga di mana Nity?" "Dia lagi sama Ibu Mas!" Sahut bunga seraya
readmore Chapter 29 Tiba di sebuah desa
Karena baginya hanya akan menoreh luka yang semakin dalam. "Tidak! Nity tidak mau pulang ke jakarta."
readmore Chapter 30 Laila berada di jakarta
Bunga berlalu tanpa harus mengingat apa-apa lagi matanya menatap ke depan, ia tidak boleh lemah kare
readmore Chapter 31 Tetesan air mata
Cahaya menatap lekat wajah bunga seorang wanita yang sangat ia cintai yangi kini sudah tidak lagi me
readmore Chapter 32 Bella mendapat ujian
Cahaya semakin geram mendengar perkataan bella yang di buat-buat itu. Ia bukan sosok laki-laki yang
readmore Chapter 33 Telah kembali ke jakarta
8 bulan telah berlalu nity tinggal di sebuah desa yang begitu tampak segar dan adem, semilirnya angi
readmore Chapter 34 Gangguan jiwa
Sampai di depan rumah mobil berhenti, bunga turun membawa putri kecilnya di ikuti oleh laila. Nity b
readmore Chapter 35 berusaha untuk memaafkan
Perlahan bunga masuk ke kamar putrinya, nity yang lagi sibuk dengan buku belajarnya ia melirik ke ar
readmore Chapter 36 Firasat buruk
Bunga menunggu cahaya dan nity sampai jam 4 belum juga pulang, bunga sangat gelisah perasaannya menj
readmore Chapter 37 Menemukan jenazah
Di saat asap sudah mulai hilang petugas pemadaman api menemukan mayat yang sudah sangat gosong, tida
readmore Chapter 38 Dalam pencarian
Waktu sudah hampir senja bunga masih di tempat pencarian, tepat di pinggir sungai yang sangat dalam
readmore Chapter 39 Kembali bertemu
Malam menjemput, sunyi menyelimuti seluruh ruang rumah ini, rumah yang megah yang selalu di hiasi de
readmore Chapter 40 Hilang ingatan
Laila sangat terbelalak mendengar cerita dari menantunya ia benar-benar tidak percaya dengan apa yan
readmore Chapter 41 Bertahan dalam satu hati
"Maafin Bunda ya sayang?" "Untuk apa? Bunda kan gak salah!" "Bunda tidak bisa membuatmu bahagia sayang
readmore Chapter 42 Cahaya rindu keluarganya
Karin pamit kepada nity dan bunga, kemudian ia berlalu meninggalkan rumah bunga. *** Satu tahun cahaya
readmore Chapter 43 kehadiran indra dirumah bunga
Indra jauh lebih bahagia hidupnya bersama cahaya dan bunga, nity gadis kecil yang baik hati ia sanga
readmore Chapter 44 Bertemu seorang ayah
Selsai berganti pakaian nity dan indra turun lagi ke bawah sekedar ingin nyemil dan minum susu atau
readmore Chapter 45 Masalah baru
Joni dan bella bercerita cukup banyak hingga akhirnya joni meminta ijin utuk istirahat sejenak. *** Di
readmore Chapter 46 Gagal bercerai
Bunga menggenggam erat tangan suaminya. "Mas antarkan aku pulang." Ucap bunga menatap cahaya kelabu,
readmore Chapter 47 Derita bella
Di rumah kontrakkan bella masih tetap di kurung, ia terus teriak-teriak minta tolong. "Bapak. Tolong
readmore Chapter 48 Joni menjual putrinya
Dalvi perlahan tangannya membuka tali yang ada di tangannya, kemudian ia membuka tali yang mengikat
readmore Chapter 49 Sandiwara
Irvan yang berusaha untuk masuk ternyata tidak ada jalan lagi seluruh penjuru rumahnya terjaga ketat
readmore Chapter 50 Rumah baru
Irvan berteriak sekeras mungkin agar bisa terdengar oleh bella, namun bella sengaja ia berpura-pura
readmore Chapter 51 Ujian hidup
Bunga menyimpan kembali gawainya seraya duduk terpaku di samping suaminya. "Ada apa dengan Bella?" Ta
readmore Chapter 52 Rahasya mulai terbuka
Langkah irvan yang semakin berat ia mencoba meninggalkan tempat itu, ia pergi untuk menghapus jejak
readmore Chapter 53 Semakin menderita
Bunga menatap lekat wajah suaminya ia sangat berharap banget kalau irvan dan suaminya dapat menemuka
readmore Chapter 54 Hampir kecelakaan
Bella akhirnya hanya menatap kepergian dalvi dengan perempuan barunya, rasa sakit dan luka yang tera
readmore Chapter 55 Cinta tanpa restu
Panji menatap irvan lekat, sepertinya ada rasa besar tergambar di mata irvan, panji sangat tau sikap
readmore Chapter 56 Hilang kontekkan
Cahaya dan bunga sepertinya tidak akan bisa di pisahkan oleh godaan apa pun, ia akan tetap bersama d
readmore Chapter 57 Jatuh cinta lagi
Rena yang merasa naik pangkat ia semakin besar kepala, kerjaannya hanya duduk di kursi saja. *** Tepa
readmore Chapter 58 Bunga hilang
Tiba di rumah bi ijah terheran melihat nity menangis tersedu-sedu. "Loh Pa, Non Nity kenapa?" Tanya b
readmore Chapter 59 Irvan bertunangan
Melihat rena tersedu-sedu, serentak bella merangkul dan memeluknya dengan erat, ternyata kisah hidup
readmore Chapter 60 Berhasil kabur
Perlahan bunga menggenggam tangan suaminya kemudian ia berkata. "Mas, sebaiknya temui Pak Panji dulu!
readmore Chapter 61 Kebahagiaan baru
Seperti biasa irvan, menjemput calon istrinya di kampus. "Sudah lama nunggu?" Tanya irvan kepada laur
readmore Chapter 62 Tidak mudah memaafkan
Sedangkan bunga ia masih terus membujuk putri tersayangnya yang seolah enggan untuk bertemu dengan b
readmore Chapter 63 Dilema
Sedangkan bunga ia masih terus membujuk putri tersayangnya yang seolah enggan untuk bertemu dengan b
readmore Chapter 64 Jadi korban
Gadis itu menyambut tangan bella seraya memperkenalkan dirinya. "Nama saya Nada, kebetulan Ibu saya l
readmore Chapter 65 Geram
Bella sangat lah terperanjat melihat nity di perlakukan dengan kasar seperti itu oleh joni. "Tolong,
readmore Chapter 66 Prustasi
"Ya Tuhan kuatkan lah hati hamba, dalam menjalani ujian ini. Sembuhkan lah anak hamba Ya Allah!" Bis
readmore Chapter 67 Bertemu pria baik
Pria itu membawa bella ke rumahnya, karena ia tidak tau bella dari mana dan rumahnya dimana pun ia j
readmore Chapter 68 Pertemuan bella
Nity masih berada di alam mimpi ia belum juga kembali sembuh. *** Di tengah pencarian dalvi, bella yan
readmore Chapter 69 Kesembuhan Nitty
"Sekarang Nity istirahat ya, biar Nity cepat sembuh." Kata bunga seraya mengelus rambut nity lembut.
readmore Chapter 70 Telah tiada
"Sekarang Nity istirahat ya, biar Nity cepat sembuh." Kata bunga seraya mengelus rambut nity lembut.
readmore Chapter 71 Sahabat jadi benci
Bella sungguh tidak menyangka kalau bunga akan bicara seperti itu, memang itu rencananya dulu waktu
readmore Chapter 72 Kecurangan joni
Sesampainya di rumah laura masuk ke kamarnya ia mandi dan berganti pakaian, emi yang memperhatikan p
readmore Chapter 73 Awal kebahagiaan
Sosok pria yang pernah membuatnya bisa berubah lebih baik dan dewasa. "Kamu, Bella kan?" Tanya laura
readmore Chapter 74 Air mata di hari pertemuan
Bunga berada di butiknya, ia berusaha semangat dan memulai hidup baru, meski bayangan putrinya belum
readmore Chapter 75 Minder
Jamil menatap bella sejenak ia seperti tidak suka melihat bella, jamil berharap kalau putranya akan
readmore Chapter 76 Kematian sang istri
Dokter rehan terdiam untuk beberapa saat ia benar-benar bingung dengan permintaan suami pasyen yang
readmore Chapter 77 kisah gadis sebatang kara
Bella terdiam hingga yang terdengar hanya suara hembusan nafasnya saja. Jamil menatap bella lekat ad
readmore Chapter 78 Anak yang malang
Darma mengajak indah untuk ngobrol sejenak ia mencari tempat yang pas untuknya bercerita sedikit den
readmore Chapter 79 Indah bertemu teman ayahnya
Selain mandiri indra pun kini sudah bisa bantu-bantu bunga kerja di kala ia lagi libur sekolah. "Indr
readmore Chapter 80 Bertemu masa lalu bella
Bella membuang nafas dalam, bayangan syahril seakan menari di pelupuk matanya, terlintas semua memor
readmore Chapter 81 Kepergian syahril dari rumahnya
Karena jamil tidak lagi punya rasa kasihan kepada syahril anaknya sendiri. Meski pun jamil tidak kuas
readmore Chapter 82 Masa lalu kembali hadir
Syahril seorang putra dari orang yang sangat kaya raya, ia di usir dari rumahnya karena tidak mau di
readmore Chapter 83 Menderita
Treet! Dokter keluar wil segera menghampiri dokter itu kemudian bertanya. "Gimana ke adaannya Dok?" Ta
readmore Chapter 84 Hamil tanpa ayah
Darma berkeliling di kota itu namun ia tidak menemukan anak itu, bahkan darma coba sesekali bertanya
readmore Chapter 85 Belajar mandiri
Rasa tersiksa bagi dara seorang istri tapi di perlakukakan layaknya seorang asisten rumah tangga dal
readmore Chapter 86 Sampai pada batasnya
Angel celingukan melihat kiri kanan ternyata tidak ada siapa-siapa. "Iya Kak," "Iya sudah, lanjut lagi
readmore Chapter 87 Berharap surat talak
Lelah dan cape dara untuk terus bertahan menjadi istri yang tidak di anggap di rumah itu. "Berapa kal
readmore Chapter 88 Meninggalkan putranya demi kebahagiaannya
Bella tersenyum malu di katain seperti itu. "Bukannya maksa." "Terus apa dong?" "Cuma pengen kalau Bung
readmore Chapter 89 Tiba di kota jakarta
Revan geram ia sangat menginginkan gadis itu tetap berada di depannya, namun indah tetap keras kepal
readmore Chapter 90 Lembaran baru
Nada tampak aktif dengan permainannya, nada balita yang cantik dan menggemaskan bagi semua yang meli
readmore
sangat bagus
19/10
0bagus
07/05/2025
0bagus bnget
18/03/2025
0sangatenangir ceritanya jadi tambah suka untuk membacanya terus menetus
13/12/2024
0sukaa bangettt sama ceritanya
06/06/2024
0😍hebat
14/07/2023
0👍🏻👍🏻
08/07/2023
0mantap
30/03/2023
0bagis apk nya
26/03/2023
0Okehhhhhh
09/03/2023
0