logo text
Thêm vào thư viện
logo
logo-text

Tải xuống cuốn sách này trong ứng dụng

6. Masuk Sekolah

"Yey. Sudah mulai sekolah. Aku kangen sama geng the Angel ku yang paling cantik imut dan menggemaskan di SMA Cendrawasih."
Lily bersorak ria menggunakan baju kesayangannya yaitu baju putih abu, yang telah lama iya simpan karena tengah libur panjang.
"Bisa tidak kamu jangan berisik!" tegur Adit merasa terganggu dengan suara istrinya yang bukan main.
"Sayangnya gak bisa. Pak Adit jangan norak deh, aku ini lagi bahagia," ucap Lily mengarah melihat Adit yang tampak kesal.
Lily mulai membereskan buku pelajarannya yang telah ia beli kemarin malam, bersama pak Adit nyebelin itu.
"Kamu bahagia karena mau ketemu dengan geng burukmu itu, kan?" tanya Adit melirik dengan sinis.
"Iyalah, kan mereka sahabat aku, bilang aja Pak Adit cemburu, kan? karena tidak memiliki sahabat seperti Lily, siapa juga yang mau sahabatan sama Pak guru galak seperti Pak Adit. Aku sih gak mau," ejek Lily menyipitkan bola matanya.
"Iya, kamu bukan sahabat tapi istriku," balas Adit menatap Lily dengan menyipitkan matanya lagi.
"Terserah!!" ujar Lily lalu pergi meninggalkan Adit.
"Lily!!" teriak Adit di depan pintu namun tak di hiraukan oleh gadis itu.
"Lily mau naik taksi ajha," sahut Lily lalu pergi.
Gadis itu melangkah keluar rumah untuk menyetop taksi, namun Adit langsung membopongnya untuk kesekian kalinya.
"Mulai deh," keluh Lily kesal.
****
"Bisa gak pak Adit itu jangan gendong Lily!! kirain Lily anak kecil apa?" protes Lily kesal.
Adit tak menghiraukan ocehan Lily, dia hanya memandang sekilas dan kembali bersikap dingin.
"Ih, kesel," keluh Lily karena pertanyaannya tidak dijawab.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, dengan keadaan cuaca yang mendukung karena masih pagi dan juga kota Jakarta belum terlalu macet, membuat mobil Sport berwarna hitam kecoklatan melaju dengan tenang menuju SMA Cendrawasih.
"Stop!" teriak Lily dengan suara cemprengnya.
"Lily mau turun di sini!!" ujar Lily membuka pintu mobil.
Namun langsung di kunci oleh Adit yang ada di sampingnya. "Nggak!" cetus Adit menatap tajam ke arah Lily.
Namun gadis itu tetap dengan pendiriannya yang ingin turun jauh dari sekolah. "Pak Adit yang ganteng!! kalau Pak Adit anterin aku sampai gerbang, nanti aku malah di kroyok sama fans Pak Adit yang sok kecantikan itu."
Adit yang mendengar hal itu, berpikir hal yang sama dan mengizinkan Lily untuk turun dari mobilnya.
"Iya sudah. Nanti aku jemput lagi di sini!"
"Okay, bye! Pak Adit, jangan kangen ya sama Lily??" seru Lily cengengesan.
Lily berlari memasuki gerbang sekolah dan menyapa teman-temannya. "Selamat pagi," sapa Lily semangat.
"Woy, tumben lo berangkat sekolah lewat sana?" tanya Ara memandang Lily.
"Biasa, gue ada keperluan penting di sana, tapi udah beres," balasnya tanpa dosa. Gadis itu merubah kosa katanya agar lebih gaul. Karena kalau di rumah ia tidak berani mengeluarkan kata-kata gaul, pasti Adit langsung marah.
"Lo semua gak kangen apa sama gue?" tanya Lily untuk mengalihkan pembicaraan.
"Kangen lah Liy, dua minggu loh kita gak ketemu."
Geng The Angel berpelukan mesra di depan gerbang membuat para siswa melotot ke arah mereka. Banyak yang tidak suka dengan kecantikan geng mereka dan kekompakan mereka bertiga.
"Woy!! ini jalan bukan pasar," bentak para siswa yang lewat.
"Berani lo sama gue, ah??" bentak Ara maju satu langkah ingin mengajar cowok yang ada di hadapannya.
Bukan namanya geng The Angel kalau tidak buat onar setiap hari dan ini kesempatan mereka untuk menikmati hari pertama masuk sekolah.
Namun, baru Ara ingin menonjok siswa cowok itu, langsung ditepis oleh pak Adit.
"Pak Adit!" Mata mereka membelalak terkejut setengah mati.
"Mampus gue," ucap Ara lalu berbalik arah ingin kabur dengan teman-temannya.
Adit menyipitkan matanya, tanda berhenti di tempat. "Ini hari pertama masuk sekolah, kalian mau buat onar?" bentak Adit melototi mereka bertiga yang dari tadi menunduk.
"Sekarang kalian masuk!!" perintah Adit dengan tegas.
Geng The Angel mengangguk dan langsung memasuki kelas. Bisa mati mereka kalau tetap ada di sana. Mendingan kabur aja dari pada menjadi penampakan nantinya di lapangan sekolah. Mereka tidak ingin dihukum.
****
"Baik anak-anak, karena sekarang hari pertama masuk sekolah, kita akan melakukan pemanasan sejenak."
Jam pertama adalah jam pelajaran olahraga yang paling di nanti oleh para siswi, untuk menikmati ketampanan pak Adit.
Semua murid berbaris, mematuhi perintah pak Adit termasuk geng The Angel, yang sudah siap dengan pakaian olahraganya.
"Hem," sapa Bastian menjulurkan tangannya untuk merapikan barisan antara putra dan putri.
"Lily!!" panggil Bastian memandang Lily yang ada di barisan paling depan, sejajar dengannya.
Lily menengok ke samping melihat Bastian yang memanggilnya. "Why?" tanya Lily memandang Bastian yang malu-malu tidak jelas menurut penglihatan Lily.
"Kok sekarang lo cuek sama gue, Liy?"
Bastian memasang raut wajah sedih, entah itu topeng atau kenyataan, Lily tak peduli.
"Gue gak cuek kok, lo aja yang lebay," balas Lily santai.
Adit memandang mereka berdua. Lily dan Bastian tidak memperhatikan materi basket yang iya jelaskan di depan para siswa.
"Hem."
Mata Lily langsung berpindah arah melihat keberadaan Adit yang ada di depannya, sedangkan dirinya sibuk berbicara dengan makhluk Mars yang ada di sampingnya.
'Pasti akan dihukum sama pak Adit, ini semua gara-gara Bastian,' batin Lily menunduk takut.
"Kalian kenapa tidak memperhatikan penjelasan saya?" bentak Adit melotot ke arah mereka berdua yang terdiam membisu.
"Bastian tadi yang duluan ajak saya bicara," jawab Lily ketakutan.
Adit berpindah memandang Bastian yang bersikap biasa, karena tak peduli dengan keberadaan Adit.
"Apa salah saya, Pak? kan saya hanya bertanya kepada pujaan hati saya, apa itu salah?" tanya Bastian tidak ada takut-takutnya.
Kini mereka berdua menjadi pusat perhatian semua murid yang sedang melaksanakan pelajaran olahraga.
Adit yang mendengar hal itu langsung geram, bukan hanya membantah, namun Bastian juga berani mengatakan istrinya, sebagai pujaan hati.
"Sekarang kamu keliling lapangan ini 20 kali!!" teriak Adit membuat siswa yang ada di sana ketakutan.
"Bos!! lo nurut aja gih, nanti malah hukumannya semakin berat," saran dari Rian dan Iruan berbisik ke arah Bastian yang ingin membalaskan dendamnya.
Bastian menuruti perintah Adit yang sudah siap dengan peluit yang iya gantung di lehernya.
"Hukuman bagi kamu! nanti temui saya di ruang guru!!" ketus Adit memandang Lily.
"Baik Pak!"
****
"Lily!! gimana ceritanya lo bisa dihukum kayak gitu?" tanya Maya memutar keran air yang ada di kamar mandi putri.
"Semua itu gara-gara makhluk Mars itu, gue jadi ikut dihukum, tadi dia ajak gue bicara. Awalnya sih gue nolak tapi karena dia berisik manggil nama gue entah sampai berapa kali, makanya gue nengok dan gue akhirnya dihukum. "
"Sabar Liy!! eh, tapi lo ada kesempatan buat deket sama pak Adit yang ganteng itu Lily, kalau gue sih mau banget, apalagi di hukum di ruangannya, berduaan dan."
"Ingat dosa! Kita masih kecil Ara!" Lily melotot ke arah Ara yang menghayal tidak jelas.
Mereka bertiga keluar dari kamar mandi dan tak sengaja berpapasan dengan Adit yang telah menunggu kedatangan Lily di depan kelasnya.
"Kamu ikut saya!!" Tegas Adit memandang Lily yang sudah berganti pakaian dengan seragam putih abu.
Mereka bertiga memberhentikan langkahnya dan memandang ke arah sumber suara.
Lily mengangguk dan mengikuti Adit dari belakang, dan meninggalkan Ara dan Maya yang masih melihat kepergiannya di depan kelas.
Brak!
"Kamu pacaran sama Bastian?" teriak Adit mendekati Lily yang tengah terduduk rapi di hadapannya.
Lily tak berani berkutik dan menjawab pertanyaan dari Adit, walaupun sebenarnya itu tidak benar.
"Jawab!" tegas Adit semakin marah, entah sekarang kemarahannya sudah mencapai 85.9%, namun belum full.
"Aku gak pacaran kok sama Bastian, dia ajha yang ngejar aku dari dulu, tapi aku gak suka sama dia."
"Oh, gak suka! Tapi ngobrol saling pandang."
Mungkin sekarang tingkat kemarahan Adit bertambah 99% karena mendengar jawaban Lily yang simpel, padat, dan jelas.
"Beneran aku gak bohong! Pak Adit kok marah sama Lily? Lily mau dekat sama siapapun itu kan hak Lily, kenapa Pak Adit yang atur Lily!"
"Udah, Lily mau ke kelas aja." Lily bangun dari tempatnya dan berdiri meninggalkan Adit yang kini merasa tidak tenang dengan kedekatan mereka.

Bình Luận Sách (667)

  • avatar
    halimahNur

    Cerita nya bagusss banget ayok kak buruan lanjuti nggak sabar udah penasaran sama cerita nya❤😁😁

    06/02/2022

      15
  • avatar
    LatipHikam

    ok banget

    25/05

      0
  • avatar
    asehsami

    Good

    15/04

      0
  • Xem tất cả

Các chương liên quan

Chương mới nhất