Arka berangkat ke kantor untuk pertama kalinya menyandang gelar sebagai pemimpin perusahaan. Memang posisinya tidak langsung diserahkan padanya dan masih ada ikut campur Pak Dhanu karena pengalaman Arka yang belum banyak dan masih membutuhkan Papanya untuk memberikan masukan padanya. Arka sedang duduk di kursi kebanggaan Papa nya yang menjadi saksi bisu perjalanan sang Papa mengelola perusahaannya menjadi besar seperti ini. Menjadi pengganti Papanya untuk mengurus perusahaan membuat beban tersendiri untuk Arka, ia harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan perusahaan City Grup tetap besar bahkan Arka ingin menjadikan perusahaan itu lebih besar lagi. Saat ini Arka sedang mempelajari dokumen kerjasama dengan PT. Angkasa untuk membangun perumahan untuk karyawan yang bekerja di kelapa sawit. Memang perusahaan City Grup bergerak pada sektor perminyakan yang bahan utamanya dari kelapa sawit. Namun dalam waktu dekat Pak Dhanu akan membuka cabang perusahaan yang bergerak pada sektor perhotelan, menurutnya sektor perhotelan sangat menjanjikan karena Indonesia semakin di kenal dan para wisatawan datang untuk berlibur. Arka yang belum sepenuhnya paham tentang kerjasama itu akhirnya memanggil Dila untuk membantunya. Ia saat ini tengah menunggu kedatangan Dila setelah satu menit yang lalu Arka menghubunginya untuk datang ke ruangan Arka. Tok tok.. Suara ketokan pintu itu menandakan Dila sudah datang, Arka mempersilahkannya masuk dan duduk. Dila hanya menurut, karena ia masih belum mengerti mengapa ia di minta untuk datang keruangannya. “Bagaimana kabarmu Dila? Sudah lama kita tidak bertemu,” ucap Arka. “Alhamdulilah baik Pak. Ngomong-ngomong kita baru saja bertemu kemarin Pak,” sambung Dila. “Ah memang, hanya saja saya belum mengatakan itu. Kemarin kita hanya berjabat tangan,” Arka tersenyum melihat pujaan hati yang selama ini ia rindukan. Dila masih sama seperti dulu, ia tipe orang yang mudah bergaul dan ia selalu berbicara apa adanya. “Baik Dila sepertinya kamu perlu memberikan penjelasan ke pada saya tentang kerjasama dengan PT. Angkasa karena saya dangkal tentang kerjasama ini,” jelas Arka. Dila hanya menggangguk dan mengerti maksud Arka memintanya datang. “Tapi mengapa Kak Arka menyuruhku menjelaskan, padahal ada sekretarisnya yang paham tentang proyek itu,” batin Dila bertanya. “Pak tomy sedang di luar sama Papa untuk membahas rencana pembukaan perhotelan,” ucap Arka yang seakan mengerti dengan diamnya Dila. Dila melolot tak percaya, bagaimana bisa Arka mengerti tentang pertanyaan batinnya. Apakah Arka punya indera ke enam, jika memang punya, Dila harus berhati-hati dengan Arka. “Saya tidak punya indera ke enam, saya hanya menebak saja,” tambahnya lagi. “Tuhkan benar, memang punya ini orang. Dari tadi bisa tahu yang gue batinin, jangan-jangan dia juga tahu kalau selama ini gue menyimpan rasa buat dia. Ah jadi merinding gue,” batin Dila. “Dila menurut kamu apakah kerjasama ini dengan perusahaan Angkasa di lanjutkan?” Tanya Arka. “Menurut saya iya Pak, karena perusahaan Angkasa sudah beberapa kali kerjasama dengan perusahaan kita dan hasilnya pun memuaskan,” jawab Dila. “Oh yaa, proyek apa saja yang sudah di kerjakan?” Tanyanya lagi. “Salah satunya pembangunan pabrik untuk mengolah kelapa sawit Pak. Mereka membuat desain yang nyaman untuk para pekerja dan bahan materialnya berkualitas,” jawab Dila. Arka mengangguk mengerti, namun ia sedikit risih karena Dila menganggilnya dengan Bapak,“Bisakah kamu panggil saya seperti biasanya tidak perlu memanggil Pak,” sahut Arka dengan muka datar. “Maaf Pak saya tidak bisa karena ini masih di kantor,” sambung Dila hati-hati. “Baiklah, nanti kamu ikut saya metting dengan PT. Angkasa,” ungkap Arka. Dila yang masih banyak pekerjaan mau menolaknya tidak enak hati, akhirnya ia mengiyakan permintaan Arka dan sebelum berangkat metting, Dila harus menyelesaikan sebagian pekerjaannya agar ia tidak pulang terlambat atau lembur. Pukul satu mereka telah sampai di salah satu restoran untuk mengadakan metting dengan PT. Angkasa, meskipun metting akan di adakan pukul dua siang. Sebelumnya, Arka meminta Dila untuk bersiap berangkat lebih awal. Dila merasa kesal karena pekerjaannya harus di tunda karena permintaan bos barunya dan nanti ia akan lembur. Dan alasan Arka datang lebih awal karena ingin makan siang, padahal setahu Dila makan siang bisa di lakukan di kantor. Dengan wajah di tekuk Dila menemani Arka makan siang, moodnya sangat berantakan karena Arka. Menurutnya Arka saat ini menyebalkan, seenaknya sendiri memerintahnya. Beberapa menit menunggu makanan mereka sudah datang, semua yang memasan Arka karena Dila tidak mood untuk berbicara karena ulahnya. Dengan cepat Arka makan dengan lahapnya, sedangkan Dila tidak mau makan dan beralasan jika ia masih kenyang. Arka yang memang mengetahui kekesalan Dila hanya tersenyum tipis, tingkah Dila sangat menggemaskan baginya. “Nanti akan aku temani kamu jika memang harus lembur,” ucap Arka di sela makannya. “Hmm,” jawab Dila yang berani dengan bosnya. “Cepatlah makan, kau butuh energi untuk melanjutkan marahmu Dil,” sambung Arka tersenyum. “Kenapa Kakak menyebalkan sekali sekarang,” sahut Dila cemberut. Rasa gengsi pada Dila mengalahkan rasa laparnya, ia sama sekali tidak menyentuh makanan itu. Dila yang lapar sangat tergiur dengan makanan di depannya yang sepertinya enak. Di tambah lagi cara makan Arka yang sudah beberapa kali menambah porsi makannya seperti orang yang belum makan dua hari. Namun lamunannya itu terusik saat perutnya yang berbunyi nyaring sehingga membuat Arka tertawa terbahak-bahak mendengar bunyi itu. Betapa malunya Dila saat itu, ia seperti ingin menghilang dari tempat itu namun mustahil di lakukan. “Sudah saya bilang makanlah, buang rasa gengsimu. Makan gengsi tidak akan membuatmu kenyang,” ucap Arka dengan muka datar seperti biasanya. Akhirnya Dila menghilangkan gengsinya sejenak untuk menikmati makan siang bersama Arka. Memang benar masakan yang di pesan oleh Arka sangat enak, ia juga tidak malu untuk menambah porsi makannya di hadapan Arka.
Cảm ơn
Ủng hộ tác giả để mang đến cho bạn những câu truyện hay
mantap
23/04
0sukaaa bangetttt
02/04/2025
0sangat bagus menarik
10/03/2025
0Xem tất cả