Setelah mendapatkan amanah dari Papa nya, Arka segera menghubungi temannya yang merupakan seorang detektif. Faldo nama sapaan temannya itu tidak perlu di tanyakan lagi keahliannya, ia dan timya sudah beberapa kali berhasil mengusut kasus besar. Saat ini Arka dan Faldo tengah bertemu di rumah Arka, ia mengajak Faldo ke ruang kerjanya agar pembicaraan mereka lebih leluasa. “Do gue butuh bantuan lu buat ngusut kasus rencana pembunuhan kerabat Papa gue,” ucap Arka serius. “Sebisa mungkin pasti gue bantu Ka,” sahut Faldo tak kalah seriusnya. “Menurut Papa gue, kasus ini terjadi lima tahun silam. Beliau saat ini sedang mencari orang yang bernama Alex karena dia diduga sebagai pelaku pembunuhan itu. Bokap gue engga sembarang nuduh tanpa bukti, beliau lihat sendiri rekan di CCTV kantor tersebut. Dan dugaan bokap gue jika kecelakaan ini memang sengaja karena saat bokap gue ingin cari tahu tentang bukti lain, semuanya sudah hilang. Dan orang yang bernama Alex sudah resign dari kantor itu,” jelas Arka. “Seharusnya gue bisa ungkap ini kasus karena waktunya juga belum lama Ka, yang penting semua dokumen mengenai kasus ini serahin sama gue. Mungkin gue perlu waktu satu bulan buat nangkep si Alex itu,” tungkas Faldo. “Gue serahin sama lu Do. Ini foto orang yang bernama Alex dan ini dokumen tentang Alex,” lanjut Arka. “Oke, nanti gue pelajari dulu tentang orang ini Ka,” “Siap Do,” Mereka berdua pun melanjutkan pembicaraan ringan tentang masalah pribadi mereka karena sudah lama dua teman ini tak berjumpa. Terakhir bertemu tiga tahun silam saat Arka menyempatkan pulang ke Indonesia lalu mengajak Faldo bertemu. Keesokan harinya, keluarga Pak Dhanu berangkat ke kantor pagi-pagi. Saat itu akan ada pengumuman kepada seluruh karyawan di City Group yang akan di sampaikan oleh Pak Dhanu. Sebelumnya, Pak Dhanu telah menghubungi Dila untuk memberitahu kepada semua karyawan dan di minta mempersiapkan ruangan untuk di adakannya pengumuman tersebut. Sesuai jadwal, pengumuman tersebut di adakan pukul delapan pagi, semua persiapan telah selesai dan semua karyawan sudah berkumpul. Kini Pak Dhanu, Bu Rosa dan Arka telah memasuki ruangan, semua karyawan tampak memperhatikan keluarga tersebut. Para karyawan banyak yang berbisik mengenai wajah tampan yang berada di samping Direktur Utama, sebelumnya mereka tidak pernah melihat wajah itu. Pak Dhanu segera membuka jalannya acara tersebut dan karyawan menghentikan pembicaraan mereka lalu mendengarkan pernyataan Pak Dhanu yang membuat mereka penasaran. “Selamat pagi semuanya, sebelumnya saya meminta maaf jika secara mendadak mengumpulkan anda semua berada disini ini. Kalian semua pasti tahu jika akan ada sesuatu yang saya sampaikan pada kalian, saya selaku Direktur Utama disini sudah beberapa tahun memimpin perusahaan Citi Grup dari perusahaan ini masih di bawah sampai perusahaan berada di atas. Membangun perusahaan ini tidaklah mudah, banyak rintangan yang harus daya hadapi. Saya sangat berterimakasih kepada karyawan yang setia terhadap perusahaan dan karyawan yang belum lama bergabung dengan perusahaan ini. Saya yakin kalian berkerja dengan sungguh-sungguh, tanpa kalian perusahaan City Grup tidak bisa sebesar ini,” ucap Pak Dhanu sambil tersenyum. “Saya meminta maaf jika cara memimpin saya kurang berkenan di benak kalian, saya menyadari banyak kekurangan saya. Kesalahan yang sengaja maupun tidak di sengaja mohon maafkan saya,” tambah Pak Dhanu. Para karyawan mulai berbisik-bisik ada apa yang sebenarnya Pak Dhanu sampaikan, mengapa beliau berkata seolah-olah ingin meninggalkan perusahaan ini. “Tanpa berlama-lama saya akan memperkenalkan anak saya yang bernama Arkana Elvaro Aditama, nantinya dia akan menggantikan posisi saya sebagai Direktur Utama di kantor ini dan kantor lainnya. Saya menyadari usia saya yang semakin tua dan membutuhkan waktu untuk menikmati masa tua saya,” jelas Pak Dhanu. Dila yang mendengar pernyataan Pak Dhanu sedikit terkejut, karena pernyataannya yang terlalu mendadak. Ada sedikit kehilangan jika Pak Dhanu meninggalkan kantor ini, Pak Dhanu adalah sosok pemimpin yang hangat dan sangat menghargai karyawannya. Beliau tidak ingin jika karyawan di jadikan bawahan namun menjadikannya sebagai patner kerja. Ia pasti akan merindukan sosok Pak Dhanu yang selalu membantunya saat ia ada kesulitan. Namun di sisi lain ia juga bahagia karena sosok Arka yang menurutnya mampu memimpin perusahaan City Grup karena Arka merupakan sosok yang cerdas dan sewaktu SMA dulu Arka sudah terlihat gaya memimpinnya. Arka yang sedari berdiri di belakang Papanya, kini ikut maju ke depan untuk menyapa karyawan. Ia menganggukankan kepalanya sebagai rasa hormat kepada seluruh karyawan. “Selamat pagi semuanya, perkenalkan saya Arkana Elvaro Aditama. Panggil saja saya Arka, kalian sudah mengetahui mengapa saya berdiri di depan kalian saat ini karena seperti yang sudah di sampaikan Papa, jika saya nantinya akan menggantikan posisi beliau di kantor ini. Mohon bantuan dan bimbingan untuk saya supaya bisa memimpin perusahaan ini menjadi lebih baik lagi. Dan mungkin saya berada di sini tidak langsung menggantikan Papa sepenuhnya, karena saya menyadari jika saya masih perlu banyak belajar dari beliau. Jadi sedikit demi sedikit saya mengambil alih pekerjaan Papa. Itu saja yang bisa saya sampaikan, terimakasih,” ucap Arka. Suara tepuk tangan terdengar di ruangan itu, semua karyawan satu persatu memberikan selamat kepada Arka tak terkecuali Dila. Dila saat ini sedang berada di depan Arka untuk memberi ucapan secara langsung atas posisinya saat ini. “Selamat ya Kak eh Pak maksud saya,” ucap Dila gugup. “Semoga menjadi pemimpin yang amanah Pak,” tambah Dila tersenyum pada Arka. “Terimakasih Dila, semoga kita menjadi patner saya,” jawab Arka membalas senyuman Dila. Melihat cara interaksi antara Dila dan Arka membuat Bu Rosa dan Pak Dhanu penasaran dengan keduanya. “Dila kamu sudah saling kenal sama Arka?” tanya Bu Rosa. “Iya Bu, kebetulan Pak Arka dulu Kakak kelas saya waktu SMA,” jawab Dila. “Wahh syukurlah, jadi kami tidak perlu lagi mengenalkan kalian berdua,” sambung Bu Rosa tersenyum. Dila yang tak mengerti maksud dari Bu Rosa hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Sedangkan Pak Dhanu dan Arka hanya tersenyum melihat dua wanita itu berbicara.
Cảm ơn
Ủng hộ tác giả để mang đến cho bạn những câu truyện hay
mantap
23/04
0sukaaa bangetttt
02/04/2025
0sangat bagus menarik
10/03/2025
0Xem tất cả