" Wah, lagi pada ngapain nih?" tanya Maya yg baru saja pulang. Semua orang menoleh melihat kedatangan mereka. " Sarapan, punya kalian di meja tuh udah aku siapin" sahut Bella seraya menunjukan piring mereka berdua. Maya dan Olive lalu mengambil piring mereka dan ikut bergabung di meja makan. " Sayang kamu abis lari dari mana?" Tanya Devin pada Maya yg duduk di sebelahnya. " Sekitaran sini kok, soalnya jalan nya ke tutup kabut, tebel banget" " Ohh, yaudah" " Hari ini kita kemana nih? Masa liburannya di sini- sini aja" celetuk Joe seraya mengambil segelas air di hadapannya, lalu meminumnya hingga tandas. " Emmm, kemana yah. Gimana kalo kita jalan- jalan sekitaran sini ajah, Sambil buat vlog" Saran Adreas. " Boleh juga. Tapi gue pengen ke sungai yg kemarin" timpal Olive. " Ghan, loe ikut kan?" tanya Devin. " Boleh" " Oke sekarang semua siap- siap, abis itu kita berangkat" Adreas berujar, lalu kembali ke kamarnya untuk bersiap. Pun dengan semua orang. " Gimana lari paginya?" Tanya Bella di kamar mereka. " Gitu lah Bel, kita malah pusing nyari jalan. Gak keliatan sama kabut. Tebel banget" timpal Maya sembari menyambar handuk. " Mandi dulu ah, gerah" Sementara Maya mandi, yg lainnya menyiapkan baju yg akan di pakai dan barang yg akan di bawa nanti. Bella terdiam, saat mendengar suara musik yg ia kenali. " Kok kotak musiknya kebuka?" Bella mengambil kotak musik yg berada di atas nakas. Memperhatikannya dengan seksama. " Liv, loe mainin kotak musik gue?" Tanya Bella, namun Olive malah terlihat kebingungan. " Kotak musik? sejak kapan loe punya kotak musik?" Olive malah balik bertanya. Bella juga terdiam, ia lupa jika tak ada yg tau ia punya kotak musik. " Ahhh nggak, itu, jangan lupa kameranya" ujar Bella mengalihkan pembicaraan. Olive masih terlihat bingung, namun kembali pada kerjaannya. di sisi lain, Maya sedang berada di kamar mandi. Menanggalkan semua pakaiannya, lalu menyalakan shower. Guyuran air hangat membuat tubuhnya menjadi rilex. Maya menggsokan sabun ke seluruh badannya, lalu mengambil shampo dan membasuh rambut panjangnya. Belum sempat ia membilas rambutnya, air shower tiba- tiba mati. Maya memegang gagang shower untuk menghidupkan nya lagi, namun air shower berubah menjadi lumpur. Maya panik, ia berteriak keras. Ia lalu menyabar handuk dan segera memakainya. Suara jeritannya membuat Bella dan Olive berlari menghampirinya. " Ada apa may?" Tanya Bella panik. " Itu, airnya berubah jadi lumpur bel, badan aku jadi kotor semua, bauuu" Rengek Maya. Namun bukannya lumpur, tubuh maya hanya di penuhi sabun. " lumpur apanya, itu mah sabun surti. Loe ngimpi yah? makannya mandi mandi jangan tidur hahahahah" Goda Olive di iringi gelak tawa. Maya melihat kembali tubuhnya, sabun, memang sabun. " Terus tadi?" " Tadi loe halu" sembur Olive lagi. Bella menyenggol pelan tangan Olive, memperingatinya agar tak sembarangan bicara. " Sutt" " Iya maaf maaf" " Yaudah, lanjut mandi gih, tuh air kan?" Bella menyalakan shower, lalu guyuran air turun deras. Dengan ragu, maya mendekati shower dan menyelesaikan mandinya. Bella termenung, mencerna kembali apa yg di alami sahabatnya itu. Bella percaya jika Maya tidak berbohong. Ia pasti bicara jujur. Itu karna Bella juga merasakan hal yg aneh seperti nya. " Udah siap semuaa??" Tanya Adreas memastikan. " Bella masih di kamar" Timpal Olive denga camilan di tangannya. " Udah ayo!!" ujar Bella yg baru saja datang. Mereka semua pun gegas berangkat. Waktu menunjukan pukul 10 pagi. Kabut di luar sudah mulai menghilang. Mereka berjalan kaki menyusuri tempat- tempat yg indah di sana. " May, loe ngerasa ada yg aneh gak di Villa itu?" tanya Bella, ia masih penasaran dengan rahasia yg berada di Villa itu. " Maksudnya?" Maya malah terlihat bingung. " Ya contohnya kejadian tadi?" " Iya sih, gue yakin kalo airnya berubah jadi lumpur tadi Bell, loe percaya kan sama gue?" " Iya gue percaya. Gue juga ngerasain hal yg sama. Gue juga di teror May" " Serius loe Bel? wah fix, tu Villa berhantu. Gak bener nih si Adreas" grutu maya kesal. " Kayaknya ada rahasia yg di sembunyiin di balik Villa itu May. Gue penasaran, apalagi sama kamar yg ada di lorong belakang" " Ada apa emangnya?" " Waktu itu gue denger suara cewek nangis disana. Dan gue juga udah berapa kali liat anak perempuan, aneh banget. Padahal disini jauh dari pemukiman warga. Gue juga denger suara orang minta tolong" Papar Bella serius. Maya juga terlihat antusias menyimak cerita Bella. " Heh lagi cerita apa sih? gak ngajak- ngajak" Ujar Olive ikut bergabung. " Ceritain elu" jawab Maya berkelakar. Ia lalu melemparkan snack ke arah Olive. Olive memanyunkan bibirnya. " Elu mahh" " Ehh, sini dong, kita foto- foto bareng semuanya" ajak Devin dengan nada tinggi agar pada gadis mendengarnya. Mereka bertiga pun bangkit dari duduk mereka, lalu bergabung dengan yg lainnya. Adreas mengatur camera, sedangkan yg lainnya sudah siap dengan pose mereka masing- masing. " Oke, satu, dua, tiga" Ckrek.. Setelah selesai mengambil gambar, semua orang kembali dengan kesibukannya masing- masing. Adreas mengecek hasil foto mereka. Matanya memicing melihat apa yg di tangkapnya melalui camera.
Cảm ơn
Ủng hộ tác giả để mang đến cho bạn những câu truyện hay
Chi phí 18 kim cương
Sự cân bằng: 0 Kim cương ∣ 0 Điểm
Bình Luận Sách (300)
DITAPUSPAADYTIA
cerita holor nya aku sih suka kalau yang ini merinding dan bikin lari maraton pas baca ini cerita yang paling menyeramkan dari cerita holor yang lain punya oh yah bikin lgi dong cerita nya yang holor holor kan seru tuh sama cerita yg lain juga yang happy ending.cocok untuk di jadikan film
cerita holor nya aku sih suka kalau yang ini merinding dan bikin lari maraton pas baca ini cerita yang paling menyeramkan dari cerita holor yang lain punya oh yah bikin lgi dong cerita nya yang holor holor kan seru tuh sama cerita yg lain juga yang happy ending.cocok untuk di jadikan film
11/08/2022
0sangat berguna
19/05/2022
0I love novelah app this app so nice
28/04/2022
0Xem tất cả